- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Cabut Pembekuan PSSI!!!


TS
okell
Cabut Pembekuan PSSI!!!
Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) meminta agar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mencabut surat keputusan (SK) pada 17 April 2015 terkait pembekuan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). APPI menilai, sikap itu perlu diambil Menpora supaya PSSI dan klub tak mangkir memenuhi hak pesepak bola.
Permintaan APPI tak lepas dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) bernomor 91/G/2015/PTUN-JKT, 14 Juli 2015. Dalam putusannya, majelis hakim memenangkan gugatan PSSI terkait SK Menpora tersebut.
"Kami mengirimkan tuntutan kepada Menpora untuk mencabut SK pembekuan PSSI, tetapi dengan berbagai persyaratan. Hal ini kami sampaikan melihat kondisi yang semakin tidak kondusif. Namun, kami juga menghindari terulangnya hak-hak pesepak bola yang sering tidak dipenuhi oleh PSSI dan klub dalam beberapa tahun belakang ini," demikian bunyi pernyataan APPI melalui surat elektronik yang diterima Kompas.com, Rabu (22/7/2015).
"Kami benar-benar mengharapkan tata kelola sepak bola yang lebih transparan, akuntabel, dan lebih profesional guna melindungi hak-hak pesepak bola. Kami berharap kepada para stakeholder untuk mewujudkan itu."
Menurut klaim APPI, surat tuntutan tersebut telah disampaikan kepada Menpora pada 15 Juli 2015. Mereka berharap, Menpora bisa memberikan respons setelah cuti bersama pada masa Idul Fitri ini.
Sebagai informasi, APPI sempat menyatakan dukungan kepada Menpora setelah SK terkait pembekuan PSSI diterbitkan. Ketika itu, Presiden APPI Ponaryo Astaman sempat datang ke kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menyampaikan keinginan pemain.
Permintaan APPI tak lepas dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) bernomor 91/G/2015/PTUN-JKT, 14 Juli 2015. Dalam putusannya, majelis hakim memenangkan gugatan PSSI terkait SK Menpora tersebut.
"Kami mengirimkan tuntutan kepada Menpora untuk mencabut SK pembekuan PSSI, tetapi dengan berbagai persyaratan. Hal ini kami sampaikan melihat kondisi yang semakin tidak kondusif. Namun, kami juga menghindari terulangnya hak-hak pesepak bola yang sering tidak dipenuhi oleh PSSI dan klub dalam beberapa tahun belakang ini," demikian bunyi pernyataan APPI melalui surat elektronik yang diterima Kompas.com, Rabu (22/7/2015).
"Kami benar-benar mengharapkan tata kelola sepak bola yang lebih transparan, akuntabel, dan lebih profesional guna melindungi hak-hak pesepak bola. Kami berharap kepada para stakeholder untuk mewujudkan itu."
Menurut klaim APPI, surat tuntutan tersebut telah disampaikan kepada Menpora pada 15 Juli 2015. Mereka berharap, Menpora bisa memberikan respons setelah cuti bersama pada masa Idul Fitri ini.
Sebagai informasi, APPI sempat menyatakan dukungan kepada Menpora setelah SK terkait pembekuan PSSI diterbitkan. Ketika itu, Presiden APPI Ponaryo Astaman sempat datang ke kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menyampaikan keinginan pemain.
http://bola.kompas.com/read/2015/07/22/19575868/.Cabut.Pembekuan.PSSI.tetapi.dengan.Syarat.
Quote:
Jakarta - Sekitar 1.800 kalangan pecinta sepakbola meminta Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, agar mencabut SK Pembekuan PSSI. Imam menanggapi petisi itu sebagai harapan bahwa kompetisi harus berjalan.
Petisi itu tertuang dalam website change.org (situs yang mewadahi setiap orang yang ingin membuat pernyataan kepada pemerintah), di mana sekitar 1.822 orang yang memberikan petisi kepada Presiden Joko Widodo lewat akun twitter @jokowi, dan Menpora Imam Nahrawi lewat akun twitternya @imam_nahrawi dengan judul "Cabut SK Pembekuan PSSI!"
Petisi itu dibuat oleh Ade Chandra yang mengaku suporter dan penikmat sepakbola Indonesia.
Menariknya tak hanya pernyataan dukungan PSSI, pada website itu juga ada petisi yang mendukung agar PSSI tetap dibekukan, dari suporter lainnya bernama Ahmad Corpo.
Lewat petisi tersebut, Corpo membuat pernyataan dengan judul "Tetap Bekukan/Bubarkan Kepengurusan PSSI" yang ia tujukan untuk Menpora, Presiden, serta Tono Suratman selaku Ketua KONI Pusat.
Ia meminta agar pemerintah tetap melakukan langkah-langkah reformasi tata kelola sepakbola Indonesia, lalu mengganti atau membubarkan kepengurusan PSSI yang sekarang, serta menyusun kepengurusan PSSI baru yang lebih bisa dipercaya, terbuka, dan kompeten.
"Terimakasih. Saya kira itu suatu harapan dari mereka dan saya memahami bahwa itu suatu ungkapan bahwa kompetisi harus berjalan," ujar Imam menanggapi petisi tersebut, di sela-sela halal bihalal Kemenpora, Rabu (22/7/2015).
"Tetapi perlu diingat kalau pemerintah, Kemenpora, Tim Transisi, atau pihak-pihak lain yang ingin melaksanakan turnamen tolong tidak ada yang mencegat, mencegah, apalagi menakuti klub untuk tidak terlibat. Tolong hentikan itu," sambungnya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sudah banyak mendengar jika daerah-daerah sudah mulai banyak membuat turnamen.
"Semakin banyak masyarakat yang membuat turnamen tentu semakin bagus. Karenanya jangan ada lagi monopoli karena terus terang itu tidak sehat. Mestinya setiap ada keinginan masyarakat untuk buat turnamen didorong."
"Dan saya sudah mendengar dari berbagai macam daerah bahwa banyak yang membuat turnamen dari usia 10 sampai klub-klub profesional. Silakan, yang penting kita hidupkan lagi persepakbolaan Indonesia ini," pungkasnya.
Petisi itu tertuang dalam website change.org (situs yang mewadahi setiap orang yang ingin membuat pernyataan kepada pemerintah), di mana sekitar 1.822 orang yang memberikan petisi kepada Presiden Joko Widodo lewat akun twitter @jokowi, dan Menpora Imam Nahrawi lewat akun twitternya @imam_nahrawi dengan judul "Cabut SK Pembekuan PSSI!"
Petisi itu dibuat oleh Ade Chandra yang mengaku suporter dan penikmat sepakbola Indonesia.
Menariknya tak hanya pernyataan dukungan PSSI, pada website itu juga ada petisi yang mendukung agar PSSI tetap dibekukan, dari suporter lainnya bernama Ahmad Corpo.
Lewat petisi tersebut, Corpo membuat pernyataan dengan judul "Tetap Bekukan/Bubarkan Kepengurusan PSSI" yang ia tujukan untuk Menpora, Presiden, serta Tono Suratman selaku Ketua KONI Pusat.
Ia meminta agar pemerintah tetap melakukan langkah-langkah reformasi tata kelola sepakbola Indonesia, lalu mengganti atau membubarkan kepengurusan PSSI yang sekarang, serta menyusun kepengurusan PSSI baru yang lebih bisa dipercaya, terbuka, dan kompeten.
"Terimakasih. Saya kira itu suatu harapan dari mereka dan saya memahami bahwa itu suatu ungkapan bahwa kompetisi harus berjalan," ujar Imam menanggapi petisi tersebut, di sela-sela halal bihalal Kemenpora, Rabu (22/7/2015).
"Tetapi perlu diingat kalau pemerintah, Kemenpora, Tim Transisi, atau pihak-pihak lain yang ingin melaksanakan turnamen tolong tidak ada yang mencegat, mencegah, apalagi menakuti klub untuk tidak terlibat. Tolong hentikan itu," sambungnya.
Lebih lanjut, Imam mengaku sudah banyak mendengar jika daerah-daerah sudah mulai banyak membuat turnamen.
"Semakin banyak masyarakat yang membuat turnamen tentu semakin bagus. Karenanya jangan ada lagi monopoli karena terus terang itu tidak sehat. Mestinya setiap ada keinginan masyarakat untuk buat turnamen didorong."
"Dan saya sudah mendengar dari berbagai macam daerah bahwa banyak yang membuat turnamen dari usia 10 sampai klub-klub profesional. Silakan, yang penting kita hidupkan lagi persepakbolaan Indonesia ini," pungkasnya.
Aq tertipu



0
1.9K
Kutip
32
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan