- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Ini Alasan Kenapa Siswa Dengan Nilai Biasa-biasa Saja Justru Sukses di Masa Depan


TS
m.nurmansah
Ini Alasan Kenapa Siswa Dengan Nilai Biasa-biasa Saja Justru Sukses di Masa Depan




Spoiler for Insya Allah No REPOST:

Quote:
Assalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh
Sebagai Kaskuser yang baik mohon sekiranya untuk memberikan

Sebagai Kaskuser yang baik mohon sekiranya untuk memberikan





Spoiler for Jangan Di Lihat Gan !!:
Akhirnya, setelah lumayan lama ane maen kaskus baru pertama kali nya nih gan bikin TS



Quote:
Hampir semua orang ingin mendapatkan nilai yang baik dalam pendidikan nya, dengan tujuan agar kelak sukses dimasa depan . tetapi tidak menjamin juga orang yang mendapatkan nilai biasa saja tidak akan sukses dimasa depan nya gan
Oleh karena itu , saya disini akan memberikan alasan kenapa siswa nilai biasa biasa saja justru bisa sukses dimasa depannya gan .. CEKIDOT !!

Berikut Gan :
Quote:
Bekas presiden George W. Bush bukan orang orang yang terkenal dengan kemampuannya berbicara di depan umum. Tetapi apa yang dikatakannya pada pada pembukaan acara kelulusan mahasiswa Southern Methodist University benar-benar penting dan mendalam. Katanya:

Sebenarnya Bush sedang mengolok-olok dirinya sendiri sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja saat kuliah, sambil memberikan persepektif untuk mahasiswa yang lulus dengan nilai yang lebih rendah dari catatan akademis berprestasi.
Dia menyorot fakta bahwa nilai tak bisa menentukan bagaimana hidupmu kelak, dan hidup penuh dengan kemungkinan tanpa batas.Tak pandang apakah kamu suka atau tidak dengan Bush atau apakah kamu menghargainya sebagai presiden, dia tak salah dengan pernyataannya tersebut.
Faktanya, cukup banyak presiden AS yang pernah berjuang dengan nilai, baik sebagai siswa ataupun mahasiswa hukum, antara lain: John F. Kenndey, Lyndon B. Johnson, George H.W. Bush, ayahnya Bush serta wakilnya presiden Barack Obama, Joe Biden.
Selain pemimpin-peminpin bangsa tersebut, ada beberapa pengusaha yang sangat sukses yang tidak membiarkan pengalaman akademis mereka mencegah mereka naik hingga ke puncak.
Contohnya: Steve Jobs, tak pernah menyelesaikan kuliah, sama halnya dengan Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Demikian juga Elizabeth Holmes sang milyarder wanita termuda(dalam dolar AS), yang merevolusi perobatan, drop out dari Universitas Standford untuk meraih mimpinya. Richard Branson, penderita dyslexia(penyakit dimana penderita sulit bisa mengeja kata seperti orang normal karena kelainan pada cara kerja otaknya), drop out dari SMA umur 15 tahun, salah satu orang terkaya di Inggris.
Sederhananya, walaupun pendidikan itu penting, tapi jalan untuk mencapai sukses bukan hanya satu.
Neil deGrasse Tyson seorang astrofisikawan baru-baru ini menyatakan ketika membuka acara kelulusan di Universitas Massachussetts Amherst :
Kecerdasan itu subjektif, dan pencapaian akademik tidak selalu tepat untuk mengukurnya. Sukses sebagai mahasiswa sebagian besar tergantung kemampuan seseorang untuk beroperasi dalam suatu sistim, tapi ia tidak pasti akan jadi persiapan terbaik untuk kehidupan nyata.
Karakter, pengalaman dan hubungan seseorang, bukan nilai yang akhirnya menentukan arah kehidupan mereka.
Sukses membutuhkan gairah, ketekunan, kecerdasan emosi, dan kemampuan untuk mengerti nilai dari kegagalan.
Inilah persisnya mengapa kita melihat begitu banyak siswa C, orang yang tak seharusnya kita harapkan, memimpin dunia. Mereka mengerti apa artinya berjuang, dan sering hanrus mengatasi banyak rintangan lebih dari yang orang sadari.
Ini bukan mengatakan bahwa mendapat nilai buruk menjamin sukses, tetapi sekolah dngan baik tidak berarti kamu akan berada di puncak.
Pada akhirnya, nilai cuma angka yang bisa berubah pada suatu lembaran. Pencapaian sebenarnya adalah produk dari membuat perubahan berarti dan altruistis pada kehidupan nyata.

“Pada semua yang lulus sore ini dengan nilai bagus, penghargaan dan istimewa, kuucapkan, ‘Well done.’Sama seperti yang ingin kukatakan pada mahasiswa dengan nilai C: Kamu juga, bisa jadi presiden.”
Sebenarnya Bush sedang mengolok-olok dirinya sendiri sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja saat kuliah, sambil memberikan persepektif untuk mahasiswa yang lulus dengan nilai yang lebih rendah dari catatan akademis berprestasi.
Dia menyorot fakta bahwa nilai tak bisa menentukan bagaimana hidupmu kelak, dan hidup penuh dengan kemungkinan tanpa batas.Tak pandang apakah kamu suka atau tidak dengan Bush atau apakah kamu menghargainya sebagai presiden, dia tak salah dengan pernyataannya tersebut.
Faktanya, cukup banyak presiden AS yang pernah berjuang dengan nilai, baik sebagai siswa ataupun mahasiswa hukum, antara lain: John F. Kenndey, Lyndon B. Johnson, George H.W. Bush, ayahnya Bush serta wakilnya presiden Barack Obama, Joe Biden.
Selain pemimpin-peminpin bangsa tersebut, ada beberapa pengusaha yang sangat sukses yang tidak membiarkan pengalaman akademis mereka mencegah mereka naik hingga ke puncak.
Contohnya: Steve Jobs, tak pernah menyelesaikan kuliah, sama halnya dengan Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Demikian juga Elizabeth Holmes sang milyarder wanita termuda(dalam dolar AS), yang merevolusi perobatan, drop out dari Universitas Standford untuk meraih mimpinya. Richard Branson, penderita dyslexia(penyakit dimana penderita sulit bisa mengeja kata seperti orang normal karena kelainan pada cara kerja otaknya), drop out dari SMA umur 15 tahun, salah satu orang terkaya di Inggris.
Sederhananya, walaupun pendidikan itu penting, tapi jalan untuk mencapai sukses bukan hanya satu.
Neil deGrasse Tyson seorang astrofisikawan baru-baru ini menyatakan ketika membuka acara kelulusan di Universitas Massachussetts Amherst :
“Nilaimu, berapapun GPAmu, dengan cepat menjadi tidak relevan dengan hidupmu. Aku tak bisa mengesankanmu betapa tak relevannya ia. Karena dalam kehidupan, mereka takkan menanyakan GPA mu.Kalau GPA berarti sesuatu, itu adalah kamu di masa itu –dan ia tidak bisa menetapkan tentang dirimu buat seumur hidup.”
Kecerdasan itu subjektif, dan pencapaian akademik tidak selalu tepat untuk mengukurnya. Sukses sebagai mahasiswa sebagian besar tergantung kemampuan seseorang untuk beroperasi dalam suatu sistim, tapi ia tidak pasti akan jadi persiapan terbaik untuk kehidupan nyata.
Karakter, pengalaman dan hubungan seseorang, bukan nilai yang akhirnya menentukan arah kehidupan mereka.
Sukses membutuhkan gairah, ketekunan, kecerdasan emosi, dan kemampuan untuk mengerti nilai dari kegagalan.
Inilah persisnya mengapa kita melihat begitu banyak siswa C, orang yang tak seharusnya kita harapkan, memimpin dunia. Mereka mengerti apa artinya berjuang, dan sering hanrus mengatasi banyak rintangan lebih dari yang orang sadari.
Ini bukan mengatakan bahwa mendapat nilai buruk menjamin sukses, tetapi sekolah dngan baik tidak berarti kamu akan berada di puncak.
Pada akhirnya, nilai cuma angka yang bisa berubah pada suatu lembaran. Pencapaian sebenarnya adalah produk dari membuat perubahan berarti dan altruistis pada kehidupan nyata.
Spoiler for Kesimpulan:
Jadi jika kamu baru lulus dari SMU atau kuliah dan tidak lulus dengan gemilang, jangan putus asa. Hidup penuh dengan naik turun, dan walaupun belajar banyak di sekolah, pendidikan seseungguhnya terjadi setelah kamu meninggalkan kelasmu.
Jangan berhenti belajar, jangan menyerah, dan nikmati perjalanan hidupmu!
Karena siswa nilai C pun bisa jadi presiden seperti George Bush!
Quote:
Wassalammu'alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh
Kalau berkenan ane siap nerima GRP nya gan


Kalau berkenan ane siap nerima GRP nya gan






0
7.6K
Kutip
46
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan