CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
DERITA KEBIADABPAN DARI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BEKASI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5552ace7c0cb17b3638b456a/derita-kebiadabpan-dari-salah-satu-rumah-sakit-di-bekasi

DERITA KEBIADABPAN DARI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI BEKASI

Tampilkan isi Thread
Halaman 34 dari 37
Quote:


emoticon-Ngakak bego lo gak baca cuma modal bacot doang.
TS NYA COPY DARI PESBUK CUK!
Ane bru nanya2 rs,trnyata emg bener.. anak d kandungan musti daftar bpjs jg, tu bpjs dipake klo anaknya butuh perawatan lanjutan, klo pas lahir sakit gtu... tapi dgn catatan rs kasi wktu 3 hari post lahir buat d urus bpjsnya (klo blm diurus s blmnya),klo 3 Hari bpjs blm jelas ya musti byar... ya praturan yg aneh mmg, tp buat yg anaknya prlu, cb tnya rsnya apa bisa kasi wktu buat urus bpjs.
Nb: buat yg nyalahin dokter,perawat,staf medis lainnya, cba dipikir lgi, tu rs bukan punya bapaknya si dokter, perawat, jd gk ada urusan mereka tu pasien ditrima apa kgk ama rs..
Buat yg nyalahin rs, prlu dipikir jg, rs butuh biaya, klo pake bpjs, tu bpjs lancar gk klaimnya ke rs?, mmg ada rs yg nakal, tpi ada jg yg trpaksa, cthnya pasien bpjs disuru bli obat, klaim.pnyakit bpjs tu kcil gan, jd rs musti hemat penggunaan obat/sarana, atau obat rs habis,padahal anggaran obat baru cair 6 blan lg..
Buat yg nyalahin bpjs, pikirin jg dana bpjs lancar gk? Agan uda daftar bpjs? Teratur bayar iurannya? Mnurut ane bpjs ni krg sosialisasi ke masyarakat..
Intinya cb mikir 2 sisi sblm nyalahin siapa2, cb mikir gmn klo agan dokternya, admin rs, pasien, staf bag keuangan bpjs?
Cmiiw gan emoticon-Malu (S)
Diubah oleh reusougenio
harus siap lahir bathin sebelum punya anak gan

jangan kebalik mikirnya
Orang kismin gak boleh sakit gan... emoticon-Sorry
Quote:


Manstabs banged penjelasanya... 4 jempol wat ente... emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
waduh parah benet ya pelayanannya emoticon-Cape d... (S)

turut berduka emoticon-Berduka (S)
kudu uplod media biar nyaho tuh rs ditutup. astaga kok ada y yg setega itu
parah tu RS, cabut aja ijinya lapot jokowowemoticon-Ultah
BPJS seharusnya mengubah sistemnya menjadi jaminan full untuk RS Swasta gan untuk pelayanan yg maksimal terhadap agan2 semua selaku WNI..

contoh: ada bayi prematur membtuhkan fasilitas NICU dan inkubator, dibawa ke RS swasta, maka RS swasta tidak perlu takut untuk menggunakan alat2 intensif yang dimilikinya semaksimal mungkin untuk (mencoba) menyelamatkan nyawa bayi tersebut sesuai dgn alur prosedur medis terupdate skrg.. mau pakai NICU, inkubator, ventilator, obat2an yang mahal silahkan dipakai saja.. nanti pihak RS Swasta berikan perinciannya yang detail dan berikan kepada BPJS, pihak BPJS tinggal mengirim orang untuk memverifikasi apakah betul sudah dilakukan tindakan, penggunaan alat2 dan obat2an sebegini banyak pada pasien tersebut.. contoh misal perawatannya 2 minggu di NICU menggunakan inkubator dan dikonsulkan kepada dr spesialis disana habis total dana 300 juta.. maka BPJS harus segera mentransfer 300 juta kepada RS Swasta tersebut dalam jangka paling lambat 1 bulan apabila pihak verifikator dari BPJS tidak menemukan bukti bahwa laporan klaim RS palsu/dibuat2..

maka RS Swasta tidak ada yg takut rugi dan malah semakin senang kalau banyak pasien BPJS datang berobat, masyarakat juga senang mendapat pelayanan maksimal..

gitu aja kok repot..

kalau pemerintah saja melalui BPJS tidak mau menanggung beban biaya besar yg 300 juta dalam contoh kasus tersebut demi menyelamatkan nyawa warga nya, masak agan2 tega menyuruh RS Swasta yang menanggung biaya kerugiannya?emoticon-Berduka (S)

kalau mau demo dan marah, marahlah pada pemerintah yang tidak menghargai kesehatan warganya karena anggaran kesehatan kita hanya 2%, jauh dibanding anggaran bidang yang lain2 seperti pendidikan dan agama.. kalo ane jd pemerintah ane bakal mengikuti rekomendasi WHO anggaran kesehatan negara semestinya minimal 15% dan ane kecilin anggaran2 lainnya demi pelayanan kesehatan dan sosial masyarakat kita emoticon-Big Grin

FYI: BPJS juga enggak bakalan sanggup kalau setiap kasus harus dia cover full, karena anggarannya skrg terbatas dan BPJS ini menurut ane berharap dan "setengah memaksa" RS swasta mau menanggung kerugian demi melayani pesertanya... makanya banyak nakes yg berkeluh kesah melayani banyaknya pasien tetapi pendapatan mereka tidak bertambah.. dimana2 dokter dan nakes pada umumnya semakin banyak pasien tentunya semakin senang dong apalagi ada yg nanggung biaya berobatnya karena meskipun semakin lelah tetapi jasa pelayanannya semakin banyak jadi semakin sejahtera.. tapi disini apa yg terjadi? yg dirasakan kebanyakan nakes hanya lelahnya saja, kalau sejahteranya belum emoticon-Smilie
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Nah itu sis maksudnya, gatau sih ya, klo sy sih justru karna anak pertama jd malah lebih semangat kontrol dan tau perkembangannya.

Dan soal bayi di kandungan, skg emg udh dianjurkan didaftarkan kok, pernah baca jg soalnya, tapi nanti pakenya nama ortu apa gmn gitu, jd begitu lahir udh bisa lsg ditanggung utk perawatannya jika diperlukan. Yg jelas klo kyk gini gbs main lsg nyalahin sih, karna semua aturan pemerintah, meskipun di kenyataan emg kurang sosialisasi, tapi seluruh masy dianggap udh tahu, jd ya gbs lsg kalap nyalahin RS atau petugas kesehatannya. Kan udh jd rahasia umum klo yg berhubungan sm pemerintahan ya identik dgn "ribet" dan "rempong". Semoga bisa jd pelajaran buat yg lain..

Sekarang gini, ngurus KTP di kelurahan yg bukan orientasi profit aja kan yg "duitnya kenceng" yg dilayani duluan, apalagi RS yg orientasi profit
Quote:


Anak di dalam kandungan juga udah bisa didaftarin BPJS gan... Cara mendaftarkan BPJS untuk anak di dalam kandungan
Quote:


cb ke RS. Budi Lestari gan yg dket awal bros juga, dari bangunan RS nya sih kurang OK ya, tp kt temen ane pelayanannya bagus n murah.
Klo mau yg bagus ya Hermina tp biayanya lumayan gan. Mdh2n bisa lahir normal n lancar ya istrinya.
Quote:


kontraksi ky gitu bisa terjadi sewaktu2 gan, karena kondisi bayi didalam kandungan bisa berubah bahkan dalam hitungan detik.
TEmen ane aja lg biasa2 aja gak kecapean, gak abis kecelakaan lagi diem2 aja eh tau2 kontraksi (hamil 7 bln dan bkn kembar) abis itu langsung d caesar tp bayinya cuma bisa bertahan 4 hari karena prematur, padahal udh di taro d inkubator. Apalagi kasus TS ini bayinya kembar, resikonya lebih tinggi.
Quote:


Saya bersumpah bahwa :
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan.
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya.
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran.
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter.
Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan.
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian atau Kedudukan Sosial.
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya ingin diperlakukan.
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.
Sekalipun diancam saya tidak akan mempergunakan pengetahuan Kedokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan.
Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

apa saya menghujat dokter?? ente salah gan. dalam sumpah itu di katakan bahwa
para dokter akan membaktikan hidupnya untuk kepentingan kemanusiaan.. BUKAN UANG.
kedudukan sosial? apa karena pasien memakai bpjs kemudian di telantarkan?

ya... mungkin agan akan bilang .. kita bicara rumah sakit. bukan dokter.
ane jawab... ada rumah sakit tapi tak ada dokter apa masih bisa berobat di sana? jawabnya tidak.
ada dokter tapi bukan di rumah sakit, apa masih bisa berobat di sana? jawabnya bisa.
yang menjalankan rumah sakit adalah dokter gan. bukan suster, bukan adm nya, bukan pemiliknya. tapi dokter.
jika rumah sakit menghargai profesi dokter, dan tau bahwa kemanusiaan itu di atas uang. maka pasien akan
di tangani terlebih dahulu, urusan uang belakang. dan harusnya dokter berani mengambil sikap bahwa rumah sakit
tidak punya hak untuk menolak pasien yang memang harus di tangani dengan cepat.

ingat ya gan, ane tidak menghujat, ane menyayangkan...
masih ada aja yang kayak gitu emoticon-Cape d...
Quote:


ngomong teori gampang gan, ente dah liat kenyataan di lapangan blm? emoticon-Big Grin
sekarang ane tanya, ada pasien butuh inkubator, dokternya ada, semuanya megang teguh sumpah dokter, tapi inkubatornya ga ada, pasiennya bisa ketolong ga?

Sumpah dokter aja ga cukup gan buat nolong org, ente juga ga bisa nimpain semua tanggung jawab ke dokter lalu bertindak sbg komentator saja, bantu2 lah org sakit yg ga punya duit, klo ente punya uang sumbangin lah buat mereka2.

Dan yg harusnya dituntut pertanggungjawabannya di sini adalah pemerintah, merekalah yg bertugas menyediakan alat2 kesehatan, menggaji tenaga kesehatan, membangun rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. kenapa? Karena pemerintah lah yg kita titipi uang pajak dari kita utk membangun semua itu.
Innalillahi...
Turut berduka semoga diberi kesabaran..s
Halaman 34 dari 37


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di