CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Buseeet dah] Indonesia Terima Pinjaman Rp647 Triliun dari China
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/553a0ea9902cfe0c0c8b456a/buseeet-dah-indonesia-terima-pinjaman-rp647-triliun-dari-china

[Buseeet dah] Indonesia Terima Pinjaman Rp647 Triliun dari China

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 22
katanya gk mau ngutang.. duit ada tinggal kerja.. inikah yg dinamakan revolusi mental yg diagungkan?
emoticon-Big Grin
Quote:


jangan seburuk itu lah doa nya emoticon-Nohope

solo aja dah sono lepas gpp
ane sangat rela
Barang2 uda naik tapi masih aja kurang dananya
pinjaman atau ngutang,

kesannya negara lain itu generous sekali mau kasih pinjaman

Quote:


Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Paripurna DPR RI pada Jumat (13/2/2015) malam akhirnya menyetujui pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 menjadi Undang-undang APBN Perubahan 2015.

Dalam APBN-P 2015 yang pembahasannya selesai 30 hari sesuai ketentuan itu ditetapkan target pendapatan negara dan hibah sebesar Rp1.761,6 triliun, dan pengeluaran atau belanja negara sebesar Rp1.984,1 triliun.

Dengan demikian, defisit dalam anggaran ini sebesar Rp222,5 triliun atau 1,9% terhadap produk domestik bruto (PDB). Persentase itu tidak mengalami perubahan dari yang diusulkan dalam draf awal RAPBN-P 2015.

Defisit dalam anggaran yang pertama kali disusun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ini masih terjadi meski pada anggaran perubahan ini pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup luas untuk membiayai proyek-proyek pembangunan.

Dana itu berasal dari pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM), turunnya harga minyak dunia, peningkatan penerimaan pajak, serta penghematan belanja kementerian/lembaga. Setidaknya ada tambahan Rp230 triliun yang bisa dimanfaatkan.

Rapat paripurna DPR pengambilan keputusan atas RUU tentang perubahan atas UU Nomor 27 tahun 2014 tentang APBN 2015 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan itu sempat diskors hampir selama sembilan jam, setelah dibuka pada pukul 11.15 WIB, karena ada lobi-lobi antarpimpinan fraksi di DPR.

Asumsi makro dalam APBN-P 2015 yang disetujui adalah pertumbuhan ekonomi 5,7%, laju inflasi 5,0% dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp12.500. Selain itu, tingkat suku bunga SPN 3 bulan sebesar 6,2%, harga ICP minyak mentah Indonesia US$60 per barel, lifting minyak 825.000 barel per hari, dan lifting gas 1.221.000 barel setara minyak per hari.

Berbagai target pembangunan yang lebih terukur juga muncul dalam UU APBN-P 2015 antara lain tingkat pengangguran 5,6 persen, angka kemiskinan 10,3%, rasio ketimpangan pendapatan (gini ratio) 0,40 dan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 69,4.

Dari target pendapatan negara dan hibah tersebut, utamanya bersumber dari penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.489,3 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp269,1 triliun dan hibah Rp3,3 triliun.

Rincian PNBP yakni dari mineral dan batu bara Rp52,2 triliun, kehutanan Rp4,7 triliun, perikanan Rp578,8 miliar, Kementerin Hukum dan HAM Rp4,28 triliun, dan Penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) Rp23,09 triliun. Deviden BUMN ditargetkan Rp36,9 triliun, berasal dari Pertamina Rp6,34 triliun, PLN Rp5,4 triliun dan lainnya Rp25,1 triliun.

Untuk subsidi energi disepakati Rp137,8 triliun. Rinciannya, subsidi BBM, elpiji 3 kg dan LGV Rp64,6 triliun, dan subsidi listrik Rp73,1 triliun. Suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara untuk BUMN sebesar Rp64,8 triliun.

Sementara itu, belanja negara ditargetkan antara lain berasal dari pagu belanja pemerintah pusat Rp1.319,5 triliun, yang terdiri dari belanja Kementerian Lembaga Rp795,4 triliun dan belanja non-Kementerian Lembaga Rp524,1 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp664,6 triliun.

Secara keseluruhan, ada perubahan dari sisi pendapatan negara yang menurun dari draf awal RAPBN-P 2015 sebesar Rp7,3 triliun dan penghematan belanja Rp29,6 triliun serta pembiayaan Rp7,2 triliun, sehingga ada tambahan alokasi Rp29,5 triliun.

Alokasi tersebut dimanfaatkan untuk tambahan belanja Rp20,9 triliun antara lain untuk Kementerian Lembaga Rp16,3 triliun, transfer ke daerah dan dana desa Rp3 triliun dan pengurangan defisit Rp1,5 triliun, serta penerbitan SBN Rp9 triliun dan pembayaran bunga utang Rp440 miliar.

Bantu Pemerintah Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan penetapan APBN-P 2015 sangat penting karena memiliki peran sebagai instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu pemerintahan baru dalam mencapai tujuan pembangunan.

"APBN-P dilandasi pertimbangan atas usulan pemerintah untuk melakukan beberapa perubahan kebijakan fiskal, guna meningkatkan efektivitas APBN sebagai instrumen pendorong pertumbuhan dan percepatan pencapaian tujuan pembangunan," kata Menkeu Bambang ketika menyampaikan pandangan pemerintah, usai rapat paripurna DPR persetujuan UU APBN-P 2015.

Menkeu mengatakan pemerintah telah merealokasi anggaran yang kurang produktif maupun kurang tepat sasaran kepada sektor yang lebih produktif seperti dukungan sektor pendorong pertumbuhan, pemenuhan kewajiban dasar dan pengurangan kesenjangan serta infrastruktur konektivitas.

"Alokasi belanja infrastruktur telah melampaui belanja subsidi energi yang menunjukkan struktur anggaran yang lebih baik, dengan menjamin keberpihakan kepada golongan masyarakat kurang mampu melalui Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan perlindungan sosial lainnya," katanya.

Selain itu, peningkatan alokasi transfer ke daerah dan dana desa diharapkan menjadi stimulus dalam mendorong percepatan pembangunan nasional dan pemberdayaan masyarakat desa secara efisien dan efektif.

Infrastruktur Pemerintah memiliki anggaran untuk belanja infrastruktur sesuai di APBN-P 2015 sebesar Rp290,3 triliun, atau naik Rp99 triliun dibanding APBN baseline 2015 yang hanya Rp191.3 triliun. "Ini anggaran infrastruktur terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Anggaran ini juga jauh dibanding besaran anggaran untuk belanja subsidi BBM yang hanya Rp64,7 triliun," kata Menkeu.

Dalam postur APBN-P 2015 anggaran infrastruktur yang dialokasikan di Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp209,9 triliun. Kementerian yang paling banyak mendapat alokasi anggaran infrastruktur adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sebesar Rp105 triliun, Kementerian Perhubungan Rp52,5 triliun, serta Kementerian ESDM sebesar Rp5,9 triliun.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran infrastruktur pada belanja non-K/L, di antaranya untuk Dana Alokasi Khusus Rp29,7 triliun, Otonomi Khusus Infrastruktur Provinsi Papua dan Papua Barat sebesar Rp3,8 triliun, dan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp28,8 triliun.

Bambang optimistis investasi pemerintah melalui belanja infrastruktur ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen sesuai target di APBN-P. Dia meyakini belanja infrastruktur ini akan memberikan stimulus guna melengkapi sumbangan faktor lain untuk pertumbuhan ekonomi, yang masih didominasi konsumsi rumah tangga, dan memberikan sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi hingga 4,8%-5%.

anggaran sehini kog mau bikin macam2 gak akan mampu , ini mega proyek tol laut , poros maritim dunia itu semua mega-proyek gak akan bisa ditanggung beban dengan uang segitu..
Quote:


Nastak kebagian karet buat iket tu uang aja deh.....emoticon-Ngakak (S)
Quote:


tol laut itu cuma kapal ke kapal
ngapain butuh dana banyak2 ????

coba jelasin berapa perkiraan dana buat tol laut

jangan asal2an bos kalo ngarang
Quote:


parah dah nastak emoticon-Big Grin ngebela mati2an cuma dapet ampasnya megatron emoticon-Big Grin
Dana sudah ada

Tinggal kitanya mau apa engga

#katanya si anu dulu

Anu maksudnya, kitanya mau ngutang dan jual aset demi kementrian princess puan apa engga

#mau donks kata si anu
kata nya gak mau pinjam lagi... emoticon-Cape deeehh
Gak masalah sih kalo hasil pinjaman nys buat bangun inspratrukturemoticon-Smilie

Jangan kek beye ngutang duit habis di bakarin jadi asap dan gak jelas kemana duit hasil utanganemoticon-Smilie
Diubah oleh hhpurnomo
Quote:


buat pelabuhannya 400-500triliun , untuk 1 pelabuhan , ini ada belasan pelabuhan , ini proyek besar-besaran

emang yang jalan kapal kalau gak dibangun pelabuhannya , bukan sembarang pelabuhan tapi untuk kapal besar.

bangun pelabuhan
Hemat dana dari bbm berapa sih? bukannya 300 T? Itu udah hampir setengah dari jumlah pinjaman, ga berbunga lagi. emoticon-Cape d... (S)
Sepertinya bakal condong kaya jaman dulu, mungkin mau buat poros Jakarta - Beijing kali emoticon-Big Grin
Berarti PKI mungkin juga bentar lagi ada nih emoticon-Takut (S)
Diubah oleh madi.noto
Katanya jokowi diwarisi utang yg banyak dari pemerintahan sebelumnya.. Sekitar 3000 T. Sekarang dia dikasih utang 600T.
3000T itu utang dari jaman dulu banget.. Lah ini belum 1 tahun udah nambah utang 20% dari utang sebelumnya..

Ngejar apa ini presiden?
Quote:

Haha, ngakak gue mbaca komen lu gan emoticon-Ngakak
Pantes dri kemarin nempel nempel xi jinping mlu emoticon-Big Grin
Itu mah ga seberapa boss. Kasus BLBI kita dirugikan sampe 600T.. Jual gas murah ke cina rugi 500T per tahun. emoticon-Big Grin
katanya ga mau ngutang

katanya mau bawa investasi dari china

nyatanya????
Pinjaman dari china, yang ngerjain china juga, enak bener ya emoticon-Big Grin
Kita trima jadi aja, pokoknya ga usah urus urusan ucrit-ucrit, enak to tinggal nikmatin emoticon-Cape d... (S)
Uang nya ada kok tinggal mw kerja apa enggak
Halaman 6 dari 22


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di