CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
PERTANYAAN LOGIKA [YG Merasa Logika Tinggi Masuk] [BAGIAN 3]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5200d5613fcb17b67600000a/pertanyaan-logika-yg-merasa-logika-tinggi-masuk-bagian-3

PERTANYAAN LOGIKA [YG Merasa Logika Tinggi Masuk] [BAGIAN 3]

Tampilkan isi Thread
Halaman 147 dari 152
ruginya 100rbu gays soalnya duit situ yg dri tukang ap td teh lpa lg... di byar sma duit palsu..
Yg masih bingung, pake syarat ini:
Utang kalo dibayar = impas/gak untung gak rugi
Utang Kalo gak dibayar = kerugian
Duit palsu tapi gak ketauan = nilainya dg duit asli
Duit palsu dan ketauan = nilainya 0/gak bernilai

Definisi RUGI = "bayar melebihi nilai yang harus dibayar, atau keluar duit untuk hal yang gak diperlukan/sia sia". Contoh nilai suatu barang 100, dia bayar 200. Dia rugi 100. (-100)

Definisi untung = "mendapat lebih dari apa yang seharusnya didapat." Contoh nilai suatu barang 100, dia dapatkan dengan hanya bayar 50. Dia dapet barang ditambah uang 50. Tambahan tadi adalah untung (+50). Termasuk nemuin duit juga termasuk keuntungan.

Begin:
Awalnya Dia NEMU duit cepek, sampai situ belum ketauan kalo itu duit palsu. Jadi nilainya sama dg asli.
(+100)

Dia bayar tagihan dengan uang tadi. (Ingat, hutang dibayar = impas (+0 atau -0))

(+100 -0 = +100)

Setelah uang tadi beredar dengan asumsi masih belum ada yang tahu kalo palsu, akhirnya uang tadi kembali lagi ke Dia, dalam bentuk pembayaran utang oleh tetangga. (utang dibayar = impas)

(+100 +0 = +100)

Sampai sini keuntungan 100 tidak berubah. Lalu temennya nagih utang dan dia bayar dengan uang itu (balik lagi ke prinsip utang kalo dibayar = impas). Sampai sini juga masih sama.

(+100 -0 = +100)

Sampai pada akhirnya ketahuan oleh teller bank kalo ternyata uang tadi adalah uang palsu (uang palsu ketahuan = nilainya dianggap 0).

si teman tidak terima kalo dia dikasih uang palsu, artinya si teman menganggap bahwa utangnya belum dibayar, karena uang yg tadinya utk membayar utang yg harusnya bernilai 100 (sebelum ketahuan) jadi bernilai 0 (setelah ketahuan).

Berhubung gak dijelaskan sama TS kalau uang yang palsu tadi dikembalikan atau enggak, maka diasumsikan uang palsu tadi sudah disita oleh bank. Akhirnya Dia mengeluarkan uang asli untuk bayar hutang yg sebelumnya (bayar hutang prinsipnya masih sama, -0/bukan kerugian). Karena sebelumnya belum ketahuan uang palsu, maka keuntungan 100 masih melekat di Dia. Tapi setelah diberitahu kalo uangnya palsu, maka akhirnya timbul asumsi pula kalo uang yang ia temukan (yg sudah ditandatangani) nilainya berubah jadi 0.

+100 = 0

Jika dia berasumsi kayak gitu, artinya dia nemu 0 di jalan, bayar tagihan pake 0, dan dibayar oleh tetangganya dengan 0.

Jika berhenti sampai di sini, maka nilai kerugian Dia sebesar +0 -0 -0 = 0 kerugian.

Kalo gak berhenti sampai di situ ?

Misal nih ceritanya lanjut, Dia gak mau rugi gara gara duit yang ia temuin ternyata palsu. Maka dia usut lagi dari awal sampai akhir, apakah dia mengalami kerugian atau tidak.

Peredaran Duit palsu:
Duit ditemuin (kerugian 0) >> bayar tagihan (kerugian 0) >> tetangga bayar utang (kerugian 0) >> bayar utang ke temen (kerugian 0) >> sampai bank (selesai)

Peredaran duit asli:
Bayar utang ke temen (kerugian 0) >> sampai bank (selesai).

Sekalipun prosesnya mau dilanjutin, tinggal coret aja diagram peredaran uang palsunya, jadi tinggal yang asli. Ternyata:
Sama aja, total kerugian dia tetap 0

Yang paling rugi adalah temen dia, rugi bensin bolak baliknya emoticon-Big Grin
Diubah oleh Kombre
100rb buat bayar utang ke temen
tidak rugi sama sekali gan
kerugian Rp.0 karena duit palsu itu boleh nemu, dan hutang agan memang harus dibayar yg tidak dapat diartikan sebagai suatu kerugian.
kerugian Rp.0 karena duit palsu itu boleh nemu, dan hutang agan memang harus dibayar yg tidak dapat diartikan sebagai suatu kerugian.
kerugiannya 0 gan, karna kn dari awal TS ud punya utang sebesar 100k emoticon-Big Grin
100ribu,
karena tu orang kasih duit ke temannya 100ribu dari dompet pribadi,
sedangkan 100ribu TTD itu hilang tpi bukan rugi,kan duit hasil nemu emoticon-Ngakak (S)
Gak Rugi:

a. nemu duit = untung 100
b. di bayar utang pake duit palsu = rugi 100

a-c= impas.

trus ada tmnya dateng nagih utang, yah dibayar lah salah sndiri utang. udah untung tmnya minjemin ga paje bunga. siapa suruh minjam, jdnya.kan utang.

jd kesimpulanyan impas.
Kalo yang nemu dijalan itu palsu. Berarti gak ada yg rugi dong emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh escambia.county
itu mah nggak rugi gan
sering nemu ginian
yang rugi yang jawab pertanyaan ente gan


emoticon-Ngakak (S)
Ya tak rugilah....dia kan hutang 100.
itu 100rb om bro, wong duit palsu nda bisa buat apa2 :maho
Quote:


wkwkwk iya gan
gak rugi lah gan... duit nemu = palsu.
bayar hutang ya emang dia punya hutang...
0=0

Asumsi uang palsunya udh gak bisa dipake

Kerugian cuma 100rb aja gan
Hutang si nenek jadi lunas soalnya gak d minta kerugian 100rb dari si nenek

Kalo soal ganti uang 100rb ke temen mah gak rugi apa2....
Itu kan hutang dia yg wajib di bayar pake uang asli

100% bener lagi....emoticon-Cool
Ga ada kerugian yg ditanggung,
Alasan uang 100rb yg ditandatangani sekaligus palsu adalah uang yg di temukan dijalan
Kerugiannya adalah 100rb
terakhir kali ada yang bayar untuk beli baju yang dia jual seharga 100rb.

gitu kira kira jawabannya.
200 ribu lah
si ibu2 bayar utang pake uang palsu 100 ribu
dan lu ngasih tmn 100 ribu
200 ribu

bener gw
kalo bener taro di pejawan
Halaman 147 dari 152


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di