KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa pada nyalahin JOKOWI gan ?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/552c9d930f8b46634a8b4578/kenapa-pada-nyalahin-jokowi-gan

Kenapa pada nyalahin JOKOWI gan ?

Tampilkan isi Thread
Halaman 10 dari 15
Satria piningit ya.. Hahahha

Kasian juga jadi bonekanya Megawatil watil..
Dungu! Presidennya siapa? Kalaupun negara ini dibuat kacau oleh orang-orang di belakang dia, dia punya kekuasaan untuk memecat orang-orang tersebut. Lah, ini? Yang ada malah manut-manut seperti orang dungu!

Kalau tidak mau disalahkan, jangan jadi presiden! Mundur lebih terhormat daripada nanti dilengserkan!
kalau gak mau disalahkan kok mau jadi presiden...??
negri ini memang sudah cacat kerna menganut sistim demokrasi.. kerna demokrasi mengajarkan anak melawan bapak nya...
nah kalau bapak lembek tidak cakap siap2 diberontak anak, kalau bapak terlalu keras siap2 anak dikekang...
jangan mengharapkan kesadaran rakyat di negara demokrasi agan salah besar...
Quote:


pake sistem apa dong yg bgus
ntar2 gan . Ente nastak /nasbung?
Btw adakah disini yg golput?
namanya juga jongos gan..kerjanya cm kerja kerja kerja..
Post ini telah dihapus
setuju gan, uda habit manusia kaya gitu , haha, sepi nih thread
Bentar gw mau insteropeksi diri dulu ye emoticon-Hammer2 jangan tinggalin gw emoticon-Marah
Quote:



tapi nyatanya suharto masih bisa bilang "enakan jaman ku to"



soalnya mukanya wiwi ngeselin gan, apalagi klo lg ngomong emoticon-Ngakak
kalo ini warisan suharto kenapa jaman habibi-sby pemerintah bisa menjaga ekonomi dalam negri?

padahal waktu itu keadaan lebih parah loh, bukan krisis ecek2

disintegrasi bangsa
buloggate&brunaigate
terorism dan separatis
ada skandal century
ada resesi ekonomi AS
harga minyak tertinggi sepanjang sejarah
booming ranmor dalam negri yg menghabiskan cadangan minyak

sekarang kita bandingin ama jokowi

apa sekarang ada krisis hebat yg menghadang pemerintah?

persoalan hari ini kan karena presiden terlalu sering bikin schoolboy error, contoh

1, ga baca surat dp mobil pejabat negara, trus maen tanda tangan aja

2. kisruh kpk-polri, presiden ga ambil langkah kongkrit, cuma kasih konpres ga jelas, bandingin ama sby begitu tim investigasi kelar kerja langsung mabil keputusan deponering. respon jokowi? membatalkan pencalonan BG, apa ini menyelesaikan masalah? kasus bg cuma trigger mechanism, bukan akar masalah

3.harga premium ga dipatok(naik-turun), semua ekonom tau harga bbm salah satu faktor krusial yg mempengaruhi inflasi. jangan bandingin ama rokok. respon presiden BUKAN URUSAN SAYA

4. ngangkat kroni2nya jadi komisaris di BUMN, efeknya? ga jelas, bandingin ama SBY naro emir satar digaruda, & dahlan iskan di pln

5. pembiaran konflik dpr, malah nyuruh eksekutif ga kerja bareng dpr dulu untuk beberapa waktu. gimana pembangunan mo maksimal kalo eksekutif ga boleh ketemu DPR, dimana ada bebrapa tindakan eksekutif yg harus melalui persetujuan dpr terlebih dahulu

6.konflik parpol, pengesahan memang ditangan menkumham, tapi menkumham harus mengikuti pengadilan (baik pengadilan internal partai atau pengadilan negara) dalam melegitimasi sebuah parpol yg tengah berkonflik. realita PPP djan fariz menang di PN tapi yg disahkan PPP romi. golkar disahkan tanpa dasar hukum yg jelas. respon presiden? buta-bisu-tuli

7 babu2nya macam andi-hasto sering ngomong asal jeplak dimedia. tedjo edi ngomong rakyat yang mana? kpd rakyat indonesia yg sah, punya ktp, punya akte lahir. respon jokowi? BUKAN URUSAN SAYA!!

segitu dulu gan, ga tega kalo mo nambahin problem jokowi, apa lagi menyangkut masalah mbok banteng


kenapa ane bandingin jokowi ama SBY, karena menurut ane itu perbandingan paling fair, dimana kondisi udah lumayan adem dibandingin ama jaman habibie-gusdur yg banyak berkutat masalah mengamankan stabilitas nasional dan integrasi bangsa

kalo jaman mbok banteng, no comment dah

kalaupun ada warisan problem dr suharto yg paling berat itu masalah HAM. kalo masalah utang akibat suharto, ane rasa kecil efeknya untuk kita sekarang, toh dari jama habibi-sby kita rutin bayar utang dan keadaan ekonomi kita relatif makin membaik jika dibandingkan kesulitan jaman jokowi


pertanyaannya, akankah kita terus memberikan kesempatan kpd pemimpin yang sama selaki tidak cakap dalam menyelesaikan problem bangsa sehingga problem2 tersebut menjadi warisan anak cucu masa depan dan menjadi noda terhina dalam sejarah kepresidenan indonesia?
Diubah oleh janitorstaff
Quote:


minum aer kobokan termasuk membantu negara ga coeg?
Quote:


Sama gan...baru bisa bayar pajak penghasilan&kendaraan emoticon-Big Grin
Mungkinkah Jokowi jatuh?

Ketika pidato pembukaan Kongres PDIP di Bali, Megawati Nampak menitikan air mata. Memang fitrah wanita tidak bisa menyembunyikan perasaannya, walau air mata itu menimbulkan tanda tanya , apakah itu tu airmata bahagia ataukah itu airmata duka. Namun dari pernyataan Megawati selama kongres tahulah kita bahwa diamnya Megawati selama ini bukanlah seratus persen memberikan dukungan sepenuhnya kepada Jokowi. Ada ketidak puasaannya terhadap Jokowi sebagai presiden RI. Seakan Megawati kecewa karena Jokowi tidak bisa melaksanakan secara penuh misinya sebagai petugas partai. Megawati nampak kecewa karena itu. Mungkin satu hal yang dilupakan oleh Megawati bahwa Indonesia bukanlah pemerintahan yang menganut system parlementer. Indonesia menganut system Presidentil. Ketika seseorang terpilih sebagai Presiden maka dia bukan lagi monopoli milik partai atau ormas, tapi dia milik semua partai dan golongan. Ia adalah presiden Repuplik Indonesia ,pemimpin bagi semua rakyat, bagi semua golongan, bagi semua partai. Keberadaan Partai berdasarkan UU hanya sebatas mencalonkan kadernya sebagai presiden. Yang menentukan terpilih atau tidak calon itu adalah rakyat , bukan partai. Jadi partai itu tak lebih hanyalah mesin yang melahirkan pemimpin nasional. Partai adalah training center seseorang untuk masuk kepentas kepemimpinan Nasional. Setelah terpilih sebagai presiden maka presiden harus patuh dan tunduk kepada UU , bukan kepada Partai. !

Mengapa APBN-P 2015 begitu mulus di syahkan oleh DPR? Semua tahu bahwa pengesahan APBN setelah usai sidang pleno penetapan BG sebagai Kapolri, yang diusulkan oleh PDIP atas prakarsa dari Megawati. Sepertinya ada transaksional antar partai Koalisi di DPR atau apalah. Yang jelas keberadaan BG sebagai Kapolri begitu strategisnya bagi Megawati dan PDIP sehingga mereka dapat dengan mudah menerima APBN-P yang didukung penuh oleh KMP. Namun nyatanya setelah itu, BG gagal sebagai Kapolri karena dibatalkan oleh Jokowi. Selanjutnya elite KIH meradang karena para Mafia Migas, mafia Pupuk, Mafia Minerba, Mafia Pangan, yang berusaha merapat ke mereka untuk mendapatkan perlindungan akibat kebijakan Jokowi, mulai merasa gerah. Satu kader PDIP yang juga anggota DPR tertangkap tangan KPK karena suap izin Tambang batubara. Jokowi tidak bisa lagi diatur. Ia hanya fokus melaksanakan amanah APBN yang di syahkan DPR. Jokowi membuat kecewa elite KIH karena mencabut hak hak trading arm untuk Petral , penghapusan subsidi BBM ( premium ), membuat ngambang contract JV dengan sonangol, menghapus skema subsidi pupuk, dan melibatkan TNI untuk membrantas mafia pangan. Sementara peluang rente atas kebijakan fiscal Jokowi sangat kecil sekali bisa didapat. Mengapa ? untuk swasembada pangan, Jokowi melibatkan TNI dan pembangunan insfrastruktur melibatkan BUMN. Dengan metode penyaluran dana fiscal ini maka siapapun yang mencoba menyunat anggaran ini akan berhadapan dengan TNI dan KPK. Dan untuk mengimbangi dominasi politik KIH terhadapnya, Jokowi menjalin sinegi dengan KMP melalui Prabowo, sehingga tidak mudah bagi DPR untuk menghadang kebijakannya melalui hak angket atau hak konstitutional lainnya.

Dengan kondisi dukungan yang mulai melemah dari KIH , apakah Jokowi akan jatuh ? Apalagi semua Mafia mempunyai kekuatan financial dan power mensuplai dana untuk mejadikan LSM, Ormas sebagai proxy melakukan pressure terhadap kekuasaan Jokowi. Belum lagi kekuatan underbow Partai akan menjadi mesin memprovokasi massa untuk mempressure pemerintah. Saya masih ingat ketika semua orang ingin menjatuhkan Gus Dur, seorang perwira tinggi TNI mengatakan kepada saya dalam pertemuan santai di Grand Hyatt. Bahwa Elite Politik butuh dukungan TNI untuk melakukan SI menjatuhkan Gus Dur. Andaikan TNI menolak maka MPR tidak akan berani menjatuhkan Gus Dur. Mengapa TNI mendukung menjatuhkan Gus Dur? Ya karena Gus Dur mereformasi TNI sehingga TNI tidak lagi dengan dokrin tentara Rakyat. Soeharto memilih lengser sebagai Presiden ketika dia berkali kali menelpon senior TNI yang ada di Golkar namun telp tidak tersambung. Itu artinya dia tidak lagi didukung TNI. Mengapa TNI menarik dukungan terhadap Soeharto ? karena KKN yang dilakukan Soeharto sudah sampai pada tingkat membuat TNI harus bersikap sesuai dokrin TNI sebagai Tentara Rakyat. Jadi, apabila ada pihak entah itu Partai yang ingin menjatuhkan Jokowi lewat sidang Instimewa MPR maka mereka harus punya alasan yang kuat untuk mendapatkan dukungan dari TNI. Begitu juga apabila ada ormas atau LSM atau gerakan Mahasiswa yang ingin menjatuhkan Jokowi maka mereka harus punya alasan yang kuat untuk meyakinkan TNI agar menarik dukungan terhadap Jokowi.

Mungkinkah TNI menarik dukungan terhadap pemerintahan Jokowi? Hampir tidak mungkin TNI akan menarik dukungan terhadap Jokowi.Mengapa ?sejak reformasi , ini kali pertama peran TNI dilibatkan dalam program pembangunan yang bersifat sangat strategis yaitu swasembanda pangan. Ini seakan mengaktualkan jargon Soedirman tentang TNI bahwa tentara itu ibarat ikan yang hidup diair , yang tidak bisa ikan dipisahkan dengan air karena pasti ikan mati. Tidak bisa TNI dipisahkan dengan rakyat.Tidak bisa TNI hanya disuruh tinggal dibarak militer. Mengapa ? karena sejarah TNI beda dengan tentara negara lain. Sejarah TNI adalah sejarah tentara Rakyat. Dokrin TNI adalah Tentara Rakyat. Elite politik reformasi yang mencoba memisahkan TNI dengan Rakyat sebetulnya melawan fitrah TNI itu sendiri. Ketika 10 tahun tentara di barak dan rakyat ( petani dan nelayan ) menderita karena kalah bersaing dengan asing maka TNI bersikap. Jokowi memanfaatkan memontum kerinduan TNI kembali ke rakyat itu dengan tepat melalui program swasembada pangan. Ada lebih Rp.100 Triliun dana fiskal disuplai ke petani dan Panglima TNI-AD siap dicobot bila program Swasembada pangan gagal. Disamping itu Jokowi berhasil meyakinkan NU dan Muhammdiah sebagai basis ormas islam terbesar di Indonesia untuk mendukungnya. Setiap ada komplik kebijakan ditataran politik maka Jokowi akan membentuk Tim untuk memberikan masukan dan itu selalu ada wakil dari Ormas NU dan Muhammadiah. Jokowi akan tetap diposisinya sampai dengan lima tahun kedepan walau memang tidak aman dari pihak yang sekedar ingin mencoba coba melawan.
http://culas.blogspot.com/2015/04/mu...owi-jatuh.html
Quote:


emoticon-Ngakak (S)
bacot terus,,,bacot sampe muntah lu emoticon-Ngakak (S)
gua tolol atau elu yang tolol? coba bediri sana depan cermin dulu, liat muka lu ntuh, sadar diri kaga..sok tau banget idup lu emoticon-Malu (S)
Quote:


setuju dengan komeng agan ini emoticon-Ngakak (S)
Quote:

emoticon-Ngakak (S) hp.nya sekarang msh loh gan,, dipake sodara ane.. msh mulus lus like new.. stiker belakangnya jg masih nempel gan,,
salam buat joko yak emoticon-Ngakak (S)

Quote:


ente hidup dijamannya? apa cuma ikut2an ngomong dari tulisan poster belakang truck?

seharusnya ada kelanjutannya,

"enakan jamanku to? apa2 murah, sama dengan nyawamu. murah juga"

hahaha

Quote:


Hehe aduh ane pndkung mas wowo bro hehe masih setia sampe skarang
Halaman 10 dari 15


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di