CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
MA'ATENU : Tradisi Uji Kekebalan Yang Sakral Dari Maluku
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/552699a40e8b461d308b4569/maatenu--tradisi-uji-kekebalan-yang-sakral-dari-maluku

MA'ATENU : Tradisi Uji Kekebalan Yang Sakral Dari Maluku

Di Maluku, tepatnya di Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Pulau Haruku, Jazirah Hatuhaha, terdapat sebuah Desa yang memiliki adat dan tradisi yang sakral, yaitu Desa Pelauw.. Tradisi itu dinamakan Ma'atenu, yaitu uji coba kekebalan tubuh terhadap segala jenis senjata tajam..  Tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dimana ritual Ma'atenu ini menggambarkan heroiknya perjuangan masyarakat Pelauw melawan penjajah..

Spoiler for Peta Desa Pelauw:



Tradisi Ma'atenu ini diselenggarakan setiap 3 (tiga) tahun sekali.. Dan pelaksanaan terakhir pada tanggal 12 Maret 2015.. Peserta Ma'atenu ini adalah para kaum Adam Desa Pelauw yang telah dewasa.. Dan apabila seseorang masih memiliki darah keturunan Pelauw, bisa juga ikut serta tradisi Ma'atenu ini.. Tak ada ritual khusus bagi para peserta Ma'atenu.. Semua lelaki Pelauw boleh ikut jika mendapat izin dari kedua orang tua.. Rupanya kekebalan senjata tajam oleh Orang Pelauw ini merupakan anugerah tersendiri dari Tuhan Yang Maha Kuasa, karena setiap orang Pelauw maupun yang berdarah turunan Pelauw, pasti memiliki kekuatan tersembunyi dalam dirinya, yang akan muncul sewaktu-waktu jika mereka dalam bahaya, atau dalam kondisi kebatinan yang menyedihkan.. Ketika mereka dalam kondisi Ka'a atau Trance itulah, mereka akan kebal dari segala jenis senjata tajam...


Peserta Ma'atenu wajib menggunduli rambutnya, kemudian menyiapkan senjata tajamnya, baik itu pedang, golok, kelewang, silet, pisau cuter, beling, bahkan kampak.. Sebelum memasuki hari H Ma'atenu, peserta harus mengasah senjata tajamnya hingga setajam mungkin.. Tak jarang, saat mengasah senjata tajam, ada peserta yang sudah Ka'a atau Trance (kondisi seperti kesurupan dimana yang bersangkutan meraung histeris), kemudian mulai beratraksi dengan menyayat dan memotong tubuhnya, namun tak mengalami luka sedikit pun.. Konon, kondisi Ka'a atau Trance inilah yang menjadi sumber kekebalan Orang Pelauw..

Memasuki hari H Ma'atenu, setiap peserta keluar dari rumah masing-masing menuju Rumah Soa atau Rumah Adat dan diantar oleh masing-masing orang tua atau sesepuh.. Sesampainya di Rumah Soa masing-masing (sesuai dengan tiap-tiap Marga), para peserta dikumpulkan dan dipakaikan pakaian serba putih, ikat kepala putih dan ikat pinggang atau sabuk merah.. Setelah semua peserta mengenakan pakaian adat serba putih itu, maka Kepala Soa melepaskan peserta menuju Soa Induk yang terbagi 3 (tiga) kelompok yaitu Kelompok Laturima yang terdiri dari Soa Latuconsina, Latupono, Latuamury, Sahubawa dan Talaohu.. Kelompok kedua yaitu Kelompok Waelapia yang terdiri dari Soa Tuasikal, Tualeka dan Tuahena.. Sedangkan kelompok ketiga yaitu Kelompok Waelurui yang terdiri dari Soa Salampessy, Tualepe, Tuankotta, Tuakia dan Angkotasan...
Sepanjang perjalanan menuju Soa Induk, para peserta dalam keadaan Ka'a atau Trance memotong-memotong dan menyayat anggota tubuhnya dengan segala jenis senjata tajam.. Dan ketika para peserta Ma'atenu melintas di depan keluarganya yang sementara berdiri menonton, keluarga mereka pun ikut Ka'a, baik Ibu-Ibu maupun remaja putri.. 

Sesampainya di Soa Induk, seluruh peserta yang terdiri dari beberapa Marga atau Soa itu, dilepas oleh tetua adat dan dipimpin oleh seorang Ma'ahala Lahat atau Panglima Perang yang selalu berada paling depan dari para peserta Ma'atenu..
Peserta Ma'atenu dalam jumlah ribuan itu pun beratraksi dengan senjata tajamn masing-masing.. Suasana mistis nan sakral sangat terasa.. Bulu kuduk penonton pun sontak merinding melihat atraksi demi atraksi peserta Ma'atenu yang menyayat, mengiris, memotong dan menusuk anggota tubuhnya dengan senjata tajam...

Spoiler for Ma'atenu:


Spoiler for Ma'atenu:


Spoiler for Ma'atenu:


Spoiler for Ma'atenu:


Spoiler for Ma'atenu:




Peserta Ma'atenu dari 3 kelompok besar tadi berjalan menuju keramat atau makam para leluhur dengan menempuh perjalanan sekitar 5 - 6 Km memasuki hutan.. Sesampainya di Keramat atau Makam Para Leluhur, mereka kemudian ziarah dan membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar makam.. Setelah itu mereka makan bersama.. Makanan itu dibawa oleh petugas yang telah diberi tugas khusus membawa perbekalan untuk peserta Ma'atenu.. Setelah selesai makan, semua peserta dimandikan oleh Ma'ahala Lahat atau Panglima Perang atau Kapitan.. Satu per satu dimandikan di air sungai.. Setelah selesai mandi, peserta pun siap kembali ke kampung.. Tabuhan tifa dan pekikan semangat dari petugas penabuh tifa pun sontak membuat peserta semakin kesetanan untuk beratraksi sambil berjalan pulang menuju kampung halaman..
Setibanya di kampung, peserta akan berkumpul dan beatraksi di halaman masjid Pelauw, yang diiringi dengan tabuhan tifa masjid dan pekikan penyemangat dari para penonton.. Suasana pun menjadi semakin haru.. Raungan peserta maupun penonton yang Ka'a semakin menambah suasana mistis.. Hingga tabuhan tifa masjid pun berhenti, menandakan atraksi harus disudahi, dan semua peserta memasuki Baileo atau Balai Pertemuan Adat, dan dikalungi kain merah oleh para Ibu, sebagai simbol kemenangan dalam peperangan melawan penjajah...
Betul-betul sebuah tradisi yang sakral, unik dan mistis dari Maluku.. Itulah MA'ATENU...

Spoiler for Ma'atenu:



Spoiler for Ma'atenu:




Video Tradisi Ma'atenu :

Diubah oleh brokenlatu
Halaman 1 dari 2
pertamax

ini mirip debus y gan?? ibaratnya debus dari maluku emoticon-Toast emoticon-I Love Indonesia
Quote:



Selamat Pertamax diamankan.. emoticon-Big Grin

Kayaknya ini bisa dibilang lebih kolosal, lebih sakral, n lebih akbar dari Debus Gan.. Karna yang ikut ni tradisi orang sekampung baik tua maupun muda (yang telah Baligh).. Dan tak ada ritual khusu mentransfer ilmu atau puasa gitu, karena ini telah ada dalam tubuh mereka sedari lahir loh Gan.. Sadiiissss....
emoticon-2 Jempol
Persiapan kalo perang dunia 3 meletus
pake elmu nih emoticon-Takut (S)
ane kira cuma di daerah kalimantan dan sulawesi saja(Sebagian) yg memiliki ilmu hitam tsb..

Kalau dari kalimantan macam2 gan mendapatkan ilmu hitam kebal tsb
1. Cincin
2. Minyak kuyang
3. Bulu Mariaban(sejenis gunderowo), Bulu nya buat ilmu kebal dan memikat wanita dgn cara meneguk bulu tsb dan mendarah daging di dlm tubuh pemakai..
Tetapi efek samping nya org tsb akan emosional, Merigat(hidupnya kotor,jarang mandi,dll), Setiap malam jum'at akan tumbuh taring, dan bila sudah mendarah daging(pemakaian secara lama) akan susah utk di buang(bulu nya)..
Quote:


emoticon-Big Grin Bisa aja nih Agan..
Kalo perang dunia 3 mah pada pake Robot Remot smua atuhhh...
Kayak film Transformer gitu.. Robot Vs Robot..
emoticon-Ngakak
Quote:



Kalo yang ini gak pake ilmu-ilmuan Gan.. Karna dari lahir, mereka udah mewarisi "kekuatan" itu dalam tubuh mereka.. Dan akan muncul di kondisi kebatinan tertentu yang ditandai dengan mereka merinding lalu kayak kerasukan gitu hingga meraung-raung Gan.. Ane yang liat langsung kemaren aja sampe ciut nyalinya.. Sampe ikutan merinding ane..
Quote:


Gan, ini bukan ilmu-ilmuan loh Gan.. Ini murni sesuatu anugerah buat mereka yang telah ada dalam tubuh mereka sedari lahir.. Bukan hanya Orang Pelauw asli aja yang bisa memiliki kekuatan itu, tapi yang memiliki turunan darah Orang Pelauw pun bisa mewarisi kekuatan itu..
Kekuatan itu muncul ditandai dengan meereka merinding, lalu gemetar hebat, hingga merontak dan maeraung seperti orang kerasukan gitu Gan..
Saat kondisi seperti itulah, kekuatan itu muncul.. Dan mereka menjadi kebal segala jenis senjata tajam hungga senjata api Gan..
Kalo ilmu kebal yang lain di Tanah Air, ane udah kenal n biasanya ada ritual khusus pentransferan ilmu-ilmuan Gan.. Tapi kalo yang Ma'atenunya Orang Pelauw ini murni tanpa transferan ilmu, karena telah alamiah berada pada diri mereka...
Amazing...
emoticon-2 Jempol

amazing this is indonesia emoticon-2 Jempol
Buat ane tetep serem gan emoticon-Takut
mantab indonesia memang kaya dengan budayanya
kalau pisaunya dioles dulu dengan air suci atau minyak urapan dijamin tembus
Quote:



Quote:


Quote:


O gitu ya dari lahir emoticon-Ngakak ia aja deh gan ane lebih percaya tuhan dari pada ente emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
O gitu ya dari lahir emoticon-Ngakak ia aja deh gan ane lebih percaya tuhan dari pada ente emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Mantap harus di lestarikan ini
Quote:


Oh gitu ya Gan?? Itu pantangan untung ilmu kebal ya..
Gak tau deh kalo tradisi Ma'atenu ini pantangan atau kelemahannya di apa, karena dari ribuan peserta, yang ane lihat tak ada satu pun yang luka...
emoticon-Matabelo
Quote:


emoticon-Ngakak
Bahaya Gan, jangan percaya ane.. Ntar musyrik loh Gan...
emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di