CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Aku TERTAWA disaat mereka DIAM [Getir Seorang Gila]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/54abcff898e31b7b038b4570/aku-tertawa-disaat-mereka-diam-getir-seorang-gila

Aku TERTAWA disaat mereka DIAM [Getir Seorang Gila]

Tampilkan isi Thread
Halaman 7 dari 29
Apakah ini disebut sebuah prinsip
Jika harus membohongi diri
Demi sebuah Nilai dari para Juri
Anggap saja kita naiv
Selalu tersenyum dan merendah jika dipuji
Tertawalah dan Meninggilah
Karena kita manusia sedikit Gila
Dengan Tahta dan Kekuasaan di Dunia

emoticon-Ngacir
Quote:
Quote:


wah tumben ada yang mampir disini, di rate juga boleh gan emoticon-Hammer (S)
terimakasih ya gan

Sedang mempelajari borok dari suatu tempat dengan pelan-pelan
tanpa tergesa-gesa
supaya nantinya akan jadikan sebuah cerita dongeng
tentang seorang gila yang pandai mengomentari sebuah peradaban berbicara emoticon-Angkat Beer
Quote:


Oke gan emoticon-Smilie
Iya sama sama

Semua yang kita pelajari akan sia sia
Walaupun itu hal yang mudah
Ketika semua yang kita pelajari tidak dengan niat yang ikhlas

emoticon-Hammer (S)

Quote:


tergantung yang menerima itu gan emoticon-thumbsup
kalo orang waras dan belajar moral pasti mengapresiasi dengan hal baik
saran dan kritik ada perbedaan mendasar dari segi tata bahasa dan itu juga ilmu ikhlas gan
emoticon-Toast for ikhlas
Quote:


Ya juga si gan
Tapi semua juga harus dengan tujuan yg baik
Dan dengan bahasa yg dimengerti oleh orang awam juga, supaya engga masuk kuping kanan keluar kuping kiri
emoticon-Toast for all
Quote:


siap gan terimakasih emoticon-Smilie
Quote:


Iya sama sama gan emoticon-Smilie

Update #47

Pertanda

Rintik Hujan membasahi sebuah lahan tandus
di area pemukiman desa tak bernama
tetes-tetesnya sangat terasa sejuk membasahi tubuh
hingga kelamaan kumerasa kedinginan karenanya
tetesan itu berubah deras...deras..dan semakin deras

Seraya berkata dalam hati
sambil kuhangatkan diri disebuah bangunan tua
di sebuah hiruk pikuk kota
"apakah ini suatu pertanda?"

Sayang aku bukan penafsir mimpi
apalagi cenayang tuk gambarkan keadaan ini
aku hanya seorang gila yang tertawa di lorong deras hujan
menunggu reda yang pasti tiba

Namun apabila ini suatu tanda, mungkin aku hanya bisa berkata
terimakasih
terimakasih
dan teriimakasih

terlebih kau duduk dikejauhan sambil melihat apa yang kau baca
kau dapat
dan kau lihat
hingga dari sini ku berucap
selamat datang didepan sebuah perangkat mu kembali

Lalu kubuang wajahku kearah yang lain
sambil tersadar bahwa aku sebenarnya masih menunggu
dan sampai kapanpun menunggu
ia yang akan datang beberapa hari lagi

Semoga hari ini hanya sebuah pertanda
dari suatu kejadian awal yang akan membuatku tersenyum, bahkan tertawa kembali
sambil menunggu teriknya cerah
agar kubisa berjalan tanpa arah lagi
disebuah jalan yang terpilih



24/2/2015 19.44
36th day

Update #48

Lambaian Tangan Sebuah Kabar

Apa yang kan terjadi
Biarkanlah terjadi
Agar waktu yang akan menghakimi
Atas apa yang telah terjadi di hari kemarin...

Menjadikan lebih baik dari sebelumnya
seperti disaat seorang bunda menimangmu kembali kedalam pelukan
layaknya sang ayah yang mendengarkanmu didalam dekapan

Senyum indah hiasi langit soreku
saat sejumput bunga keabadian tanda cinta
telah berbunga di sebuah gunung yang ternama
hingga harum sejatinya menyerbak dan terburai ke lautan luas dunia

Tatkala angin berhembus ikut menghiasinya
ku tersadar bahwa senja akan tiba kembali
entah dihari keberapa kuberjalan kaki
lengkap dengan hiruk pikuk dunia yang tak kukenali

Seperti...tadi pagi
Lambaian kertas ditangan seorang bocah ingusan
menggigil di perempatan jalan
dipelepah lampu merah sambil menawarkan apa yang ia pegang

Orang waras selalu membelinya karena isinya lebih lucu dari dagelan
lebih padat daripada ampas tahu untuk ternak sapi
dan lebih bermutu ketimbang kue putu

Namun bagiku itu hanyalah tutupan kepala
dimana bisa melindungi kepalaku dari terik siang
yang selalu menyerangku disaat terik
kubaca ? tidak
ku pahami ? juga tidak
namun paling tidak ku tak berkomentar

Agar suatu kabar bisa disimak secara bijak
suatu informasi patut untuk di mengerti
bentuk apresiasi sudah disediakan untuk menampung aspirasi
jadi?? jangan suruh orang gila menilai sendiri

Karena aku hanya singgah sebentar disini
tidak terlalu lama...mungkin sampai nanti
saat semua terang kembali melengkapi
dan bulan tak tertutupi awan pekat lagi..


26/2/2015 00.13
37th day
*maaf telat habis mempersiapkan 'penyambutan saat dia pulang kepelukan ane emoticon-Malu (S)

Update #49

Sesederhana itu saja Pikirku

Menggerutu di balik sebuah gedung tak bertuan
memaki-maki yang berlalu lalang
tanpa rasa takut dan khawatir apa yang terjadi
terima saja..ini hanya sedikit kisahku
saat memang sedang terjepit diwaktu yang sempit

Aku tidak bergurau
apalagi bercanda
ini hanya seperti kau bersendawa
semua datang tanpa diduga
layaknya diriku disaat seperti ini

Meracau tak jelas tak karuan
membentak disekitar tanpa tau alasan jelas
hanya membuat oksigen disekitarku boros kuhisap sendiri

tak perlu takut, tak perlu gusar
seperti kau hadapai setiap genangan air dijalan
kau hanya cukup lanjutkan jalanmu
tak perlu sungkan

Dan akhirnya benar saja
saat ada yang melempar sebatang tembakau kearahku
aku tidak meracau lagi
kubakar, kuhidupkan, kuhisap
dan aku sudah menjauh dari racauan tidak penting lagi
sesederhana itu cara berpikirku

Sama seperti kondisimu disaat emosi
dirimu hanya butuh sesuatu hal untuk melupakan suatu kejadian
entah itu acuh..atau menyelesaikan dengan cara tidak perduli
semua usahamu...semua pikirmu

aku disini hanya duduk saja
sambil melihat sekitar
doaku sederhana
semoga apa yang kuhisap ini tidak mengeluarkan air
bisa-bisa api menyentuh saja
sudah mati batangan tembakau ini
sesederhana itu saja khayalku...
tak ada yang lain..dan bukan yang lain...


26/2/2015 23.37
38th day

Update #50

Layaknya Memancing

Senang sekali memancing di lautan lepas
luas..dengan hamparan bulir air biru
yang hinggap sampai ke tepian pantai

Dimana ku membayangkan
Indah dan gembiranya yang dapat kulakukan saat dulu

seperti memancing saja
kupilih mana yang baik
dan kubuang dan kuludahi mana yang buruk
lebih mudah daripada menanam sebuah benih cabai

kesimpulannya masih banyak rentetan pasukan pecundang
di dunia yang kupijak
mereka seperti meludah sambil bersembunyi di ketiak saja
miris...

Pikirku selanjutnya adalah
semakin terbiasa dengan keadaan ini
semakin belajar mengerti apa arti sebenarnya
pengalaman yang sangat menarik

Sembari kumenunggu seseorang yang akan pulang
ke sisiku lagi esok
aku hanya bisa mengucapkan terimakasih
terimakasih...dan terimakasih

terkadang nanti waktuku tidak banyak
ada kalanya masih membuka lembaran ini
ada pula saat tidak ingin menyentuh sedikitpun lagi
tergantung waktu dan kicauan burung gagak yang kuacuhkan
sewaktu-waktu mereka akan gusar melihatku pergi

Derita di akhir minggu
tak pernah kurasakan karena kegilaanku
bahagia di awal minggu
selalu datang menghampiriku

tetap berjalan, senyum, menoleh, dan tertawa
biarkan berlalu begitu saja

ketulusan berbagi tidak selalu dihargai tak apa
asalkan masih ada yang menghargai apa yang kubagi

Semoga dihari esok akan lebih baik menyinari
bagaikan intipan mentari dikala pagi
dan
terang rembulan di malam hari..



27/2/2015 20.34
39th day

Update #51 ( DONE )

Hari ke-40

emoticon-Selamat emoticon-Selamat emoticon-Selamat



Akhirnya semua jawaban telah terungkap
seperti kilatan kamuflase sebuah tampilan
yang mulai terlihat...

Dirimu datang perlahan
sambil membawa sepucuk kertas untuk kubaca
dan terlihat dengan jelas...sangat jelas
"aku datang hanya untuk menemuimu"

Kobaran semangat membara dalam raga, jiwa, dan pikir
mendadak lebih banyak lagi yang harus kuperbuat
lebih berwarna dari hari yang hitam putih pada biasanya
lebih berjalan biasa dari waktu yang cepat berlalu kemarin
dan lebih cerah dari fajar pagi yang menyambutku disaat kau tiada

40 hari sudah kulewati masa
40 hari sudah kaujuga melewatinya
Senyum Bahagia telepas begitu saja
Dan kau lalu bernjak mulai bernyanyi lagi di hari ini

seorang wanita tangguh yang kupikir tak akan kutemui
telah nampak di sosok hadirmu
seorang perempuan terkasih yang kupikir hanya mimpi
telah jelas ada di dirimu

Kusampaikan rasa ini setelah 39 hari kumenepi
ditepian kidung senja
berlumur darah menggenggam pisau
seakan ingin menebas waktu biar berlalu begitu saja

bersyukur..aku sangat amat bersyukur

Kini tiada lagi penggambaran tentang kisahmu yang terpisahkan
maka tema seorang gila akan terus kulanjutkan
dengan tema di awal pertemuanku disini

ya..seorang gila
Aku tertawa disaat mereka diam
sekedar berbagi bukan untuk elegi mimpi
ini hidupku
bukan mimpiku

semua nyata tanpa ada yang terlewati
seperti waktu yang akan berjalan terus
sampai nafas ini berhenti berhembus


*terimakasih untuk doanya SR dan pecinta poetry kaskusers semua
terimakasih untuk semangatnya teman-teman.
dia dah di rumah gan, walau hr ini blm ketemu
mungkin senin, soalnya malam ini dan besok, dia nyanyi emoticon-Malu sibuk deh emoticon-Cape d... (S)
tapi ga ape dah emoticon-Ngakak (S)
lagian ujan, ane kan mobilnya rusak masuk mesin cuci emoticon-Frown
terimakasih...terimakasih..terimakasih

28/2/2015 21.28
40th day ~Selesai~ \emoticon-Big Grin/
Diubah oleh backintroduce
Ijin beberapa hari absen kemarin gan emoticon-Ngakak (S)
kagak buat "tulisan cinca" emoticon-Malu (S)
biasa ,,,,..
menyambut kedatangannya emoticon-Wowcantik
sambil menunggu momod di sebelah baca message untuk index emoticon-Frown ane buat sedikit tulisan dulu emoticon-Smilie
masih tentang tema Thread, sebuah sajak maupun puisi, dari pandangan "seorang gila"

Antara Surga dan Neraka

Sewaktu tak mengenal cinta
kupelajari cara tulus memberi dan belajar pula menerima
tangan kanan kukepalkan dengan segemerincing pemberian
untuk tangan yang mengadah sedang luput tak tahu arah
mereka tersenyum dan berbalas ucap sepotong kata kasih

Dikemudian hari kuketahui banyak orang di kanan kiri
yang meneriakkan perbedaan tanpa tahu dasar suatu dimensi
saat mata ini memandang dan langkah kai tepat berjalan lurus
tak pelak semua mengikuti

Ingatkah nenek moyanmu dizaman purba ?
saat turun hujan mereka berkata itu kutukan
adapula saat deras hujan mereka bilang itu anugerah
perbedaan itu ada sejak dahulu
sebelum semuanya jadi polemik bagi kaum penerus dunia

Bagi seorang gila jangankan memeluk pedoman
ia bisa makan dari sampah dan meminum dari air hujan saja sudah berkata itu anugrah
namun bagi sebagian orang berdasi diperkantoran gedung tinggi
serta para 'pengais' rejeki kotor dengan nama koruptor itu adalah bencana
tanyakan perbedaan ? untuk apa, tujuannya kan sama-sama 1 kata
yaitu Tuhan

Seperti layaknya Makan
terlalu sederhana untuk menguraikan tapi ada kalanya ini sebagai pandangan
ada yang makan dengan menggunakan sendok
tangan, sumpit, daun pisang, roti, kayu, dan banyak lagi
banyak cara hanya untuk satu tujuan ..yaitu makan
mengapa diributkan ?
Bodoh....

seperti seorang gila yang kelak menceritakan sebuah masa lalu
saat ia tersadar sehat sejenak
ia tak mengerti apa yang telah dimakannya
ia tak mempunyai ingatan atas apa yang diminumnya
tapi ia mengerti satu hal
bahwa tuhan selalu ada
walau secara logika, seorang gila tidak memiliki kewarasan
tapi ia tahu, walau berbeda...ia akan ke suatu tempat yang sama, dan dengan berakhir di dua tempat yang berbeda
Surga atau Neraka
terlalu simpel untuk berpikir gila..
seperti kataku...emoticon-Smilie


4/3/2015 00.47
Kelar menanggapi
lucu-lucu isinya
dah ah....lanjut berbagi emoticon-Smilie

Pantas Saja

Tak pelak suatu karya menjadi pergunjingan
antara orang yang berporos otak memakai dengkul kaki monyet
dan orang yang berpikir menggunakan akal pikir manusia

dulunya...aku terperangan
namun sekarang sudah terbiasa
lambat laun, bertalu-talu berganti menyusuri waktu yang juga terganti

deskripsi itu hal biasa manakala didasari menghargai
namun terkadang terlahir dari rahim binatang
mereka mudah berbicara melebihi sapi
adakah yang bisa suara sapi ?
sepertinya tidak
lewatkan

Dan kini mengarungi kembali getar hidup inspirasi
sambil seolah membawa bendera kebebasan untuk berekspresi
atas dasar saling menghargai
mudah ? tentu tidak...apakah kalian liat ada kata sapi diatas ?
ya...banyak

maka dari itu, kupuji kalian para perombak generasi
maju tanpa bambu runcing memang terlihat kau bukan pahlawan
namun maju dengan rasa tanggung jawab, buktikan kalian beradab

tiada hal lebih geli dari suatu cacian
aku pernah menerimanya
semua orang telah menerimanya juga
tidak ada yang spesial
tidak ada yang luar biasa

berpikirlah bijak untuk cara menghargai bijak
dan cobalah tetap bijak untuk menghargai si bodoh
sedang kucoba
lambat laun ternyata bisa
sebuah kenikmatan sendiri

untuk emosionalism seperti gila...


4/3/2015 21.39
Diubah oleh backintroduce
iseng ah pagi-pagi gan emoticon-Smilie
oh ya sebelumnya, selamat menyambut datangnya akhir pekan
semoga dapat memiliki waktu luang bersama keluarga,
family is everything emoticon-Smilie

Sahabatku di Sisi Kanan Jalan

Selamat pagi sang fajar disatu hari diakhir pekan
dimana kulihat lebih banyak langkah kaki berjalan
dipelataran trotoar tempat ku biasa menapak

tua, muda, anak kecil..
mereka berpegang tangan
tertawa bahagia
menyenangkan satu sama lain dikala bergerumul
menjadi suatu kesatuan dengan nama keluarga

dalam hari berpikir
dimana keluargaku
aku bukan perantauan
aku bukan petualang
aku juga bukan pengembara
aku hanya pejalan kaki yang selalu berjalan tanpa tujuan
dari satu lajur jalan
ke lajur jalan sisi jalan di sudut kota satu ke satu rongga yang lain

berpangku terhadap tanah-NYA yang kupijak
beratap atas langit-NYA yang meneduhkanku
tak kenal hujan tak kenal terik
seperti mendaki gunung di kaki ciremai
namun tak selalu terlihat puncaknya
seperti menyusuri gurun
namun tak tahu dimana oasisnya

saat menengok ke kanan sedikit mendengar
kabar orang-orang baik yang sedang bersila mengumandangkan
lagu kedamaian ditiap hati kecil mereka
namun sekilas menilik ke kiri
banyak manusia terlihat meratapi nasib
namun ditutupi oleh kemunafikan dari kehidupan
dan menjadikan itu kebebasan berbuat baginya

lewatkan
aku hanya mampir ke sisi kanan jalan
dimana bisa berkumpul bersama mereka
sekedar menuangkan secangkir kopi
dan bicara soal perdamaian
untuk ku seorang gila
ya..hanya aku seorang gila

yang pada satu saat nanti
tiada lagi kemunafikan
yang ada hanya darah, asa, dan rasa
yang tertumpah pada tanah yang kupijak milik-NYA
dimana radikalism terlalu mengakar
dipikiran orang disisi kiri

selamat berakhir pekan
ucapan sesama manusia
dari manusia lain yang hanya berbeda cara berpikir
seperti ku
seorang gila...
untuk mu, sahabatku di sisi kanan jalan


7/3/2015 06.30
Diubah oleh backintroduce
emoticon-Matabelo puisi ente gan
keren gan sumpahhhh emoticon-Cool
Ternya bukan gue doang yang memperhatikan orang gila ternyata Ts juga sama,cuman yang gue bingung itu orang gila kalo lagi bengong apa yang dia pikirkan yaaa
Gila gan, bener-bener keren dan inspiratif banget tulisan loe!!!
Thank ye gan..
Halaman 7 dari 29


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di