- Beranda
- Komunitas
- Regional
- Malang
[DONASI] mantan gerilya-wan di hidup sebatang kara dengan menjual sangkar burung
TS
keldani
[DONASI] mantan gerilya-wan di hidup sebatang kara dengan menjual sangkar burung
Quote:
Original Posted By taksobeksobek►
Penampakan beliau gan, miris rasanya, tp salut banget sama beliau ini. cekidot
Cak ri, panggilan akrab dari pak ri adalah seorang pria berumur 81 tahun yang tinggal di pinggir kota Malang. Beliau di masa mudanya, pernah ikut perang gerilya walaupun tidak sampai masuk tentara dan tidak mendapat gelar veteran. Umurnya kini telah senja, tahun 1934 beliau lahir. Hidup sendiri bagi pak ri bukanlah soal mudah, disamping tidak memiliki anak istri, usia tua dan penyakit menggerogoti tubuhnya yang kian lapuk. Sehari-hari beliau menjual sangkar burung hasil buah tangan nya dari kayu2 bekas sumbangan tetangga-tetangganya yang iba akan keadaan dirinya.
Meminta-minta adalah suatu pantangan bagi dirinya, lebih baik bekerja dengan keringatnya daripada harus mengiba belas kasihan orang lain. Alhasil di usia tuanya dalam sebulan beliau hanya mampu membuat 2-3 sangkar saja, "Paling banyak 4 mas, itupun kalau kuat" katanya lirih pada saya. Setiap pagi beliau menenteng sebuah sepeda ontel tua miliknya ke Jalan Ijen di tengah Kota Malang yang berjarang 4 km dari kediamanya. Ya, menenteng, tidak menaikinya, "Kadang dinaiki, tapi kalau jalanya nanjak bapak sudah ndak kuat nak, apalagi kalau ramai mobil bapak ndak berani" tambahnya.
Iba rasanya, melihat seorang yang harusnya sudah beristirahat menikmati masa tua kini harus tetap berjuang membanting tulang. Tapi dari raut wajahnya terbesit rasa bangga bahwa dirinya masih memiliki kekuatan dalam menjalani hidup meskipun tanpa anak istri dan teman yang menemani hari-hari tua nya. Dalam hati saya berkata, 'orang-orang hebat ini lah yang harus dibantu dan diperhatikan, bukan pengemis yang umurnya masih notabene muda namun sudah meminta2'. Akankah masih ada hari esok untuk pak Misari? Semoga.
Meminta-minta adalah suatu pantangan bagi dirinya, lebih baik bekerja dengan keringatnya daripada harus mengiba belas kasihan orang lain. Alhasil di usia tuanya dalam sebulan beliau hanya mampu membuat 2-3 sangkar saja, "Paling banyak 4 mas, itupun kalau kuat" katanya lirih pada saya. Setiap pagi beliau menenteng sebuah sepeda ontel tua miliknya ke Jalan Ijen di tengah Kota Malang yang berjarang 4 km dari kediamanya. Ya, menenteng, tidak menaikinya, "Kadang dinaiki, tapi kalau jalanya nanjak bapak sudah ndak kuat nak, apalagi kalau ramai mobil bapak ndak berani" tambahnya.
Iba rasanya, melihat seorang yang harusnya sudah beristirahat menikmati masa tua kini harus tetap berjuang membanting tulang. Tapi dari raut wajahnya terbesit rasa bangga bahwa dirinya masih memiliki kekuatan dalam menjalani hidup meskipun tanpa anak istri dan teman yang menemani hari-hari tua nya. Dalam hati saya berkata, 'orang-orang hebat ini lah yang harus dibantu dan diperhatikan, bukan pengemis yang umurnya masih notabene muda namun sudah meminta2'. Akankah masih ada hari esok untuk pak Misari? Semoga.
Penampakan beliau gan, miris rasanya, tp salut banget sama beliau ini. cekidot
0
1.5K
Kutip
10
Balasan
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan