- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
'Jogja Istimewa' Jadi Branding Baru Yogyakarta, Gantikan 'Never Ending Asia'
TS
Creaseven
'Jogja Istimewa' Jadi Branding Baru Yogyakarta, Gantikan 'Never Ending Asia'
'Jogja Istimewa' Jadi Branding Baru Yogyakarta, Gantikan 'Never Ending Asia'
Spoiler for Jogja:
Quote:
Yogyakarta - Jogja Istimewa akhirnya terpilih menjadi logo dan tagline baru Yogyakarta. Tagline Istimewa juga akan menggantikan tagline sebelumnya "Never Ending Asia", yang telah dipakai selama lebih kurang 13 tahun.
Launching resmi branding baru tersebut rencananya akan dilakukan pada hari Sabtu, 7 Maret 2015 di Alun Alun Utara Yogyakarta. Logo dan tagline baru Yogyakarta tersebut secara resmi telah disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada bupati dan walikota serta seluruh instansi terkait se-DIY di gadung Pracimosono, kompleks Kepatihan, Jalan Malioboro, Kamis (5/2/2015).
Hadir dalam pertemuan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono, Hermawan Kertajaya dari Mark Plus, koordinator Tim 11, mantan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, anggota Tim 11 Butet Kertaredjasa, Sumbo Tinarbuko, Arif "Petak Umpet", Noor Arief "Dagadu", Ong Hari Wahyu, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation serta Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto.
Koordinator Tim 11, Herry Zudianto mengungkapkan terbentuknya tim 11 ini sebagai bentuk rasa cinta terhadap Yogyakarta. Ada lebih dari 2.000 logo dan tagline yang diusulkan oleh warga masyarakat.
"Banyaknya desain logo yang masuk itu menunjukkan daya cinta terhadap Yogyakarta itu besar sekali. Mereka tidak tertarik pada iming-iming hadiah yang besar," kata Herry.
Sementara itu Marzuki dalam paparannya mengungkapkan, logo Jogja Istimewa dengan warna huruf merah dan bentuk kecil serta latar belakang putih itu menunjukkan kesan egaliter.
"Warna merah bata itu seperti warna merah Kraton Yogyakarta. Ini sesuai dengan semangat rennaisance atau Jogja Gumregah dengan 9 visi baru Yogyakarta seperti yang akan dicanangkan Sultan," katanya. danDaya cinta yogya, tidak tertaring iming iming hadiah.
Sementara itu Sultan berpesan seluruh kabupaten dan kota seluruh DIY akan segera menyesuaika setelah launching tersebut. Dia berharap kata "istimewa" tidak hanya menjadi kalimat simbolik namun benar-benar memiliki arti sesuai dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ke depan kata istimewa akan diisi oleh beragam nilai. Dalam launching tanggal 7 Maret nanti kita berharap warga masyarakat seluruh DIY bisa ikut acara tersebut terutama saat kirab mulai dari Tugu Yogyakarta hingga Alun Alun Utara," katanya.
Launching resmi branding baru tersebut rencananya akan dilakukan pada hari Sabtu, 7 Maret 2015 di Alun Alun Utara Yogyakarta. Logo dan tagline baru Yogyakarta tersebut secara resmi telah disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada bupati dan walikota serta seluruh instansi terkait se-DIY di gadung Pracimosono, kompleks Kepatihan, Jalan Malioboro, Kamis (5/2/2015).
Hadir dalam pertemuan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono, Hermawan Kertajaya dari Mark Plus, koordinator Tim 11, mantan Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, anggota Tim 11 Butet Kertaredjasa, Sumbo Tinarbuko, Arif "Petak Umpet", Noor Arief "Dagadu", Ong Hari Wahyu, Marzuki Jogja Hip Hop Foundation serta Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto.
Koordinator Tim 11, Herry Zudianto mengungkapkan terbentuknya tim 11 ini sebagai bentuk rasa cinta terhadap Yogyakarta. Ada lebih dari 2.000 logo dan tagline yang diusulkan oleh warga masyarakat.
"Banyaknya desain logo yang masuk itu menunjukkan daya cinta terhadap Yogyakarta itu besar sekali. Mereka tidak tertarik pada iming-iming hadiah yang besar," kata Herry.
Sementara itu Marzuki dalam paparannya mengungkapkan, logo Jogja Istimewa dengan warna huruf merah dan bentuk kecil serta latar belakang putih itu menunjukkan kesan egaliter.
"Warna merah bata itu seperti warna merah Kraton Yogyakarta. Ini sesuai dengan semangat rennaisance atau Jogja Gumregah dengan 9 visi baru Yogyakarta seperti yang akan dicanangkan Sultan," katanya. danDaya cinta yogya, tidak tertaring iming iming hadiah.
Sementara itu Sultan berpesan seluruh kabupaten dan kota seluruh DIY akan segera menyesuaika setelah launching tersebut. Dia berharap kata "istimewa" tidak hanya menjadi kalimat simbolik namun benar-benar memiliki arti sesuai dengan nama Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Ke depan kata istimewa akan diisi oleh beragam nilai. Dalam launching tanggal 7 Maret nanti kita berharap warga masyarakat seluruh DIY bisa ikut acara tersebut terutama saat kirab mulai dari Tugu Yogyakarta hingga Alun Alun Utara," katanya.
Quote:
TRIBUNNEWS.COM -Yogyakarta kini memiliki logo baru sebagai representasi daerah ini kepada publik. Logo dengan tulisan "JOGJA" yang berwarna merah beserta tagline "istimewa" di bawahnya tersebut dipilih oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X.
Kata "istimewa" yang ada di logo baru ini dipilih untuk mengantikan tagline "Never Ending Asia" yang sudah cukup lama dipakai. Logo dan tagline ini dipilih karena dianggap mewakili semangat baru Yogyakarta.
"Logo 'Jogja Istimewa' ini partisipasi masyarakat dari 2.056 karya," ujar Sultan, Kamis (5/2/2015).
Sultan mengungkapkan, dengan hadirnya logo ini diharapkan dapat menjiwai seluruh warga Yogyakarta untuk menatap masa depan.
Arif, salah satu tim sebelas logo baru Jogja menuturkan, tagline "istimewa" dimasukan dalam logo baru karena mewakili Yogyakarta secara menyeluruh. Logo baru ini juga sesuai dengan arahan dari Sultan mengenai semangat baru Yogyakarta.
"Logo baru Jogja dibuat dengan model Hanacaraka. Namun bentuknya modern," tuturnya.
Sementara itu, Marzuki Kill The DJ yang juga merupakan salah seorang anggota tim sebelas logo baru Jogja mengatakan, rencananya logo Jogja ini akan dilncurkan bersama dengan Gerakan Jogja Gumbregah. "Jogja Gumbregah itu sebuah gerakan kebudayaan yang datang dari masyarakat. Di acara launching, kita bikin pesta rakyat, sekaligus gerakan kebudayaan," ungkapnya.
Menurut dia, kata "istimewa" dimasukkan ke dalam logo baru ini karena kata tersebut diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbeda atau lebih baik dari yang lainnya. Selain itu, "istimewa" tidak ada padanan katanya dalam bahasa Inggris.
"Karena itu logo 'Jogja Istimewa' ini yang dipilih," ucapnya.
Dia berharap, logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang nantinya menjadi warisan berharga sehingga semangat baru dan nilai-nilai yang memaknainya dapat terus dibawa hingga generasi mendatang.
"Semoga logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang dapat diwariskan pada generasi selanjutnya," pungkasnya. (Wijaya Kusuma)
Kata "istimewa" yang ada di logo baru ini dipilih untuk mengantikan tagline "Never Ending Asia" yang sudah cukup lama dipakai. Logo dan tagline ini dipilih karena dianggap mewakili semangat baru Yogyakarta.
"Logo 'Jogja Istimewa' ini partisipasi masyarakat dari 2.056 karya," ujar Sultan, Kamis (5/2/2015).
Sultan mengungkapkan, dengan hadirnya logo ini diharapkan dapat menjiwai seluruh warga Yogyakarta untuk menatap masa depan.
Arif, salah satu tim sebelas logo baru Jogja menuturkan, tagline "istimewa" dimasukan dalam logo baru karena mewakili Yogyakarta secara menyeluruh. Logo baru ini juga sesuai dengan arahan dari Sultan mengenai semangat baru Yogyakarta.
"Logo baru Jogja dibuat dengan model Hanacaraka. Namun bentuknya modern," tuturnya.
Sementara itu, Marzuki Kill The DJ yang juga merupakan salah seorang anggota tim sebelas logo baru Jogja mengatakan, rencananya logo Jogja ini akan dilncurkan bersama dengan Gerakan Jogja Gumbregah. "Jogja Gumbregah itu sebuah gerakan kebudayaan yang datang dari masyarakat. Di acara launching, kita bikin pesta rakyat, sekaligus gerakan kebudayaan," ungkapnya.
Menurut dia, kata "istimewa" dimasukkan ke dalam logo baru ini karena kata tersebut diterjemahkan sebagai sesuatu yang berbeda atau lebih baik dari yang lainnya. Selain itu, "istimewa" tidak ada padanan katanya dalam bahasa Inggris.
"Karena itu logo 'Jogja Istimewa' ini yang dipilih," ucapnya.
Dia berharap, logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang nantinya menjadi warisan berharga sehingga semangat baru dan nilai-nilai yang memaknainya dapat terus dibawa hingga generasi mendatang.
"Semoga logo baru Jogja ini bisa menjadi pusaka yang dapat diwariskan pada generasi selanjutnya," pungkasnya. (Wijaya Kusuma)
Spoiler for Sumber:
[url=http://www.detik.com,]www.detik.com,[/url] TRIBUNNEWS.COM
0
2.2K
Kutip
5
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan