Menjelajahi Budaya Sepakbola Unik di Berbagai Negara
TS
lolobig
Menjelajahi Budaya Sepakbola Unik di Berbagai Negara
Meski memiliki standar aturan permainan, perlengkapan, dan kompetisi, sepakbola sebenarnya berkembang beragam sesuai budaya di wilayah masing-masing. Masyarakat setempat terkadang memiliki kearifan lokal yang unik, menarik, dan kaya akan makna pada sepakbola terlepas seberapa berprestasi negaranya di kancah sepakbola internasional.
Sepakbola modern memang dianggap berawal dari Inggris, namun budaya sepakbola sebenarnya telah berkembang di banyak peradaban. Beberapa bahkan sejak ribuan tahun yang lalu, misalnya Harpastum yang dimainkan pada peradaban romawi. Mulai dari benua Asia hingga benua Amerika, selalu terdapat negara dengan budaya sepakbola unik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Berikut beberapa negara dengan budaya sepakbola unik, termasuk di Indonesia.
Spoiler for Negara-negara Afrika:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Sepakbola dan ritual keramat (Juju, muti, bo)
2. Sepakbola agar kaya.
Di Afrika, sepakbola sering disatukan dengan ritual keramat yang sebenarnya mirip sihir. Terdapat beberapa jimat yang bahkan diatur asosiasi sepakbola setempat. Minyak sawit, yang di Kamerun populer dengan sebutan manyanga, merupakan jimat untuk meningkatkan kemampuan kaki atau menyembuhkan cidera. Lalu ada juga juju yang sering dilakukan suku asli di Afrika bagian Barat. Banyak pesepakbola Afrika terkenal menggunakan juju agar bermain bagus dan menang di pertandingan.
Selain itu, banyak orang tua di Afrika yang melihat sepakbola menjanjikan. Jika di Indonesia banyak terdapat calo kerja di pemerintahan atau calo artis/model, maka di Afrika banyak sekali terdapat calo pemain bola. Banyak anak muda Afrika yang berpartisipasi di berbagai ajang sepakbola hingga dilirik agen untuk bermain di Eropa atau Asia, termasuk Indonesia.
Spoiler for Argentina:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Gereja Maradona
2. Sepakbola Creole
Sebegitu kuatnya sosok Maradona bagi masyarakat Argentina membuat beberapa dari mereka sampai mendirikan gereja Maradona (Iglesia Maradoniana). Tindakan ini mendapat kecaman, mulai dari pemuka masyarakat, pemuka agama, hingga pemain bola. Meskipun demikian, mereka tetap melanjutkannya hingga merumuskan ten commandments, lagu, dan tetragrammaton dari gereja Maradona.
Selain gereja Maradona, ada juga sepakbola criollo. Sepakbola yang diperkenalkan pada akhir abad ke 19 oleh imigran Inggris. Para imigran ini berasal dari buruh pembangunan jaringan kereta api di Argentina, namun criollo yang mereka mainkan kemudian menyebar ke berbagai negara Amerika Latin. Berbeda dengan sepakbola modern, pemain criollo umumnya individualis dan tidak menggunakan taktik. Permainan indah dan menawan dianggap lebih penting dari strategi dan kemenangan.
Spoiler for Brazil:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Negara sepakbola
2. Sepakbola jalanan
3. Pemilu dan Piala Dunia
Jika harus memberi gelar “negara sepakbola” berdasarkan seberapa banyak jumlah pemain bola dari negara tersebut, maka Brazil berhak mendapatkannya. Terdapat lebih dari 10.000 pemain bola profesional Brazil di seluruh dunia. Belum terhitung pemain bola profesional yang bermain di Brazil.
Selain itu sepakbola adalah aktivitas sehari-hari pemuda Brazil, entah itu sepakbola jalanan, sepakbola pantai, sepakbola profesional, atau futsal. Sebegitu menyatu sepakbola dengan budaya Brazil sampai-sampai negara ini selalu menentukan jadwal Pemilu bersamaan dengan tahun berlangsungnya Piala Dunia. Kebijakan ini banyak dikecam karena kondisi partai politik dipengaruhi keberhasilan Brazil di Piala Dunia. Itu juga sebabnya terdapat banyak politisi Brazil yang dulunya pemain bola profesional.
Spoiler for Italia:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Harpastum.
2. Sepakbola adalah politik.
Permainan dengan bola seperti bola sepakbola telah dimainkan masyarakat Italia sejak zaman kerajaan Romawi. Permainan ini bernama Harpastum dan sering dimainkan pada berbagai wilayah kerajaan Romawi, terutama di Italia. Belum ada informasi lengkap tentang seperti apa permainan ini. Konon kabarnya, Harpastum lebih cepat, kuat, dan memperbolehkan kontak fisik (memukul, menendang, menyikut, dll). Dari literatur romawi kuno, banyak yang bercerita para pemain terluka parah setelah memainkan Harpastum.
Di Italia, sepakbola mirip dengan politik. Keterangan ini diungkap berdasarkan buku “Italian job” karya Gianluca Vialli dan Gabrielle Marcotti. Mayoritas pemain Italia telah belajar teknik “curang” seperti diving, handball, memanas-manasi emosi lawan, mengintimidasi wasit, tekel keras, atau mengulur waktu sejak masih kecil. Teknik “curang” ini dikenal juga sebagai sebagai “furbo” yang artinya licik. Vialli menyebut bermain sepakbola di Italia itu mirip politik dimana berbagai cara curang diperbolehkan selama tidak ketahuan.
Spoiler for Jepang:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Sepakbola dan manga.
2. Sepakbola berawal dari jenjang akademis.
Dua kata yang menyatukan Jepang dan Sepakbola bagi saya adalah “Kapten Tsubasa”. Tapi cerita yang terkenal dengan “bola adalah teman” ini bukan satu-satunya manga Jepang yang membahas sepakbola. Ada Shoot, Whistle, Offside, Fantasista, dan sebagainya. Cerita grafis bertema sepakbola bukan milik Jepang saja. Yang membuat manga bola Jepang unik adalah mereka memberikan cerita dengan suguhan teknik dan strategi sepakbola, serta berlatar belakang anak sekolahan.
Jika kebanyakan negara memulai pembinaan sepakbola melalui jenjang klub atau daerah, Jepang justru memulai profesi sepakbola lewat jenjang akademis. Pembinaan sepakbola pada jenjang akademis di Jepang disusun dengan rapih sehingga pemain dapat membangun masa depan sebagai pemain bola lewat sekolah. Beberapa sekolah memiliki sistem latihan, pembinaan, dan pengelolaan yang tergolong profesional. Meski begitu, pembinaan pada jenjang klub juga tetap berlangsung. Ada banyak pemain sepakbola yang direkrut menjadi pemain profesional dari turnamen sepakbola nasional antar SMA. Misalnya Ryo Miyaichi, Sōta Hirayama, dan Yuya Osako.
Spoiler for Indonesia:
Budaya sepakbola yang terkenal:
1. Sepakbola Tarkam (Antar Kampung).
2. Sepakbola api.
Pertandingan antar kampung merupakan berlangsung di kebanyakan wilayah kampung di Indonesia. Yang menarik dari tarkam adalah setiap daerah memiliki aturannya sendiri . Ada yang aturannya tim yang ketinggalan gol meski lepas baju, ada juga yang tetap bermain mesti ujan-ujanan, ada yang lapangannya tidak kotak (entah itu bulat, lonjong, atau segi banyak), atau berbagai aturan lainnya.
Uniknya, setiap kampung pasti langsung menyesuaikan dengan aturan yang ada saat bertanding. Permainan berlangsung mengikuti aturan tersebut, meski di akhir kalo kalah atau kasar biasanya berantem. Meski begitu, ada persamaan jelas yang saya amati pada pertandingan tarkam di berbagai daerah: permainan berakhir saat azan maghrib. Sayang, model pertandingan antar kampung ini bisa jadi terancam kepunahan. Mau bagaimana lagi, gadget semakin murah dan menarik, ditambah lagi mencari lapangan bermain juga semakin susah. Apalagi di perkotaan.
Selain tarkam, ada juga sepakbola api yang biasanya dimainkan di pondok pesantren, khususnya saat ramadhan. Mereka bermain menggunakan kelapa yang dibakar sebagai bola. Para pemain bertelanjang kaki dimana sebelumnya mereka merendam kaki dengan minyak tanah selama dua hari. Permainan sepakbola api ini bahkan diliput pada berbagai minat internasional seperti The Sun, Daily Mail, atau Mirror.