yantiqueAvatar border
TS
yantique
'Tepu-tepu' Bisnis ala Boss Facebook, Zuckerberg, Manfaatkan Moment e-Blusukan Jokowi
Foto Blusukan Zuckerberg-Jokowi Di-Like Puluhan Ribu Orang
15 Okt 2014 12:22


Mark Zuckerberg blusukan di Tanah Abang (Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan CEO sekaligus pendiri Facebook Mark Zuckerberg ke Indonesia beberapa hari lalu menyita perhatian banyak netizen. Pasalnya, Zuck (sapaan akrab Zuckerberg) ikut blusukan bareng Presiden Terpilih RI Joko Widodo (Jokowi) ke pasar Tanah Abang.

Zuck pun memamerkan foto dirinya saat blusukan ke Tanah Abang bareng Jokowi di akun Facebook pribadinya. "Setelah meeting, saya ikut dengannya blusukan ke pasar Tanah Abang," tulis Zuck di akun Facebooknya.

Foto postingan Zuck ini mendapat perhatian banyak pengguna Facebook. Hingga berita ini diturunkan, Rabu (15/10/2014) siang, foto blusukan Zuckerberg dan Jokowi di Tanah Abang mendapat 82 ribuan Likes dari pengguna Facebook. Foto yang diposting pada tanggal 13 Oktober malam ini juga di-share oleh lebih dari 7 ribuan pengguna.

Dalam postingan itu, Zuck juga memuji cara Jokowi untuk bisa berhubungan dengan masyarakat secara langsung. "Dia memiliki perspektif yang luar biasa karena menjalankan kampanye pemilihan presiden melalui Facebook dan internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan 250 juta warga Indonesia," tulisnya.

Sebelum bertemu Jokowi, Zuck sebelumnya menyempatkan diri ke Yogyakarta. Ia mampir ke Candi Borobudur dan menikmati sunrise di sana dengan pakaian santai favoritnya. Zuck tampak hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna hitam.

Ia juga sempat mampir ke kampung cyber di komplek Taman Sari, Yogyakarta. Antonius Sasongko, sang pengagas kampung cyber di komplek Taman Sari Yogyakarta bahkan mengaku tidak menyangka Zuck akan mengunjungi kampung itu. Kedatangan Zuck kesana memang diam-diam dan tanpa diketahui media.

Zuck juga sempat bertemu dengan para developer di Jakarta Senin kemarin. Kedatangannya ke Jakarta adalah untuk menghadiri acara Internet.org Developer Workshop di HOTEL Four Season.
http://tekno.liputan6.com/read/21193...han-ribu-orang


Zuckerberg Tawarkan Facebook untuk "E-blusukan", Tertarikkah Jokowi?
Senin, 13 Oktober 2014 | 20:05 WIB


Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo memberikan keterangan pers bersama pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg (kanan) di Balai Kota Jakarta, Senin (13/10/2014). Jokowi dengan Mark sebelumnya telah berdiskusi mengenai Facebook, perkembangan teknologi informasi, dan tidak menutup kemungkinan akan terjalin kesepakatan kerjasama setelah pertemuan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — CEO Facebook, Mark Zuckerberg, menawarkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk menggunakan Facebook sebagai sarana resmi komunikasi rakyat dengan pemimpin negara atau yang biasa disebut Jokowi sebagai electronic blusukan (e-blusukan).

"Mark Zuckerberg menyampaikan, fasilitasnya gratis, aksesnya dipermudah," ujar Jokowi seusai bertemu Zuckerberg di Balaikota, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Zuckerberg, lanjut Jokowi, juga menawarkan agar sistem yang sama diterapkan di semua kementerian. Fungsinya adalah menyerap aspirasi masyarakat. Jokowi mengatakan, Zuckerberg ingin kerja sama itu dilaksanakan antara pemerintah dan perusahaan. Apakah Jokowi tertarik atas tawaran itu?

"Akan tetapi kan kita tahulah, apa pun ndak ada makan siang yang gratis," ujar Jokowi.

"Sebenarnya, brand principal dari Indonesia ya lebih baik memang. Kita punya, sebetulnya. Kaskus, saya pernah bertemu pemiliknya. Akan tetapi, memang tidak sebesar Facebook," lanjut dia.

Jokowi mengaku belum memutuskan apakah akan menerima tawaran itu atau tidak karena akan mempertimbangkan efek sistem itu. Dia akan terlebih dulu mengalkulasi untung dan rugi dalam menerapkan sistem yang ditawarkan Zuckerberg.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi dan Mark Zuckerberg bertemu untuk yang kali pertama pada Senin pagi. Dalam pertemuan itu, Zuckerberg juga menawarkan Facebook sebagai penghubung masyarakat dengan warga di penjuru Indonesia. "Termasuk juga, membangun komunikasi antara masyarakat dan pemimpin negara masing-masing, termasuk di Indonesia," ujar dia
http://nasional.kompas.com/read/2014...rikkah.Jokowi.


Awas Indonesia kena "dikadali" Boss Facebook untuk 'Penyelamatan' Bisnisnya ...
Ngapain Sebenarnya Zuckerberg ke Indonesia?


Cerita sehari Mark Zuckerberg di Jakarta yang ditemani Jokowi dalam laman facebook pribadinya

Ada sebuah data yang menarik, bahwa Facebook terindikasi mulai ditinggal oleh para pengguna usia muda. Setidaknya tren yang terjadi di Amerika, sebagaimana ditulis oleh Business-Time, sejak 2011 s/d 2014, jumlah pengguna Facebook yang berusia 13-17 tahun merosot sebanyak 25%. Jumlahnya dari 13,1 juta pengguna pada 2011, menjadi hanya 9,8 juta pengguna saja pada 2014. Masih sebagaimana ditulis Business-Time, “Facebook has 4,292,080 fewer high-school aged users and 6,948,848 college-aged users than it did in 2011.” Artinya, Facebook kian hari, tampaknya terindikasi kian tak diminati oleh pengguna Internet berusia muda di Amerika.

Jelas ini dapat saja berdampak pada harga iklan (dan potensi pendapatan) yang dapat dipatok (dan diraup) oleh Facebook. Mengapa?

Seperti ditulis oleh Business-Time, anak muda adalah pangsa pasar yang paling mudah dipengaruhi oleh iklan. Dan pemasar produk atau jasa, sangat menggemari pangsa pasar anak muda. Dan karena kini Facebook mulai ditinggal oleh anak muda, maka tentu harga iklan harus disesuaikan. Ini jelas akan berpengaruh pada bisnis Facebook kedepannya, karena (calon) pemasang iklan juga akan berhitung dan mengkalkulasi ulang dengan cermat. Walau memang mekanisme iklan yang disediakan oleh Facebook, tidak melulu tentang kuantitas target (massive reach), tetapi juga selected target.

Yang jelas, bahkan setahun lalu Facebook telah diberitakan oleh The Guardian tentang mulai kehilangan pangsa pasarnya di sejumlah negara yang telah “matang” (baca: jenuh), seperti di Amerika, Inggris, Kanada, Spanyol, Perancis, Jerman dan Jepang. Ini mungkin mengingatkan kita pada kisah Friendster dan MySpace, yang sempat berjaya pada masanya, dan kemudian hanya tinggal kenangan yang makin memudar.

Di pasar yang sudah jenuh, tentu saja tidak akan ada lagi pertumbuhan pengguna yang signifikan. Pun, berdasarkan sebuah studi, para pengguna Internet berusia muda kini mulai beralih ke Twitter, Instagram dan Whatsapp. Alasannya, karena Facebook sudah “dicemari” dengan hadirnya para orang tua atau mereka yang lebih dewasa. Dan, Facebook pun “terpaksa” menghadang Instagram dengan cara mengakuisisinya, pada April 2012.

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, dan kawan-kawannya harus memutar otak untuk mengatasi masalah anjlognya pengguna (user's) facebook di atas. Lantas salah satu solusi yang dihasilkan, Facebook harus melakukan ekspansi internasional untuk memperluas pasar layanan iklannya. Selain itu, Facebook juga mulai membidik pengguna mobile (smartphone atau tablet) sebagai target pemasangan iklannya. Pangsa pasar iklan untuk mobile secara global, masih dikuasai oleh Google sebesar 46,8% dan Facebook sebesar 21,7%.

Mengapa Indonesia?

Indonesia adalah pasar (potensial) yang besar bagi Facebook. Facebook memiliki 69 juta pengguna dari Indonesia. Facebook masuk dalam 3 (tiga) besar situs yang paling banyak dikunjungi dari Indonesia. Dan Indonesia adalah 4-besar negara dengan pengguna Facebook terbanyak.

product Indonesia memiliki jumlah pengguna Internet lebih dari 70 juta orang pada awal 2014. Adapun untuk jumlah nomor telepon seluler aktif mencapai sekitar 270 juta nomor.

Untuk itulah melalui program Internet.org, menurut TechCrunch, sebenarnya tujuan Facebook tak lain adalah untuk memuluskan (infrastruktur) bisnis iklannya. Memang tujuan Internet.org adalah mendorong agar kecepatan jaringan mobile bisa meningkat signifikan. Dan tentu saja, semakin bagus infrastrukturnya, akan semakin mulus iklan digelontorkan.

Sebagaimana diujarkan oleh salah satu petinggi Facebook, Dan Neary, beberapa bulan lalu,”mobile has become a big focus for us as a company and in our markets such as Indonesia.” Tambah VP Facebook untuk Asia Pasifik tersebut, “I think we love Indonesia from an overall market standpoint.”

Jadi tak ada yang perlu dikagumi secara berlebihan dari hadirnya Zuckerberg ke Indonesia. Jelas, Facebook, sebagaimana Google, Twitter dan lainnya, memandang (dan membutuhkan Indonesia) sebagai pasar atas produk (iklan) mereka. Mereka datang ke Indonesia, karena Indonesia hebat (sebagai pasar). Kepedulian mereka tak mungkin lepas dari kepentingan bisnis. Apapun program yang mereka jalankan atau dalih yang mereka sampaikan, think again, do they really care with the Indonesian people? Silakan Anda jawab sendiri…. emoticon-Smilie

Yang jelas, jika Indonesia tidak memiliki strategi dan rencana kerjasama dan negosiasi yang ajeg serta tangguh, maka akan seterusnya posisi kita hanya sebagai pasar (baca: konsumen) bagi produk Internet global. Sayang sekali…

Update 1:
Tahukah Anda, usai kunjungan Zuckerberg ke Indonesia (dan sebelumnya ke India), nilai saham Facebook beranjak naik (rebounce) pada Senin (13/10/2014)? Padahal dari Rabu (8/10/2014) s/d Jumat (10/10/2014) nilai saham tersebut sempat terjun bebas. Kebetulan? Bisa jadi. (Kunjungannya ke) Indonesia “menyelamatkan” Facebook? Sangat mungkin.

India, Indonesia dan China adalah termasuk negara “big fish to fry“, yang menjadi target ekspansi bagi Facebook. Seperti pula ditulis oleh VentureBeat, apalagi jumlah pengguna Facebook di India dan Indonesia adalah masuk dalam 4 besar secara global Sedangkan China (Tiongkok) walau memang negara yang menggiurkan bagi Facebook dari sisi jumlah pengguna Internetnya, namun perjuangan menembus China sangatlah berat. (NB: paragraf ini juga sebagai ralat atas twit saya. Yang saya maksudkan dalam twit tersebut adalah potensi ketiga negara yang signifikan, dan seharusnya tidak merujuk pada jumlah dan/atau prosentase pengguna Internet).

Update 2:
Lalu apa yang sebaiknya dinegosiasikan kepada pihak penyedia layanan Internet global yang menggarap pasarnya di Indonesia? Setidaknya ada 3 (tiga) hal, yaitu:

Memberikan jaminan atas hak dan perlindungan privasi dari pengguna layanannya. Jangan sampai data penggunanya bocor atau dibocorkan, entah kepada sektor bisnis ataupun pemerintah negara manapun tanpa legitimasi yang transparan dan akuntabel. Silakan baca artikel ini dan artikel ini untuk memulai.

Membangun kapasitas sumber daya manusia di negara tempat mereka mengembangkan pasarnya. Buatlah program semacam pusat inkubasi dan inovasi teknologi, bekerjasama dengan perguruan tinggi atau simpul komunitas di sejumlah titik. Kemudian jalankan program-program yang terbuka, terstruktur dan terukur bagi masyarakat luas secara inklusif.
Membantu mengembangkan kapasitas infrastruktur telekomunikasi dan Internet Indonesia. Karena biar bagaimanapun, infrastruktur di Indonesia selama ini dibangun oleh bangsa Indonesia, khususnya oleh operator telekomunikasi dan penyelenggara jasa Internet. Bisnis layanan online dari global, seperti Facebook, Google dan Twitter tinggal menggunakannya saja dan berbisnis di atas jaringan tersebut. Sekarang bagaimana agar secara win-win, pebisnis layanan online dari global tersebut juga (memiliki kesalehan sosial) turut mengembangkan infrastruktur di Indonesia.
source

----------------------------

Kasihan nasib bangsaku, sudah senang-senang diajak blusukan bersama si boss facebook, Zuckerberg, ternyata ujung-ujungnya hanya "dimanfaatkan" untuk menaikan harga saham perusaan facebooknya dan agar pangsa pasar iklan bisnisnya di negeri ini semakin besar. Apes, sejak zaman VOC, kok negeri ini selalu di 'kadali' Londo, sekarang saja kok yaa kebetulan Londonya asal Amrik


emoticon-Turut Berdukaemoticon-I Love Indonesia emoticon-Turut Berduka


M e r d e ka !!!


0
3.4K
34
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan