alexa-tracking

Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/542a7b3ad44f9f220a8b456b/thread-diskusi-buku-misteri-borobudur-by-seno-panyadewa-resmi
Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]
Selamat Pagi, siang, sore, atau malam kapanpun anda membaca thread ini


Mungkin sudah banyak yang tahu isu klaim bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman oleh K.H. Fahmi Basya. Dia mengklaim mempunyai buktinya dan sudah menerbitkan buku untuk membahas klaim tersebut.

Untuk membalas klaim tersebut, kini telah terbit sebuah buku yang membantahnya.

Quote:


contoh isinya:
Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]

Jika ada yang ingin menanyakan apa saja tentang isi buku ini, silahkan. Jika ada gambar di buku yang kurang jelas, saya bisa upload disini gambar resolusi bagusnya

Kalau ada yang mau mendebat argumen di dalam buku ini juga saya layani di sini

Sudah saya bilang belum ini buku saya yang tulis? Jadi ini Official Thread ya

Review dan komentar

Untuk melihat klaim K.H. Fahmi Basya bisa melihat ringkasnya
Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]

Bukunya yang sudah terbit:
Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]

lebih lengkap lagi dibahas di Negeri Saba' dan Istana Sulaiman ada di Jawa versi KH. Fahmi Basya


Trit Legendaris yang menjadi dasar pembuatan buku bantahan: (no SARA) Kelemahan teori 'Borobudur adalah peninggalan nabi Sulaiman


Beberapa komentar dan review:


Quote:


Quote:


Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]

Quote:

reserved untuk FAQ

reserved untuk jawaban2 pertanyaan

Sekilas isi buku

Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]
Relief Avadana, panel 83 Borobudur, Penghormatan terhadap Stupa.


"Stupa memang aslinya adalah tempat penyimpanan relik Buddha, relik murid-murid Buddha atau relik para guru, sehingga umum ditemui ruang kosong di dalamnya. Ruang kosong ini selain diisi relik, juga dapat diisi benda peninggalan orang suci/guru, arca Buddha, kitab suci, atau benda lain yang dianggap suci. Stupa dengan arca Buddha di dalamnya seperti di Borobudur bukan hal yang aneh, banyak ditemukan stupa sejenis dalam berbagai ukuran di negara lain. Tetapi yang unik adalah lubang-lubang pada dinding stupa Borobudur. Lubang berbentuk ketupat (teras kedua dan ketiga) dan persegi (teras pertama) membuat arca Buddha dalam relung stupa terlihat dari luar. Bentuk stupa Borobudur berbeda dengan bentuk stupa dari negara lain, karena memang setiap daerah mempunyai ciri khas. Justru kita harus berbangga karena nenek moyang bangsa Indonesia mengembangkan desain asli bangsa sendiri dalam membangun stupa.

Apakah Borobudur menyimpan relik di dalam stupa induk? Hal ini sangat sulit dipastikan, karena ketika ditemukan kembali stupa induk sudah dalam keadaan rusak dan berlubang. Tidak ditemukan relik di dalamnya. Kabar burung mengatakan ada arca emas di dalamnya dan dicuri Belanda, tetapi hal ini tidak bisa dikonfirmasi. Ada yang mengatakan di dalamnya terdapat arca Buddha dalam keadaan yang belum selesai dan kasar (the unfinished Buddha), tetapi hal ini juga sulit dipastikan. Sekarang di dalam stupa induk kosong.

Satu lagi fakta yang harus dipertimbangkan adalah struktur Candi Borobudur dirancang agar peziarah melakukan pradaksina, yaitu ritual mengelilingi sebuah tempat suci searah jarum jam dengan menjaga agar objek penghormatan selalu berada di sisi kanan. Umat Buddha di seluruh dunia masih melakukan pradaksina mengelilingi stupa sampai sekarang. Relief di dinding Candi Borobudur dibaca dari kanan ke kiri, sementara yang ada di teras langkan dibaca dari kiri ke kanan, jelas dirancang agar dibaca saat pradaksina. "



Thread Diskusi Buku Misteri Borobudur by Seno Panyadewa [RESMI]


SLEMAN = SULAIMAN?

Apakah betul nama daerah Sleman berasal dari kata Sulaiman? Jawabannya adalah BENAR.

Secara administratif, keberadaan Kabupaten Sleman dapat dilacak pada Rijksblad No. 11 tahun 1916 yang membagi wilayah Kesultanan Yogyakarta (Mataram) dalam 3 kabupaten, yakni Kalasan, Bantul, dan Sulaiman (yang kemudian disebut Sleman).

Nama Sulaiman sendiri berasal dari nama seorang pendakwah Islam yang legendaris: Sayyid Sulaiman. Beliau adalah cucu Sunan Gunung Jati dan pernah menyiarkan agama Islam di Kerajaan Mataram sekitar abad ke-17. Salah satu bukti keberadaan Sayyid Sulaiman di masa lalu adalah keturunan beliau yang masih banyak dan memelihara tradisi cerita riwayat beliau, juga pondok pesantren Sidogiri yang beliau dirikan.

Ada juga yang mengatakan bahwa tokoh Sulaiman adalah kakek Dokter Wahidin Sudirohusodo, seorang Bugis. Tapi mengapa ada orang Bugis yang sampai namanya diabadikan sebagai satu wilayah di Yogya? Kalau dari segi hubungan sejarah sebenarnya tidaklah mengherankan karena orang Bugis-Makassar sudah “resmi” menjadi bagian Keraton Yogya sejak awal, ditandai dengan adanya pasukan keraton yang khusus orang Bugis bernama “Bregada Bugis” yang berkedudukan di sebelah barat daya kota (Kampung Bugisan) dengan ciri nama anggotanya memakai nama “Rangsang”; dan juga “Bregada Daeng” yang beranggota khusus orang Makassar, berkedudukan juga di bagian barat daya kota (Kampung Daengan) dengan ciri anggotanya memakai nama “Niti”. Menariknya, di Bugis nama Sulaiman biasanya akan berubah menjadi “Sul” atau “Sule”, mirip kasus nama “Borahima” atau “Bora” yang keduanya berasal dari nama “Ibrahim”. Jadi, perubahan nama “Sulaiman” menjadi “Sleman” berasal dari pengucapan lidah lokal ini.

Nama Nabi Sulaiman sangat termasyhur di berbagai negara, terutama di Timur Tengah. Setelah lahirnya agama Islam, nama ini juga sering dipakai oleh orang-orang Arab. Setelah masuknya Islam ke Nusantara, banyak yang memakai nama dari khazanah bahasa Arab, termasuk nama Sulaiman. Nama Sulaiman menjadi nama yang umum dalam kebudayaan Islam, termasuk di Nusantara setelah abad ke-15, karena itu tidak harus penamaan daerah tersebut merujuk pada Nabi Sulaiman. Anda dapat melihat sendiri, terdapat dua versi cerita tokoh bernama Sulaiman yang asli Nusantara, yang menjadi dasar penamaan daerah Sleman.

Ditambah lagi, nama “Sulaiman” adalah pelafalan bahasa Arab. Nama asli beliau dalam bahasa Ibrani adalah “Salomo”. Kalau benar Nabi Sulaiman pernah datang ke Jawa, seharusnya penamaan tempat mengikuti nama aslinya, yaitu Salomo, bukan Sulaiman.

Dalam bahasa Yunani adalah “Solomon”, dan inilah nama yang sekarang digunakan di negeri-negeri Barat. Fahmi Basya mengatakan di bukunya bahwa di sebelah timur Nusantara ada kepulauan yang bernama Solomon. Ini seakan menyiratkan bahwa Nusantara dan Nabi Sulaiman ada hubungannya. Padahal sebenarnya nama Solomon Islands itu diberikan oleh pelaut Spanyol, Alvaro de Mendana de Neira. Ketika dia singgah di kepulauan itu 6 Februari 1568, ia menemukan tanda-tanda tambang emas dan percaya bahwa tempat itu adalah sumber kekayaan Nabi Sulaiman. Lalu dinamakanlah tempat itu sebagai Solomon Islands. Jadi, nama itu kebetulan saja, bukan nama yang ada sejak dahulu kala.
satu pertanyaan saja, mengapa tidak "mengklaim" Angkor Wat saja? lebih besar dan lebih megah untuk di jadikan dasar pemikiran kan?
kena bikin tritnya ga di forbudaya aja om,, dulu kan trit berantemnya/bantahannya di forbud emoticon-Big Grin setau ane sih orang2 yg pro kontranya penghuni forbud/forsup.
Saya rasa ini sebenarnya lebih cocok masuk forum sejarah
Tapi terserah momod kalau mau dipindah

Sama saja sih buat saya.
ane ikut nyimak ajah gan emoticon-Embarrassment

Thumbs up 

Ane udah baca gan, bener2 buku yg bagus emoticon-Blue Guy Cendol (S)emoticon-Blue Guy Cendol (S)emoticon-Blue Guy Cendol (S)
lucu jg masa candi buddha diaku2 sbg peninggalan Sulaiman.
kl gitu berarti Sulaiman itu umat Buddhist emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
di buku agan ane plg suka bagian ikonografinya, itu ga terbantahkan krn agama samawi yg menganut tauhid sama sekali ga mengenal simbol dlm bentuk apapun jadi ga mungkin ada perwujudan nabi, makhluk surgawi bahkan hewan dalam bentuk patung.
bisa dilihat di masjid2 kuno peninggalan kerajaan islam ga ada sama sekali relief & pahatan kayu yg menggambarkan suatu bentuk makhluk hidup, yg ada cm motif2 bunga krn

saran ane sih lebih baik bukunya lebih banyak disebar krn sekarang hampir semua org percaya kl borobudur itu peninggalan sulaiman
Quote:


Borobudur juga nggak kalah megah. Di mana lagi orang bisa menemukan candi Buddha yg lebih besar daripada Borobudur?
Quote:


gan ane pernah sepintas denger di tipi katanya di jabar ada candi budha terbesar di dunia, emang apa bener gan? emoticon-Amazed
>sementara itu, fahmi basya ketawa-ketiwi di kursi goyangnya: ada juga ikan yang ngembat umpan gw... emoticon-Ngacir

Quote:


kalo pake angkorwat, kita-kita ga kecipratan darah leluhur, gabisa ikut bangga...
Thread gini kudu disundul.

Cap dolo sebelum fans Fahmi Basya butthurt doi marih.
Quote:


Emang penemuannya kapan & di mana? Kalau maksudnya Gunung Padang yg di Cianjur, itu masuknya bukan candi, tapi bangunan berundak
Quote:


ane juga ga ada clue laen gan,
ane lg ga nyimak tipi tau2 terdengar dibilang ada candi budha terbesar di dunia di jabar, ane tungguin sampe abis ga disebut clue lokasi maupun yg laen emoticon-Hammer
mungkin ane yg salah dengar yah gan emoticon-Cape d... (S)
saya coba menyimak dulu gan.. tritnya bagus untuk sarana diskusi..
pasti rame nantinya..
Ane mau tanya
pertama-tama ane jelaskan ane belum baca buku mengenai borobudur itu

pertanyaan ane mungkin di luar diskusi mengenai buku
Pertanyaannya : "Selain membyebabkan kekeliruan sejaran, efek negatif apa yang di dapat dari buku yang menyebutkan bahwa candi borobudur di buat oleh nabi Sulaiman AS ?
aneh juga sih buku kayak gitu dipercaya emoticon-Cape d...
ane udah pernah ke candi borobudur gak ada tuh relief yang menggambarkan kerajaan Suleiman

Quote:


gak ada tapi efek positifnya cukup banyak, setidaknya orang jadi penasaran emoticon-Bingung (S)
Quote:


kalo memang banyak yang penasaran malah bagus kan ? malah jadi pemicu untuk mencari tahu lebih banyak lagi
setidaknya penelitian terhadap candi borobudur (dan candi-candi lainnya) menjadi lebih banyak dan hipotesis yang ada menjadi lebih beragam.

Soalnya dari zaman sd dulu pengetahuan yang ada mengenai candi borobudur tidak pernah ada perkembangan (kalau ada mungkin ane yang tidak tahu -maaf- )

mungkin dengan ada yang bilang itu dari zaman nabi sulaiman dapat menambah pengetahuan -meskipun harus di teliti kebenarannya
Quote:


Hahaha emoticon-Ngakak

salah satu efek positifnya adalah aku nulis buku ini, jadi banyak materi yg tadinya berbahasa inggris dan tersembunyi hanya di kalangan arkeolog dibuka semua. Ada yang bilang bahwa buku saya ini adalah buku Borobudur bermutu yg ditulis orang Indonesia pertama sejak beberapa puluh tahun

Efek negatifnya ada. Pertama tentu pembodohan sejarah, orang jadi gak tahu sejarah yang asli bagaimana
Kedua ada kehilangan kebanggaan sebagai bangsa. Karena menurut Fahmi Basya yang membangun itu orang asing, jin pula. Bukan leluhur bangsa ini.

dengan kata lain dia bilang bahwa bangsa ini tidak cukup pintar dan mampu membangun candi borobudur