- Beranda
- Komunitas
- Pilih Capres & Caleg
Koalisi Pengusung Prabowo-Hatta Berantakan Gara-gara Uang
TS
ditaparamita
Koalisi Pengusung Prabowo-Hatta Berantakan Gara-gara Uang
Gan, ini kenapa sih di wall forum pilih capres ini ada iklan jokowi jokowi.... Apa kaskus kerja sama dgn Jokowi?????
Itu yang pertama, trus yang kedua, ini ane gregetan banget baca artikel yang akan ane copasin di bawah ini. Mohon komennya donk gan....
sumber: http://prabowosebenarnya.wordpress.com/
Koalisi partai-partai pengusung Prabowo-Hatta mulai berantakan. Saling curiga mengemuka, yang bermuara pada persoalan uang untuk membiayai kampanye. Persoalan ini sangat berimbas pada gerak kampanye di lapangan.
Dalam beberapa kali rapat tim sukses sepekan terakhir ini, menurut sejumlah sumber yang dekat dengan anggota tim, sampai terjadi ketegangan karena saling menyalahkan. (Sumber berpesan waktu dan tempat rapat tidak ditulis karena mudah diketahui identitas dia sebab semua yg hadir dicatat).
Persoalan paling utama adalah pendanaan unt membiayai kampanye, termasuk pengadaan alat peraga kampanye (APK). Terjadi saling menyalahkan karena yang bertanggung jawab dinilai tidak menjalankan komitmen, sebaliknya yg dibebani tanggung jawab justru melempar masalah dgn alasan komitmen awal tidak jelas.
Salah satu pihak yg paling parah mengalami problem adalah PKS. Partai ini yg mendapat tugas utama unt menjadi motor kampanye di DKI Jakarta dan Jabar, ternyata melempem. Sebagian besar kader di level kecamatan, menurut sumber di PKS, enggan menjalankan instruksi DPP karena mereka tidak percaya dgn kredibilitas elite DPP.
Menjalarnya distrust di kalangan kader bawah thd elite dipicu oleh pengakuan Hashim Djojohadikusumo dlm pertemuan tertutup dgn pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada Kamis, 22 Mei 2014, di markas PGI.
Dalam pertemuan yg tersbut, Hashim membeberkan cara mengendalikan PKS, PBB, dll, dgn uang yg diguyurkan kpd para petinggi partai-partai itu. Omongan Hashim ini beredar luas, sampai Hashim sendiri melakukan bantahan.
Bantahan ini dilakukan Hashim stlh terjadi protes keras dr PKS, yg dimotori oleh Anis Matta dan Ketua dewan syuro Hilmi Aminuddin thd Hashim atas omongannya tsb.
Akibat dr distust tsb yg paling kelihatan adalah aksi kampanye No 1, terutama pemasangan APK di DKI Jakrta dan Jabar, yg menjadi tanggung jawab PKS, sampai pertengahan masa kampanye sama sekali tidak sesuai rencana. Padahal semula direncanakan bhw di setiap akses/gang menuju kawasan pemukiman minimal dipasang dua spanduk/ baliho No 1 pd minggu pertama masa kampanye. Ini sdh lewat minggu ke-2.
Karena ketidakpercayaan itu pula, para kader tidak mau mengeluarkan uang kas dan pribadi unt bergerak. Apalagi ternyata uang untuk pengadaan APK, uang yg dijanjikan para pengurus DPP, tidak sesuai dgn yg dianggarkan.
Situasi ini, menurut kader PKS, akan memburuk dlm sisa waktu masa kampanye. Mereka memang tak akan nyebrang ke No 2, tapi golput.
PPP Lebih parah
Keadaan internal yg lebih parah drpd PKS dialami oleh PPP. Sebelum ada pengakuan Hashim di PGI itu, ketidakpercayaan kader di level bawah thd pengurus DPP sudah merebak setelah kubu Romahurmuziy (Romy) akhirnya takluk dgn kubu Surya Dharma Ali (SDA). Padahal sebelumnya Romy dg sangat garang menolak langkah SDA bergabung dgn Prabowo.
Takluknya Romy cs kpd SDA, menurut sumber di Gerindra, tak jauh-jauh amat dgn istilah “wani piro” alias fulus. Prabowo, melalui Hashim, menjinakkan Romy dgn angka yg tak jauh beda dgn yg diterima kubu SDA.
“Mereka butuh duit cepat unt bayar utang yg digunakan unt pemilihan legislatif,” kata sumber itu. Berapa jumlahnya, orang itu tdk punya angka detil unt setiap pengurus, tapi angka minimal unt anggota “biasa” adalah Rp 3 M.
Setelah mencuat pengakuan Hashim di PGI itu, distrust makin menguat di kalangan kader bawah. Akibatnya, mesin PPP pun berantakan.
Fakta ini, menurut orang PPP, ditunjukkan dr penurunan intensitas yg sangat signifikan kunjungan Prabowo ke para kiai dalam dua minggu terakhir. Ternyata banyak sekali agenda kunjungan yg dibatalkan krn pengurus daerah tidak mau jalan unt menghubungkan No 1 dgn para kiai atau tokoh-tokoh Islam, khususnya di Banten dan Jabar yg menjadi tanggung jawab PPP. (***)
Itu yang pertama, trus yang kedua, ini ane gregetan banget baca artikel yang akan ane copasin di bawah ini. Mohon komennya donk gan....
sumber: http://prabowosebenarnya.wordpress.com/
Koalisi partai-partai pengusung Prabowo-Hatta mulai berantakan. Saling curiga mengemuka, yang bermuara pada persoalan uang untuk membiayai kampanye. Persoalan ini sangat berimbas pada gerak kampanye di lapangan.
Dalam beberapa kali rapat tim sukses sepekan terakhir ini, menurut sejumlah sumber yang dekat dengan anggota tim, sampai terjadi ketegangan karena saling menyalahkan. (Sumber berpesan waktu dan tempat rapat tidak ditulis karena mudah diketahui identitas dia sebab semua yg hadir dicatat).
Persoalan paling utama adalah pendanaan unt membiayai kampanye, termasuk pengadaan alat peraga kampanye (APK). Terjadi saling menyalahkan karena yang bertanggung jawab dinilai tidak menjalankan komitmen, sebaliknya yg dibebani tanggung jawab justru melempar masalah dgn alasan komitmen awal tidak jelas.
Salah satu pihak yg paling parah mengalami problem adalah PKS. Partai ini yg mendapat tugas utama unt menjadi motor kampanye di DKI Jakarta dan Jabar, ternyata melempem. Sebagian besar kader di level kecamatan, menurut sumber di PKS, enggan menjalankan instruksi DPP karena mereka tidak percaya dgn kredibilitas elite DPP.
Menjalarnya distrust di kalangan kader bawah thd elite dipicu oleh pengakuan Hashim Djojohadikusumo dlm pertemuan tertutup dgn pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada Kamis, 22 Mei 2014, di markas PGI.
Dalam pertemuan yg tersbut, Hashim membeberkan cara mengendalikan PKS, PBB, dll, dgn uang yg diguyurkan kpd para petinggi partai-partai itu. Omongan Hashim ini beredar luas, sampai Hashim sendiri melakukan bantahan.
Bantahan ini dilakukan Hashim stlh terjadi protes keras dr PKS, yg dimotori oleh Anis Matta dan Ketua dewan syuro Hilmi Aminuddin thd Hashim atas omongannya tsb.
Akibat dr distust tsb yg paling kelihatan adalah aksi kampanye No 1, terutama pemasangan APK di DKI Jakrta dan Jabar, yg menjadi tanggung jawab PKS, sampai pertengahan masa kampanye sama sekali tidak sesuai rencana. Padahal semula direncanakan bhw di setiap akses/gang menuju kawasan pemukiman minimal dipasang dua spanduk/ baliho No 1 pd minggu pertama masa kampanye. Ini sdh lewat minggu ke-2.
Karena ketidakpercayaan itu pula, para kader tidak mau mengeluarkan uang kas dan pribadi unt bergerak. Apalagi ternyata uang untuk pengadaan APK, uang yg dijanjikan para pengurus DPP, tidak sesuai dgn yg dianggarkan.
Situasi ini, menurut kader PKS, akan memburuk dlm sisa waktu masa kampanye. Mereka memang tak akan nyebrang ke No 2, tapi golput.
PPP Lebih parah
Keadaan internal yg lebih parah drpd PKS dialami oleh PPP. Sebelum ada pengakuan Hashim di PGI itu, ketidakpercayaan kader di level bawah thd pengurus DPP sudah merebak setelah kubu Romahurmuziy (Romy) akhirnya takluk dgn kubu Surya Dharma Ali (SDA). Padahal sebelumnya Romy dg sangat garang menolak langkah SDA bergabung dgn Prabowo.
Takluknya Romy cs kpd SDA, menurut sumber di Gerindra, tak jauh-jauh amat dgn istilah “wani piro” alias fulus. Prabowo, melalui Hashim, menjinakkan Romy dgn angka yg tak jauh beda dgn yg diterima kubu SDA.
“Mereka butuh duit cepat unt bayar utang yg digunakan unt pemilihan legislatif,” kata sumber itu. Berapa jumlahnya, orang itu tdk punya angka detil unt setiap pengurus, tapi angka minimal unt anggota “biasa” adalah Rp 3 M.
Setelah mencuat pengakuan Hashim di PGI itu, distrust makin menguat di kalangan kader bawah. Akibatnya, mesin PPP pun berantakan.
Fakta ini, menurut orang PPP, ditunjukkan dr penurunan intensitas yg sangat signifikan kunjungan Prabowo ke para kiai dalam dua minggu terakhir. Ternyata banyak sekali agenda kunjungan yg dibatalkan krn pengurus daerah tidak mau jalan unt menghubungkan No 1 dgn para kiai atau tokoh-tokoh Islam, khususnya di Banten dan Jabar yg menjadi tanggung jawab PPP. (***)
0
3K
24
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan