- Beranda
- Komunitas
- Pilih Capres & Caleg
Prabowo Banyak Mengulang Kata 'Bocor', Jokowi Kata
TS
pancenmanteb
Prabowo Banyak Mengulang Kata 'Bocor', Jokowi Kata
Ada yang menarik dalam setiap debat atau dialog yang dihadiri dua capres, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Prabowo beberapa kali mengulang kata 'bocor'. Sedangkan Jokowi, dia selalu mengulang-ulang kata 'yang kedua'.
Kata 'bocor' sering diucapkan oleh Prabowo. Dalam Debat Capres ketiga yang diadakan KPU di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) ini misalnya, kata 'bocor' kerap terdengar dilontarkan Prabowo.
Dalam sesi pertama debat bertema 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional' ini, misalnya, beberapa kali Prabowo menyebutkan kata 'bocor' dan bentuk imbuhannya.
Prabowo mengatakan kekayaan alam Indonesia ini harus dijaga. Kekayaan Indonesia tak boleh bocor ke luar. "Kekayaan kita ini terlalu banyak bocor. Bagaimana bocor, ya bocor. Artinya mengalir dari Indonesia ke luar negeri," ujarnya.
Dia mencontohkan soal pengelolaan bauksit di Indonesia. Bauksit dari dalam negeri diekspor dalam bentuk bahan baku, lalu diimpor lagi dalam bentuk produk. "Itu namanya bocor, itu yang saya maksud dengan kebocoran," papar eks Danjen Kopassus ini.
Kemudian, saat tanya-jawab antar capres, menjawab pertanyaan Jokowi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan berlangsung 2015, Prabowo kembali melontarkan kata 'bocor'.
"Mari kita realistis benahi diri, kita hemat anggaran, hemat APBD, hemat APBN. Tutup kebocoran, tutup kebocoran, tutup kebocoran, itu baru kita punya uang. Kita punya investasi baru kita kompetitif hadapi serangan dari luar," sambung Prabowo.
Prabowo kembali mengulangi kata 'bocor' ini saat memberikan pesan penutup. Prabowo mengatakan pemborosan dan kebocoran kekayaan negara harus ditutup. Jika kebocoran tak ditutup, maka Indonesia akan lemah.
"Kita harus mengurangi pemborosan dan kebocoran. Benar, kita harus tutup kebocoran. Kalau kita tidak kurangi, kita tidak punya kekuatan, semua hanya slogan dan impian," ujarnya.
Kata 'bocor' ini diucapkan Prabowo juga pada Debat Capres kedua. Saat debat calon presiden dengan tema, 'Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial' pada Ahad (15/6/2014) malam lalu, Prabowo Subianto menyebut ada kebocoran uang Negara hingga Rp 1.000 triliun.
Prabowo menyatakan bahwa pihaknya berjanji mencegah kebocoran kekayaan negara. Hal ini penting setelah KPK menyebutkan dana sebesar Rp 7.200 triliun telah hilang setiap tahunnya.
"Tahun lalu, ketua KPK menyebutkan kebocoran dan kehilangan kekayaan negara 1 tahun sebesar Rp 7.200 triliun. Tim pakar kami menggunakan angka Rp 1.000 triliun, itu sudah fantastis," kata Prabowo dalam ajang debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Sedangkan Jokowi saat menjelaskan lebih dari dua poin, maka pada poin yang kedua, Jokowi selalu mengulangnya lebih dari dua kali, "Yang kedua, yang kedua, yang kedua".
Kebiasaan Jokowi ini juga ada dalam Debat Capres kedua pekan lalu di Hotel Gran Melia. "Bagi saya ekonomi ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujar Jokowi di Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jaksel, Minggu (15/6/2014).
Lalu Jokowi masuk ke poin kedua pemaparannya. "Lalu yang kedua,yang kedua,yang kedua..," ujar Jokowi.
Jokowi kembali mengulangi kebiasaannya, mengulang-ulang kata 'yang kedua' pada saat dialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada Jumat (20/6/2014) lalu. Bahkan Jokowi mengulangi sampai 5 kali, "Yang kedua, yang kedua, yang kedua, yang kedua, yang kedua," tutur Jokowi.
_______________________________________
sumur:
http://news.detik.com/read/2014/06/2...ata-yang-kedua

Kata 'bocor' sering diucapkan oleh Prabowo. Dalam Debat Capres ketiga yang diadakan KPU di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (22/6/2014) ini misalnya, kata 'bocor' kerap terdengar dilontarkan Prabowo.
Dalam sesi pertama debat bertema 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional' ini, misalnya, beberapa kali Prabowo menyebutkan kata 'bocor' dan bentuk imbuhannya.
Prabowo mengatakan kekayaan alam Indonesia ini harus dijaga. Kekayaan Indonesia tak boleh bocor ke luar. "Kekayaan kita ini terlalu banyak bocor. Bagaimana bocor, ya bocor. Artinya mengalir dari Indonesia ke luar negeri," ujarnya.
Dia mencontohkan soal pengelolaan bauksit di Indonesia. Bauksit dari dalam negeri diekspor dalam bentuk bahan baku, lalu diimpor lagi dalam bentuk produk. "Itu namanya bocor, itu yang saya maksud dengan kebocoran," papar eks Danjen Kopassus ini.
Kemudian, saat tanya-jawab antar capres, menjawab pertanyaan Jokowi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan berlangsung 2015, Prabowo kembali melontarkan kata 'bocor'.
"Mari kita realistis benahi diri, kita hemat anggaran, hemat APBD, hemat APBN. Tutup kebocoran, tutup kebocoran, tutup kebocoran, itu baru kita punya uang. Kita punya investasi baru kita kompetitif hadapi serangan dari luar," sambung Prabowo.
Prabowo kembali mengulangi kata 'bocor' ini saat memberikan pesan penutup. Prabowo mengatakan pemborosan dan kebocoran kekayaan negara harus ditutup. Jika kebocoran tak ditutup, maka Indonesia akan lemah.
"Kita harus mengurangi pemborosan dan kebocoran. Benar, kita harus tutup kebocoran. Kalau kita tidak kurangi, kita tidak punya kekuatan, semua hanya slogan dan impian," ujarnya.
Kata 'bocor' ini diucapkan Prabowo juga pada Debat Capres kedua. Saat debat calon presiden dengan tema, 'Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial' pada Ahad (15/6/2014) malam lalu, Prabowo Subianto menyebut ada kebocoran uang Negara hingga Rp 1.000 triliun.
Prabowo menyatakan bahwa pihaknya berjanji mencegah kebocoran kekayaan negara. Hal ini penting setelah KPK menyebutkan dana sebesar Rp 7.200 triliun telah hilang setiap tahunnya.
"Tahun lalu, ketua KPK menyebutkan kebocoran dan kehilangan kekayaan negara 1 tahun sebesar Rp 7.200 triliun. Tim pakar kami menggunakan angka Rp 1.000 triliun, itu sudah fantastis," kata Prabowo dalam ajang debat capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014).
Sedangkan Jokowi saat menjelaskan lebih dari dua poin, maka pada poin yang kedua, Jokowi selalu mengulangnya lebih dari dua kali, "Yang kedua, yang kedua, yang kedua".
Kebiasaan Jokowi ini juga ada dalam Debat Capres kedua pekan lalu di Hotel Gran Melia. "Bagi saya ekonomi ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," ujar Jokowi di Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jaksel, Minggu (15/6/2014).
Lalu Jokowi masuk ke poin kedua pemaparannya. "Lalu yang kedua,yang kedua,yang kedua..," ujar Jokowi.
Jokowi kembali mengulangi kebiasaannya, mengulang-ulang kata 'yang kedua' pada saat dialog dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada Jumat (20/6/2014) lalu. Bahkan Jokowi mengulangi sampai 5 kali, "Yang kedua, yang kedua, yang kedua, yang kedua, yang kedua," tutur Jokowi.
_______________________________________
sumur:
http://news.detik.com/read/2014/06/2...ata-yang-kedua

0
2.3K
3
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan