Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

sh1903Avatar border
TS
sh1903
Ilmu ''SETIA-HATI''
Kemudiaan pada tahun yang sama beliau
belajar Pencak-Silat kepada Pendekar
Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh)
dan memperoleh tambahan jurus-jurus
dari daerah Padang, yaitu:
² Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)
² Fort de Kock
² Alang – Lawas
² Lintau
² Alang
² Simpai
² Sterlak
Sebagai tanda lulus beliau
mempersembahkan pisungsun yang
berupa Pakaian Hitam komplit.
Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang
diperoleh dari Nyoman Ide Gempol
dipersatukan dengan Pencak-Silat serta
Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk
Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi
Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu
dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI”
WINONGO MADIUN.
v PERkimpoiAN
Akhirnya bebana yang diminta gadis
pujaan beliau dapat dijawab, dengan
menggunakan ilmu dari Persaudaraan
“Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan
demikian beliau berhasil mempersunting
gadis Padang, putri dari seorang ahli
Tasawuf. Dari perkimpoian ini, beliau
belum berhasil mendapatkan keturunan.
1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama
istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu
adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai
Kontrolir DKA di Lho Seumawe.
Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::
² Jurus Kucingan
² Jurus Permainan Binja
Pada tahun tersebut, guru beliau Guru
Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G.
Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke
Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh
Saudara-saudara “S-H” dengan suatu
motto::
“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK
BATIN”
“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK
LAHIR”
1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke
Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja
sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki
Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana
Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan
beliau pindah ke Bandung.
1903 Beliau kembali ke Surabaya dan
menjabat sebagai Polisi Dienar hingga
mencapai pangkat Sersan Mayor. Di
Surabaya beliau dikenal keberaniannya
dalam memberantas kejahatan.
Kemudian beliau pindah ke Ujung,
dimana sering terjadi keributan antara
beliau dengan pelaut-pelaut asing
1903 Beliau mendirikan Persaudaraan
“SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN
MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10
Syuoro 1323 H.
v PERkimpoiAN KE II
1905 Untuk kedua kalinya beliau
melangsungkan perkimpoian dengan Ibu
Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun,
dan diperoleh putera dari
perkimpoiannya sebanyak 3 (tiga) orang
putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana
semuanya meninggal sewaktu masih
kecil..
1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar
bersamaan dengan meluapnya rasa
kebangsaan Indonesia, yang dimulai
sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi
ke Tegal dan ikut seorang paman dari
almarhum saudara Apu Suryawinata,
yang menjabat sebagai Opzichter
Irrigatie.
1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan
bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya
beliau pindah ke Madiun di Magazijn
D.K.A. dan menetap di Desa Winongo
Madiun.
1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO
CIPTO MULJO” diganti nama menjadi
Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.
1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan
menetap di desa Winongo Madiun.
1944 Beliau memberikan pelajaran yang
terakhir di Balong Ponorogo (Saudara
Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian
beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat
pada hari Jum’at Legi 10 November 1944
jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun
1364 H), di rumah kediaman beliau di
Winongo. Dimakamkan di Pesarean
Winongo dengan Kijing batu nisan granit,
serta dikelilingi bunga melati.
“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI
TUHAN YANG MAHA ESA”
Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci
Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk
memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi
Soerodiwirjo sebelum wafat dan
diambilkan ayat “Lailatul
Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)
CATATAN: ada wahyu yang loncat dan
akan temurun pada waktunya.
PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:
1. Jika saya sudah pulang ke
Rachmatullah supaya saudara-saudara
“Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap
rukun lahir bathin.
2. Jika saya meninggal dunia harap
saudara-saudara “S-H” memberi maaf
kepada saya dengan tulus-iklas..
Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama
masih di dunia fana ini..
Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah
saja yang mengetahui maksudnya”
Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir
Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah
seruan Allah Yang Maha Pengasih”.
0
232.4K
214
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan