- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Kisah wewe Gombel culik anak


TS
yukihiropigg134
Kisah wewe Gombel culik anak
wewe gombel apa sih? nih ane kasih info tentang wewe gombel dan kisah wewe gombel culik anak kecil

Hantu wewe gombel adalah sesosok hantu perempuan dengan payudara yang sangat besar dan panjang.Cerita bagaimana dan awal mula wewe gombel tidak diketahui dengan jelas tapi dipercayai merupakan salah satu golongan dari bangsa jin.
Wewe gombel sangatlah menyukai anak kecil sehingga tak jarang di suatu kampung ada anak yang hilang secara mendadak dan ditenggarai diculik oleh wewe gombel.
Ketika wewe gombel akan menculik seorang anak maka dia akan berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat cantik sehingga anak tersebut tidak merasa takut padanya.Apabila anak tersebut berhasil terkena bujuk rayu wewe gombel maka dia akan langsung dibawa ke sarang dari wewe gombel tersebut.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat sunda,sarang wewe gombel adalah di pohon kawung (aren) yang tinggi.Bila anak yang diculik tadi telah sampai di sarang wewe gombel maka dia akan disuruh untuk menyusu atau menetek ke wewe gombel yang menyamar menjadi wanita cantik tersebut dan jika dia menurut untuk menyusu kepada wewe gombel maka selamanya dia akan bersama wewe gombel karena telah diangkat menjadi anak.
Selain itu,menurut beberapa kepercayaan.Apabila anda telah diangkat menjadi anak oleh wewe gombel tersebut maka anda akan diberi makanan kotoran manusia tapi tentu saja kelihatan oleh anda nya bukan kotoran manusia alias seperti makanan biasa namun pada hakikatnya makanan tersebut adalah kotoran manusia.Itu karena mata anda telah ditipu oleh wewe gombel dan satu lagi selama anda tinggal bersama wewe gombel,anda tidak akan memakai pakaian.Sebagai gantinya,tubuh anda akan dilumuri oleh lumpur.
Akan tetapi bila di tempat anda ada anak hilang secara tiba-tiba,misalnya sedang bermain di depan rumah namun tiba-tiba menghilang padahal anda mengawasinya kemungkinan besar anak tersebut diculik wewe gombel.Tapi jangan takut,karena katanya wewe gombel sangat tidak suka mendengar bunyi-bunyian dari alat dapur,seperti nyiru,bakul,tampir dll.Bisa juga menggunakan kentongan.
Jadi segeralah cari anak tersebut ke tempat yang dicurigai sebagai sarang wewe gombel lalu bunyikan alat-alat tadi sembari memanggil nama anak yang hilang tadi.Bila beruntung maka anak tersebut akan ketemu,biasanya disembunyikan diatas pohon kawung (aren) jadi ketika mancarinya sering-seringlah melihat ke atas.
Dan jangan heran bila setelah ditemukan,anak tersebut akan menjadi seperti orang yang hilang ingatan alias linglung karena itu adalah ulah dari wewe gombel.
BAGI masyarakat yang ada di pedesaan, hantu wewe gombel tidak asing lagi. Dalam budaya Jawa, wewe diistilahkan hantu yang mirip manusia, sangat mengerikan dengan taring, baju compang-camping dan rambut serta kuku panjang tidak terawat. Biasanya wewe gombel (gombel istilah dari baju yang sangat jelek), melakukan aksinya pada saat menjelang Maghrib. Orang yang diculik wewe gombel tidak tahu, karena wewe gombel merubah dirinya menjadi saudara atau kakak, adik, orang tua dan siapa saja yang dikenal si korban.
Wewe gombel akan mengajak korban jalan-jalan, kemudian ditempatkan di tempat tinggalnya, bisa di selokan, pinggir sungai, makam, pohon-pohon yang rimbun dan sebagainya. Wewe gombel di tahun 1980 sangat melekat di benak penduduk Gesing Purworejo Jawa Tengah, banyak sudah korban-korban penculikan. Menjelang sore hari, warga Gesing khususnya anak-anak dilarang keluar dari rumah, guna menghindari penculikan wewe gombel.
Penulis mencoba mengungkap kembali apa yang terjadi di tahun itu, kebetulan penulis ikut membantu mencari seorang anak bernama Mulyani yang diculik wewe gombel. Pada waktu itu sekitar pukul 21.00, seoarang anak hilang. Biasanya anak yang benama Mulyani ini, sore menjelang malam sudah bekumpul bersama keluarga, tetapi saat itu tidak ada. Akhirnya keluarga korban melapor pada RT setempat, menurut orang pintar yang ada di desa itu, Mulyani dibawa sejenis roh jahat yaitu wewe.
Atas petunjuk orang pintar tersebut, diadakan pencarian, pada waktu itu penulis ikut pula membantu bersama warga, mencari keberadaan Mulyani. Syarat mencari orang yang diculik wewe adalah dengan cara membawa peralatan dapur, bisa wajan, ember, piring, gelas, mangkok dan lain-lainnya. Peralatan itu dipukul seiring dalam pencarian korban. Memang suasana menjadi ramai, akan tetapi suara itu juga menimbulkan rasa merinding, karena korban bersama hantu wewe. Menurut ceritera, wewe sangat takut mendengar bunyi-bunyian dari peralatan dapur, kemudian wewe akan lari menjauh dari suara itu. Tentunya harapan penduduk, dengan perginya wewe, korban akan ditinggalkan.
Setelah sekian lama mencari, Mulyani ditemukan di atas pohon beringin yang sangat rimbun. Kondisi korban tidak bisa berbicara, baju yang dipakai sudah diganti dengan kain yang sangat kumal, rumput kering menempel di sekujur badannya.
Setelah Mulyani diberi minum, barulah dapat berbicara. Dia berceritera bahwa pada waktu mandi didatangi ibunya untuk diajak jalan-jalan, mengunjungi tempat-tempat yang ramai, setelah itu tidak ingat lagi. Tentunya penduduk Gesing sudah tidak asing lagi dengan kejadian seperti ini, karena hantu wewe melakukan penculikan dengan cara yang sama, membawa korban, merubah dirinya menjadi saudara, kemudian membuat korban tidak sadar atau linglung. Untuk itu diperlukan kewaspadaan dalam menjaga anak, di antaranya melarang anak main pada saat menjelang senja, mandi sendiri di luar rumah, ke tempat-tempat yang tidak lazim, misal pantai, sungai, tempat sampah dan sebagainya.
Spoiler for penjelasan hantu wewe gombel:

Hantu wewe gombel adalah sesosok hantu perempuan dengan payudara yang sangat besar dan panjang.Cerita bagaimana dan awal mula wewe gombel tidak diketahui dengan jelas tapi dipercayai merupakan salah satu golongan dari bangsa jin.
Wewe gombel sangatlah menyukai anak kecil sehingga tak jarang di suatu kampung ada anak yang hilang secara mendadak dan ditenggarai diculik oleh wewe gombel.
Ketika wewe gombel akan menculik seorang anak maka dia akan berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat cantik sehingga anak tersebut tidak merasa takut padanya.Apabila anak tersebut berhasil terkena bujuk rayu wewe gombel maka dia akan langsung dibawa ke sarang dari wewe gombel tersebut.
Dalam cerita yang berkembang di masyarakat sunda,sarang wewe gombel adalah di pohon kawung (aren) yang tinggi.Bila anak yang diculik tadi telah sampai di sarang wewe gombel maka dia akan disuruh untuk menyusu atau menetek ke wewe gombel yang menyamar menjadi wanita cantik tersebut dan jika dia menurut untuk menyusu kepada wewe gombel maka selamanya dia akan bersama wewe gombel karena telah diangkat menjadi anak.
Selain itu,menurut beberapa kepercayaan.Apabila anda telah diangkat menjadi anak oleh wewe gombel tersebut maka anda akan diberi makanan kotoran manusia tapi tentu saja kelihatan oleh anda nya bukan kotoran manusia alias seperti makanan biasa namun pada hakikatnya makanan tersebut adalah kotoran manusia.Itu karena mata anda telah ditipu oleh wewe gombel dan satu lagi selama anda tinggal bersama wewe gombel,anda tidak akan memakai pakaian.Sebagai gantinya,tubuh anda akan dilumuri oleh lumpur.
Akan tetapi bila di tempat anda ada anak hilang secara tiba-tiba,misalnya sedang bermain di depan rumah namun tiba-tiba menghilang padahal anda mengawasinya kemungkinan besar anak tersebut diculik wewe gombel.Tapi jangan takut,karena katanya wewe gombel sangat tidak suka mendengar bunyi-bunyian dari alat dapur,seperti nyiru,bakul,tampir dll.Bisa juga menggunakan kentongan.
Jadi segeralah cari anak tersebut ke tempat yang dicurigai sebagai sarang wewe gombel lalu bunyikan alat-alat tadi sembari memanggil nama anak yang hilang tadi.Bila beruntung maka anak tersebut akan ketemu,biasanya disembunyikan diatas pohon kawung (aren) jadi ketika mancarinya sering-seringlah melihat ke atas.
Dan jangan heran bila setelah ditemukan,anak tersebut akan menjadi seperti orang yang hilang ingatan alias linglung karena itu adalah ulah dari wewe gombel.
Spoiler for kisah wewe gombel culik anak kecil:
BAGI masyarakat yang ada di pedesaan, hantu wewe gombel tidak asing lagi. Dalam budaya Jawa, wewe diistilahkan hantu yang mirip manusia, sangat mengerikan dengan taring, baju compang-camping dan rambut serta kuku panjang tidak terawat. Biasanya wewe gombel (gombel istilah dari baju yang sangat jelek), melakukan aksinya pada saat menjelang Maghrib. Orang yang diculik wewe gombel tidak tahu, karena wewe gombel merubah dirinya menjadi saudara atau kakak, adik, orang tua dan siapa saja yang dikenal si korban.
Wewe gombel akan mengajak korban jalan-jalan, kemudian ditempatkan di tempat tinggalnya, bisa di selokan, pinggir sungai, makam, pohon-pohon yang rimbun dan sebagainya. Wewe gombel di tahun 1980 sangat melekat di benak penduduk Gesing Purworejo Jawa Tengah, banyak sudah korban-korban penculikan. Menjelang sore hari, warga Gesing khususnya anak-anak dilarang keluar dari rumah, guna menghindari penculikan wewe gombel.
Penulis mencoba mengungkap kembali apa yang terjadi di tahun itu, kebetulan penulis ikut membantu mencari seorang anak bernama Mulyani yang diculik wewe gombel. Pada waktu itu sekitar pukul 21.00, seoarang anak hilang. Biasanya anak yang benama Mulyani ini, sore menjelang malam sudah bekumpul bersama keluarga, tetapi saat itu tidak ada. Akhirnya keluarga korban melapor pada RT setempat, menurut orang pintar yang ada di desa itu, Mulyani dibawa sejenis roh jahat yaitu wewe.
Atas petunjuk orang pintar tersebut, diadakan pencarian, pada waktu itu penulis ikut pula membantu bersama warga, mencari keberadaan Mulyani. Syarat mencari orang yang diculik wewe adalah dengan cara membawa peralatan dapur, bisa wajan, ember, piring, gelas, mangkok dan lain-lainnya. Peralatan itu dipukul seiring dalam pencarian korban. Memang suasana menjadi ramai, akan tetapi suara itu juga menimbulkan rasa merinding, karena korban bersama hantu wewe. Menurut ceritera, wewe sangat takut mendengar bunyi-bunyian dari peralatan dapur, kemudian wewe akan lari menjauh dari suara itu. Tentunya harapan penduduk, dengan perginya wewe, korban akan ditinggalkan.
Setelah sekian lama mencari, Mulyani ditemukan di atas pohon beringin yang sangat rimbun. Kondisi korban tidak bisa berbicara, baju yang dipakai sudah diganti dengan kain yang sangat kumal, rumput kering menempel di sekujur badannya.
Setelah Mulyani diberi minum, barulah dapat berbicara. Dia berceritera bahwa pada waktu mandi didatangi ibunya untuk diajak jalan-jalan, mengunjungi tempat-tempat yang ramai, setelah itu tidak ingat lagi. Tentunya penduduk Gesing sudah tidak asing lagi dengan kejadian seperti ini, karena hantu wewe melakukan penculikan dengan cara yang sama, membawa korban, merubah dirinya menjadi saudara, kemudian membuat korban tidak sadar atau linglung. Untuk itu diperlukan kewaspadaan dalam menjaga anak, di antaranya melarang anak main pada saat menjelang senja, mandi sendiri di luar rumah, ke tempat-tempat yang tidak lazim, misal pantai, sungai, tempat sampah dan sebagainya.
Diubah oleh yukihiropigg134 22-03-2014 13:40
0
18K
Kutip
47
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan