- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kopassus Gagalkan Maling Pasca Erupsi Gunung Sinabung


TS
mata007hati
Kopassus Gagalkan Maling Pasca Erupsi Gunung Sinabung
Maling selalu beraksi memanfaatkan peluang yang ada. Termasuk saat terjadinya bencana erupsi Gunung Kelud. Aksi maling semakin menggila, dan tak memikirkan keadaan warga yang tertimpa musibah.
Maling dasar maling. Tak berselang lama setelah beberapa hari erupsi Gunung Kelud, kelicikan maling pun dilakukannya, dengan menghembuskan isu akan terjadi banjir lahar dan gas beracun di sejumlah desa.
Penduduk desa pun ketakutan dan meninggalkan desa mereka terburu-buru. Tim Satgas Bencana Kelud Komando Pasukan Khusus TNI AD menyisir dusun-dusun kosong yang nyaris tak berpenghuni.
Minggu (16/2) pukul 12.00 WIB, situasi di Dusun Laharpang, Kecamatan Puncu, tampak lengang. Dusun ini merupakan salah satu dusun terparah yang dihantam erupsi Kelud. Lokasi ini merupakan lokasi terparah, dimana rumah penduduk banyak yang rusak, termasuk atap rumahnya.
Satgas Bencana Alam Kopassus dipimpin Mayor Inf Wahyu Yuniartoto membagi personel menjadi dua tim. Tim 1 dipimpin oleh Lettu inf Purwanto, bertugas menyisir sektor kampung arah barat daya. Sementara Tim 2 dipimpin oleh Serma Supena, bergerak ke Utara.
Setelah memasuki lorong lorong kampung ke arah barat daya Tim 1 bertemu dua orang warga yang menangis akibat harta bendanya berupa televisi dan 3 ekor kambingnya hilang dijarah oleh orang tak dikenal.
Lettu inf Purwanto segera memerintahkan Serda Haryanto yang merupakan bintara operasi satgas untuk melakukan pengejaran mengikuti jejak sepeda motor. Jejak tersebut masih sangat jelas di atas permukaan pasir kerikil erupsi yang ketebalannya mencapai 20 cm. Diduga pencurian baru saja terjadi.
Anggota Tim satu berpencar menutup jalan jalan kampung. Serda Haryanto dan Prada Deny memacu motor trail ke arah selatan menuju akses jalan besar melakukan penyisiran dan ambush (pengendapan dan pengintaian di tempat).
Tidak berselang lama terdengarlah suara motor dengan suara keras menandakan motor di pacu dengan kencang.
Serda Haryanto mencoba menghentikan laju kendaraan, namun tidak dihiraukan oleh dua pengendara tersebut. Mereka justru menambah kecepatan seperti orang ketakutan. Tak lama berselang, setelah melakukan pengejara, akhirnya Kopassus berhasil menangkap maling tersebut.
Barang bukti televisi warna hitam merk sonny 24 Inchi dan Motor RX King warna biru diserahkan ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Inilah kisah penangkapan Kopassus terhadap maling di lokasi, yang jarak sekitar 5 km dari Gunung Kelud. Keterampilan, dan ketangkasan Kopassus dalam menangkap maling patutlah diacungkan jempol. Ini merupakan tindakan yang memberikan rasa aman bagi korban erupsi Gunung Kelud.
Link : http://www.merdeka.com/peristiwa/cer...ung-kelud.html
Maling dasar maling. Tak berselang lama setelah beberapa hari erupsi Gunung Kelud, kelicikan maling pun dilakukannya, dengan menghembuskan isu akan terjadi banjir lahar dan gas beracun di sejumlah desa.
Penduduk desa pun ketakutan dan meninggalkan desa mereka terburu-buru. Tim Satgas Bencana Kelud Komando Pasukan Khusus TNI AD menyisir dusun-dusun kosong yang nyaris tak berpenghuni.
Minggu (16/2) pukul 12.00 WIB, situasi di Dusun Laharpang, Kecamatan Puncu, tampak lengang. Dusun ini merupakan salah satu dusun terparah yang dihantam erupsi Kelud. Lokasi ini merupakan lokasi terparah, dimana rumah penduduk banyak yang rusak, termasuk atap rumahnya.
Satgas Bencana Alam Kopassus dipimpin Mayor Inf Wahyu Yuniartoto membagi personel menjadi dua tim. Tim 1 dipimpin oleh Lettu inf Purwanto, bertugas menyisir sektor kampung arah barat daya. Sementara Tim 2 dipimpin oleh Serma Supena, bergerak ke Utara.
Setelah memasuki lorong lorong kampung ke arah barat daya Tim 1 bertemu dua orang warga yang menangis akibat harta bendanya berupa televisi dan 3 ekor kambingnya hilang dijarah oleh orang tak dikenal.
Lettu inf Purwanto segera memerintahkan Serda Haryanto yang merupakan bintara operasi satgas untuk melakukan pengejaran mengikuti jejak sepeda motor. Jejak tersebut masih sangat jelas di atas permukaan pasir kerikil erupsi yang ketebalannya mencapai 20 cm. Diduga pencurian baru saja terjadi.
Anggota Tim satu berpencar menutup jalan jalan kampung. Serda Haryanto dan Prada Deny memacu motor trail ke arah selatan menuju akses jalan besar melakukan penyisiran dan ambush (pengendapan dan pengintaian di tempat).
Tidak berselang lama terdengarlah suara motor dengan suara keras menandakan motor di pacu dengan kencang.
Serda Haryanto mencoba menghentikan laju kendaraan, namun tidak dihiraukan oleh dua pengendara tersebut. Mereka justru menambah kecepatan seperti orang ketakutan. Tak lama berselang, setelah melakukan pengejara, akhirnya Kopassus berhasil menangkap maling tersebut.
Barang bukti televisi warna hitam merk sonny 24 Inchi dan Motor RX King warna biru diserahkan ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Inilah kisah penangkapan Kopassus terhadap maling di lokasi, yang jarak sekitar 5 km dari Gunung Kelud. Keterampilan, dan ketangkasan Kopassus dalam menangkap maling patutlah diacungkan jempol. Ini merupakan tindakan yang memberikan rasa aman bagi korban erupsi Gunung Kelud.
Link : http://www.merdeka.com/peristiwa/cer...ung-kelud.html
Diubah oleh mata007hati 21-02-2014 00:34
0
3.8K
43


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan