CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Forex /
Step By Step Menjadi Profesional Trader
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50df1b847e12435959000022/step-by-step-menjadi-profesional-trader

Step By Step Menjadi Profesional Trader

Tampilkan isi Thread
Halaman 20 dari 44
bagus gan mirip sm ane crrita n filosofinya; di fx itu adlh pncarian siapa diri kita sbnrnya emoticon-Ngakak ninggalin jejak dlu...
makasih gan atas pencerahannya..
emoticon-Mewek emoticon-Mewek
ane terselamatkan..

Pemilihan Forex Currency Pair

Bila kita ingin menjadi Forex trader, pastikan Anda bisa menikmati proses analisa pergerakan harga atau Anda suka membaca berita. Awalnya saya suka membaca berita, berhubung terlalu banyak Currency Pair yang saya transaksikan, membaca berita terlalu melelahkan. Terlebih lagi tehnikal analisis ternyata begitu mengagumkan.

Berdasarkan tehnikal analisis, kita dapat membagi Forex Currency Pair menjadi 2 golongan: pergerakan harga yang teregulasi (Regulated Chart) dan pergerakan harga yang terpolakan (Patternized Chart). Regulated Chart adalah chart yang paling mudah dikuasai oleh trader. Namun bila seorang trader ingin mencoba merasakan sedikit tantangan, dipersilakan mencoba Patternized Chart.

Contoh Regulated Chart adalah: EURUSD, USDJPY, GBPUSD, EURJPY dan NZDUSD. Sementara Patternized Chart adalah: USDCHF, AUDUSD, USDCAD, EURGBP dan rata rata Forex Cross Pairs adalah Patternized Chart.

Yang menjadi perbedaan mendasar antara Regulated dan Patternized Chart adalah pergerakan chart dari masing-masing instrument. Patternized Chart dapat diartikan diagram harga yang menampilkan pola pergerakan yang terstruktur. Sementara Regulated berarti teratur. Mengapa hal ini terjadi, mungkin berkaitan dengan likuiditas dari instrument yang berangkutan. Bagi seorang pemula sangat disarankan bertransaksi hanya pada Major Forex. Namun bagi kita yang memiliki pengalaman tentang Option Trading, dipersilakan mencoba Forex Crosses.

Setelah memilih Forex Majors, kita harus memilih Currency Pair yang cocok dengan kita. Apa bila kita masih belum memiliki rekening trading dengan latar belakang ECN atau STP, sangat disarankan memilih Currency Pair yang memiliki spread maximum 3. Untuk itu pilihan yang tersisa adalah: EURUSD, USDJPY, GBPUSD dan EURJPY. Sebagai forex trader, kita tidak perlu bertransaksi semua currency pair. Karena pada umumnya, dalam suatu saat, Anda hanya memainkan 1-2 posisi saja, berhubung resiko instrumen ini yang sangat tinggi. Selain itu, menganalisa chart dari dua currency pair yang berbeda sangat menguras tenaga, sementara itu penghasilan yang didapatkan juga tidak akan berbeda jauh. Oleh sebab itu, paling ideal adalah cukup mentransaksikan 2 jenis pair yang berbeda region, seperti: EURUSD dan USDJPY, atau, GBPUSD dan EURJPY. Umumnya keduanya dapat saling membuka kesempatan, sehingga keuntungan kita sebagai trader dapat berlipat ganda.

Gan, mau nanya nih. Apakah forecast di news itu penting setelah nilai actual keluar?
Karena dari yang ane baca di kalender FF, kenapa tertulis 'Actual > Forecast = Good for currency'. Kalo actual sudah keluar dan bisa langsung dibandingkan dengan previous, apa urusannya forecast? Bukannya yang ditunggu2 orang adalah actual supaya bisa dibandingkan dengan previous?

Contohnya gini, seperti malam ini di news USD
Factory orders m/m Actual -1,5%, forecast -1,9%, previous 1.5%.
Di situ nilai actual lebih rendah daripada previous, tapi warnanya ijo. Dia warna ijo karena forecast memprediksi lebih rendah. Warna ijo juga 'sinyal' bahwa bagus untuk currency. Kok bisa bagus untuk currency? Jelas2 actualnya lebih rendah daripada previous.

Mohon petunjuk gan.

Ranging Strategy

Sambil menunggu posisi tertutup, saya akan membahas Ranging Strategy. emoticon-Smilie

Pengguna strategy ini disebut Range Trader. Strategi ini paling banyak digunakan oleh trader, karena merupakan strategy yang paling aman. Sementara itu, umumnya Ranging Strategy menawarkan risk rasio yang lebih rendah hingga 1 : 1.

Untuk dapat memanfaatkan strategi ini, kita terlebih dahulu harus bisa mendefinisikan Trend yang sedang terjadi. Setelah mengetahui trend yang terjadi, seorang trader harus menunggu hingga harga bergerak pada rentang harga tertentu yang telah dapat diprediksi. Inilah kelemahan dari strategi ini. Trader yang bersangkutan harus menunggu, oleh karena itu, bila sang trader tidak dapat mengatur kesabarannya, sangat mudah terjadi, sang trader akan mencoba membuka posisi yang sesungguhnya tidak strategis.

Sangat sering terjadi, seorang trader harus menunggu berjam-jam, hingga akhirnya signal yang ditunggu ternyata rusak oleh sebuah kejadian pasar. Namun mempelajari Ranging Strategy sesungguhnya sangat bermanfaat, yaitu melatih kesabaran. Modal utama inilah yang harus dimiliki oleh seorang trader.

Pada umumnya dalam 1 minggu, terbentuk rata-rata 1 hingga 3 buah range. Bagi kita yang yang misalnya bertransaksi dengan 2 currency pairs, kita akan memiliki kesempatan bertransaksi 2 hingga 6 kali dalam 1 minggu. Dengan kemampuan terkecil dari sebuah range memberikan kita 25 pips, maka dalam 1 minggu terdapat potensi 50 - 150 pips. Ini tidak berarti, kita harus mendapatkan seluruhnya. Harus dimengerti bahwa, kita hanya perlu melakukan analisa dengan bijaksana, dan hanya memilih formasi yang paling aman, agar kita tidak jatuh pada transaksi yang merugikan kita.

Para trader pemula umumnya sering mengalami kerugian dalam menggunakan strategi ini. Alasan utamanya adalah, mereka menggunakannya strategi ini tanpa melihat trend yang sedang berlaku. Sehingga, strategy yang mereka pergunakan bercampur antara Ranging Strategy dan Reversal Strategy. Kedua strategy ini memiliki sifat yang sama. Hanya saja Reversal Strategy dipergunakan untuk melakukan scalping. Oleh sebab itu, rasio dari Reversal Strategy tidaklah 1 : 1, melainkan jauh lebih besar dari itu.

Untuk para pemula, disarankan untuk tidak menggunakan Ranging Strategy ini ketika sedang terjadi pergerakan besar. Alasannya, ketika sebuah berita kritis sedang diumumkan, Range yang terbentuk umumnya melebar secara dinamis. Oleh sebab itu, ketika kita sedang bertransaksi dalam sebuah range yang kita lihat, tanpa menyadari adanya berita kritis yang sedang diumumkan, tanpa persiapan yang matang, biasanya transaksi kita akan berakhir pada kekalahan. Tidak menutup kemungkinan, terjadi Margin Call apa bila Range terbentang lebar. Ini pernah saya alami 2 kali pada pertengahan tahun 2008 dan 2009. Saat itu saya hampir terbentur Margin Call untuk posisi EURUSD yang tiba-tiba bergerak 250 pips turun dan kemudian naik kembali. Saya sempat melihat transaksi saya minus 250 pips, untuk posisi range semula yang hanya berasio W:L = 45 : 45. Untunglah saya masih sempat mengubah rasio rangenya menjadi 350 : 350 dan menutup beberapa posisi yang sedang terbuka, untuk menambah margin yang ada. Meskipun saya berhasil meraup lebih dari 120 pips, namun Ranging Strategy menjadi tidak bermanfaat, terlebih ketika berita sedang terjadi, spread EURUSD turut melebar, dari 2 pips menjadi 100 pips lebih.

Quote:


Halo Juru.Tulis.

Kita tahu bahwa forcast adalah perkiraan. Fungsi dari forecast pada ForexFactory adalah memberikan rangkuman terhadap kemungkinan atas sebuah nilai berita.

Permasalahannya, bila kita tidak terbiasa dengan berita ekonomi, kita tidak bisa menterjemahkan efek yang terjadi pada suatu currency. Saya persempit penjelasan saya dengan asumsi Anda mencoba bertransaksi USDJPY.

Maka yang perlu Anda pertimbangkan adalah berita politik dan ekonomi yang berhubungan USD dan JPY. Bersyukurlah JPY pada saat ini cukup flat, dalam arti tidak memiliki issue yang berarti, oleh sebab itu USD menjadi lebih dominan terhadap pergerakan pada USDJPY. Ini berarti apabila terdapat stimulus positif USDJPY akan cenderung naik, sementara itu, bila kondisi USD kurang baik, USDJPY akan turun.

Anda bisa melihat pergerakan chart USDJPY saat ini. Terjadi koreksi terhadap nilai USDJPY, setelah terjadi penurunan tajam kemarin. Bila Anda perhatikan, hal ini terjadi sebelum sebuah berita diumumkan. Pertanyaannya, bagaimana menghubungankannya dengan sebuah berita, terlebih indikator dari Forex Factory?

Bagi Anda yang ingin mempelajari Fundamental Analysis, Anda harus memahami bahwa sebelum suatu berita dikeluarkan, pada umumnya pelaku pasar telah mampu memprediksikannya. Hal ini terjadi karena berita-berita tersebut sesungguhnya berhubungan satu dengan lain. Sebagai contoh, Factory Order m/m berhubungan dengan ISM Manufacturing Price, CB Consumer Confidence dan beberapa indicator lainnya.

Berdasarkan indicator tersebutlah, para ahli ekonomi mencoba memprediksi nilai Factory Order m/m sebesar -1.9%. Namun, ternyata prediksi yang dilakukan pelaku pasar sedikit terlalu buruk. Keadaan Factory Order tidak seburuk itu, hanya terjadi penurunan factory order hanya sebesar -1.5%. Inilah yang menjadikan pengumuman Factory Order m/m membawa signal positif.

Perlu diingat, pasar tidak mempedulikan besaran angka, karena pasar selalu mengantisipasi kondisi ekonomi lebih cepat dari kenyataan yang ada. Namun pasar hanya bereaksi pada tingkat perubahan yang telah terjadi. Apabila tingkat perubahannya dapat diterima (baik atau buruk), maka akan membawa hawa positif bagi pasar.

Sekali lagi: Factory Order m/m -1.5% terlihat buruk. Informasi tersebut dapat diartikan sebagai terjadinya penurunan produksi sebesar 1.5%. Namun pasar menganggap ini adalah berita bagus, karena pelaku pasar telah memberikan prediksi berdasarkan indikator ekonomi terkait dengan Factory Order (yang telah diumumkan 1 minggu sebelumnya), yang menyebutkan bahwa Factory Order m/m bisa turun menjadi -1.9%. emoticon-Smilie

Memang tidak mudah mempelajari Fundamental Analysis, untuk mempelajarinya, Anda perlu mencatat setiap event yang ada. Kemudian catatlah pula, hubungan sebuah event terhadap event yang lain. Gunakan catatan tersebut sebagai kamus bagi Anda untuk memprediksi event yang akan diumumkan dimasa mendatang. Analisa bagaimana pelaku pasar bereaksi terhadap berita tersebut. emoticon-Smilie
Diubah oleh tokoty
Quote:


Makasih banyak agan tokoty. Saya tadi malam berada di pair EU/USD. Setelah actual Factory Orders m/m keluar -1,5% yang lebih rendah daripada previous 1.5%, saya heran kok EU/USD turun terus (yang artinya USD makin menguat). Padahal jelas2an Factory Orders turun.

Saya baru paham dari penjelasan agan bahwa bahwa forecast -1,9% adalah tak sekedar prediksi yang dilakukan oleh 1-2 orang prekdiktor, tapi prediksi 'orang ramai' dan juga 'harapan' yang 'disepakati' oleh pelaku pasar. Ketika angka yang keluar lebih baik dari 'harapan' ini, maka currency (cenderung) menguat.
Benar kah saya memahami ini gan?

Makasih banyak penjelasannya gan. Ane jadi tercerahkan emoticon-Smilie

Trending Strategy

Akhirnya kita membicarakan Trending Strategy. Inilah strategy yang paling mumpuni bagi trader yang hanya ingin mendapatkan hasil cepat, sekali kita membuka transaksi. Namun demikian Trending Strategy memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan Ranging Strategy. Alasannya, bermain dalam sebuah Range, berarti kita bertransaksi pada zona pergerakan yang telah pasti. Sebaliknya, Trending, kita bertransaksi pada zona yang masih dipenuhi dengan spekulasi pelaku pasar yang tidak menentu.

Dari definisi tersebut, kita jelas bahwa strategy ini berhubungan dengan berita-berita fundamental. Seorang trader yang memanfaatkan strategy ini banyak tertolong dengan kemampuan membaca dan menganalisa berita. Namun, tidak berarti tanpa kemampuan analisa fundamental, kita tidak bisa menggunakan strategy ini. Sesungguhnya dengan melihat pergerakan harga, kita bisa menebak apa yang sedang terjadi di pasar.

Trend umumnya terjadi setiap saat. Namun yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar kekuatan yang menopang trend yang sedang terjadi. Semakin tinggi trend yang kita analisa, semakin kuat dan mudah kita mengambil keuntungan di dalamnya. Analisa Trend harus dilakukan pada beberapa Time Frame. Inilah yang dilakukan oleh para fund manager dalam mengambil keputusan mereka. Logikanya sama dengan peselancar air, mereka menunggu ombak besar, dan menaikinya.

Strategi ini tidak cocok bagi seorang pemula, karena strategy ini menuntut kemampuan seseorang untuk menganalisa beberapa timeframe sebelum akhirnya menentukan timeframe dasar untuk membuka transaksi mereka.

Berbeda dengan Ranging Strategy, Trending Strategy membutuhkan kemampuan analisa multiple Time Frame. Bagi seorang pemula, menganalisa multiple Time Frame ini, umumnya sering menjadikan mereka bingung atau terkorupsi pikirannya untuk mengiyakan keinginan mereka dalam membuka posisi transaksi. Inilah yang menyebabkan mereka untung cepat, dan pada akhirnya mereka pun merugi dengan cepat.

Demikiannya strategy yang ada dalam forex. Strategy lain dalam bermain forex, apa pun namanya, adalah turunan dari dua strategy di atas.
Diubah oleh tokoty

Mekanisme Trading

Berikutnya kita akan membicarakan tentang mekanisme trading. Seperti yang telah disebut sebelumnya terdapat 3 mekanisme dasar:

  • Scalping
  • Adaptive
  • Fixed Point.


Pada umumnya mekanisme trading hanya ada tiga kelompok ini. Namun, banyak pihak menyebutkan berbagai mekanisme lain, yang apabila diteliti lebih lanjut, sangat diragukan artinya. Seperti mekanisme Arbitrary, Hedging dan lain sebagainya.

Pada umumnya, mereka sedang mempromosikan sesuatu sebagai produk mereka. Seperti contohnya, kita membeli mobil, kemudian ditanya mesinnya adalah VTEC dan VVT-i ... Meskipun dapat diakui, kedua teknologi tersebut berbeda, namun fungsi utamanya adalah injeksi bahan bakar elektronik. Mekanismenya seperti apa, tidak peduli. Namun intinya adalah bagaimana terdapat mekanisme mengatur hematnya injeksi bahan bakar dalam tangki pembakaran (Combustion Chamber).

Hal ini identik pada mekanisme trading. Saya hanya ingin memberikan masukan terhadap mekanisme Arbitrary dan Hedging. Arbitrary pada dasarnya merupakan trading berdasarkan perasaan. Banyak trader yang mengungkapkan mereka memiliki perasaan bahwa harga akan naik atau turun. Inilah konsep dari mekanisme Arbitrary. Terlepas dari benar atau tidak, tidak kita bahas di sini. Saya hanya percaya bahwa keberhasilan mekanisme trading sangatlah statistik.

Mekanisme Hedging dilain pihak adalah proses transaksi dengan memasang posisi Buy/Long dan Sell/Short secara bersamaan. Baik bersamaan atau hanya antisipasi, mekanisme ini sangatlah berbahaya. Saya pernah mencoba strategy ini (Strategy yang katanya mumpuni dikalangan perbankan). Pada akhirnya ketika terjadi riak pergerakan, saya mengalami kekalahan ganda. Alasannya sangat jelas, kita harus trading mengikuti Trend. Memasang posisi ganda yang saling bertentangan, menjadikan kita memasang posisi yang melawan trend pada salah satu posisi kita.

Berikutnya akan membicarakan scalping.

Info yang menarik gan, dan sangat membantu bagi newbie untuk bisa melakukan trading yang lebih baik lagi. Dan jangan lupa untuk tetap pada disiplin dan MM yang baik agar hasil trading kita dapat maksimal.

Skype : gdmfxindonesia
Indonesia Email Support: indo.support@gdmfx.com
Quote:


ini gw setuju banget nih gan, banyak banget strategi yang cuman ngandelin trending trus ngos2an di ranging dan sebaliknya, menurut ane yang terpenting adalah ngenalin lagi trending atau ranging dan menerapkan strategi yang cocok emoticon-2 Jempol

Mekanisme Scalping

Scalping adalah mekanisme trading yang sangat melelahkan. Namun mekanisme ini paling banyak dipergunakan, karena performanya yang paling baik. Baik dalam arti, cepat memperlihatkan hasil. Namun yang perlu diingat adalah, hasil di sini tidak selalu berarti positif. Hasil dapat berarti kerugian hingga Margin Call.

Hingga saat ini belum ditemukan metoda scalping yang benar benar aman. Dari hasil analisa semua robot trading dan beberapa kursus forex yang pernah dicoba, metoda scalping cenderung memberikan rasio Win dan Loss yang tidak berimbang. Berdasarkan pengalaman, mekanisme scalping yang terbaik memberikan rasio win : loss optimal pada rentang 10 : 100 - 250. Namun besaran kerugian tergantung dari Forex Pair yang kita pergunakan.

Bagi kita yang tertarik akan mekanisme scalping, sangat disarankan untuk menggunakan rekening yang berlatar belakan ECN atau STP. Kendala utama dalam melakukan scalping adalah besaran Spread yang berlaku pada Forex Pair yang diperdagangkan.

Mekanisme Adaptif

Singkat kata, mekanisme adaptif adalah trading dengan menggunakan Trailing Stop. Definisi ini sekaligus memberikan kesimpulan, mekanisme ini hanya cocok untuk Trending Strategy. Namun demikian, ketika kita sedang menggunakan Ranging Strategy, dan terjadi perubahan trend, bisa saja kita mencoba menggunakan mekanisme adaptif. Namun kebiasaan mengubah mekanisme trading kita saat kita sedang melakukan trading, sangat tidak disarankan. Ini dapat merusak kedisiplinan kita dalam trading.

Mekanisme ini paling baik dilakukan ketika kita dapat mengamati permulaan dari sebuah trend. Hal ini sangat mudah dicermati dari Daily Chart. Jangan menggunakan mekanisme trading ini dipertengahan trend, karena kurangnya daya dorong harga ke arah yang kita kehendaki, cenderung membuat trailing stop menghentikan transaksi pada area negatif, atau menghilangkan keuntungan yang seharusnya telah Anda dapati.

Mekanisme Fixed Point

Mekanisme trading inilah yang paling banyak dipergunakan oleh trader. Mekanisme ini kita lakukan apa bila kita telah memilki statistik atas strategy kita. Setiap posisi yang kita buka, kita harus meletakkan Stop Loss dan Target Profit, SL dan TP.

Menggunakan strategy ini harus memiliki pengetahuan yang baik akan tehnical analisis. Karena pada dasarnya kita akan meninggalkan posisi kita tanpa pengamatan, bergantung pada 2 titik, SL dan TP. Tentu saja kita berharap bahwa kita akan selalu melihat TP kita tercapai, namun untuk memasuki posisi ini, kita perlu analisa yang baik atas pergerakan yang terjadi.

Tantangan pada posisi ini adalah bagaimana mencari strategy yang dapat memberikan rasio kemenangan W:L = 1:1. Atau bahkan Rasio untuk Win lebih besar dari Loss. Hal ini tidaklah mudah. Umumnya rasio yang baik tersebut, 1:1, ditemukan pada saat market bergerak secara dalam sebuah range. Untuk menemukan rasio Win > dari Loss, hanya dapat ditemukan pada saat terjadi Breakout Trend pertama kali. Bagi Anda yang telah mendalami stochastic, Breakout Trend pertama kali dapat ditandai pada fase 3. Kondisi ini sangat jarang terjadi dan kita perlu kesabaran untuk menantikannya.



Baru nyadar ada yg posting bermutu disini,

Setelah sekian lama puasa ... tak ada postingan selain posting hura2x...

Good job tokoty...


Lanjutkan...

Money Management for Mechanical Trading

Banyak yang menyebutkan pentingnya money management. Namun minim yang mejelaskan bagaimana pemanfaatannya. Oleh sebab itu kita coba membahas secara mendetail mengenai apa itu Money Management. Kita singkat Money Management dengan MM.

Komponen dari MM adalah total uang dalam account trading Anda, Account Leverage, Forex Pair, Batas Margin Call dan Statistik Strategy Anda. Lakukan kalkulasi secara tepat, sehingga ketika kita sedang membuka posisi kita, kita dapat mengetahui berapa besar resiko trading kita. Jadi perlu diingat, Resiko didapatkan setelah kita menggabungkan MM dengan Strategy Trading Kita.

Sebagai contoh:

Anda membuka Forex Account sebesar 100 USD. Trading Volume adalah Micro Lot. Leverage Anda adalah 1:100. Anda menetapkan Margin Call adalah 50%.

Dari informasi di atas, kita memiliki uang 10.000 USD, (Didapatkan dari Modal x Leverage = 100 x (1:100) = 10 000).
1 Micro Lot = 1000 USD. Jadi Anda hanya bisa bertransaksi 10 Micro lot.
Pelajari Forex Pair Anda, berapa nilai uang yang direpresentasikan oleh 1 pips. Definisi Pips, Anda bisa mencari sendiri. Sebagai contohnya:

  • USD/JPY 1 Pips = 0.01 = 0.09 USD
  • EUR/USD 1 Pips = 0.0001 = 0.1 USD
  • GBP/USD 1 Pips = 0.0001 = 0.1 USD


Untuk mempermudah penjelasan, biasanya kita asumsikan 1 Pips untuk microlot = 0.1 USD.

Apa bila, kita menetapkan margin call kita 50%, maka Anda membutuhkan minus 50 USD untuk membentuk MC. Jadi 50 usd dibagi 0.1 USD (Nilai 1 Pips dari Micro Lot) = 500 Pips.

Setelah kita mengatahui kekuatan margin call kita, 500 pips, kita lihat pada strategy kita. Apa bila Anda membuka posisi dengan 1 Micro Lot, Anda akan memiliki daya tahan sebesar 500 pips. Sebaliknya bila Anda gandakan menjadi 2 Micro Lot, Anda hanya bertahan pada 250 pips. Kondisi ini selalu berubah, mengikuti kekalahan dan kemenangan Anda. Sebagai contoh, ketika Anda mendapat uang 10 USD, MC Anda menjadi 255.

Selanjutnya Anda harus menghitung besaran Win:Loss dari strategy Anda.
Apa bila Anda tidak memasangkan SL, berarti Risk Anda adalah besar MC Anda. Sebagai contoh: Anda memiliki strategy trading untuk mendapatkan 50 pips untuk satu posisi, maka Win:Loss Anda adalah 50:250. Bila Anda ingin membataskan kekalahan Anda, kurang dari 250 pips, Anda tinggal meletakkan SL lebih rendah dari MC Anda.

Sampai di sini, kita memiliki 2 pilihan, yaitu: trading secara mekanikal (Mechanical Trading) dan trading secara strategik (Strategical Trading).

Untuk Mechanical Trading, kita melihat rasio keberhasilan signal trading kita. Sebagai contoh: asumsikan kita memiliki sebuah strategy trading, sebutlah Moving Averages Crossover pada EURUSD 1 Hour Chart. Apabila kita konsisten trading setiap signal yang muncul, asumsikan kita menggunakan Win:Loss = 10:10, kita mendapatkan statistik keberhasilan:

Code:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2  
W W L W L W L L W L L L W W L W W L W W W L


Saya harap tidak ada yang bingung dengan statistik di atas. Saya jelaskan sebagai berikut: Angka di atas, menunjukkan urutan signal. W dan L adalah hasil dari signal tersebut, apabila W=Win dan L=Loss.

Pada signal 1 dan 2, kita mendapatkan Win Trade(TP Hit). Sementara signal 3, kita mendapatkan Loss Trade (SL Hit). Selanjutnya kita mencari statistik loss terbesar yang dapat kita miliki. Pada data di atas, kita memiliki 3 Loss secara berurutan. Oleh sebab itu, pastikan 3 Loss ini, tidak akan membatas ruang MC kita, bahkan memberikan peluang pada signal berikutnya untuk menarik keuntungan yang lebih besar.

Dari contoh statistik di atas, kita dapat ketahui bahwa peluang Win Trade muncul setelah sebuah Loss Trade dihasilkan cukup besar. Oleh sebab itu, setelah terjadi 1 Signal Loss, adalah kesempatan Anda untuk memulai Trading Anda.

Setelah itu Anda harus memetakan probabilitas trading Anda. Dalam contoh di atas, Loss Trade terbesar adalah 3. Jadi Anda bisa membagi Margin Call Anda menjadi 4. Ini dimaksudkan sebagai antisipasi terjadinya 3 SL, dan Anda bisa tetap bertahan. Kemudian Anda hitung, Probabilitas sebuah TP tersentuh, berdasarkan statistik Anda.

Berikut hasil analisa data di atas:

W W W
W W
Untuk 2 kondisi ini tidak kita pedulikan

L W HIGH PROBABILITY
L L W
L L L W Resiko Tertinggi

Untuk 3 kondisi di atas ini, harus kita cermati. Kita memiliki catatan munculnya probabilitas L L L W. Untuk itu kita harus membagi MC kita untuk 4 kali posisi ini. Dengan MC 250 USD, artinya 1 Posisi adalah 250/4. 62.5 USD. Berarti, Anda memiliki sekitar 62 pips untuk untuk SL. Dengan Strategy W:L = 10:10, Anda bisa melakukan trade 6 micro lot MAXIMAL.

Namun bila Anda ingin memiliki performa yang lebih baik, Anda dapat menggunakan theory Martingale. Teori ini beresiko tinggi, namun umun digunakan pada Robot Trading yang menganut konsep Mechanical.

Dengan statistik di atas, dengan teory Martingale, setiap sebuah Win, Anda harus menurunkan volume trading Anda. Anda hanya melakukan trading maximal pada saat terjadi kekalahan terpanjang, yaitu L L L W.

Strategynya seperti ini:

Untuk memulai sebuah strategy, Anda selalu menunggu munculnya sebuah Loss.

Untuk mengkompensasi 3 Loss, dimana 1 Loss mengorbankan 10 pips, maka Anda harus mendoblekan trade Anda pada posisi berikutnya. Analisa sebagai berikut:

  • Kondisi 1: korbankan 10 pips. .2
  • Kondisi 2: korbankan 20 pips. .4
  • Kondisi 3: korbankan 30 pips. .8
  • Kondisi 4: korbankan 60 pips. 1.6


Dengan demikian dalam 1 siklus Anda membutuhkan total 120 pips. Dengan data account sebelumnya, memiliki buffer 250 pips, Anda maximum trading menggunakan 2 micro lot pada kondisi ke 4. Bagaimana distribusi trading? Berikut distribusi volume trading Anda:

  • Kondisi 1: Volume 0.2 Micro Lot.
  • Kondisi 2: Volume 0.4 Micro Lot.
  • Kondisi 3: Volume 0.8 Micro Lot.
  • Kondisi 4: Volume 1.6 Micro Lot.


Ketika Anda menghadapi sebuah kemenangan, Anda tetap bertransaksi dengan kondisi 1, volume Anda 0.2 Micro Lot. Namun ketika Anda Loss, Anda duplikasikan volume Anda 0.4 Micro Lot. Ketika Anda Loss kembali, Anda duplikasikan kembali menjadi 0.8 Lot. Dan apabila, kembali membentur SL, terakhir Anda masukkan 1.6 Micro Lot.

Money management ini cukup beresiko, namun umumnya fully automatic robot trader, menggunakan mekanisme ini. Perlu diingat pula, menemukan strategy dengan rasio 1:1 sangatlah sulit. Namun inilah dasar-dasar pembuatan Robot Trading.

Berikutnya saya akan bahas money Management for Strategic Trading. Strategic trading adalah konsep trading yang paling baik. Namun membutuhkan metoda analisa yang benar dan teliti.

Sebagai catatan: Saya bukan penyelenggara Kursus Forex, Introducing Broker, White Label atau lain sebagainya. Saya hanyalah seorang trader.
Diubah oleh tokoty
Quote:


Maaf Bro, baru balas. Memang benar seperti pemahamannya. emoticon-Smilie
Mantap.
Lanjut Gan.
emoticon-Matabelo
izin nubie sedikit berbagi pengalaman sambil nunggu london buka emoticon-Big Grin, ane trading udah 2,5 tahunan, cerita2nya kurang lebih samalah ama yang disini, kesimpulan ane dari trading itu adalah:
1. Soal Risk Management, ini nih yang paling penting, hasil trading kan cuman ada 5 yaitu: untung besar, untung kecil, breakeven, rugi kecil atau rugi besar. Nah, dengan risk management yang bagus kemungkinan untuk rugi besar udah bisa dieliminasi, menyisakan peluang untuk untung besar, untung kecil, breakeven, rugi kecil saja
2. Soal system, nah ane habis waktu lumayan lama nyari2 system di internet, di semua forex forum ane terdaftar sebagai member biar bisa ngedonlodin indi2 dan system2 disana, chart ampe udah kayak lukisan abstrak, sampe akhirnya gw buang semua tuh indi, di chart gw menyisakan hanya volume, yang jelas2 udah bawaan mt4 emoticon-Hammer
3. Soal emosi, percaya atau ga gw sering bikin acc gw sampe profit gede, dan acc2 tersebut habis hanya karena revenge trading, atau pada saat rugi gw coba balas dendam trading untuk balikin seluruh kerugiannya, yang hasilnya, yep, rugi lebih banyak lagi, jadi saat anda mulai emosi tutuplah laptop anda, trust me it's better untuk balik lagi saat anda sudah tenang, market masih ada sampai besok, bulan depan dst, apakah account anda masih akan ada pada saat itu?? emoticon-Ngakak

gitu aja sih, banyak sih di kepala gw sebenernya tapi yg paling penting ya kira2 itu emoticon-Big Grin, mohon maaf agan2 kalau berantakan nulisnya emoticon-Big Grin
Diubah oleh danzka
Halaman 20 dari 44


×
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di