CARI
KATEGORI
KATEGORI
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ini Dia 49 Kesalahan-Kesalahan Berlogika di Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52b7e441108b46c31a8b4706/ini-dia-49-kesalahan-kesalahan-berlogika-di-indonesia

Ini Dia 49 Kesalahan-Kesalahan Berlogika di Indonesia

Tampilkan isi Thread
Halaman 52 dari 70
5.Profession Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak memahami profesi seseorang. Contoh: Si A adalah seorang kritikus. Hampir tiap hari menulis kritik di koran. Lantas ada orang mengatakan bahwa Si A itu bisanya cuma mengritik.Ya, di negara manapun yang namanya kritikus tugasnya ya mengritik. Yang namanya penyiar radio tugasnya ya bicara saja. Yang namanya ustadz kerjanya ya berceramah saja.
Buat ane, ane kurang setuju untuk point 5 ini.
ane rasa org yang mengatakan Si A tukang kritik bener.
kritikus itu seharusnya memberikan kritik disertai dengan saran masukkan.kalau cuma nulis kritik, ya memang bisanya cuma mengkritik.

12.Small Logic Error:

Kesalahan berlogika di mana mengerjakan yang kecil saja tidak mampu, kok akan mengerjakan yang besar. Contoh: Banyak capres yang punya visi akan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Padahal, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jakarta saja tidak mampu. Apalagi se-Indonesia.
[b][i]wah bisa bisa indonesia ga ada presidennya kalao gt.

Quote:

13.System Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat tidak memahami arti sebuah sistem. Contoh: Ada yang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnyapun tidak baik”.Ini logika yang salah. Sebab, manusia merupakan bagian (subsystem) dari sebuah sistem. Artinya, sistem yang baik, termasuk juga faktor manusia yang baik. Sistem yang baik akan menghasilkan hasil yang baik dan sistem yang buruk akan menghasilkan hasil yang buruk.
ini salah, manusia bukan merupakan sub system

17.Breakdown Logic Error:

Kesalahan berlogika akibat tidak mampu menjabarkan tujuan. Contoh: Semua gubernur/bupati/walikota berkeinginan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di daerahnya masing-masing. Tetapi, tidak tahu bagaimana menjabarkan tujuan itu secara rinci.
ya kan cuma berkeinginan. bukan logic error.
jd salah donk orang yg punya cita2 tp belum bisa menjabarkan cita2nya secara rinci.

Quote:


20.Unsignificant Logic Error:

Kesalahan berlogika karena sebuah hasil yang tidak signifikan. Contoh: Sebuah iklan politik di TV mengatakan, pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Padahal, dengan APBN lebih dari Rp 1.000 triliun, angka kemiskinan cuma turun kurang dari 1 persen. Sebuah hasil yang tidak signifikan.
tp tetap saja itu artinya TURUN
Quote:

22.Survei Logic Error:

Kesalahan berlogika karena hasil survei dianggap 100 persen benar. Contoh: Hasil survei politik menunjukkan bahwa capres A adalah yang paling populer. Maka para pemilihpun terpengaruh. Diapun akhirnya memilih Si A. Padahal, kriteria capres berkualitas tidak cukup dari faktor popularitas saja, melainkan juga faktor kepemimpinan (leadership), prestasi yang pernah dilakukan, moralitas, dll.
kalau cintohnya seperti itu, harusnya capres2 yg kurang populer melakukan hal yg sama aja. biar terpengauh masyarakat.
menurut ane, ini contoh yang salah, sebuah hasil survey adalah hasil pendapat dr masyarakat, sehingga mencapai suatu nilai tertentu, bukan kebalikannya

25.Appeal Logic Error:

Kesalahan berlogika karena menganggap sebuah imbauan bisa menyelesaikan masalah. Contoh: Pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri supaya perusahan-perusahaan dalam negeri tidak merugi atau bangkrut. Padahal persoalannya tidak cukup di situ. Kalau produk dalam negeri berkualitas tinggi dengan harga lebih dibandingkan produk sejenis yang diimpor, otomatis masyarakat akan memilih produk dalam negeri.

Quote:

26.Popular Logic Error:

Kesalahan berlogika karena beranggapan orang yang populer itu orang yang mampu. Contoh: Beberapa lembaga survei politik mengumumkan hasil survei bahwa capres Si “A” adalah yang paling populer. Lantas, calon pemilih beranggapan bahwa Si “A” pasti mampu mengelola bangsa dan negara. Padahal, ukuran mampu atau tidak, tidak terletak kepada populer atau tidak populernya seseorang, tetapi terletak pada prestasi-prestasi yang pernah dimiliki capres tersebut.
ini seperti tadi lagi, jangan dibalik2. dan harus melihat basicnya, kenapa si A bisa menjadi yg paling populer?
Quote:

27.Accurate Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak teliti membaca sebuah kalimat. Contoh: Si A pernah menulis di koran. Dia mengusulkan agar tujuh kata perlu dituliskan di belakang kata “Ketuhanan yang Mahasa Esa” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Melaksanakan Syariat Agama bagi Para Pemeluknya”. Lantas Si B mengatakan bahwa Indonesia bukanlah Negara Islam. Si B tidak teliti membaca kalimat, sebab di dalam tujuh kata yang diusulkan, tidak ada kata Islam. Yang ada adalah kata Agama.
ini bukan tidak teliti, disitu tertulis "syariat" yg notabene mengisyaratkan ke islam. kalau memang ga bermaksud begitu, gunakan bahasa yg lain.
mantab gannnn.....ane ksih cendol yak.....
salah satu calon thread
akhir zaman gan
emoticon-Ngakak
ninggalin jejak dlu ganemoticon-Paw
panjang banget
emoticon-2 Jempol
setuju ane gaya berfikir ente kritis gan.. emoticon-Cool

tapi dari thread ente ane ambil kesimpulan bahwa mungkin rata-rata disebabkan karena sifat orang indonesia yang cenderung "gaya" atas segala sesuatu.. emoticon-Cape d... (S)
nice info gan ternyata gitu yah hehehe baru tau ternyata banyak yah logika yang salah dipakai orang Indonesia
Nice gan emoticon-Matabelo
Ane ngebacanye aje error gan, saking banyaknya.
panjang amat gan?
ane bacanya dari senin pagi emoticon-Ngakak
emoticon-2 Jempol
Wuihhh..
kesalahan berlogika..
Sebagian besar ane udah sadar sie..
Sebagian kecilnya blm..

Tp yg bikin ane emoticon-Ngakak
perumpamaannya mayoritas berkaitan dgn kebijakan pemerintah.. emoticon-Ngakak (S)

Thread bagus jelang Pemilu 2014.. emoticon-I Love Indonesia
Thanks info gan...
nambah wawasan tentang ilmu KLIRUMOFOLOGI.....
emoticon-Jempol
gan no 1 aja lo udah salah...
apaan..?? jangan bikin penelitian dengan pembenaran sendiri donk, thread apaan ini..??

*Bokap ane Drs. makanya ane tau.
Yang no.1 ane baru tahu emoticon-Matabelo
panjang benerrr..
kepala ane berasep bacanya emoticon-Big Grin
tambahin logic errornya gan

Generalization logic error
ngecap ini itu asal generalisasi aja macam ts emoticon-Ngakak

Yakinkah HANYA terjadi di Indonesia..?

Apakah semua kesalahan logika itu HANYA terjadi di Indonesia (sesuai judul thread)..?

misalnya untuk
36. Darwin Logic Error
39.Specification Logic Error
41.Tricycle Motor Logic Error
42.Other Logic Error
44.Diabetes Logic Error
.

Kalau terjadinya bukan hanya di Indonesia, sebaiknya jangan gunakan judul dengan keterangan "di Indonesia".

CMIIW. emoticon-Smilie
Diubah oleh sng123
1. gelar dokteranda itu di pakai jamannya belanda dulu..2
2. pencantuman gelar di kartu undangan menurut saya normal2 saja, klo pengen silahkan di cantumkan, klo tidak ya ga usah di cantumkan, itu hak yg punya nama n yg punya kondangan. Masak TS sebagai tamu undangan pantas komentar: ah sombong/error logika lu masak di kartu undangan di kasih gelar..
3. gelar s1 n s2 kadang memang ga nyambung gan, misal gelar s1 sarjana teknik, s2 sarjana ekonomi ya bisa2 aja tuhemoticon-Wink.

Apa error itu juga termasuk terjadi sm agan?
Klo bangun pagi di ajak bicara ga nyambung itu error apa gan?emoticon-Wink
6.Ability Logic Error:

Kesalahan berlogika karena tidak berdasarkan kemampuan diri sendiri.
Contoh:
Pemerintah akan menambah PNS baru sebanyak 300.000 orang. Padahal, untuk membayar gaji PNS (yang sudah dinaikkan), pemerintah utang ke Jepang. Menggaji PNS yang ada saja tidak mampu, kok akan menambah 300.000 PNS baru.


menurut ane yg itu kurang pas deh gan. rekrut 300.000 krn emang tiap tahun ny bnyk yg pensiun. makanya ada kebutuhan tenaga kerja baru. soal ampe ngutang buat gajinya, itu kelemahan manajemen aja menurut ane
Halaman 52 dari 70


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di