CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Sipil /
beresikokah? yambung besi kolom beton bertulang di tumpuan dengan dilas
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52ea5b4aa4cb1775218b4619/beresikokah-yambung-besi-kolom-beton-bertulang-di-tumpuan-dengan-dilas

beresikokah? yambung besi kolom beton bertulang di tumpuan dengan dilas

Salam kenal rekan2 dan masta2... saya yande sarjana arsitektur sedang mengerjakan bangunan rumah kos lantai 3, Saya memiliki permasalahan yang sangat mengganjal pikiran saya, dimana saat akan mengerjakan kolom penumpu lantai 2, tenaga saya salah dalam memotong tulangan besi kolom sehingga tulangan overlap/lewatan untuk kolom penumpu lt 3 hanya dapat 30 cm padahal untuk kolom2 yang laen besi lewatanya sampai 90 cm jadi lebih dari 40d untuk ukuran besi d16 yang saya pakai (sambungan besi saya di tumpuan). Akhirnya karna besi lewatan hanya 30 cm saya pun berinisitif mengelas dan menambah jumlah sengkang dengan jarak 5cm dengan harapan dapat menambah kekuatan sambungannya. Yang saya tanyakan beresikokah tindakan yg saya lakukan terhadap kekuatan struktur bangunan saya secara keseluruhan? Jika seandainya beresiko adakah cara untuk memperkuat kolom saya ini dengan biaya murah dan efektif, berhubung saat ini saya masih mengerjakan bekisting plat atap. Rencananya kolom ini akan diperbesar dengan bata merah untuk estetika.
Untuk lebih detailnya saya foto sambunganya sebelum di cor.
Trimakasih sebelumnya
beresikokah? yambung besi kolom beton bertulang di tumpuan dengan dilas
beresikokah? yambung besi kolom beton bertulang di tumpuan dengan dilas
Diubah oleh mredah
Halaman 1 dari 2
panas las, merubah sifat besi, membikin jadi lunak", dan diperaturan tdk ada ttg penyambungan las, yg ada penyambungan mekanik (biasa disebut sambungan coupler)
yang termurah ya dgn penambahan tulangan yg di chemset di samping tulangan yg ada, (bisa pake fischer seri termurahnya fis v 380, atau hilti seri termurahnya hy-150 , ato produk red hat dll)

solusi diatas kenapa saya bilang solusi termurah?
1.bila dibandingkan dengan membobok/membongkar ulang
2.bila dibandingan dgn robohnya bangunan (krn kolom merupakan kaki bangunan-khususnya saat gempa)

itulah perlunya pelajaran teknik sipil
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:

makasih gan, tapi bagaimana dengan kondisi kolom saya yang sudah di cor?
Sambungan tersebut SUDAH di cor atau belum? kalau belum mending bobok saja...
Quote:

sudah di cor gan, kolomnya itu penumpu lantai 3, skr lg mau ngecor plat atap (lt4). seperti foto ke 2 yang sy tandai.
Quote:


utk sdh ke cor, pengamannyan nya mahal banget:
pada bagian tsb bisa dibungkus dengan:
1.FRP (semacam fiber+lem epoxy).ini mahal dan butuh org dgn ketrampilan/pengalaman khusus

2.dibungkus dgn plat baja (tebal kira 6-8mm)-celah diisi dengan sika grout yg cair-bisa mengisi celah kecil (kalo gak salah seri 752?) , ya kira setinggi 50-100 cm, ini pengerjaan lebih mudah dan murah dibanding dibungkus dgn FRP

3.pembesaran kolom (5-10cm), dgn mencemset rebar disekeliling kolom dan badan kolom (tul lebih kecil utk menjadikan "monolit"-sbg sengkang+shear connector), lalu dicor dgn mutu yg lebih tinggi, krn bidang kerja yg kecil pake semen SCC, ini akan lebih mahal dibanding item 1 dan 2.
Diubah oleh C4hkri5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Quote:


Cara jacketing memang satu - satunya jalan kalau sudah terlanjur di cor.

Namun coba dihitung ulang konstruksinya dan beban - bebannya. selama pada kolom tersebut tidak ada puntir atau puntir-nya relatif kecil ya mungkin tidak perlu tindakan perbaikan yang sangat ekstrim dan bahkan tidak perlu perbaikan sama sekali dengan jalan mengurangi beban ijin yang terjadi.

Kolom kan lebih banyak fungsinya menahan gaya aksial .

Quote:


kalo kolom nya di "center" betul/iya mayoritas beban aksial yg bekerja (momen tetap) , kalo kolom tepi yg gak bisa hanya aksial (spt kasus diatas) semata, ini belum ngomong gempa lho ya..emoticon-Smilie

setuju semuanya memang perlu dilakukan perhitungan ulang
Diubah oleh C4hkri5
Makasih agan2... telah memberikan masukan untuk masalah saya dan stelah saya pertimbangkan, spertinya cara jacketing akan sy terapkan di kolom itu. tapi sy belum ngerti detail pelaksanaanya, apakah seluruh kolom penumpu lt3 harus dibungkus ataukah hanya di bagian tumpuan saja? dan perlukah sampai ke kolom dibawahnya? (penumpu lantai 2).
Quote:


sesuai pertanyaan anda pada #post 1, kan yg jd persoalan adalah kurangnya panjang penyaluran (ld), yg kalo dari gambar terlihat posisinya pada atas plat (bc: "boleh" dianggap daerah tumpuan, pdhl kalo diperaturan gempa posisi penyambungan kolom adalah di tengah bentang/ 0.5lk) berati ya cukup hanya daerah situ saja, kecuali ada kesalahan total pelaksanaan sehingga tulangan kolom yg dipasang kurang jumlahnya, ini ya berati harus full "jacketing" setinggi kolom utuh.


intermezzo:
sblm melaksanakan ada baiknya direnungkan, apa sih pengaruhnya bila panjang penyaluran/panjang lewatan itu kurang?

contoh simpel membayangkannya: tau olah raga tarik tambang?, mantap/kokoh mana bila panjang tali yg anda pegang hanya sejengkal/pas sepnajang genggaman tangan anda dibanding dengan bila tali yg bisa dipegang panjang (bahkan bisa dilibatkan ke tangan-pinggang)...emoticon-Big Grin
Diubah oleh C4hkri5

sambungan antara stik dan pembesian utama di gantung

salam kenal teman semua ,saya mau minta petunjuk ...
kalau sambungan antara besi coulum dan stiknya dimana besi kolom tidak menyentuh kepala coulum tetapi di gantung bagaiamana ya..??
misalnya besi stik nya 75 cm .sambungan antara besi stik dan besi coulom hanya 40 D ,tapi cuma 40 x 13 mm = 52 cm jadi tergantung sebanyak 75 - 52 cm .Rencana nya utk efisiensi dalam pemotongan besi coulom
Diubah oleh lastvegas
Quote:


sori bisa diperjelas maksudnya?

Quote:


aturan 40D sdh gak berlaku.., tapi utk aplikasi/pelaksanaan lapangan msh bisa (bc: boleh) dipakai hanya utk diameter besi D19 kebawah (ini hasil komparasi pribadi, antara perhitungan peraturan baru ttg panjang lewatan utk sambungan vs 40D, dimana hasil nya, masih lebih panjang 40D, nah ini bila dikaitkan mau efesiensi tentu gak masuk malah masuk boros)

utk diameter besi =>D25, ukuran 40D tidak bisa dipakai karna hasilnya lebih kecil dari perhitungan , sehingga bila diterapkan, jelas melanggar peraturan dan bahaya, karena syarat panjang lewatan tidak terpenuhi.

dalam pertauran yg saya maksud panjang penyaluran dipengaruhi mutu beton dan mutu besi yg di gunakan, jadi misal mutu beton sama diameter besi sama , tapi yg satu fy 400 dan yg satu lagi fy 500, hasilnmya panjang penyaluran/lewatan tidak sama (so 40D gak berlaku)

hehehe diatas cuman teori, tp teori yg dihasilkan dari penelitian sehinga menghasilkan rumus yg panjang, pengetahuan itu berkembang seiring nya berkembangan ny (baca: terbukanya )pikiran org, bukan sekedar melanjutkan hasil nenek moyang tanap mau memahmi latar belakangnya
Diubah oleh C4hkri5

gambar sambungan

beresikokah? yambung besi kolom beton bertulang di tumpuan dengan dilas
Quote:


Maksud saya seperti di gambar .thx bro
Quote:


kalo yang dimaksud spt gambar no problemo, hanya saja 40D nya yang sdh "kedaluarsa"..emoticon-Big Grin, spt gambar mu itu kalo pernah kerja/mendapat proyek yang ada matfond wuih terasa.banget efesiensinya.. (lha ketebalan pondasi. bisa 2-3 m)..

gudlack
Quote:


thx ya bro ,kebetulan adalah proyek bangun ruko dengan pondasi foot plate saja .ukuran foot plate 100 x 100 x 30 cm
pembesian 1 batang 12 m mau di bagi utk pembesian 3 lantai sekaligus ,jadi besi nya Pas dan tidak terbuang .pembesian coulom dengan 6 D 13
biasanya dilas itu karna buat penyambungan besi kolom nya itu kurang panjang
kalo tipe ruko, penyambungan kolom 35cm
kalo tipe gedung, penyambungan kolom 40-75cm

Quote:


rumus dari mana tuh?,....


ST...emoticon-Embarrassment

Quote:


Gan, ane coba bahas point no.1 kalo boleh.... emoticon-Stick Out Tongueeace:
kebetulan ane pernah kerja di salah satu produk chemical fastening (ato sering disebut chemical anchor)
bila butuh waktu cepat, bisa dengan metode ini. mengenai cost, banyak yang harus dipertimbangkan, mengenai upah dan juga waktu yang terbuang bila harus bobok dan lain sebagainya., secara struktur juga, harusnya tidak mengganggu konstruksi kolom di bawahya, biarpun ada aktivitas pengeboran, bahkan bila pada bagian yang di bor terdapat beton yang retak atau kopong, pada beberapa jenis chemical bisa mengisi retakan tersebut (jadinya material chemical lebih boros sih)

Tetapi yang perlu jadi catatan adalah kolom dibagian bawah harus sudah didesign untuk menahan beban ke atasnya, karena fungsi dari chemical itu sendiri hanya pengikat (bonding) bukan penambah kapasitas beban.

kurang lebih itu yang sedikit bisa ane bantu share gan..
kalo ada yang salah silahkan dikoreksi, abisnya cukup lama juga ane ga maen di chemical anchor itu.
hehehehe

Viva CIvil Engineering,
emoticon-2 Jempol
Quote:


setau ane kalo buat pengiket besi tambahan kurang panjang, ya dilas. ya abis itu di sambung ama besi tambahan gan, tetep aja pake kawat ngiketnya emoticon-Malu (S)

soal rumus mah ga ada, itu pengalaman ane aja gan

tapi kalo di pikir" liat tukang lasnya, ngarti ama teknik pengelasan apa kaga


ane bukan tukang las gan emoticon-Sorry
Diubah oleh Basarsdut
^ Ngeri2 sedap, nyambungnya pake dilas.... emoticon-Matabelo

Seperti uda selintas disampaikan oleh agan C4hkri5, ngelas sambungan tulangan beresiko merubah perilaku mekanik dari tulangan, apalagi kalo pake tukang las keliling emoticon-Berduka (S)
bukannya tulangan itu untuk menahan tarik ya gan
klo besi di las kuat tarik nya berkurang dong??emoticon-Matabelo
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di