- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Korban Sinabung Tulis Surat Sindirian untuk Bu Ani dan Instagramnya
TS
skylizard
Korban Sinabung Tulis Surat Sindirian untuk Bu Ani dan Instagramnya
Juragan yg bilang repost silakan, yang jelas waktu ane search disinimsh belum ada 
Lagian nyundul berita begini biar yang bersangkutan mendengar gan
Biar makin stres, kita kan menikmati kalo beliau stres dan ngamuk2
KEGEMARAN Ibu Negara Ani Yudhoyono memainkan kameranya dan akun Instagramnya kembali mendapat sorotan. Jika sebelumnya dia disindir salah satu follower lantaran asyik sendiri dengan Instragram dan mengacuhkan korban banjir Jakarta, kini giliran korban letusan Gunung Sinabung yang menulis surat terbuka untuk perempuan yang akrab disapa Bu Ani itu.
Surat terbuka yang juga menyorot soal kegemaran Bu Ani dengan kamera dan Instagram itu telah diunggah di dunia maya. Tapi kali ini sang penulis, Vita Sinaga menggunakan kata-kata yang sangat halus untuk "menusuk" Bu Ani.
Berkali-kali penulis memuji Bu Ani sebagai perempuan yang cantik jelita. "Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna," begitu salah satu yang disampaikan penulis.
"Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami," lanjutnya.
Bisa jadi dengan perkataan itu penulis ingin menunjukkan bahwa sebenarnya para pengungsi Gunung Sinabung sangat membutuhkan barang-barang yang ditulis itu.
Untuk memantabkan sindirannya, Vita pun menuliskan empat pesan terakhirnya.
1) Jangan menetapkan bencana Sinabung sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala nasional.
2) Jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari kehidupan - itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki kekuatan sendiri.
3) Biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya.
4) Jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani, Annisa Pohan - anak koruptor bernama Aulia Pohan - dan juga cucu-cucu dan anak-anak tercinta. Foto-foto Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa selain air mata. (mas/jpnn)
Sumur
Yang mau baca surat terbuka tersebut:

Lagian nyundul berita begini biar yang bersangkutan mendengar gan

Biar makin stres, kita kan menikmati kalo beliau stres dan ngamuk2

Senin, 20 Januari 2014 , 16:55:00

Ani Yudhoyono sedang asyik memainkan kameranya. FOTO: dok/jpnn

Ani Yudhoyono sedang asyik memainkan kameranya. FOTO: dok/jpnn
KEGEMARAN Ibu Negara Ani Yudhoyono memainkan kameranya dan akun Instagramnya kembali mendapat sorotan. Jika sebelumnya dia disindir salah satu follower lantaran asyik sendiri dengan Instragram dan mengacuhkan korban banjir Jakarta, kini giliran korban letusan Gunung Sinabung yang menulis surat terbuka untuk perempuan yang akrab disapa Bu Ani itu.
Surat terbuka yang juga menyorot soal kegemaran Bu Ani dengan kamera dan Instagram itu telah diunggah di dunia maya. Tapi kali ini sang penulis, Vita Sinaga menggunakan kata-kata yang sangat halus untuk "menusuk" Bu Ani.
Berkali-kali penulis memuji Bu Ani sebagai perempuan yang cantik jelita. "Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna," begitu salah satu yang disampaikan penulis.
"Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami," lanjutnya.
Bisa jadi dengan perkataan itu penulis ingin menunjukkan bahwa sebenarnya para pengungsi Gunung Sinabung sangat membutuhkan barang-barang yang ditulis itu.
Untuk memantabkan sindirannya, Vita pun menuliskan empat pesan terakhirnya.
1) Jangan menetapkan bencana Sinabung sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala nasional.
2) Jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari kehidupan - itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki kekuatan sendiri.
3) Biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya.
4) Jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani, Annisa Pohan - anak koruptor bernama Aulia Pohan - dan juga cucu-cucu dan anak-anak tercinta. Foto-foto Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa selain air mata. (mas/jpnn)
Sumur
Yang mau baca surat terbuka tersebut:
Quote:
0
2.5K
16
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan