- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Studi Kelayakan Tol Atas Laut Jakarta -Surabaya Segera Dimulai
TS
User telah dihapus
Studi Kelayakan Tol Atas Laut Jakarta -Surabaya Segera Dimulai
Jakarta - Studi kelayakan atau feasibility study jalan tol di atas laut yang membentang dari Jakarta-Surabaya bakal dimulai pada Januari 2014. Proses studi jalur ini nantinya memakan waktu selama 4 bulan.
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebagai ketua konsorsium sedang melangsungkan tender pemilihan konsultan dalam studi jalan tol di atas laut ini.
"Proses tol di atas laut Jakarta-Surabaya saat ini sedang proses tender untuk memilih konsultan. Diharapkan bisa mulai bekerja untuk melaksanakan studi bulan Januari dan selesai April 2014," ucap Corporate Secretary Jasa Marga David Wijaya kepada detikFinance , Minggu (10/11/2013). Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memfasilitasi 19 BUMN membangun dan mengembangkan jalan tol di atas laut ini.
Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari sinergi BUMN yang sukses membangun tol di atas laut Bali. Tol ini dibangun untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur pantai utara Jawa. Di samping mengatasi persoalan pembebasan lahan di darat.
Tol ini diproyeksikan membentang sepanjang 775 Km dengan perkiraan investasi sekitar Rp 150 triliun.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/11/10/101855/2408479/4/studi-kelayakan-tol-atas-laut-jakarta-surabaya-segera-dimulai
Djokir Khawatir Rencana Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Jadi Pesaing Trans Jawa
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) menyambut baik ide 19 BUMN untuk membangun jalan tol atas Laut Jawa antara Jakarta-Surabaya. Djokir mengingatkan para BUMN untuk melakukan kajian mendalam.
Selain itu, ia juga khawatir soal keberadaan tol atas laut tersebut justru menjadi pesaing Tol Trans Jawa
"Itu ide yang luar biasa. Tapi harus dilengkapi dengan studi kelayakan dulu," katanya usai melakukan peresmian Underpass Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).
Ia menambahkan, secara teknis jalan tersebut bisa saja dibangun, namun ia mengkhawatirkan akan menjadi pesaing dari jalan tol Trans Jawa yang saat ini sedang dibangun dari Jakarta sampai Surabaya namun alot dengan masalah pembebasan lahan.
"Oleh karena itu, ada kompetisi tidak dengan itu (Trans Jawa), makanya dilihat dari FS ( feasibility study )," tambahnya.
Ia mengatakan, secara peraturan, sebuah badan usaha yang menginisiasi atau memprakarsai pembangunan sebuah ruas tol, harus melakukan studi dan analisis mengenai dampak lingkungan yang mendalam.
"Kalau sudah dilakukan, tidak ada alasan bagibkami untuk tidak menyetujui," katanya.
Seandainya dua proyek tadi jadi dibangun, maka jaringan tol Trans Jawa dengan tol atas laut Pantura posisinya akan sejajar. Perbedaanya, tol trans Jawa ada di darat sementara tol gagasan 19 BUMN tersebut membentang di pesisir pantai Laut Jawa.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/25/185552/2395928/4/
Djokir: Tak Mungkin Bisa Dibangun Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pesimistis ide Menteri BUMN Dahlan Iskan yang ingin membangun tol Jakarta-Surabaya di atas laut dapat terwujud.
Djoko menegaskan pembangunan tol sepanjang 700 km lebih itu tidaklah mudah.
"Menurut saya kasarnya ya kalau dari Jakarta-Surabaya di atas laut itu, itu belum mungkin FS dan lingkungannya dilakukan," ungkap Djoko di Parkir Timur Senayan, Kamis (24/10/2013).
Menurutnya, tol sepanjang itu akan sulit dikerjakan. Berbeda dengan tol atas laut Bali.
"Agak sulit fisiknya, lingkungannya dilakukan belum bisa. Tapi kalau model seperti di Bali itu sepotong-sepotong (tidak begitu panjang) itu bagus sekali," papar Djoko.
Dikatakan Djoko lebih jauh, Kementerian PU tengah membenahi Trans Jawa untuk transportasi darat. Hal tersebut menurutnya lebih realistis ketimbang tol atas laut Jakarta-Surabaya.
"Menurut saya, tahap pertama itu tidak akan mungkin bisa dibangun 700 Km Jakarta-Surabaya. Ada Trans Jawa itu kan lagi dibangun itu kan bisa dikembangkan kan itu," tutur Djoko.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan tengah mengembangkan pembangunan proyek jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya bersama 19 BUMN.
Selain tol, nanti akan dilengkapi jalur kereta cepat di jalan yang rencananya membentang sepanjang 775 Km di pesisir pantai utara (Pantura) Jawa ini.
Nantinya untuk tahap studi kelayakan hingga pengembangan, jalan tol yang diusulkan dan dikembangkan secara keroyokan oleh 19 BUMN ini siap menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum sebagai regulator.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/24/141013/2394490/4/
Menhub Usul Tol Atas Laut Pantura Dibangun dari Jakarta-Banyuwangi
Jakarta - Sebanyak 19 BUMN berencana membangun proyek jalan tol di atas laut menghubungkan Jakarta-Surabaya.
Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan meyakini proyek yang bakal menelan Rp 150 triliun ini layak dibangun bahkan bisa dikembangkan Mangindaan mengatakan, proyek ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Bahkan menurut Mangindaan, proyek tol ini bisa diperpanjang hingga ujung sisi timur Pulau Jawa.
"Ini pasti feasible, bila perlu sampai Banyuwangi.bKalau sampai Surabaya tanggung," kata Mangindaan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Mangindaan mengatakan, dengan dibangunnya tol ini pun akan sangat memungkinkan akan dibuat jalur rel kereta bersamaan dengan jalur tol. "Itu sudah dibicarakan, nanti mungkin akan dibuatkan jalur kereta juga," katanya.
Perusahaan pelat merah berencana membangun jaringan jalan tol baru Jakarta menuju Surabaya. Tol ini rencananya dibangun dan dibiayai secara keroyokan oleh 19 BUMN.
Tahap awal, ide membangun tol yang diketuai PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ini akan melakukan uji kelayakan (feasibility study) selama 6 bulan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan pembangunan jalan tol baru ini merupakan momentum untuk melanjutkan sukses tol di atas laut Bali yang dikerjakan oleh BUMN.
sumber : http://m.detik..com/read/2013/10/10/151724/2383684/4/menhub-usul-tol-atas-laut-pantura-dibangun-dari-jakarta-banyuwangi
Proyek Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya akan Dilengkapi Rel Kereta Cepat
Jakarta - Rencana pembangunan proyek jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya bakal dilengkapi fasilitas jalur rel kereta cepat. Penambahan jalur kereta ini masuk di dalam studi kelayakan (feasibility study/FS), yang akan dilakukan selama 6 bulan ke depan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan usai melangsungkan rapat pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat Askes Jakarta, Kamis (10/10/2013).
"Mungkin di sana sekaligus dibangun kereta cepat," ucap Dahlan.
Selain dilengkapi jalur kereta cepat, jalan tol yang rencananya membentang sepanjang 775 Km di pesisir pantai utara (Pantura) Jawa ini bakal diisi jaringan fasilitas pipa gas dan kabel fiber optic.
"PGN minta diikutkan. Mau pasang pipa ges. LEN mau ikut. Kita nggak kepikir kesana," sebutnya.
Nantinya untuk tahap studi kelayakan hingga pengembangan, jalan tol yang diusulkan dan dikembangkan secara keroyokan oleh 19 BUMN ini siap menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum sebagai regulator.
Selain itu, Dahlan menjelaskan asumsi awal jalan tol baru ini bisa layak untuk dibangun, karena bisa mendukung pertambahan kendaraan yang pesat di Indonesia.
"Ini ekonomis. 1 tahun tambah mobil 1 juta di Indonesia, tambah motor 8 juta. Tol mungkin baru jadi 5 tahun. Tapi 5 tahun nanti mobil sudah tambah 5 Juta. Sepeda motor tambah 40 juta," terangnya.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/10/104530/2383224/4/
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) sebagai ketua konsorsium sedang melangsungkan tender pemilihan konsultan dalam studi jalan tol di atas laut ini.
"Proses tol di atas laut Jakarta-Surabaya saat ini sedang proses tender untuk memilih konsultan. Diharapkan bisa mulai bekerja untuk melaksanakan studi bulan Januari dan selesai April 2014," ucap Corporate Secretary Jasa Marga David Wijaya kepada detikFinance , Minggu (10/11/2013). Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan memfasilitasi 19 BUMN membangun dan mengembangkan jalan tol di atas laut ini.
Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari sinergi BUMN yang sukses membangun tol di atas laut Bali. Tol ini dibangun untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur pantai utara Jawa. Di samping mengatasi persoalan pembebasan lahan di darat.
Tol ini diproyeksikan membentang sepanjang 775 Km dengan perkiraan investasi sekitar Rp 150 triliun.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/11/10/101855/2408479/4/studi-kelayakan-tol-atas-laut-jakarta-surabaya-segera-dimulai
Djokir Khawatir Rencana Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya Jadi Pesaing Trans Jawa
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (Djokir) menyambut baik ide 19 BUMN untuk membangun jalan tol atas Laut Jawa antara Jakarta-Surabaya. Djokir mengingatkan para BUMN untuk melakukan kajian mendalam.
Selain itu, ia juga khawatir soal keberadaan tol atas laut tersebut justru menjadi pesaing Tol Trans Jawa
"Itu ide yang luar biasa. Tapi harus dilengkapi dengan studi kelayakan dulu," katanya usai melakukan peresmian Underpass Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).
Ia menambahkan, secara teknis jalan tersebut bisa saja dibangun, namun ia mengkhawatirkan akan menjadi pesaing dari jalan tol Trans Jawa yang saat ini sedang dibangun dari Jakarta sampai Surabaya namun alot dengan masalah pembebasan lahan.
"Oleh karena itu, ada kompetisi tidak dengan itu (Trans Jawa), makanya dilihat dari FS ( feasibility study )," tambahnya.
Ia mengatakan, secara peraturan, sebuah badan usaha yang menginisiasi atau memprakarsai pembangunan sebuah ruas tol, harus melakukan studi dan analisis mengenai dampak lingkungan yang mendalam.
"Kalau sudah dilakukan, tidak ada alasan bagibkami untuk tidak menyetujui," katanya.
Seandainya dua proyek tadi jadi dibangun, maka jaringan tol Trans Jawa dengan tol atas laut Pantura posisinya akan sejajar. Perbedaanya, tol trans Jawa ada di darat sementara tol gagasan 19 BUMN tersebut membentang di pesisir pantai Laut Jawa.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/25/185552/2395928/4/
Djokir: Tak Mungkin Bisa Dibangun Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pesimistis ide Menteri BUMN Dahlan Iskan yang ingin membangun tol Jakarta-Surabaya di atas laut dapat terwujud.
Djoko menegaskan pembangunan tol sepanjang 700 km lebih itu tidaklah mudah.
"Menurut saya kasarnya ya kalau dari Jakarta-Surabaya di atas laut itu, itu belum mungkin FS dan lingkungannya dilakukan," ungkap Djoko di Parkir Timur Senayan, Kamis (24/10/2013).
Menurutnya, tol sepanjang itu akan sulit dikerjakan. Berbeda dengan tol atas laut Bali.
"Agak sulit fisiknya, lingkungannya dilakukan belum bisa. Tapi kalau model seperti di Bali itu sepotong-sepotong (tidak begitu panjang) itu bagus sekali," papar Djoko.
Dikatakan Djoko lebih jauh, Kementerian PU tengah membenahi Trans Jawa untuk transportasi darat. Hal tersebut menurutnya lebih realistis ketimbang tol atas laut Jakarta-Surabaya.
"Menurut saya, tahap pertama itu tidak akan mungkin bisa dibangun 700 Km Jakarta-Surabaya. Ada Trans Jawa itu kan lagi dibangun itu kan bisa dikembangkan kan itu," tutur Djoko.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan tengah mengembangkan pembangunan proyek jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya bersama 19 BUMN.
Selain tol, nanti akan dilengkapi jalur kereta cepat di jalan yang rencananya membentang sepanjang 775 Km di pesisir pantai utara (Pantura) Jawa ini.
Nantinya untuk tahap studi kelayakan hingga pengembangan, jalan tol yang diusulkan dan dikembangkan secara keroyokan oleh 19 BUMN ini siap menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum sebagai regulator.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/24/141013/2394490/4/
Menhub Usul Tol Atas Laut Pantura Dibangun dari Jakarta-Banyuwangi
Jakarta - Sebanyak 19 BUMN berencana membangun proyek jalan tol di atas laut menghubungkan Jakarta-Surabaya.
Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan meyakini proyek yang bakal menelan Rp 150 triliun ini layak dibangun bahkan bisa dikembangkan Mangindaan mengatakan, proyek ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Bahkan menurut Mangindaan, proyek tol ini bisa diperpanjang hingga ujung sisi timur Pulau Jawa.
"Ini pasti feasible, bila perlu sampai Banyuwangi.bKalau sampai Surabaya tanggung," kata Mangindaan di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (10/10/2013).
Mangindaan mengatakan, dengan dibangunnya tol ini pun akan sangat memungkinkan akan dibuat jalur rel kereta bersamaan dengan jalur tol. "Itu sudah dibicarakan, nanti mungkin akan dibuatkan jalur kereta juga," katanya.
Perusahaan pelat merah berencana membangun jaringan jalan tol baru Jakarta menuju Surabaya. Tol ini rencananya dibangun dan dibiayai secara keroyokan oleh 19 BUMN.
Tahap awal, ide membangun tol yang diketuai PT Jasa Marga Tbk (JSMR) ini akan melakukan uji kelayakan (feasibility study) selama 6 bulan.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan pembangunan jalan tol baru ini merupakan momentum untuk melanjutkan sukses tol di atas laut Bali yang dikerjakan oleh BUMN.
sumber : http://m.detik..com/read/2013/10/10/151724/2383684/4/menhub-usul-tol-atas-laut-pantura-dibangun-dari-jakarta-banyuwangi
Proyek Tol Atas Laut Jakarta-Surabaya akan Dilengkapi Rel Kereta Cepat
Jakarta - Rencana pembangunan proyek jalan tol di atas laut sepanjang Jakarta-Surabaya bakal dilengkapi fasilitas jalur rel kereta cepat. Penambahan jalur kereta ini masuk di dalam studi kelayakan (feasibility study/FS), yang akan dilakukan selama 6 bulan ke depan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan usai melangsungkan rapat pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat Askes Jakarta, Kamis (10/10/2013).
"Mungkin di sana sekaligus dibangun kereta cepat," ucap Dahlan.
Selain dilengkapi jalur kereta cepat, jalan tol yang rencananya membentang sepanjang 775 Km di pesisir pantai utara (Pantura) Jawa ini bakal diisi jaringan fasilitas pipa gas dan kabel fiber optic.
"PGN minta diikutkan. Mau pasang pipa ges. LEN mau ikut. Kita nggak kepikir kesana," sebutnya.
Nantinya untuk tahap studi kelayakan hingga pengembangan, jalan tol yang diusulkan dan dikembangkan secara keroyokan oleh 19 BUMN ini siap menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum sebagai regulator.
Selain itu, Dahlan menjelaskan asumsi awal jalan tol baru ini bisa layak untuk dibangun, karena bisa mendukung pertambahan kendaraan yang pesat di Indonesia.
"Ini ekonomis. 1 tahun tambah mobil 1 juta di Indonesia, tambah motor 8 juta. Tol mungkin baru jadi 5 tahun. Tapi 5 tahun nanti mobil sudah tambah 5 Juta. Sepeda motor tambah 40 juta," terangnya.
sumber : http://m.detik..com/finance/read/2013/10/10/104530/2383224/4/
Diubah oleh User telah dihapus 10-11-2013 11:31
0
1.9K
8
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan