Quote:
Jakarta - Mendekati Pemilu 2014 semakin banyak lembaga survei yang merilis elektabilitas parpol. Survei yang dirilis lembaga survei Alvara menempatkan PDIP sebagai pemuncak klasemen disusul Gerindra, Golkar, dan Partai Demokrat (PD).
PDIP yang meraih 14,8% suara memuncaki survei parpol ditempel tipis oleh kuda hitam Partai Gerindra (12,55). Survei ini dipublikasikan oleh Founder dan CEO Alvara, Hasanudin Ali, di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2013)
Survei dilakukan pada 15 Juli-23 Agustus 2013 dengan 1.532 responden di 6 kota besar di Indonesia. Survei ini menggunakan metode stratified random sampling, dengan usia responden 20-54 tahun. Responden dipilih dari kalangan kelas menengah yang memiliki pekerjaan dengan pengeluaran keluarga di atas Rp 4 juta.
"PDIP unggul di semua kelompok umur, proses regenerasi di PDIP dapat diterima publik. Untuk Partai Demokrat paling tinggi di pemilih usia mapan. Partai berbasis nasionalis masih menempati peringkat atas," kata Ali menyampaikan kesimpulan surveinya.
Berikut hasil survei elektabilitas parpol versi Alvara:
1. PDI Perjuangan: 14,8%
2. Gerindra : 12,5%
3. Golkar : 8,4%
4. Partai Demokrat : 7,4%
5. NasDem : 4,6%
6. Hanura : 3,8%
7. PKS : 3,4%
8. PPP: 2,2%
9. PAN : 2,1%
10. PKB : 1,7%
11. PBB : 0,1%
12. PKPI : 0,1%
Belum memutuskan : 39,0
Jika pemilu hari ini, PDIP menang dan Jokowi presiden
Quote:
MERDEKA.COM. Pemilu 2014 tak lama lagi akan berlangsung. Beberapa lembaga survei mulai menghitung-hitung elektabilitas partai dan calon presiden.
Berdasarkan hasil lembaga survei Alvara, Partai Golkar dan Ketua Umumnya Aburizal Bakrie terpopuler di kalangan masyarakat menengah. Namun, jika pemilu digelar pada hari ini, maka yang menjadi jawara adalah PDIP.
"Yang menang PDI Perjuangan dan Joko widodo (Jokowi) kandidat capres yang menang. Gerinda dengan capresnya Prabowo di urutan kedua," ujar Founder & CEO Alvara, Hasanudin Ali di Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).
PDIP berada di urutan teratas dengan memperoleh 14,8 persen, diikuti Gerindra dengan 12,5 persen. Sementara Golkar berada di urutan ketiga dengan memperoleh 8,4 persen.
Dalam survei tersebut, mereka menggunakan metode wawancara dengan jumlah sampel 1.532 responden dengan margin of error 2,5 persen. Survei ini menggunakan metode sampling acak di kalangan kaum menengah di enam kota besar Indonesia.
Hasanudin menambahkan Jokowi dinilai paling populer lantaran dianggap mampu melakukan perubahan. Sedangkan, Prabowo dipilih karena ketegasannya.
"Kalau kedua digabung, akan saling melengkapi," tuturnya.
Sumber: Merdeka.com
[URL="http://news.detik..com/read/2013/09/11/144421/2355845/10/survei-alvara-pdip-no-1-gerindra-salip-pd-dan-golkar"]SUMBER 1[/URL]
Sumber 2