alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Arsitektur /
Architectural Acoustics
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016846657/architectural-acoustics

Architectural Acoustics

Halo kawan-kawan Arsitek,
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih buat waktunya yang sudah menyempatkan diri untuk membuka thread ini. Sebelum saya membuka thread ini saya sudah berkeliling-keliling beberapa bulan terakhir untuk melihat apakah di forum arsitek ini ada pembahasan tentang architectural acoustics? Ternyata tidak ada satu pun thread yang membahas tentang architectural acoustics secara fokus, mungkin ada beberapa thread yang bertanya tentang peredam dan lain-lain namun ini thread " liar " yang tidak punya wadah sehingga jawabannya pun lebih banyak penyimpangannya emoticon-Hammer (S)

Untuk itulah saya merasa terpanggil sebagai orang yang mendedikasikan diri kepada dunia architectural acoustics untuk saling berbagi untuk kawan-kawan disini semuaemoticon-army:

FAQ :
1.
Q : Apaan sih architectural acoustics?

A : Architectural Acoustics adalah ilmu yang mempelajari tentang suara
yang berkenaan dengan bangunan.


2.
Q : Jadi apa aja yang dibahas dibidang architectural acoustics?

A : Yang pertama,
Akustik ruang yang melibatkan interior bangunan yang dapat
mengolah suara untuk mencapai suatu tingkat kejelasan suara atau
pun musik.

Yang kedua,
Pengendalian kebisingan atau manajemen kebisingan yang tugasnya
mengurangi atau mengendalikan kebisingan yang memiliki potensi
mengganggu kenyamanan.


3.
Q : Ohhh.. Begitu gan... Ane paham deh.. Misalnya kalau kita mendesain
suatu bangunan yang memiliki fungsi akustik berarti ini masuk
kedalam arsitektural akustik ya gan?

A : Yupzz... agan betul emoticon-2 Jempol

4.
Q : Kalau begitu mencegah suara supaya ngga bocor ke tetangga sebelah
juga termasuk gan?

A : Agan betul lagi emoticon-thumbsup



Kalau temen-temen udah mulai sedikit ada gambaran mengenai architectural acoustics, yukz kita share..
Demi kenyamanan bersama kita buat aturannya yaa.. emoticon-Ngacir

Rules Of Architectural Acoustics
1. Kita semua disini sama-sama belajar dan saling berbagi, tidak ada yang lebih bodoh dan lebih pintar dari kita semua disini. Yang ada hanya mereka yang sudah mempelajarinya lebih awal dan mereka yang memang belum pernah mempelajarinya.

2. Setiap pertanyaan yang sudah ditanyakan tidak akan pernah diulang. Dan TS akan usahakan untuk memajang didepan jika memang waktu dan space theadnya tersedia emoticon-Kiss

3. Dilarang keras nge-junk, bicara kasar, emoticon yang memicu pertengkaran, dll.

4. Buat kawan-kawan semua yang mau bertanya atau mencari solusi tolong berikan informasi yang jelas mengenai permasalahan yang terjadi atau goal dari project tersebut. Jangan seperti ini :
Gan, saya punya ruangan 3m x 4m x 4m, kira-kira harus diapain ya? Jiaahh,... temen-temen yang mau jawab bukan mbah dukun gan disuruh tebak-tebakan.. Jelaskan masalahnya apa, ekspetasi owner nya apa dan goalnya apa.

TS mau thread ini Feels like your home , dimana anda akan selalu merindukan thread ini untuk saling berbagi tentang architectural acoustics.emoticon-Peluk
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
tambah lagi dong tentang penjelasan acoustics...
izin share paper kuliah ane kemaren gan tentang akustik..


http://www.academia.edu/1478461/akustik_dan

2.1 Pengertian Akustik
Akustik ( dari bahasa Yunani akouein = mendengar) adalah ilmu terapan yang dimaksudkanuntuk memanjakan indra pendengaran Anda di suatu ruang tertutup terutama yang relatif besar.Arsitek Romawi dari abad ke 1 Marcus Pollio sudah mulai melakukan pengamatancermat tentang gema dan interferensi (getaran-getaran suara asli dan getaran pantulan yangsaling menghilangkan) dari suatu ruangan. Namun baru pada tahun 1856 akustik ini mulaidibangun sebagai suatu ilmu oleh Joseph Henry dan akhirnya dikembangkan penuh olehWallace Sabine di tahun 1900. Keduanya adalah fisikawan Amerika. Namun sayangnyakecenderungan sampai saat ini dinegara kita nampaknya menunjukan bahwa kecuali padaruangan ruangan khusus seperti untuk ruang konsert, studio rekaman atau panggung teater,rancangan akustik umumnya diabaikan. Padahal di ruang manapun , bagi orang-orang yangindra pendengarannya sensitif, berada diruang yang berakustik buruk merupakan siksaan1.

Kebisingan adalah bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggu pendengaran.2.

Bangunan peredam bising, bangunan peredam bising yang dimaksud dalam pedomanini adalah bangunan berupa dinding dengan bentuk dan bahan tertentu yang berfungsisebagai alat untuk mengurangi dan meredam tingkat kebisingan karena bising lalulintas.3 gradien jalan Kelandaian jalan yang dinyatakan dalam persen Pd T-10-2004-B4 Leq ( equivalent energy level) adalah tingkat kebisingan rata-rata ekivalen energiselama waktu pengukuran, dinyatakan dalam desibel A5 Leq18 jam adalah tingkat kebisingan rata-rata ekivalen energi selama waktu 18 jampengukuran, dinyatakan dalam desibel A6 L10 dalah tingkat kebisingan diukur melebihi 10% dari total waktu pengukuran,dinyatakan dalam desibel A7 L10 1 jam adalah tingkat kebisingan diukur melebihi 10% dari total waktu 1 jampengukuran, dinyatakan dalam desibel A8 L10 18 jam adalah tingkat kebisingan diukur melebihi 10% dari total waktu 18 jampengukuran, dinyatakan dalam desibel A9 sumber bising sumber Bunyi yang kehadirannya dianggap mengganggupendengaran baik dari sumber bergerak maupun tidak bergerak 10 sudut pandang, Sudut yang dibentuk dari arah titik penerima terhadap segmen yangditinjau dinyatakan dalam derajat, tingkat kebisingan ukuran derajat tinggi rendahnyakebisingan yang dinyatakan dalam satuan decibel
Pengertian Akustik


Akustik adalah ilmu yang mempelajari tentang suara, bagaimana suara yang diproduksi/dihasilkan, perambatnya, dan dampaknya, serta mempelajari tentang ruang / medium yang merespon suara dan karakteristik dari suara itu sendiri. Contoh kejadian Akustik yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari :
· Suara Manusia
· Suara Hewan
· Suara Alat Musik
· Sirine Ambulan




Cabang – Cabang Ilmu Akustik :



§ Musical Acoustics ( acoustic of musical instruments )
§ Electroacoustics ( audio, loudspeakers, and microphone design )
§ Architectural acoustics ( auditoriums, listening rooms )
§ Physicoacoustics ( human hearing, and perception of sound )
§ Underwater Acoustics ( sonar, echo ranging, and military applications )
§ Medical Ultrasonics ( using sound to kill cancer cells without surgery )


tinggal mencari tau aja emoticon-Big Grin
Mari berbicara tentang sistem akustik, satu lagi yang begitu mempengaruhi desain arsitektur pada ruang dalam, terutama pada hall, auditorium, studio, dan ruang-ruang yang sering dipakai untuk kegiatan yang mengeluarkan suara besar.

pengertian akustik ruang sendiri menurut wikipedia/Akustik adalah :

Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan bahan dalam suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi.
Akustik sendiri berarti gejala perubahan suara karena sifat pantul benda atau objek pasif dari alam.
Akustik ruang sangat berpengaruh dalam reproduksi suara, misalnya dalam gedung rapat akan sangat mempengaruhi artikulasi dan kejelasan pembicara.

Architectural Acoustics

Akustik ruang banyak dikaitkan dengan dua hal mendasar, yaitu :
>> Perubahan suara karena pemantulan dan
>> Gangguan suara ketembusan suara dari ruang lain.


Ya pada intinya sistem akustik ruang adalah cara menata suatu ruang agar suara tidak terjadinya gangguan suara pada ruangan-ruangan seperti hall, panggung, auditorium, atau studio, itu menurut saya (pemikiran simple saja, hehehe).

ada beberapa cara mendesain akustik ruang yaitu dengan material penutup dinding, bentuk dinding dan ceilling, pengaturan tata suaranya sendiri, tekstur permukaan dinding, dan lain-lain.

>> pantulan dinding : merupakan bidang masiv yang akan memantulkan jika tidak terdapat bahan yang bisa menyerap gelombang cahaya pada dinding tersebut.
Architectural Acoustics


untuk menghindari suara pantul yang bisa mengaburkan suara langsung maka diperlukan bahan penyerap suara untuk melapisi dinding, contohnya pada gambar dibawah menggunakan lapisan peredam suara :
Architectural Acoustics

bahan dan material bisa bermacam-maca seperi gypsum, kalsiboard, polyester.

selain material, tekstur juga bisa digunakan untuk mengakali pemantulan suara, menggunakan tekstur bergerigi bisa membuat bias pemantulan suara menjadi pecah dan tidak terdengar lagi di telinga.

dan bentuk ceilling, jika anda pernah memasuki ruangan dengan fungsi teater, atau pernah melihat interior Sydney Opera house , maka anda tidak akan melihat plafond yang datar, melainkan dengan lekukan dan sudut-sudut tajam, ini berfungsi untuk memantulkan suara ke tempat yang jauh dr pendengar/penonton teater.
Architectural Acoustics

sekian mungkin yang bisa saya share tentang sistem akustik ruang, semua sumber telah saya cantumkan dan link ke site aslinya. semoga berguna emoticon-Smilie
Kalau mau share, share aja kesini tanpa ada perlu kasih link link atau sampai refreal link. . .
Quote:


Gan, ini tugas Fisika Bangunan agan langsung copas dari google translate ya? Banyak istilah-istilah yang bikin rancu dan jadi aneh kedengerannya emoticon-Hammer (S)
Coba agan review ulang lagi...



Quote:


Quote:



Mangsstabbb gan buat sumbangsih nya.. emoticon-2 Jempol

Quote:

Ane sebenernya paham maksud kalimat ini gan, IMHO mungkin bisa diganti dengan transmisi suara..hehehe...emoticon-Malu

Quote:

Ini mungkin maksdnya energi suara ya gan? soalnya jelas berbeda material yang dapat menyerap gelombang cahaya dan material yang dapat menyerap gelombang suara..

Btw, ada yang bisa bantu saya gmn cara bikin view single post supaya tulisan2 agan-agan yang udh kasih sumbangsih bisa saya index dihalaman 1? tujuannya supaya tidak ada pertanyaan yang selalu berulang-ulang..hehehe...

Klasifikasi Tindakan Dalam Penanganan Masalah Architectural Acoustics

Klasifikasi Tindakan Dalam Penanganan Masalah Architectural Acoustics


Dalam membangun suatu ruang yang memiliki fungsi akustik kita perlu memiliki pemahaman yang baik tentang akustik, Tanpa pengetahuan yang mumpuni jelas hal ini akan menyusahkan diri kita dan klien kita. Biasanya saya membagi 2 jenis pekerjaan akustik, yaitu :
1.\tNoise Control = Mengendalikan kebisingan, dari ruangan satu ke ruangan lainnya,
2.\tAcoustic Control = Mengendalikan akustika bangunan supaya mencapai suatu tingkat kejelasan suara sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

2 hal diatas sangat penting untuk selalu diingat, mengapa? Saya seringkali menemukan kesalahan metoda pekerjaan yang tidak sesuai dengan maksud klien. Klien bermaksud supaya suara diruang dengarnya ( Audio Room ) tidak transmisi kerumah tetangga tetapi metoda pekerjaan yang dilakukan adalah dengan cara memasang busa pada seluruh permukaan ruangan. Lalu apa yang terjadi? Suara akan tetap transmisi ke rumah tetangga sebelah dan suara didalam ruang akan menjadi dead room, kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena ada kesalahan dalam memahami masalah.
Seringkali kita menyebut peredam suara, kata peredam suara sebenarnya akan menimbulkan kerancuan. Contohnya kasus diatas tadi, klien bermaksud supaya suara tidak transmit kerumah tetangga tapi yang dilakukan adalah memasang busa atau material serap lainnya pada seluruh permukaan ruang, pertanyaanya adalah, apakah suara teredam? Bisa ya, bisa tidak.. Frekuensi tinggi pada ruang tersebut akan teredam oleh busa-busa atau material serap yang berada pada seluruh permukaan ruang sehingga memberikan kesan “dead room”, tetapi apakah suara tidak transmit ke rumah tetangga sebelah? Jelas tidak. Inilah letak permasalahnnya. Pengklasifikasian fungsi itu sangat penting, setelah kita tau apa yang diharapkan klien maka kita tau apa tindakan kita selanjutnya.

PENGANTAR NOISE CONTROL
Noise is unwanted sound jadi noise adalah suara yang sebenarnya tidak diinginkan. Bisa jadi dengkuran agan-agan menjadi noise buat orang lain emoticon-Cape d...
Noise control adalah suatu tindakan untuk mengendalikan atau mengurangi suara yang tidak diinginkan. Ada beberapa cara untuk mengendalikan kebisingan, yaitu :

1. Perencanaan yang baik penempatan lokasi. Saya pikir perencanaan yang baik adalah langkah yang paling bijaksana. Sebelum kita membangun suatu bangunan kita harus memperhatikan area mana saja yang dapat menyebabkan masalah kebisingan atau noise bagi pendengar.

2.Mengurangi intensitas kebisingan suara dari sumbernya atau bisa dengan cara modifikasi sumber suara. Solusi ini tidak selalu bisa dilaksanakan dilapangan, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk melakukan langkah ini.

3. Menambah jarak antara sumber bunyi dengan pendengar.Hal ini bisa juga dilakukan.

4. Membuat noise barriers ( penghalang suara / kebisingan ) dengan beberapa material yang memiliki kemampuan untuk mereduksi kebisingan.

Misalnya kita asumsikan bahwa perencanaan lokasi sudah tidak bisa dilakukan, memodifikasi sumber suara tidak memungkinkan dan menambah jarak antara sumber suara dengan pendengar kondisinya tidak memungkinkan. Jadi yang bisa kita lakukan adalah membuat noise barriers ( penghalang suara ) yang berkaitan dengan penggunaan material.
Sebelum kita membahas secara detail material apa dan dimana peletakkannya supaya kita dapat mengendalikan kebisingan, kita harus memahami 3 hal yang paling penting, yaitu tentang noise, frekuensi dan decibel.
Beberapa contoh noise misalnya :
a. Rambatan suara guntur
b. Bunyi suara kendaraan
c. Bunyi gemuruh genset
Bunyi diatas biasanya didominasi frekuensi rendah.

d. Bunyi sirine
e. teriakan orang
f. decitan rem kendaraan
Bunyi ini biasanya didominasi frekuensi tinggi

atau

kebisingan yang lebih kompleks pada transmisi suara ke ruangan lain adalah suara musik, ada berbagai frekuensi yang dihasilkan dari suatu sumber bunyi musik atau disebut complex tone. Kemungkinan frekuensi yang mengalami transmisi suaranya bermacam-macam. tergantung dinding penghalangnya.

Telinga manusia dapat mendengar ini semua, rentang kemampuan pendengaran manusia mulai dari 20Hz - 20Khz. Karena telinga kita sensitif pada rentang frekuensi 20Hz-20KHz dan banyak sumber kebisingan yang terdiri dari berbagai frekuensi. Mengenal berbagai jenis frekuensi untuk menganalisis masalah kebisingan adalah penting. Untuk mengetahui lebih detail bagaimana frekuensi dan besarnya intensitas kebisingan diperlukan alat yang namanya Sond Level Meter atau Real Time Analyzer.

Transmisi suara ada yang melalui udara kemudian merambat ( Airborne )

Architectural Acoustics

ada pula suara yang merambat melalui struktur bangunan ( Structureborne )

Architectural Acoustics

, kedua masalah tersebut memiliki metoda yang berbeda dalam menanganinya.

PENGANTAR ACOUSTIC CONTROL
Suara yang kita dengar didalam ruang terdiri dari suara langsung ( direct sound ) dan suara tidak langsung ( indirect sound ),

Architectural Acoustics

Suara yang paling terdengar disekitar adalah kombinasi dari suara langsung dari sumber atau sumber-sumber lain dan refleksi langsung dari permukaan atau benda-benda lainnya. Misalnya, dalam akustik ruang, baik suara langsung maupun pantulan dari langit-langit, dinding dan lantai adalah kunci dalam menentukan kualitas akustik. Oleh karena itu treatment akustik sangat penting untuk bagaimana memanipulasi refleksi yang mempengaruhi cara penyeberan suara dan pada akhirnya dapat didengar dengan baik.

Suara yang menabrak suatu permukaan akan ditransmisikan, diserap atau dipantulkan, jumlah energi yang ditransmisi, diserap atau atau dipantulkan tergantung pada sifat akustik permukaan itu. Suara yang terpantul dapat diarahkan oleh permukaan datar atau disebar dengan permukaan yang bersifat menyebar suara

Desain arsitektural akustik dapat dikatakan baik ketika volume ruang yang tepat, bentuk ruang yang tepat dan bentuk permukaan dengan memanfaatkan kombinasi yang tepat antara material penyerap, material penyebar dan material pantul.

prinsip sederhananya adalah kita mengolah kedua jenis suara ini ( Direct Sound dan Indirect Sound ) untuk dapat didengar dengan baik oleh pendengar.

Setiap ruang memiliki standart yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tingkat kejelasan suara. Mixing Room, Home Theatre, Studio Recording, Classical Concert Halls, Opera, Theatre, dll Semua memiliki kebutuhan akustik yang berbeda-beda.

Standar Akustik Bangunan di Indonesia

Gan, saya andy dr sby lg ambil tesis S2 tentang akustik tp background S1 sipil, hehe..

Sekarang ini tesis saya lebih berfokus pada fase desain untuk akustik ruang kelas dan auditorium multifungsi, setelah saya cari standar di Indonesia (negara berkembang khususnya) ini tidak ada ya Gan?

kalau standar dr luar apa agan tau referensinya? selama ini untuk ruang kelas saya pakai ANSI (American National Standard Institute) tapi untuk yang auditorium saya belum menemukan standard yang jelas tp sementara referensi yang saya pakai buku Auditorium Acoustics and Architectural Design (Michael Barron)..

Kalau untuk mendesai Ruang Kelas dan Auditorium Multifungsi apa agan tau apa saja yang perlu diperhatikan atau step2nya? thx..=)
Quote:


Salam kenal Bro Andri,
Didalam dunia akustik standart yang digunakan biasanya berkiblat pada Eropa ataupun Amerika. Tidak perlu heran kenapa hal ini terjadi emoticon-Smilie
Indonesia merdeka pada tahun 1945 artinya Indonesia baru merdeka 67 tahun 221 hari. Eropa menyelidiki tentang akustik sejak abad pertama oleh seorang Arsitek bernama Vitruvius ( yang mulai termanuskrip ) yang kemudian terus dikembangkan sampai kepada jaman Wallace Sabine sekitar tahun 1800an. Kita lihat bagaimana bangsa Eropa mulai menyelidiki ilmu Akustik, memiliki perjalanan yang sangat panjang. Indonesia perlu mengejar banyak ketinggalan dalam hal ini ( ini tugas saya dan tugas anda juga emoticon-Big Grin ).

ANSI merupakan standart atau dapat dikatakan suatu sertifikasi terhadap suatu produk, proses dan sistem yang ditetapkan oleh orang-orang Amerika. ANSI ini bertujuan untuk meyakinkan atau memastikan karakteristik dan performa dari suatu produk konsisten dan dapat digunakan secara global tentunya dengan standart mereka.
ANSI tidak selalu dapat digunakan sebagai suatu patokan yang benar-benar mutlak dalam proses desain akustik, karena ANSI merupakan suatu proses sertifikasi atau pengakuan terhadap suatu "produk" yang dihasilkan dari teori-teori yang sudah ada. Yang perlu kita pahami sebenarnya adalah teori-teori tersebut, bukan ANSI nya. Karena ANSI hanya merupakan salah satu dari sekian banyak standart yang ada di dunia.

Dalam proses desain Auditorium sangat banyak hal-hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari geometri ruang, volume ruang, material yang digunakan, respon suara terhadap ruangan sampai posisi duduk pendengar. Saya ada beberapa referensi buku untuk dijadikan acuan :
1. Architectural Acoustics, Marshal Long.
2. Music, Acoustics and Architecture, Leo L. Beranek
3. Architectural and Acoustics, M. David Egan
3. Neufert Standart
Kira2 referensi buku-buku diatas bisa dijadikan referensi gan.
Thank's
ikut nimbrung, temen ane ada yg bikin studio nih
ane baca2 dari pekwan urutannya gini ya?
rangka kayu - serabut kelapa ( mayan ngirit, katanya daya redam suaranya manteb,klo kepepet ya glasswol ) - gypsum - karpet
terus lantainya make layer + karpet.. udah bagus ya?
ane itung2 klo gini ukuran 6 x 3.5 x 3 cuma abis 6 jutaan... bener ga ya?

oh iya, kira2 serabut kelapa sama glasswool daya redamnya bagus mn ya?
atau di gabung aja? jadi rangka kayu - glaswol - serabut kelapa - gypsum - karpet gmn?
Quote:

Agan mau bahas masalah noise controlnya atau acoustic controlnya? Kalau diliat dari postingannya sih noise control yaa...
Hmmm.... Sebelumnya kita harus memahami tentang syarat-syarat dari noise control. Noise control adalah suatu tindakan untuk mengendalikan kebisingan, dimana pada saat kita mengendalikan kebisingan kita harus tahu pasti karakter dari sumber bunyi. Kenapa kita harus tau karakter sumber bunyi? Tanpa kita memahaminya maka semua waktu, uang tenaga dan pikiran akan menjadi sia-sia karena penggunaan material yg tidak efisien dan efektif.

Kalau kita berbicara studio musik, frekuensi yang dihasilkan sangat kompleks. Mulai dari frekuensi rendah hingga frekuensi tinggi bunyi yang dihasilkan, belum lagi perhitungan vibrasi dari drum emoticon-Smilie

Ada beberapa syarat yg perlu dilaksanakan dalam membuat ruangan yang sealed :
1. More Weight is good, semakin berat dinding penghalang semakin baik menahan suara.
2. No leakage, tidak boleh ada celah apa pun. Prinsipnya dimana udara dapat lewat suara pun akan lewat.
3. Noise barrier systems, pembuatan noise barrier yang baik bukan hanya kita meletakkan satu material maka masalah selesai. Yang nama nya sebuah sistem maka ini menyangkut suatu rangkaian atau struktur. Penggunaan material yang tepat dan peletakkan material yang benar akan menghasilkan suatu noise barrier yang EXCELLENT!!
Saya akan posting di Page one mengenai noise barrier system yang benar dan sudah teruji.

Untuk masalah Sabut kelapa saya tidak memiliki data test nya jadi saya tidak dapat berkomentar banyak tentang material ini. Perlu diperhatikan selain berbicara mengenai nilai-nilai akustik dari suatu material kita juga perlu mempertimbangkan durability, safety, sustainability dan lain-lain. Jangan sampe kita menggunakan suatu material besoknya tuh material didalem dinding udah jadi tape gara2 kepanasan.. emoticon-Hammer

Mungkin bisa di posting gambar detail pemasangannya gan, biar enak dijabarkannya nanti.

Thank's ya udh mau sharing disini.



Diubah oleh Mr.Arch.Acs
mau numpang nanya.. kalo untuk noise control ruangan studio, sementara dindingnya bukan bata, tapi dinding bagian luar dan dalam nya menggunakan gypsum dan menggunakan rangka baja ringan atau kayu, celah diantara gypsum tersebut di isi streofom + glasswool apakah efektif?

Architectural Acoustics
Diubah oleh virtual2000
katanya aula simfonia kemayoran yg terbaik di indonesia ya gan system accousticnya....
ruang yg anti gema (y)

ini mirip mk fisika :s

trus bahan2nya dari apa tuh biar bisa anyi gema? karpet di dinding? (mirip studio musik) plafonnya pke apa ?
ninggalin jejak....nanti saya ambil kembali...
Diubah oleh hexadead
ilmu penting nih
Permisi suhu2 sekalian

sorry maen nanya ke thread ini langsung, dapat referensi dari lounge emoticon-Big Grin

Ada pertanyaan sedikit soal meredam suara dari luar ruangan.

Case nya gini :

Saya tinggal di ruko 3 lantai, dan kebetulan kamar saya di lantai 3. Sebelumnya ga ada masalah sih, tetapi bbrp bulan yg lalu,tetangga ada renovasi ruko total, dibuat jadi 4 lantai, sebenernya ga ada masalah sih dia mau bikin brp lantai jg.

Yang jadi masalah, semenjak dia renovasi, suara dari ruko sebelah jadi terdengar sekali, suara langkah kaki, suara buka dan tutup pintu terdengar walaupun mereka tutup dengan pelan,sampai kadang terdengar kalau mereka taruh suatu benda ke meja juga terdengar. Kebetulan dirumah ada baby, jadi kadang kalau lagi tertidur suka terkaget bangun mendengar suara dari ruko sebelah.

Nah pertanyaan nya, bisa ga kita bikin peredam suara di kamar saya,utk meredam suara dari ruko sebelah,dimensi tembok yg berhadapan +-6,6 - 7 (panjang )meter dan tinggi -+ 3 meter.

Kira2 kita pasang peredam hanya ditembok itu atau mesti sekeliling ruangan dipasang peredam, secara kamar tidur kalau dibuat seperti studio musik juga jadi kurang nyaman. Dan brp budgetnya yang harus disediakan agar efisien dan value of money emoticon-Smilie

Sekian pertanyaan saya, thx sebelumnya ya emoticon-Big Grin

emoticon-Kaskus Lovers:
Quote:



Nunggu jawaban dari yang lebih berpengalaman, tapi kalau hasil baca sekilas bisa di asumsikan suara yang di dengar berasal dari rambatan bangunan ya gan?
Quote:


Kasus gini biasanya suaranya merambat lwt struktur gan. Kalau mau cek biasanya tempel satu kuping di lantai/tembok, telinga satunya disumbat jari. Kalau suaranya terdengar lebih kenceng daripada tanpa tanpa tempel kuping ke lantai/tembok, berarti rambatnya lewat struktur.

Ini agak susah gan, krn salahnya adalah tetangga agan yg nambah struktur tanpa perhitungan. Sy ga berani kasih rekomendasi kalau ga liat ke lapangan, krn tergantung penambahan strukturnya kyk gmn.

Quote:


kalo diinsulasikan aja dengan glasswool dinding yg berbatasan lgsg dengan rumah tetangga trus ditambah partisi gypsum lagi gmn gan?
emoticon-Bingung
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di