- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
6 Cara Tepat Untuk Memuji Anak
TS
sharetwin
6 Cara Tepat Untuk Memuji Anak
1. Spesifik
Saat memuji anak, Berman menjelaskan, cobalah katakan dengan lebih spesifik agar membantu anak mengidentifikasi keahlian istimewanya. Misalnya ketimbang mengatakan, 'kamu pemain bola yang hebat', ucapkan 'kamu menendang bola dengan keras dan kamu penyerang yang luar biasa'.
2. Tulus
Pujian haruslah diucapkan dengan tulus. Anak punya cara tersendiri untuk mengetahui apakah pujian yang diucapkan orangtuanya tulus atau tidak. Jika memang dia tahu pujian Anda tidak tulus, Anda bisa kehilangan kepercayaannya. Yang lebih parah, menurut Berman, anak jadi merasa insecure karena dia tidak percaya kalimat positif dari Anda.
3. Ketika Bisa Melakukan Hal Baru
Puji anak ketika mereka berani melakukan suatu hal baru, seperti naik sepeda, memakai tali sepatu. Puji juga dia karena tidak takut untuk melakukan kesalahan ketika mencoba hal baru ini.
4. Pujian yang Harus Dihindari
"Berusahalah untuk tidak berlebihan dalam memuji anak yang sudah jelas seperti: kamu pintar, cantik, ganteng, berbakat," jelas Paul Donahue, PhD, pendiri dan direktur dari Child Development Associates. Ketika kalimat pujian tersebut terus-menerus diucapkan, lama kelamaan akan terdengar tanpa arti untuk mereka.
5. Ucapkan Pujian Ketika Memang Itu Harus Diucapkan
Dalam memberikan pujian untuk anak, katakan hal yang memang Anda ingin ucapkan. Misalnya kalau memang dia sudah bekerja keras, katakan padanya, 'kamu sudah bekerja keras mengerjakan tugas dari sekolah'. Dengan mengatakan hal yang memang ingin Anda katakan, Anda menghargai usaha dan kerja kerasanya. Hal itu juga membuat Anda lebih paham kapan anak bekerja keras dan kapan anak bisa melakukannya dengan mudah.
6. Fokus Pada Prosesnya
"Ingatlah, yang penting proses bukan produknya. Tidak semua anak bisa jadi atlet yang luar biasa atau siswa pintar atau musisi berbakat. Tapi anak yang mau belajar untuk bekerja keras dan tekun bisa memiliki bakat spesial," tandas Donahue.
Saat memuji anak, Berman menjelaskan, cobalah katakan dengan lebih spesifik agar membantu anak mengidentifikasi keahlian istimewanya. Misalnya ketimbang mengatakan, 'kamu pemain bola yang hebat', ucapkan 'kamu menendang bola dengan keras dan kamu penyerang yang luar biasa'.
2. Tulus
Pujian haruslah diucapkan dengan tulus. Anak punya cara tersendiri untuk mengetahui apakah pujian yang diucapkan orangtuanya tulus atau tidak. Jika memang dia tahu pujian Anda tidak tulus, Anda bisa kehilangan kepercayaannya. Yang lebih parah, menurut Berman, anak jadi merasa insecure karena dia tidak percaya kalimat positif dari Anda.
3. Ketika Bisa Melakukan Hal Baru
Puji anak ketika mereka berani melakukan suatu hal baru, seperti naik sepeda, memakai tali sepatu. Puji juga dia karena tidak takut untuk melakukan kesalahan ketika mencoba hal baru ini.
4. Pujian yang Harus Dihindari
"Berusahalah untuk tidak berlebihan dalam memuji anak yang sudah jelas seperti: kamu pintar, cantik, ganteng, berbakat," jelas Paul Donahue, PhD, pendiri dan direktur dari Child Development Associates. Ketika kalimat pujian tersebut terus-menerus diucapkan, lama kelamaan akan terdengar tanpa arti untuk mereka.
5. Ucapkan Pujian Ketika Memang Itu Harus Diucapkan
Dalam memberikan pujian untuk anak, katakan hal yang memang Anda ingin ucapkan. Misalnya kalau memang dia sudah bekerja keras, katakan padanya, 'kamu sudah bekerja keras mengerjakan tugas dari sekolah'. Dengan mengatakan hal yang memang ingin Anda katakan, Anda menghargai usaha dan kerja kerasanya. Hal itu juga membuat Anda lebih paham kapan anak bekerja keras dan kapan anak bisa melakukannya dengan mudah.
6. Fokus Pada Prosesnya
"Ingatlah, yang penting proses bukan produknya. Tidak semua anak bisa jadi atlet yang luar biasa atau siswa pintar atau musisi berbakat. Tapi anak yang mau belajar untuk bekerja keras dan tekun bisa memiliki bakat spesial," tandas Donahue.
0
731
5
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan