hujan abu sudah berhenti pada pukul 10:48 wib . warga sudah beraktifitas kembali dan pulang kerumah masing masihg status terakhir normal
Gunung merapi bersifat slow on set jadi dpat dipredisikan jadi gan kalau belum di tingkatkan berarti merpai aman saja aman terkendali
MERAPI HUJAN ABU
Jakarta - Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Senin (22/7)pagi, diguyur hujan pasir dan abu. Diperkirakan, pasir dan abu ini berasal dari Gunung Merapi.
"Tadi pukul 04.00, Gunung Merapi bergemuruh dan setelah itu, terjadi hujan pasir di dusun saya, tapi memang tidak lebat," kata Eni Pudyastuti, warga Dusun Wonorejo, Kelurahan Hargobinangun, Pakembinangun, yang dihubungi Beritasatu.com, Senin (22/7) pagi.
Pasir memenuhi halaman dan atap rumah penduduk yang berada di kaki Gunung Merapi. Kelurahan Hargobinangun merupakan kelurahan paling dekat dengan gunung paling aktif tersebut.
Warga lainnya, FX Wuryantoro, dari dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, mengatakan, wilayahnya pun disiram hujan abu.
"Hanya tipis abunya. Tidak seperti 2010 lalu, sangat pekat. Saya belum tahu dengan wilayah atau dusun-dusun lain di lereng Merapi. Semoga Merapi tidak apa-apa," ujarnya.
Meskipun hujan abu, warga setempat masih tetap beraktivitas seperti biasanya.
KLATEN — Suara gemuruh dari Gunung Merapi disertai hujan abu membuat warga di Kemalang, Klaten, panik, Senin (22/7/2013) pagi.
Masyarakat mulai mengungsi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya erupsi Merapi. Suara gemuruh terdengar sekitar pukul 04.00 WIB, Senin.
Suara itu didengar oleh sejumlah warga dari Kemalang. Tidak berselang lama, hujan abu dan pasir terjadi di wilayah Deles, Tlogowatu. Hujan abu dan pasir tidak hanya terjadi di kawasan Kemalang, namun juga menimpa kawasan Cangkringan, Sleman.
Camat Kemalang, Bambang Haryoko, membenarkan terdengarnya suara gemuruh dan hujan abu. “Kini ada ratusan masyarakat yang mengungsi di Kantor Kecamatan Kemalang dan di daerah Bawukan,” jelasnya. sumber
Quote:
nfo Merapi Tanggal 22 Juli 2013 ,jam 04.14-04.22 wib ,terjadi guguran dari Merapi teramati dari Pos Babadan,Terdengar Suara Guguran dari Pos Kaliurang. Gumpalan asap berwarna coklat kehitaman terlihat dari pos ngepos,hanya bagian atas saja,karena bagian bawah tertutup kabut. Saat ini masih dipantau perkembangannya.
Sumber : BPPTKG
Quote:
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta mulai melakukan kajian terhadap peningkatan aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY.
Kajian itu dilakukan setelah Ahad Malam, gunung teraktif di dunia ini kembali menunjukan aktivitas kenaikannya. "Semalam ada kenaikan aktivitas signifikan, tapi cuma tujuh menit. Ini baru kita kaji," ujar Kasie Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta, Sri Sumarti, Senin (22/7).
Menurutnya, saat ini status Gunung Merapi masih aktif normal. Pihaknya belum memutuskan untuk meningkatkan status gunung tersebut.
"Baru kita kaji, nanti akan kita beri tahu," ujarnya lagi. Pagi ini seluruh petugas pengamat Gunung Merapi tengah berkumpul di BPPTK Yogyakarta untuk mengevaluasi aktivitas gunung tersebut sepekan terakhir.
Berdasarkan informasi, kegempaan puncak gunung yang terakhir erupsii 2010 ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Tingkat kegempaan gunung ini terus meningkat dari hari ke hari.
SLEMAN - Abu vulkanik disertai gas keluar dari puncak Gunung Merapi dengan ketinggian mencapai 1.000 meter.
Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, asap sulvatara keluar dan mengarah ke sisi selatan Gunung Merapi.
Pecut, petugas (PGM) Kaliurang, menjelaskan, embusan tersebut selesai keluar pada pukul 05.00 WIB. Saat ini, kondisinya sudah normal.
“Embusan satu kali saja, dari pukul 04.15 WIB sampai 05.00 WIB. Saat ini memang masih terjadi hujan abu yang dibawa asap sulvatara,” jelasnya, Senin (22/7/2013).
Closed circuit television (CCTV) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) yang berada di Woro dan Deles, berjarak 6,5 kilometer dari puncak Merapi, tidak bisa mengamati aktivitas di puncak karena tertutup oleh abu Merapi.
Sementara itu, masyarakat di lereng Merapi, khususnya yang mendiami sisi selatan gunung masih menggunakan masker.
statuse masih aman gan katanya hanya aktif biasa jadi diharap tenang saja
STATUS TERAKHIR MERAPI
Quote:
Peningkatan seismik terjadi 04.15-04.48 WIB durasi 35 menit tercatat diseluruh sta.seismik #Merapi, saat ini seismik kembali normal. BPPTKG
Quote:
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk tetap tenang terkait dengan munculnya hujan pasir pada Senin (22/7) pagi.
"Pada Senin pukul 04.22 hingga 05.35 Wib terjadi guguran yang terdengar dari Pos Kaliurang. Gumpalan asap berwarna cokelat kehitaman," kata Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran pers.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi lebih lanjut. "Masyarakat agar tetap tenang, namun harus waspada," katanya.
Ia mengatakan lontaran material berwarna merah hingga ketinggian 1.000 meter dari puncak Merapi teramati dari Pos Selo, Boyolali.
"Hujan abu dan pasir halus terjadi di wilayah Deles, Tlogowatu, Kemalang, Balerante, Klaten di Jawa Tengah. Hujan abu juga terjadi di sekitar Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen di daerah Cangkringan, Kaliurang Sleman Yogyakarta," katanya.
Hujan abu antara tujuh hingga 14 kilometer dari puncak Merapi ke arah Klaten dan Sleman. "Ratusan masyarakat di Kemalang Klaten mengungsi di Kantor Kecamatan Kemalang dan di daerah Bawukan, sedangkan masyarakat di Cangkringan mengungsi ke Balai Desa Glagaharjo," katanya.
Menurut dia, sebagian besar pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Kelompok rentan, yaitu lansia, ibu menyusui, dan anak-anak saat ini masih mengungsi di Balai Desa Glagahharjo. Ia mengatakan BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Provinsi Yogyakarta, BPBD Klaten, BPBD Sleman, BPBD Magelang, BPBD Boyolali, BPPTKG, dan PVMBG Badan Geoologi.
Kepala BPPTKG dan PVMBG menyatakan bahwa status Gunung Merapi masih "normal".
Aktivitas Merapi akan dievaluasi apakah aktivitasnya kemungkinan akan berlanjut ke erupsi magmatik atau tidak. Pemantauan akan diintensifkan sedangkan masyarakat diimbau tetap tenang dan selalu siap siaga.
Status aktivitas gunung api memiliki empat tingkatan, yaitu normal aktif, waspada, siaga, dan awas. Gunung api umumnya memiliki sifat "slow on set" yang artinya bencana tidak terjadi secara tiba-tiba dan dapat diprediksi.(Ant)
Quote:
Bandara adisucipto Tidak terkena dampak hujan abu harini
Spoiler for Peta arah hujan abu:
sumber BPPTKG
Hujan Abu dari BPPTKG
Quote:
Spoiler for Abu Gunung Merapi:
Merapi belum tentu meletus gan
Buat yang terkena hujan abu jangan lupa pakai masker disposal masker dan lain lain
Share dari agan dentadie
Quote:
Original Posted By dentadie►ane kasi bukti aja ya gan
Spoiler for bukti:
itu foto motor yg ane bawa tadi pagi dari muntilan - jogja
parkir jam 8.30
foto jam 9.00
maaf ga begitu jelas gambarnya