- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Pengucapan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing
TS
Kodokbatuk
Pengucapan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing
Quote:
Quote:
Bahasa menunjukkan suatu identitas. Namun terkadang apabila seorang mempelajari sebuah bahasa asing, maka terkadang sering ada kesalahan-kesalahan dalam arti pengucapan dan pengertian. Dalam tulisan ini kita akan melihat dari segi pengucapan bagaimana orang-orang asing mempelajari bahasa Indonesia, dengan kode IPA (International Phonetic Alphabet) dan contoh-contoh literal.
Quote:
Penutur Arab
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Penutur Arab akan kesulitan mengeja /p/. walaupun memiliki konsonan bersuara /b/. Kata-kata mengandung /p/ akan dibaca /f/ ataupun /v/, bahkan /b/. Kata "piring" akan menjadi /fɨrɨŋ/ atau /bɨrɨŋ/. Bahasa Arab Standar tidak memiliki /a/ murni, dan memiliki entah /ɑ/ atau /æ/.
Dalam aksen tertentu, bahasa Arab memiliki /dʒ/ tanpa /g/, atau sebaliknya. Dua suara ini jelas berbeda dan penting dalam bahasa Indonesia. Sehingga penutur baru akan mengalami kesulitan dalam mengeja keduanya dengan benar.
Quote:
Penutur Belanda
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Fonem /g/ hanya terjadi di saat tertentu, seperti dalam kata pungut. "G" dalam bahasa Belanda sebenarnya adalah frikatif /ɣ/, sehingga kata-kata mengandung /g/ seperti "tegar" (təgar) akan terdengar menjadi (təɣɑr).
Kontras dengan bahasa Jerman, bahasa Belanda membedakan /v/ dan "/w/", namun pada dasarnya ini hanyalah aproksiman /ʋ/. Sehingga kata seperti "wakil", "waktu" dan "wasit" masih terdengar seperti /v/.
Huruf "H" dalam bahasa Belanda adalah frikatif glotal yang berbunyi /ɦ/. Kata-kata seperti "hari" (hari) akan menjadi (ɦɑri).
Quote:
Penutur Cina
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Bahasa Mandarin (Cina Standar) tidak memiliki konsonan bersuara. Pada dasarnya huruf "bersuara" Mandarin adalah konsonan nirsuara, sementara konsonan "nirsuara" adalah konsonan beraspirasi (ʰ). Hal ini menghasilkan aksen Cina yang khas.
"R" akan memiliki suara yang sama dengan bahasa Inggris /ɹ/.
Quote:
Penutur Hungaria
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Bahasa Hungaria tidak memiliki /w/. Sehingga kata seperti "wakil", "waktu" dan "wasit" akan salah diucapkan menjadi /v/. Bahasa Hungaria juga tidak memiliki /ə/ pepet, dan menggantinya dengan /ø/ atau /ɛ/.
Seperti ketika menuturkan bahasa Inggris, penutur Hungaria akan melakukan "hiperkoreksi". Mereka akan menuturkan /w/ sebagai /v/ (va:ktu) dan sebaliknya (widɛ.o).
Penutur Hungaria akan menggeminasi kata-kata seperti "makannya" (makan.ɲa) menjadi (makaɲ:a), sehingga kata "makanya" dan "makannya" akan sulit dibedakan.
Quote:
Penutur Inggris
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Huruf 'R' dalam bahasa Inggris adalah aproksiman /ɹ/, bukan konsonan getar /r/. Ini menciptakan pengucapan Inggris yang sangat khas dan sulit bagi penutur Inggris yang baru mempelajari bahasa Indonesia.
Bahasa Inggris sering mengalami reduksi vokal, sehingga "Jakarta" (dʒa'karta) akan menjadi (dʒə'kɑɹtə). Beberapa logat Inggris tidak memiliki /a/ murni, sehingga akan terdengar seperti penutur Arab (entah /ɑ/ atau /æ/).
Quote:
Penutur Jepang
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
/l/ dan /r/ adalah satu fonem, sehingga tidak ada perbedaan antara dua suara tersebut. Kata "berlari" (bər.lari) akan sangat sulit diucapkan, sehingga akan menjadi entah "belali" (bəɺaɺi) atau "berari" (bəɾaɾi).
/z/ akan mengandung pausa /dz/, dan apabila diikuti vokal /i/ maka akan terpalatalisasi menjadi /dʑ/. Kata "ziarah" (zijarah) akan menjadi seperti "jiarah" (dʑijaɾa). Palatalisasi juga berlaku untuk /h/. Kata "hilang" /hilaŋ/ akan menjadi (çiɾaɴ).
/n/ dalam posisi akhir akan menjadi /ɴ/, mirip dengan logat Manado. Sehingga kata "makan" (makan) kan menjadi "makang" (makaɴ).
Quote:
Penutur Prancis
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Bahasa Prancis tidak memiliki /r/ getar, melainkan frikatif uvula /ʁ/. Bahasa Prancis juga dikenal tidak memiliki /h/. Contoh paling jelas adalah kata "hari" (hari) yang akan menjadi (ɑʁi).
Quote:
Penutur Rusia
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Ada beberapa fonem yang tidak ada dalam bahasa Rusia, contohnya adalah /h/ (kata "hari" akan menjadi "khari", seperti dalam kata "khidmat") dan /w/. Hal ini sangat jelas seperti dalam kata "hawa" (hawa) menjadi (xɐva).
Bahasa Rusia memiliki palatalisasi, sehingga ketika kata berakhir dengan konsonan, terkadang penutur akan sering mengeluarkan suara yang tidak diperlukan. Kata "berat" (bərat) akan menjadi (bəratʲ).
Quote:
Penutur Spanyol
Pengucapan-pengucapan yang keliru:
Aproksiman akan memiliki tutupan yang berbeda-beda. Apabila /w/ (atau /b/) muncul di pertengahan kata, akan menjadi frikatif bilabial /β/. Kata "bawa" (bawa) akan menjadi (baβa). Hal serupa berlaku pada /f/ (atau /p/).
Bahasa Spanyol (serta bahasa kerabatnya Itali) tidak memiliki /ə/ pepet, maka kata yang mengandung pepet akan dibaca /e/ biasa, mirip dengan logat Batak.
Huruf "S" dalam bahasa Spanyol harus diikuti dengan "E", maka kata-kata seperti "satu" (satu) dan stempel (stɛmpəl) akan menjadi "esatu" (esatu) dan (estempel).
Quote:
Mohon maaf kalau masih ada kekurangan-kekurangan (bagi yang ada masukan dan penambahan sangat dihargai). Sangat terbuka kepada 

Diubah oleh Kodokbatuk 24-06-2013 16:33
0
4.2K
Kutip
6
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan