CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
kisah Kapal Selam TNI-AL
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5172fb4a1dd719007c00000e/kisah-kapal-selam-tni-al

kisah Kapal Selam TNI-AL

kisah Kapal Selam TNI-AL
kisah Kapal Selam TNI-AL
emoticon-Salaman kisah Kapal Selam TNI-AL emoticon-Salaman
kisah Kapal Selam TNI-AL
emoticon-Kiss (S) Jangan Lupa ya Gan, Sebelum Membaca Trit Ini emoticon-Kiss (S)
emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star emoticon-Rate 5 Star
kisah Kapal Selam TNI-AL


Bukti No Repsol..
Spoiler for :


Introduction
Mungkin banyak diantara kita sebagai bangsa Indonesia yang tidak banyak mengetahui bahwa Angkatan Laut Indonesia mempunyai Kapal Selam (KS), wajar saja karena berita tentang keberadaan KS di negeri kita ini sangat minim diberitakan.

‘Tabah Sampai Akhir’ atau “Wira Ananta Rudhiro“ adalah moto kapal selam (KS) kita, moto yang dikenal sejak ALRI mengoperasikannya tahun 1959. Pengoperasian KS ini adalah keputusan politik yang jitu, sebagai negara maritim, KS adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Untuk itu sejak Agustus 1958 Indonesia mengirim 110 personelnya ke Eropa Timur, berangkat dari Surabaya dengan kapal laut Heinrich Jensen berbendera Denmark.

"Sekali menyelam, maju terus – tiada jalan untuk timbul sebelum menang. Tabah Sampai Akhir" Bagian pidato Presiden Soekarno di atas kapal selam RI Tjandrasa pada 6 Oktober 1966 di dermaga Tanjung Priok, Jakarta.

Sesampainya di Reijeka (Yugoslavia), rombongan meneruskan perjalanan dengan kereta api ke Polandia lewat Ceko dan Hongaria secara nonstop. Selama 9 bulan mereka dilatih oleh personel Rusia agar menjadi awak kapal selam yang andal di Gdanks, sedang praktik berlayar dilakukan di Laut Baltik.

Selesai pendidikan mereka diangkut dengan kereta api Trans Siberia selama 9 hari menuju Vladivostok. Di sinilah dua KS kelas Whiskey menunggu untuk dilayarkan ke Indonesia lewat Samudera Pasifik. Dalam pengiriman ke Indonesia, kedua kapal selam tetap berbendera Rusia, sebagian besar ABK adalah orang Indonesia.

Pada 7 September 1959 sore, dua KS dengan panjang 76 meter bersenjata 12 torpedo merapat di dermaga Surabaya. Setelah berlatih lagi selama satu minggu di bawah instruktur Rusia, kedua KS resmi masuk jajaran kekuatan ALRI pada 12 September 1959 dan diberi nama RI Tjakra/S-01 dan RI Nanggala/S-02. Sejak saat itu Indonesia mempunyai KS yang berarti genaplah kemampuan angkatan laut, yaitu mampu beroperasi di atas air, di bawah air, di darat, dan di udara sesuai dengan konsepsi angkatan laut masa depan. Bukan hanya dua KS yang dipesan Indonesia. Sebanyak 10 KS baru dari kelas yang sama juga didatangkan dari Rusia.
Spoiler for :

Untuk gelombang berikutnya, para ABK berlatih di Vladivostok, tempat di mana terdapat pangkalan kapal selam terbesar milik Rusia di Pasifik. Gelombang kedua sebanyak 4 KS datang pada Desember 1961 dan diberi nama RI Nagabanda, RI Trisula, RI Nagarangsang, dan RI Tjandrasa.

Sejalan dengan kampanye Trikora, satu tahun setelah itu tepatnya pada Desember 1962 datang lagi enam KS baru yang dipersenjatai torpedo jenis SEAT-50. Torpedo fire and forget ini merupakan torpedo terbaik pada zamannya dan hanya Rusia serta Indonesia yang memiliki torpedo jenis ini. Keenam KS tersebut diberi nama RI Widjajadanu, RI Hendradjala, RI Bramasta, RI Pasopati, RI Tjundamani, dan RI Alugoro. Semua nama itu mengambil nama senjata dari dunia pewayangan.

Kapal Selam Dengan Torpedo Kendali
Intelejen armada ke-VII US mungkin telah mengetahui pergerakan kapal selam kita saat perjalannan pulang dari wladiwostok, US memang perlu khawatir karena kapal-kapal selam ini membawa hadiah dari USSR berupa torpedo SAET-50 yang merupakan homing torpedo, kelas whiskey ini memiliki 6 peluncur torpedo atau petor, 4 di haluan dan 2 di buritan. 4 petor di depan diisi topedo konvensional biasa sedangkan 2 petor buritan diisi SAET-50, hal ini dilakukan jika sasaran telah di salvo oleh torpedo konvensional biasa maka kapal akan cikar penuh sambil “menyengatkan“ SAET-50 nya, dengan demikian fire and forget dapat dilakukan.
Spoiler for :


Saya adalah perwira ALRI yang mengetahui adanya hadiah SAET-50 di perut kapal induk kapal selam kita yang baru datang dari USSR. Saat komandan kontingen USSR mengajak berkeliling di RI Thamrin, dia menjelaskan denagn senyum sambil menunjukkan SAET-50 itu, saya sedikit kagum bercampur bingung, baru pertama kalinya saya melihatnya , tampak lebih langsing dari torpedo konvensional.

“itu adalah torpedo kendali listrik berjenis SAET-50 dan ini pertama untuk kalian ”! katanya

“sayang tidak jadi kita kirimkan kepada avionezt !"

Avioneszt adalah sebutan mereka pada kapal induk belanda, karel doorman. Samar-samar saya lihat pada pelumas yang melumuri torpedo itu ada goresan tangan usil dalam tulisan rusia yang menuliskan avionest pada torpedo itu. Saya segera melaporkan itu pada komandan saya dan diteruskan pada panglima langsung.

Di Kira Kapal Selam Negara Atjeh
Ngok...ngok...ngok bunyi alarm menggema di seluruh ruangan KS Nanggala S-02 (402). "Alarm tempur... alarm tempur... alarm tempur...", terdengar perintah dari komando sentral. ABK segera berlari dengan sigap menuju pos tempur masing-masing.

Komandan yang sedari tadi berada diperiskop melihat sekeliling permukaan lalu berkata "Kita sekarang menuju ke Pelabuhan...".

"Radar, berapa jarak dengan pantai?", juru radar menjawab "Jarak terdekat 25 kabel". Lalu komandan berkata "Motor kiri dan kanan maju pelan". Sedetik kemudian Juru Sonar berkata "Keadaan sekeliling kapal dan cakrawala aman". Dan perwira Navigasi melaporkan "Dalam air 20 m di bawah lunas". Dan KRI Nanggala berlayar dengan megahnya di bawah air siap menghadapi segala kemungkinan.

"Jarak pantai 12 kabel, cakrawala dan udara aman" lapor Juru Radar. "SIAP UNTUK TIMBUL !" tiba-tiba terdengar perintah. "Hembus grup tengah", maka terbukalah katup Main Ballast tank grup tengah dengan mengeluarkan suara yang Cumiakkan telinga.

Setelah timbul, Perwira I dengan tangkas membuka pintu kedap atas di Conning Tower dan segera masuklah udara segar memenuhi seluruh ruangan kapal. KRI Nanggala menuju ketempat berlabuh dan membuang sauh sejauh 400m dari pantai. Melihat ada KS yang timbul tiba-tiba dari tengah laut membuat penduduk yang tadinya ramai di tepi pantai berhamburan lari dan pantai kosong melompong.

Melihat hal tersebut komandan KS memerintahkan menurunkan perahu karet dan mengirim beberapa anggota ke pantai tanpa senjata. Sementara di KS meriam dan senjata lain disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan.

Setelah tim mendarat di pantai dan melihat para ABK tidak membawa senjata maka penduduk satu persatu mulai memberanikan diri mendekat....dan ALANGKAH BAHAGIANYA MEREKA MENGETAHUI BAHWA YANG DATANG ADALAH PUTRA-PUTRA INDONESIA ANGGOTA ALRI. Bukan seperti sangkaan mereka semula: musuh yang akan melakukan agresi.

Kecemasan Komandan KS sirna melihat sambutan penduduk dan para pemukanya menyambut dengan buah-buahan dan makanan. Dari para tetua di daerah itu mendapat cerita bahwa seorang tokoh proklamator negara Atjeh telah pergi ke luar negri dan berjanji akan pulang dengan membawa kapal selam dan senjata. Komandan KS memperkenankan masyarakat melihat dari dekat KRI Nanggala keesokan harinya.

Dalam perpisahannya masyarakat berkata "kapan lagi bapak akan datang?, kalau pergi jangan lama-lama", komandan KS menjawab sambil tersenyum "Saudara-saudara jangan takut dan gentar terhadap musuh, kami selalu berada di perairan ini menjaga saudara-saudara. Mungkin saudara-saudara tidak melihat kami tapi kami bisa mengawasi saudara-saudara semua".

Sepuluh menit kemudian KS KRI NANGGALA menghilang dibawah laut.. akibat aktivitas KS ALRI diperairan Sumatra maka aktivitas para penyeludup senjata untuk PRRI dan pemberontak Daud Beureuh terhenti.

Langsung Bertugas
Kedatangan 12 KS ini langsung diterjunkan dalam recana operasi Jayawijaya, bagian dari gema Trikora. Dalam operasi yang dramatik, tiga KS melakukan infiltrasi di pantai utara Irian Barat, tetapi ketahuan kekuatan laut Belanda. Hanya RI Tjandrasa yang dinakhodai Mayor Laut Mas Mardiono berhasil mendaratkan 15 anggota RPKAD di Tanah Merah, 30 kilometer utara pelabuhan udara Sentani pada 21 Agustus 1962.

Atas keberhasilan ini semua ABK RI Tjandrasa mendapat Bintang Sakti berdasarkan Keppres No.14/1963. Baru kali ini Indonesia menganugerahkan Bintang Sakti bagi seluruh anggota, biasanya bintang tertinggi ini dianugerahkan kepada perorangan atas jasa luar biasa di luar tuntutan tugas.
Spoiler for :

Awal tahun 1962 kapal selam RI Nagabanda dan beberapa kapal selam lainnya diberangkatkan dari Surabaya menuju titik rendezvous di teluk Halmahera. Komandan Satuan Kapal Selam Letkol R.P. Poernomo menyebutkan dalam briefing, tujuan operasi adalah Tanah Merah, Hollandia (Jayapura).

Berangkat dari Halmahera, kapal menyusuri laut jauh di bagian utara Irian. Setelah berada di Tanjung Tanah Merah mereka berlayar malam hari saja sambil mengisi baterai. Pukul lima pagi mereka menyelam lagi sampai matahari terbenam.

LANJUTANNYA DI BAWAAAAH GAN
Halaman 1 dari 3
Spoiler for :

Pada malam keempat, di sekitar Biak, pengisian baterai kembali dilakukan namun ada sedikit masalah teknis sehingga terlambat. Pukul 00.15 tiba-tiba datang perintah segera menyelam cepat sampai kedalaman 15 m. Sambil terengah-engah Mayor Tjipto Wignjoprajitno, Komandan RI Nagabanda, berteriak, "GODVERT!(kurang ajar), mereka terbang diatas kita. Kalau mereka menjatuhkan bomnya, Habislah kita!". Rupanya malam itu sebuah pesawat Neptune Belanda mendekati RI Nagabanda dari arah belakang dan baru diketahui awak kapal saat pesawat ada diatas mereka.

RI Nagabanda terus meyelam sampai kedalaman 50m. Saat itulah terdengar bunyi ping....ping....ping.... Rupanya Belanda telah menjatuhkan sonar Sonobouy. RI Nagabanda kembali menyelam hingga 70m. Tak berapa lama bom laut dijatuhkan oleh Belanda. Bum...bum.... terdengar ledakan. Selama tiga jam awak RI Nagabanda bertahan di bawah sambil terus menyelam zig-zag.

Bom laut terus dimuntahkan. RI Nagabanda menjadi kritis. Keadaan lebih parah setelah terjadi kerusakan pada kemudi horizontal.kapal tidak dapat diarahkan dan cenderung terus menyelam.

Komandan akhirnya mengambil keputusan untuk mematikan mesin listrik penggerak kapal agar kapal tidak meyelam terlalu dalam. Setelah itu mereka mencari "landasan cair". "Landasan Cair" adalah lapisan air laut dengan berat jenis lebih tinggi dari lapisan disekelilingnya. Disanalah mereka berdiam diri sambil mematikan seluruh peralatan yang menimbulkan bunyi,bahkan gerak-gerik awak pun diatur

Mereka bertahan dalam udara pengap, panas dan kurang oksigen selama 36 jam sebelum akhirnya yakin kawanan Belanda sudah menjauh. Pukul 24.00 mereka naik ke permukaan laut dengan cara memompa air laut keluar. Dari situ mereka berlayar menuju Halmahera. Di Halmahera baru diketahui, kerusakan pada kemudi horizontal diakibatkan daun kemudi kanan dan kiri lepas akibat ledakan bom laut. RI Nagabanda kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk melaksanakan perbaikan.

Buang Sampah di Australia
Kisah ini terjadi pada tahun 1963-1964, saat saya telah lulus sekolah komandan kapal selam dan menunggu penempatan, waktu itu masih gencar-gencarnya konfrontasi dengan malaysia, akhirnya saya diangkat menjadi komandan KRI Nagabanda. Beberapa kapal selam waktu itu ditugaskan melakukan pengintaian di laut cina selatan, sedangkan RI Nagabanda ditugaskan ke indonesia bagian timur. Semua kapal yang berlayar dibawah kendali Panglima Komando Armada Siaga, Panglimanya waktu itu Komodor R.P Poernomo.

Diwaktu itu sudah mulai ada ketegangan dengan malaysia yang akan dimerdekakan oleh Inggris. Malaysia dan Singapura termasuk serumpun dalam persemakmuran inggris, begitu juga dengan australia, bukan tidak mungkin apabila terjadi konfrontasi hampir dipastikan Australia akan ikut campur, oleh karena itu diputuskanlah melakukan pengintaian di perairan Australia.

Kapal meninggalkan surabaya menuju kupang. Sampai di Timor, kapal lego jangkar di muka pelabuhan satu hari, menambah logistik makanan segar, lalu angkat jangkar dan berlayar ke arah selatan. Berlayar pada siang hari menggunakan snorkelling sambil isi baterei, sedang malam hari berlayar diatas air. Garis haluan dibuat sedemikian rupa sehingga jarak ke pantai Australia tidak kurang 50 mil.

Setelah kira-kira berada di sebelah barat kota perth, udara di dalam kapal terasa dingin tidak seperti biasanya yang panas. Karena dari surabaya tidak dilengkapi dengan pakaian dingin maka saya putuskan untuk putar haluan ke utara, kembali ke kupang.
Spoiler for :

Pada saat kapal akan menuju ke kupang, ada usulan dari perwira administrasi, letnan ali kamal : "komandan untuk menandai bahwa RI Nagabanda sudah berada di perairan barat Australia, sebaiknya kita buang sampah di sini". Saya setujui usul tersebut, maka saya perintahkan untuk mengumpulkan kaleng-kaleng bekas makanan khususnya yang made in indonesia serta sampah yang lain dan kami buang ke laut.

Dalam melaksanakan tugas ini, RI Nagabanda berhasil masuk perairan barat Australia tanpa diketahui oleh kapal-kapal Australia.

403 Dalam 2 jam Menjadi 410
Tahun 1964 dalam rangka tugas pada masa Konfrontasi dengan Malaysia, RI Nagabanda 403 mendapat tugas untuk mengambil foto-foto pantai Trengganu untuk persiapan pendaratan pasukan di semenanjung Malaysia.

Untuk operasi ini ikut seorang agen dari BPI (badan pusat Intelejen) untuk turut menganalisa keadaan. Singkat cerita KS dapat mencapai pantai Trengganu hingga jarak 2 mil dari pantai dan mulai mengambil gambar pantai Trengganu. Pada jarak itu KS sudah dapat dilihat dengan jelas oleh nelayan di sana.

Pada saat pemotretan, juru sonar mendengar suara baling-baling yang kemungkinan diketahui adalah fregat Inggris, untuk itu maka KS segera bergerak meninggakan perairan Malaysia dan karena kemungkinan besar KS sudah terlihat oleh nelayan Malaysia. KS cepat-cepat berlayar ke kepulauan Riau dan di antara pulau-pulau itu, KS RI Nagabanda 403 lego jangkar dan anak buah kapal diperintahkan menghapus no lambung 403 dan mengubahnya menjadi 410.

Dalam waktu kurang dari 2 jam, RI Nagabanda dengan no palsu 410 sudah berlayar kembali dan benar, ada pesawat RAF jenis Skeleton terbang di atas kapal sambil memberikan lampu isyarat menanyakan identitas kapal, tapi tidak dijawab, malah awak kapal menyiapkan 12,7mm untuk menembak, tapi dilarang oleh pusat karena belum ada deklarasi perang dengan Inggris.

Dari situ sebenarnya berita bahwa KS Nagabanda 403 sudah masuk Malaysia sudah diketahui Inggris dari laporan nelayan, tapi setelah dicari malah mereka mendapati KS 410, mereka tidak bisa menindak karena yang mereka cari adalah 403.

Akhirnya kapal tiba dengan selamat di Tanjung Uban Riau...

Tugas Rahasia ke Pakistan
Menjelang HUT Angkatan Perang RI Tanggal 5 oktober1965, sebagian kapal besar kapal-kapal perang RI berkumpul di tanjung priok, termasuk beberapa kapal selam, saya mendapat tugas sebagai komandan divisi kapal selam. Semula HUT akan dilaksanakan dengan meriah, namun karena ada peristiwa G 30 S maka acara pun dibatalkan. Hampir semua kapal perang kembali ke pangkalan Surabaya.

Begitu kapal merapat di dermaga kapal selam ujung, saya bersama kapten RM Handogo mendapat perintah segera ke Jakarta untuk menghadap Komodor L.M Abdulkadir, sesampai di Jakarta, kami dijemput langsung oleh Komodor L.M Abdulkadir, beliau membawa sendiri toyota hardtop dan membawa kami ke gedung gita bahari, kami dipertemukan dengan dua orang yang belum kami kenal.

Pada pertemuan di gedung gita bahari itu saya dan kapten Handogo mendapat tugas sebagai pimpinan RI Nagarangsang dan RI Bramasta untuk membawa kapal tersebut ke Karachi yang waktu itu masih ibukota Pakistan. Perintah Pak Kadir waktu itu :
Tugas ini Rahasia
Tarik haluan ke Karachi, hindari jalur pelayaran kapal-kapal niaga
Anak buah tidak boleh tahu tujuan kapal selanjutnya, dalam surat menyurat dari rumah menggunakan alamat konjenkasel sedangkan dari kapal harus dikumpulkan pada komandan kapal.
Sementara kami berada di Jakarta, di surabaya ternyata kedua kapal sudah di siap tempurkan lengkap dengan personilnya. Sesampai di Surabaya, ternyata saya ditunjuk sebagai komandan RI Nagarangsang sedangkan RI bramastha di komandani Kapten Pelaut Yasin Sudirjo, Kapten pelaut Handogo ternyata ditunjuk sebagai Ka. Staf Gugus Tugas X.

Ternyata gugus tugas X yang dibentuk sebagai tugas latihan tersebut, tugas utamanya adalah untuk membantu negara Pakistan yang sedang di serang India serta meredam perang yang waktu itu sedang berlangsung.

Pelayaran Jakarta - Karachi
Setelah RI Nagarangsang dan RI bramastha siap tempur, diberangkatkanlah mereka dari Surabaya menuju Jakarta. Sebelum bertolak ke Karachi, ada dua perwira Angkatan Laut Pakistan yang ikut, Mayor yastur Malik untuk RI Nagarangsang sedangkan Kapten M.Sultan untuk RI Bramasta (kelak mayor yastur malik diangkat sebagai KSAL Pakistan dan Kapten M.Sultan menjadi KSAL Bangladesh navy).

Tanggal 17 oktober 1965 kapal bertolak menuju Karachi. Lepas selat Sunda kapal dikemudikan ke arah 270 derajat menyusur barat Sumatera. Garis haluan menerobos kepulauan Maldiv. Lepas dari kepulauan Maldiv garis haluan ditarik ke pantai Persia untuk menjauhi India kurang lebih 300 mil, kemudian setelah jarak dari Pantai Iran 50 mil, haluan kapal ditarik menuju Karachi.

Pertengahan bulan november 1965 kapal merapat di Pakistan Navy Naval Base, suasana perang tidak terlalu terasa karena sedang terjadi gencatan senjata.

Latihan perang-perangan dengan AL Pakistan dilaksanakan beberapa kali setelah kapal roket ALRI datang, kami menggunakan prosedur royal navy sebagaimana AL india dan AL Pakistan gunakan. Lokasi latihan di lepas pantai Pakistan yang berbatasan dengan India, latihan melibatkan 2 kapal selam dan dua kapal roket cepat ALRI, sedangkan AL pakistan menggunakan satu kapal selam serta dua destroyer.

Kegiatan yang Lain-lain
Sebelum latihan dengan AL Pakistan, kapal mengalami beberapa kerusakan antara lain radio DK, maka diputuskan kapal melakukan perbaikan besar dulu dan menunggu kiriman dari Indonesia, sambil menunggu kapal selesai diperbaiki, kami memanfaatkan waktu untuk melakukan kunjungan-kunjungan kehormatan. Tak dapat dipungkiri, sepanjang jalan banyak poster-poster Presiden Soekarno yang dijual dan banyak yang menyanjung bantuan kami.

Saat latihan dengan AL Pakistan, mereka sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan kami, pengalaman yang sama dikemudian hari saya dapatkan ketika berlatih dengan AL Australia saat saya mengomandani RI Pasopati.

LANJUTANNYA DI BAWAH LAGI GAN
Spoiler for :

Sebagian kelasi kami bahkan berkelakar kalo kapal rusia tahan sonar, tapi masa iya? mungkin ada lapisan air laut yang dinamakan layer yang membuat pantulan sonar memantul kembali. Tapi bagaimana pun itu membuat kami bangga. Di samping itu, dalam tugas ini juru sonar kami mendapat pengalaman baru yaitu mengenali suara baling-baling kapal Inggris.

Tahun 1974, GUSPURLA (Gugus tempur laut) TNI AL mendapat perintah dari Mabes ABRI untuk operasi pengamanan Selat Malaka bekerja sama dengan TLDM (Tentera Laut Diraja Malaysia), dalam Gugus Tempur tersebut terdapat KS KRI Pasopati dengan komandan Kapten (P) Soentoro dengan Komandan Guspurla Laksamana Pertama Mardiono.

Pada saat pembicaraan Rencana Operasi dengan perwira TLDM di Belawan Medan, mereka sudah tidak suka ada unsur Kapal Selam yang ikut dalam operasi itu "untuk apa...!?" kata mereka. Mungkin mereka khawatir KS kita bisa dengan mudah menyelinap ke daerah mereka karena dalam rencana operasi tsb setiap armada tempur masing-masing negara berpatroli di wilayahnya masing masing, setelah itu baru berkumpul disuatu titik kumpul dan berkonvoi masuk ke Penang, Malaysia pada etape I dan Sabang, Indonesia pada etape II.

Dengan penolakan secara tidak etis tsb membuat komandan KS KRI Pasopati merasa panas, tetapi diredakan oleh Dan Guspurla demi persahabatan kedua negara, tapi diam-diam Komandan KS ingin memberi pelajaran kepada TLDM.

Pada etape I, setelah selesai berpatroli maka semua kapal perang berkumpul di titik kumpul dan berkonvoi menuju Penang dan menjelang pintu masuk pelabuhan Penang tiba-tiba KS KRI Pasopati sudah muncul dulu disana dan membuat panik rombongan konvoi yang dipimpin oleh TLDM. Hal tersebut membuat kesal Panglima TLDM Kolonel Laut Sidiq dan berkata "KS tidak usah ikut campur urusan patroli dan agar keluar dari formasi dan area patroli".
Spoiler for :

Pada etape II, KS KRI Pasopati kelakukan free hunting (tidak mengikuti) pola patroli tetapi bebas menentukan sasaran sendiri dan setelah selesai, seluruh kapal berpatroli masuk ke pelabuhan Sabang. Di sini awak KS KRI Pasopati ingin memberikan kejutan dan sekedar pamer kepada TLDM. Dengan ketelitian yang tinggi, KS masuk alur pelabuhan dengan cara menyelam padahal kedalam alur pelabuhan hanya 20m, dari periskop terlihat awak Kapal TLDM jenis LST yang menjadi kapal komando tidak menyadari didekati oleh KS secara diam diam dan setelah tinggal jarak beberapa meter dari lambung kapal mereka, muncullah dengan tiba-tiba KRI Pasopati dan membunyikan gauk (sirine) tanda kedatangan mereka, maka gemparlah pelabuhan Sabang terutama awak kapal TLDM yang kapalnya sudah ditempel sama KS Pasopati.

Malamnya Dan Guspurla datang kepada Dan KRI Pasopati dan menyalaminya sambil tersenyum dan berkata "Jangan Sembrono lagi ya...", dijawab "Siap Laksamana"....

Bikin Marah Komandan Fregat RAN
Spoiler for :

Tahun 1975 diadakan latihan anti kapal selam antara TNI AL dengan RAN (Royal Australian Navy) sehubungan dengan muhibah fregat RAN ke Surabaya. Area latihan dilakukan di selat Madura sebelah utara P. Bali dengan area latihan sebesar 10 Mil persegi, sebagai sasaran adalah KRI Pasopati dan yang mengejar adalah fregat TNI AL dan RAN.

Dalam latihan kedua fregat tidak dapat mendeteksi KS kita, jadi mereka membom laut (dengan bom latihan) secara membabi buta, padahal di bawah laut awak KS kita tertawa-tawa karena mereka tepat berada dibawah lunas fregat RAN. LO dari TNI AL yang ditempatkan di fregat RAN Letkol Laut (P) Saeran melihat komandan fregat RAN marah dan complain bahwa KS kita sebenarnya tidak ada disitu tapi sudah pulang ke pangkalan karena alat deteksi kapal RAN yang sudah canggih pada jaman itu tidak bisa menemukan KS kita di area yang cukup sempit itu. Tapi kemudian dijawab dengan perintah "KS agar timbul kepermukaan" dan dengan sekejap KRI Pasopati sudah muncul dekat fregat RAN. Ketika balik kepangkalan dan berlayar dipermukaan masih terdengar "ping" dari sonar fregat RAN, rupanya mereka masih penasaran, kenapa KRI Pasopati bisa menghindari Sonar mereka

Cerita Sewaktu Operasi Seroja, Integrasi Timtim antara 26 Feb 1976 s/d 26 Mar 1976.
Pada saat itu KS KRI Pasopati sedang menyelam di pantai utara dekat kota Baucau, tiba-tiba ada laporan dari Juru Sonar bahwa ada suara baling-baling mendekat ke KS kita, untuk itu komandan kapal memerintahkan KS naik ke kedalaman periskop dan mengintip cakrawala, ternyata cakrawala bersih tanpa ada satu kapalpun disana.

"Juru sonar, berapa baringan dan kecepatan?" tanya komandan. "Baringan 040, kecepatan 10 knots ndan" jawab juru sonar. Komandan mengecek lagi arah itu, tidak terdapat kapal disitu. Komandan mengambil kesimpulan itu adalah KS asing yang mendekat. Untuk itu secara diam-diam peran tempur disiapkan di KS kita dan haluan kapal diubah menyongsong arah KS asing itu.

"Siapkan torpedo untuk ditembakkan" perintah komandan, tetapi tiba-tiba Juru sonar berkata "Baringan 000, suara menjauh, kecepatan 30 knots!"

Ternyata KS itu menjauh dan tidak mau berkonfrontasi dengan KS kita diperairan Timtim, dari hasil analisa kemungkinan KS itu adalah KS US Navy milik Armada ke-VII karena kecepatannya cukup tinggi hingga 30 knots dan diketahui hanya mereka yang KSnya bisa secepat itu pada masa itu.

Pernah Bertemu di Pasifik?
Spoiler for :

Pada tahun 1978 saya diangkat menjadi Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Iran yang berkedudukan di Teheran, alkisah pada suatu resepsi kemiliteran saya dan isteri hadir sebaai undangan dan begitu pula dengan Athan dari Negara lainnya, saya mengenakan jacket dinner lengkap beserta tanda jasa dan tak lupa brevet Hiu Kencana yang saya banggakan.

Tampak asyik berkumpul para Athan dari USSR, USA, Jepang, dan Belanda. Sayapun bergabung dengan mereka, rupanya Athan USA matanya jeli menangkap kilatan brevet Hiu Kencana yang saya pakai, tampak dia mencolek Athan Belanda yang aku lupa namanya dan sebut saja ia si jan (yan), “yan, kau pernah bertemu santo di Pasifik kan?”

Sudah menjadi kebiasaan orang barat bila sudah merasa dekat akan menyapa dengan nama panggilannya saja tanpa embel-embel apapun, spontan saya menjawab “ya , si yan pernah mengirim roti saat itu, tapi rotinya gak sampai”

Saya mengetahui itu karena saya tau bahwa si yan adalah komandan kapal fregat Belanda yang menjatuhkan bom laut pada kami (RI Nagabanda) tapi tidak tepat sasaran, sedangkan kami harus terus menerus menyelam selama 36 jam, bahkan salah satu kelasi kami berkelakar pada saya, “tenang saja pak, komandan kapal diatas (fregat belanda) itu teman komandan kita saat di Belanda”

Ya, memang komandan kapal kami adalah alumnus AAL-nya belanda, tapi beda angkatan dengan komandan kapal fregat itu. Tidak dapat dipungkiri kehadiran kapal selam RI waktu itu terasa sebagai efek deterrence yang sangat hebat, apalagi 6 kapal selam yang baru juga dilengkapi torpedo SUT (homing torpedo) yang tercanggih di jamannya, mereka juga sudah di siagakan di lapis kedua atau lingkar dalam yang sewaktu-waktu dapat diperintahkan bergerak.

Kontak Dengan Armada ke-7
Dulu ada Armada ke-7 AS yang mau lewat selat Sunda tapi tanpa permisi, setelah kehadirannya sudah diketahui oleh gugus tempur selam di wilayah sekitar selat sunda, Armada ke-7 AS lalu diberi peringatan radio tapi tetap sombong acuh saja, lalu setelah ada perintah dari pejabat berwenang yang tertinggi dalam hal ini segera memerintahkan : "lakukanlah segala sesuatu yang menurut kalian adalah benar demi menjaga kehormatan NKRI, semuanya terserah kalian!"

Setelah beberapa saat kontak tidak ditanggapi, KS RI melakukan jibaku dengan maksud untuk mendekati sekalian mengawal agar tidak macam-macam, tetapi ternyata terjadi kepanikan di kapal induk Armada ke-7 AS. Pergerakan KS yang semakin mendekati kapal induk dan mematikan sinyal radionya sangat menggentarkan mereka karena pikirnya kapal induk akan ditubrukan secara frontal oleh KS RI tersebut.

Pada detik-detik kritis yang dialami kapal induk Armada ke-7 AS & rombongan pengawalnya, akhirnya meeka memilih berbalik arah dan segea putar haluan, tidak jadi lewat selat Sunda, tapi mengambil arah ke Australia. Akhirnya semua awak KS RI berteriak hore kita menang.. jalesveva jaya mahe.. jayalah negeriku Indonesia dilaut!!!

Memang benar ini adalah sekelumit pengalaman mendebarkan manuver nekat dari awak Hiu Kencana KS RI, dengan berbaliknya Armada ke-7 AS maka kemenangan politis ada pada negara kita tercinta. Setelah kejadian tesebut, sang komandan awak mendapat anugrah bintang sakti..

Sumber :
[1] Buku 50 tahun Pengabdian Hiu Kencana 1959-2009.
[2] Catatan Mayor(P) LM Abdul Kadir NRP 480/P dalam Jurnal KS RI NANGGALA 1960


Allhamdulillah kelar jga bikin Thread ini ....
Semoga agan" bisa menambah wawasan dengan kisah Kapal Selam TNI AL
Bila Berkenan Tolong Timpuk ane dengan emoticon-Blue Guy Cendol (L) emoticon-Blue Guy Cendol (L) Tidak Mengharapkan emoticon-Blue Guy Bata (L) emoticon-Blue Guy Bata (L)

Spoiler for 1:
panjang bener gan, salut. numpang nyimak yaaah emoticon-Matabelo
Quote:

Monggo Monggo gan semoga bermanfaat ,,, emoticon-Salaman
Quote:


eh ane pertamax? *ngarep emoticon-Ngakak
Quote:

bisa bisa gan ente pertamax yang penting baca gih seru kisahnya gan emoticon-Salaman
kok Sepi ya emoticon-Mewek emoticon-Mewek ...

emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul emoticon-Sundul
BIAR RAMEEE DIKIT
Kemana niii penghuni Lounge sepii amiiir .

emoticon-Mewekemoticon-Mewek emoticon-Mewek emoticon-Mewek
Kisah Seru..
Bangga ane Boss Agan..
sbagai pembanding, tentunya bagus juga diinfo kemampuan Armada Laut yang sekarang..
emoticon-Cendol (S)
Quote:

thanks gan ... emoticon-Salaman oke gan ane ntr kasih info" seru lainnya ..

seru banget gan kisahnya...
bakal nampang di HT nih
Mantap Gan, Ane Doain HT Gan...emoticon-shakehand
Quote:

thanks gan moga aja ya gan tolong doain aja emoticon-Salaman
Quote:

thanks gan moga aja ya gan tolong doain aja emoticon-Salaman
mantebs bener kekuatan armada kita di era 70an..... jalesveva jayamahe !!!
Ijin nyimak dlu gan.. Panjang amat critanya emoticon-Sundul Gan (S)
Quote:

mantap kan gan bangga ane jadi warga negara indonesia gan emoticon-I Love Indonesia

Quote:

monggo monggo gan emoticon-Salaman
ninggalin jejak
emoticon-Matabelo marep bener armada kita satu ini. tpi kq sepi ulasan ya.. ijin share ke fb ndan
Quote:

monggo gan emoticon-Salaman

Quote:

marep ?? mantap ??? emoticon-Bingung gan ....
monggo gan sedoot ajeeee emoticon-Salaman
Kri cakra ga ada gan ceritanya? Soalnya nama ane diambil dari situ hehehe
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di