- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
4 kenangan masa kecil dulu yang sekarang hampir punah


TS
syahrial.up
4 kenangan masa kecil dulu yang sekarang hampir punah



ane mau berbagi kenangan masa kecil tahun 90an dan yang sekarang sudah mulai terlupakan



Spoiler for 1.Aneka Lomba 17-an:
Pada masakecildulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, yaitu ikut lomba tujuh belasan. Berbagai macam lomba digelar untuk memperingati HUT RI. Lomba permainan semacam ini seakan tak lekang oleh waktu, buktinya sampai sekarang masih kita saksikan di sekitar lingkungan rumah kita.
Kalau dicermati, berbagai macam permainanan dalam lomba tujuh belasan mempunyai makna yang cukup mendalam. Tolong bantu saya ya, kalau dalam penjelasan di bawah ini ada yang kurang.




Spoiler for 1.Lomba makan kerupuk:

Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.
Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.
Spoiler for 2.Lomba balap karung:

Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas.
Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Spoiler for 3.Lomba tarik tambang:
Makna dari permainan ini bahwa persatuan sebagai modal utama untuk mengalahkan penjajah/lawan. Permainan ini juga mengajarkan bagaimana membentuk tim yang kompak dalam menyusun strategi yang tepat untuk dapat menarik tambang dengan mantap..
Spoiler for 4.Lomba Perang Bantal:

Kata pertahanan disini yang menjadi maknanya, dalam berperang/berselisih kita jangan mudah lengah, kita mesti bisa bertahan dalam kondisi apapun meski hanya bermodal sebuah bantal!! tapi kita tetap harus bisa menang
Spoiler for 5.Lomba Memindahkan Belut:

Permainan ini memindahkan seekor belut ke tempat lain.
Makna permainan ini, betapa pun sulit dan licinnya belut penjajah tetap harus diusir dari negeri ini. Perlu kesabaran dan ketekunan
Spoiler for 6.Lomba panjat pinang:

Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak.
Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan.


Spoiler for 2.Telepon Kaleng:

Lihatlah sekeliling kita, siapa sih di jaman sekarang yang tidak memegang ponsel? Bahkan seorang tukang ojek atau tukang becak memegang ponsel untuk kebutuhan bisnisnya. Apalagi kalau tidak untuk memperlancar delivery order mereka.
Untuk para pengusaha, punya ponsel hukumnya wajib. Mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai swasta, pegawai negeri, pembantu rumah tangga dan seorang pengangguran pun punya ponsel. Di sekolah, hampir semua murid punya ponsel, dan supaya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar ada beberapa sekolah yang melarang muridnya membawa ponsel ke sekolah.
Ponsel makin canggih saja saat ini. Tidak hanya untuk menelpon atau mengirim SMS, tapi bisa untuk internet, video call dan masih banyak lagi. Saya tidak akan membicarakan ponsel ini lebih lanjut, ada yang lebih menarik untuk kita kenang, yaitu telepon kaleng.
Waktu SD dulu, di pelajaran IPA ada bahasan mengenai telepon kaleng ini. Telepon ini dibuat dari 2 kaleng (bisa juga dengan gelas plastik bekas kemasan air mineral) yang dihubungkan dengan seutas tali. Cara penggunaannya, satu orang bicara di kaleng 1sedangkan seorang teman lainnya mendengarkan dari kaleng 2. Tali/benang harus dalam keadaan kencang, supaya suara merambat dengan sempurna.
Kadang permainan ini menyebabkan keributan karena gangguan dari teman lain yang tidak sabar ingin mencoba telepon kaleng ini. Selesai percobaan pak guru memberikan pertanyaan untuk didiskusikan di kelas : mengapa pada benang yang dikendorkan, kita tidak dapat mendengar suara? Sedangkan pada benang yang dikencangkan, kita dapat mendengar suara? Pada benang yang kendor tidak ada gelombang suara dari sumber suara, yang dihantarkan melalui benang ke penerima suara (pendengar). Semakin kencang benang, maka gelombang suara dari sumber suara yang dihantarkan melalui benang ke penerima suara (pendengar) akan semakin jelas.
Hallo, saya Sekar di sini… apakah kalian mendengar suara merduku???
gimana gan masih ada yang minat ga ??




Spoiler for 3.Jamu Gendong:

Ciri khas jamu gendong adalah perempuan membawa bakul yang di dalamnya berisi botol jamu dengan cara digendong, sementara tangan kiri memegang ember untuk mencuci gelas setelah dipakai untuk minum jamu. Sejak masakecildulu sampai sekarang masih saja bisa ditemui penjual jamu gendong keluar masuk kampung. Bahkan di Jakarta setiap hari para perempuan penjual jamu gendong ini lalu-lalang di tengah keramaian kota atau di proyek-proyek bangunan tinggi.
Jamu gendong mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia, sebagai negara yang punya tumbuhan obat terlengkap nomor dua di dunia. Berabad-abad lalu, obat tradisional yang dibuat dari akar, daun, maupun umbi-umbian tumbuhan ini muncul pertama kali dalam tradisi keraton
di Jawa. Selanjutnya jamu juga diajarkan ke masyarakat dan dipasarkan dengan cara dipikul oleh laki-laki dan digendong oleh perempuan. Belakangan, jamu pikulan kalah pamor dibandingkan dengan jamu gendongan.
Seakan-akan menantang zaman, kebanyakan mereka tetap berkain jarit dan berkebaya dalam menjual jamunya. Jumlah mereka tidak sedikit, namun nasib tidak berubah banyak. Sementara di bagian lain kota Jakarta, ada juga bakul jamu kelas pengusaha yang tak perlu lagi lalu lalang di jalanan, tak perlu berkain dan berkebaya. Mereka kini hanya perlu menghitung untung dari tiap bungkus jamu yang dijualnya hingga ke luar negeri. Mengapa nasib Ngatiyem, si penjual jamu gendong sangat jauh berbeda dengan penjual jamu kelas pengusaha?
Anda masih suka mengkonsumsi jamu gendongan?


Spoiler for 4.Kapal Otok-Oto:

Untuk mainan yang satu ini, maaf, saya tidak tahu nama aslinya. Sebut saja kapal otok-otok. Mainan ini memang berupa miniatur kapal, ukuran panjang sekitar 20 cm lebar 5-6 cm tinggi 4 cm terbuat dari kaleng.
Perakitan kapal ini dengan cara dipatri, kemudian dicat dengan kombinasi warna biru-kuning-merah-hijau. Dan mainan ini sangat nasionalis, karena selalu terpasang bendera merah putih. Cara memainkan kapal otok-otok ini yaitu kapal ditaruh di atas baskom yang telah diberi air, kemudian isi air dari “knalpot” kapal, lalu nyalakan sumbunya dan tunggu beberapa saat sampai air dalam “tangki” kapal mendidih. Kapal akan segera berjalan dengan bunyi khasnya otok…otok…otok… mengitari keliling waskom. Ada yang unik. Bahan bakar yang digunakan bukan bensin atau solar loh, tapi minyak kelapa/minyak goreng.
Mainan ini ada yang menyebut dengan kapal sekaten karena di Solo atau Yogya sana, setiap ada perayaan sekaten kapal ini selalu dijual. Setahu saya, ada satu tempat lagi untuk mendapatkan mainan kapal otok-otok ini adalah di Sate Maranggi Jl. Raya Cikampek – Purwakarta.
Hayoo…siapa yang punya pengalaman main kapal otok-otok ini? Bagikan pengalaman kalian di sini.


Spoiler for tambahan:
Spoiler for Gasing atau Panggal:

Gasing / Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.
Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.
Spoiler for Permainan Kelereng:

Kelereng terbuat dari adonan semen dengan kapur, bentuknya bulat
sebesar ibu jari kaki, atau terbuat dari batu wali, yang dibentuk sedemikian rupa
hingga menyerupai kelereng yang sebenarnya, dan akhir-akhir ini telah
menggunakan kelereng yang terbuat dari kaca sebesar telunjuk tangan saja.
Meskipun permainan yang sangat membutuhkan keahlian ini sekarang sudah
mulai ditinggalkan anak-anak(terutama laki-laki) di kota-kota besar, tetapi
kelereng masih tetap diminati banyak anak-anak.
Format permainannya yaitu memanfaatkan keahlian jari tangan, maka
permainan kelereng bisa dimulai. Caranya jari tengah atau telunjuk ditekan
dengan ibu jari sehingga membentuk angka nol. Kemudian letakan kelereng di
antara pertemuan ujung jari telunjuk dan ibu jari. Lalu tekan dan dorong
kelereng tersebut dengan kuat dengan bantuan jari yang lain sebagai titk tolak
dorongan dari hasil kedua jari tersebut lalu lepaskan. Intinya melempar kelereng
dengan memanfaatkan jari. Aturan main yang ditetapkan tergantung kreativitas
si pemain. Permainan ini tergantung pada lemparan kelereng melalui jari agar
mengenai kelereng lain.



Spoiler for Peletokan:
Agan-agan masih inget ga mainan pletokan bambu?
ini mainan dulu jadi permainan favourit ane gan kalau main perang2an dulu, selain petak umpet, klereng / gundu (ane dulu jagonya nih main gundu), layangan (wah ini lebih jago lagi menang 10x pake benang 100 rupiah).
ew jadi curhat mainan2 kesukaan ane waktu kecil

klo agan belum pernah liat tuh mainannya nih ane kasih liat gambarnya.
Spoiler for pletokan:


tuh mainan ga sama pisaunya ya gan, serem aja agan main pletokan sambil bawa2 pisau

ok lanjut jadi tadi ane liat depan rumah ane, kponakan2 ane lg pd main sama temen2nya depan rumah. mereka lagi asik ngejar2 tawon / lebah, yang ternyata pk pletokan bambu gan. liatnya jd bernostalgia, cuma pas ane perhatiin koq yang dipegang bentuknya sama semua ya hmmmm.... langsung aja ane tanya2 ke keponakan ane, yang ternyata mereka beli dengan harga Rp.2000,-
langsung aja nih gan penampakan mainan pletokan Rp 2000,-
Spoiler for 2000:

ane langsung ketawa aja ngakak bilang gini "jiah dulu mah om sama bapakmu bikin sendiri, kan pohon bambu banyak". tp percuma ane ngomong gtu, tuh bocah2 cm bilang "ooo dulu bikin ya om" sambil jalan cari mangsa baru buat di tembak. hadeh ngenes amat ane ngomong digituin.
ya sudahlah daripada mereka beli lagi mainan softgun peluru plastik, serem ane liatnya.
tapi setelah ane lihat2 di mbah gugle, yg jual lumayan kreatif jg ya nih salah satu penampakan di mbah gugle.
Spoiler for kreatif:

Dulu juga pada kreatif sih, tuh bambunya bisa dibuat lebih dari 1. jadi bisa nembak lebih dari 1x. seru deh gan klo ngebayangin dulu hehehe
nah ini ada penjelasan mengenai mainan pletokan gan
Spoiler for keterangan:

Permainan ini menggunakan bambu sebagai bahan utama pembuatannya dan siapa pun bisa membuatnya dengan mudah. Pletokan dibuat dari bambu, panjang sekitar 30 cm dengan diameter 1/2 sampai 1 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.
Cara bermainnya pun sangat mudah pertama peluru dimasukkan dengan batang penolak sampai ke ujung laras. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak. Peluru kedua ini mempunyai dobel fungsi. Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya. Tembakan ini akan menimbulkan bunyi pletok dan peluru terlontar bisa sampai 5 meter dan relatif lurus. Permainan ini sering dimainkan untuk perang-perangan.
Sumber mengenai pletokan
kawasaki97
Spoiler for sumber:
http://masakecildulu.wordpress.com/page/2/




Nantikan update selanjutnya





Diubah oleh syahrial.up 21-08-2013 16:23
0
84.9K
Kutip
2K
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan