CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016212524/clean-anda-bertanya-sufisalik-menjawab

[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 108 dari 506

Silsilah Rasulullah

[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab


"Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do'a." (QS. Ibrahim : 39)

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim : 37)

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): 'Ya Tuhan kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau­lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab (al-Qur'an) dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (QS. al-Baqarah: 127-129)
Quote:


Quote:


Terima kasih untuk penjelasannya bang emoticon-Smilie

Quote:


Potensi manusia akan terbuka jika mereka mengenal dirinya, salah satunya melalui rasa bersyukur emoticon-Smilie

Quote:


15 tahun

Quote:


Khadijah berkata kepada Muhammad : "Aku mencitaimu karena kebaikanmu padaku, juga karena engkau selalu terlibat dalam segala urusan di tengah masyarakat, tanpa menjadi partisan. Aku menyukaimu karena engkau dapat diandalkan, juga karena keluhuran budi dan kejujuran perkataanmu." (Ibn ishaq, Sirah Rasul Allah, 120)

Rasulullahpun mencitai Siti Khadijah dengan setulus hati emoticon-Smilie


Quote:


Silahkan baca Usia Aisyah ketika berumah tangga emoticon-Smilie

Quote:


Silahkan baca Silsilah Rasulullah emoticon-Smilie
Sufi merayakan tahun barubgak yah?
Quote:


adakah hadis yg jelas2 mengatakan beliau [aisyah binti abu bakar] memang menikah dengan muhammad pd usia 17/18th saya temui ada hadis yg menyatakan Aisyah berusia 6th saat dinikahi nabi. Dan usia 9th saat diajak benar2 berumah tangga.


Kisah hidup muhammad, hehehehehe,,,
maap bang bukan maksud membanding2kan, klo agama samawi yg lain didalam kitab mereka dituliskan silsilah nabi mereka. Jd saat ditanya ayat2 soal silsilah mrka bisa kasih. Thq.
Silsilah nabi buat apa, semua manusia dihadapan Allah sama, hanya amal perbuatannyabygvmembedakan.
Bunda Aisya dinikahi secara nikah gantung oleh nabi diperkirakan pd usia 6 thn. Tp ini lemah riwayatnya, krn ingatan manusia pd jaman itu ttg usia tak akurat. Juga ttg riwayat saat tinggal serumahnya, lemah.
Quote:


Kalau hadist secara jelas tidak ada, karena hadist mengenai usia Aisyah saat menikah hanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah. Namun penjelasan mengenai usia Aisyah secara tidak langsung dijelaskan, salah satunya dibawah ini:

menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: ”Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan (Sahih Bukhari, kitabu at-tafsir, BabQaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah (The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. Jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah n Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan.

Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane’s Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi ariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikahi Nabi.

Quote:


riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadits yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorang pun yang di Madinah, di mana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Madinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.

Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Madinah ke Iraq pada usia tua.Tahzibu at-Tahzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : ”Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, Ibn Hajar Al-`Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ”Saya pernah diberitahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq” (Tahzibu at-Tahzib, IbnHajar Al- `Asqala’ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
Mizanu al-I`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup para periwayat hadist Nabi saw mencatat: ”Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu al-I`tidal, Al-Dzahabi, Al-Maktabatu’l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.


Quote:


Surat Al-Baqarah ayat 127-129, sudah menjelaskan bahwa Rasulullah adalah keturunan dari Nabi Ibrahim melalui Nabi Ismail.

Alkitab menggabungkan antara firman Tuhan, perkataan dan riwayat para Nabi sementara Al-qur'an murni berisi firman Allah, perkataan dan perbuatan Rasulullah semasa hidup dijelaskan melalui hadist, sisilah beliau dijelaskan di sirah nabawiyah yang beberapa keterangan didalamnya bersumber dari hadist.

Semoga menjawab emoticon-Smilie

Quote:


Terima kasih untuk penjelasannya emoticon-Smilie
Quote:


Kalau yang dimaksud merayakan tahun baru dengan berpesta tentu saja tidak dilakukan oleh para salik emoticon-Smilie
Quote:

terima kasih mas jawabannya

Quote:

menyerahkan di sini apakah metodenya sama dengan berdzikir ??


Quote:

terima kasih mas jawabannya




Quote:


sama-sama mas emoticon-Smilie

Quote:


Maaf sebelumnya, kalau saya boleh tahu, apakah mas wolhan adalah ihwan tarekat emoticon-Smilie ?.
Gk di jalanan gk di kantoran.gk di tempat hiburan gk di tempat umum lainnya banyak khususnya wanita yang tidak menutup auratnya,bagaimana kita menyikapinya ketika kita melihatnya? apalagi foto/video walaupun cuma rambutnya wanita yang kelihatan...


Untuk urusan dunia seperti makanan yang kita beli kan kita tidak tau itu halal apa haram baik dalam pembuatannya maupun cara menyembelihnya(khusus daging) sudah benar sesuai tantanan islam apa gk...?

Untuk peralatan sehari-hari juga banyak yang di buat/digunakan oleh non muslim kita pakai juga walaupun basis/tujuann penggunaannya berbeda atau sama...?


Diubah oleh otsman
Quote:


rahasia gan emoticon-Ngakak
Diubah oleh wolhan
Quote:


Eet dah ada baannci kaleng si anjing budugg

Diubah oleh ahli..kubur4
Quote:

okeh mas, penerangannya cukup memuaskan. Thanks yah
mas bgaimana penerpan surat al kafirun menurut para salik..???
mohon,berbagi,mas.. :-)
gw ga tau udah pernah dibahas apa belum

di tasawwuf, wihdatul wujud itu apa sih ?

tq
Quote:


Mohon maaf, karena pertanyaannya sudah masuk ke ranah fiqih, silahkan bertanya ke ABMM emoticon-Smilie


Quote:


iya emoticon-Smilie

Quote:


masih mas emoticon-Smilie

Quote:


Mungkin ada baiknya kita lanjutkan diskusinya melalui PM mas emoticon-Smilie


Quote:


sama-sama mas emoticon-Smilie

Quote:


Sebelum mengkaji surat Al-kafirun ada baiknya kita memahami arti dari kafir.

Kāfir (bahasa Arab: كافر kāfir; plural كفّار kuffār) untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).

innaa hadaynaahu alssabiila immaa syaakiran wa-immaa kafuuraan

"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (QS.Al-Insaan : 3)

Kafir = orang yang tidak mensyukuri nikmatNya

Tafsir Al-Kafirun

"Katakanlah: "Hai orang-orang kafir," (QS.Al-Kafirun : 1)

Ibnu Katsir berpendapat bahwa surat ini berisi perintah Allah ta’ala kepada rasul-Nya Muhammad saw, untuk berlepas diri atas kemusyrikan orang-orang kafir dan menjalankan ibadah dengan ikhlas.

Ibnul Qayyim juga menegaskan pendapat tersebut bahwa penetapan kalimat "Katakanlah: "Hai orang-orang kafir," untuk menunjukkan bahwa orang yang sifatnya kafir (orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah)

"Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah." (QS.Al-Kafirun : 2)

Orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah, telah menjadikan nafsunya sebagai sembahannya.

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm: 23)

"Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah." (QS.Al-Kafirun : 3)

Menyembah Allah semata, hanya Allah yang berkuasa di hati.

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka."
(QS.Al-Hajj : 35)


"Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah," (QS.Al-Kafirun : 4)


Orang yang bersyukur tidak akan menempuh jalan orang-orang kafir dan tidak juga mengikutinya. Tetapi, akan senantiasa beribadah kepada Allah dengan cara yang Dia sukai dan ridhai.

"Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah." (QS.Al-Kafirun : 5)

Selama seseorang belum bersyukur akan nikmatNya, dia tetap akan terhijab dariNya.

"Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". (QS.Al-Kafirun : 6)

Menyibukkan diri dengan meninggkatkan kualaitas ibadah pribadi dan tidak menyibukkan diri dengan mengurus ibadah orang lain.

“Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Yunus: 41)

“Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu.” (QS. Asy Syura: 15)

Quote:


Sudah dibahas di sini mas emoticon-Smilie
ane ijin meramaikan tread sembari baca-baca page awal emoticon-Smilie

@ TS
minta alamat email gan
Diubah oleh wolhan
Quote:


silahkan mas emoticon-Smilie

Quote:


ok, check PM mas emoticon-Smilie

Para pelayan dan rumah

[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab



Pada zaman dahulu, ada seorang bijaksana dan baik hati, yang memiliki sebuah rumah besar. Dalam perjalanan hidupnya, ia sering pergi jauh beberapa waktu lamanya. Kalau ia sedang pergi, rumah itu diserahkan pemeliharaannya kepada para pelayan.

Salah satu sifat para pelayan itu adalah pelupa. Sering mereka lupa, mengapa berada dalam rumah itu; demikianlah mereka menjalankan kewajibannya dengan mengulang-ngulang yang sudah dikerjakan. Tidak jarang pula mereka melakukan pekerjaan dengan cara yang sama sekali berbeda dengan yang telah diberitahukan kepada mereka. Hal itu terjadi karena mereka telah melupakan peran mereka di rumah itu.

Konon, ketika pemilik rumah itu sedang bepergian jauh, muncullah sekelompok pelayan, yang berpikir bahwa merekalah yang memiliki rumah itu. Karena pengetahuan mereka itu terbatas pada dunia sehari-hari saja, mereka merasa berada dalam keadaan yang bertentangan. Misalnya saja, pernah mereka ingin menjual rumah, tetapi tidak bisa mendapatkan pembeli, karena memang tidak bisa mengurusnya. Pada waktu yang lain orang-orang datang bermaksud membeli rumah itu, dan menanyakan tentang sertifikat tanah, tetapi karena para pelayan itu sama sekali tidak tahu menahu tentang akta, dianggapnya para calon pembeli itu main-main saja.

Keadaan yang bertentangan itu juga dibuktikan oleh kenyataan bahwa persediaan untuk rumah senantiasa muncul "secara rahasia," dan perbekalan itu tidak cocok dengan anggapan bahwa para penghuni bertanggung jawab untuk seluruh rumah.

Petunjuk-petunjuk untuk mengurus rumah itu telah ditinggalkan dalam kamar si empunya rumah, dengan maksud agar bisa diingat-ingat lagi. Tetapi setelah satu generasi, kamar itu menjadi begitu keramat sehingga tak ada seorangpun yang diperbolehkan memasukinya; dan kamar itu pun dianggap sebagai rahasia yang tak tertembus. Malahan, beberapa diantara pelayan itu beranggapan bahwa kamar itu sama sekali tak ada, meskipun mereka melihat pintunya. Namun, tentang pintu itu mereka memberikan penjelasan lain; sekedar hiasan dinding belaka.

Begitulah keadaan para pelayan rumah tersebut, yang tidak mengambil alih rumah itu, tidak pula tetap setia kepada petunjuk semula.

Catatan

Konon, kisah ini sering sekali dipergunakan oleh syuhada Sufi Al-Hallaj
Bagaimana tanggapan temen temen disini ttg film film hanung, spt cinta tapi beda, perempuan berkalung surban, aac dll yg nyrempet nyerempet akidah agama itu? Ada orang minang disini?
Halaman 108 dari 506
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di