CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016858654/clean-debatedebate-eksistensi-tuhan---part-9

Autolock Thread by Hansip

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 142 dari 502
Quote:


ga punya pertanyaan lain yg lebih logis gan ..??

kenapa ga sekalian gw harus menjelaskan latar belakang pemikiran pertanyaan anda..?

sekalinya to the point kok acak2an..!?
Diubah oleh AlJHAD
Quote:


Tujuan hidup agan cuma utk cari lolita gan?
Kasian amat gan?
Trus, dah dpt lolita brp kontainer gan? emoticon-Smilie
Diubah oleh bmq1006

tuhan itu ada

sesuai kitab suci agama saya yang wahyu pertamanya "bacalah" disitu anda akan menemukan tuhan...
Quote:

Gak ada yang bilang 'cuma'.
Lolita bukan untuk 'didapatkan', tapi dijaga dan dilindungi. emoticon-Malu (S)
Quote:


Kalo masalah keimanan, ya suka2 dong mau percaya atau gak, kalo atheis gak nerima iman lu, terus kenapa? emoticon-Bingung (S)

Oh uda nemu gan, WOW emoticon-Matabelo
Lu ngomong buktinya bla bla, tapi gak bisa jelaskan keterkaitan dan bukti dari keterkaitan tersebut emoticon-Big Grin
ane netral ijin brpendapat tntang diskusi ini.. dri awal sampe quote atas ane, ane baca..
kesan yg ane dapet atheis nya masih amatir, terpaku untuk meledek argumen2 para theis.. Dan tidak kena sama statmennya theis. malah menurut ane seperti mengalihkan..
theis berargumen kuat karena mereka tdk menafik sains.. itu lebihnya mereka
bagi para atheis mungkin 'why,how, etc' yg menjadi lobang besar sains seperti disebutkan Mastersuf suatu saat terjawab. 'Suatu saat'. tapi dari sains ane tau klo bumi tu makin rusak Dan maju menuju kehancuran.. prtanyaanya akankah sampai kalimat Tanya 'why,how etc' itu terjawab atau sampai di titik 'suatu saat' sedang bumi makin rusak dn menuju kehancuran?
ane ngga beragama apapun, ngga atheis pula. ane suka sains tpi ane yakin kebesaran Tuhan lewat sains. Kita gak akan pernah memahami Tuhan. seiring sains brkembang ane tetap dijalan yg semoga jalan-Nya
Quote:


Itukah yg menjadi maksud dn tujuan hidup agan? Trus, dah brapa lolita yg berhasil agan jaga n lindungi? emoticon-Smilie

agan p-one masih ada kah?
emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:

Tergantung orangnya juga.

Quote:

Lalu? Apakah kehancuran satu planet kecil primitif gini adalah kiamat bagi alam semesta? Bukankah yang begitu justru tak ilmiah?

Quote:

Salah satu tujuan hidup, yang lebih terlihat arahnya ketimbang menyembah sosok yang entah eksis atau tidak. Yang berhasil dilindungi? Saat ini minim, semoga ke depannya bisa lebih banyak. Maunya semua emoticon-Malu (S)
Diubah oleh Pi-One
Quote:

masalahnya, kita(manusia) atau para ilmuwan/saintis yg lgi berdebat ini tinggal di planet kecil primitf ini. ya kan?? kalo bumi hancur apa ada jaminan kita tetap hidup, Dan apakah kehancuran bumi tdak mempengaruhi planet/atau struktur galaksi kita? tolong jelasin secara obyektif biar wawasan ane Dan ilmu ane nambah lagi . (maksud obyektif tuh, agan Pi-one jgn membalas argumen brdasarkan siapa lawannya/theis,[subjektif]. tpi obyektif brdasarkan apaa isi argumen yg dikatakan lawan) terimakasih ;-)
Quote:

Maaf saya harus pake analogi lagi,,soalnya kalau gak, ketidak pemahaman anda langsung keliatan :

Quote:


Misalkan :

Suhu udara di Jakarta 30 °C (orang menyebutnya 'panas').
Suhu udara di Mekkah 40 °C.

Pertanyaan : Apakah Mekkah 'panas'?
Jika yang dimaksud 'panas' adalah "suhu yang sama dengan jakarta", maka jawabannya TIDAK
Jika yang dimaksud 'panas' adalah "suhu yang lebih rendah dari jakarta", maka jawabannya TIDAK
Jika yang dimaksud 'panas' adalah "suhu yang lebih tinggi dari jakarta", maka jawabannya YA

Tuhan memiliki derajat yg jauh lebih tinggi dari akal&pikiran manusia.

Saya rasa sudah cukup jelas, gak perlu ditanya2 lagi masalah ini.

Mengenai agama,,
tidak ada yg menyebut Tuhan = Manusia, anda saja yg mempersepsikan kehendak manusia sama dengan Tuhan, pikiran manusia = pikiran tuhan


Quote:

Ini pembahasannya mundur lagi dong...saya pikir anda sudah sampai pada tahap percaya tuhan (hanya mempermasalahkan mengenai sifat/berkehendak dll)
Quote:


lah pertanyaan yang ini saja belum terjawab (kepemilikan Kehendak Dan Pikiran)..
kalau anda tau latar belakang pemikiran saya yang punya kehendak dan pikiran dalam "menciptakan" sesuatu, kenapa tidak anda jelaskan..?
contohnya seperti latar belakang manusia untuk menciptakan robot (salah satu-nya) adalah untuk membantu pekerjaan yang sulit dilakukan oleh manusia lainnya..
Manusia punya kehendak DAN Pikiran, lalu yang dinamakan "Tuhan"..?

Yah, acak2an kan penilaian anda, dimana saya sih merasa sudah terurut dan to the point.. dan saya gak merasa pertanyaan saya acak2, karena pertanyaan yang inti belum terjawab, dan muncul pernyataan baru dari penjawab, maka pertanyaannya ya seputar pernyataan baru dari penjawab tersebut.. emoticon-shakehand

Nah, yang membuat menjadi acak2'an menurut anda siapa..?

Quote:

Harus saya akui bahwa saya tidak paham dengan maksud dari pernyataan 'lebih dari'.. dan ketika saya meng-OK kan pernyataan tersebut, saya kira pemahaman pernyataan 'lebih dari' itu sama dengan yang saya pahami..
ternyata itu berbeda dengan pemahaman saya.. emoticon-Cape d... (S)
saya mengira pernyataan 'lebih dari' tersebut hanyalah sebuah ungkapan atau istilah saja sebagai bentuk ketidakbisaan menjelaskan mengenai yang berlawanan.. Ternyata yang saya tangkap dari pemahaman anda mengenai pernyataan 'lebih dari' tersebut adalah sebuah penilaian yang menyatakan kelebihan dari yang ada saat ini..

karena pemahaman terhadap pernyataan 'lebih dari' itu tidak sama dengan yang saya pahami, maka saya akan bertanya untuk menyamakan pemahaman mengenai pernyataan tersebut..
bagaimana cara anda menilai bahwa mengenai 'lebih dari'..?

pada analogi mengenai suhu, disana jelas terdapat parameter2nya yang diketahui.. sedangkan pada pernyataan anda mengenai Manusia dan "Tuhan", satunya diketahui dan satunya lagi tidak diketahui..

dalam angka dasar (bukan bilangan, harap dibedakan),
apakah 1 'melebihi' 2 atau 2 'melebihi' 1..?
atau dalam huruf dasar,
apakah huruf "A" 'melebihi' huruf "B", atau huruf "B" 'melebihi' huruf "A"..?

Quote:

Tunggu sebentar,
Apakah @Bold adalah jawaban bahwa ternyata yang dinamakan "Tuhan" memiliki Kehendak DAN Pikiran..?

Pertanyaan tentang itu saja belum bisa terjawab dengan jelas, bagaimana bisa saya mempresepsikan @Bold..?
Justru ketika pertanyaan tersebut telah dijawab dengan pernyataan "Tuhan memiliki Kehendak DAN Pikiran", maka yang menjawab itu harus juga menjelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi Kehendak DAN Pikiran yang dimiliki oleh yang dinamakan "Tuhan" dalam 'menciptakan sesuatu'..
Dan ketika ada Theist yang menjawab dengan pernyataan "Tuhan tidak memiliki Kehendak DAN Pikiran", maka Theist yang menjawab juga harus menjelaskan mengenai cerita dalam kitabnya tentang pengutus dan diutus..
Nah, klo Non-Theist, setau saya, kebanyakan akan menjawab bahwa yang dinamakan "Tuhan" tidak memiliki Kehendak DAN Pikiran, sehingga yang dinamakan sebagai proses penciptaan adalah proses berjalannya Hukum Alam..

Quote:

Dan saya kira juga anda sudah sama pemahaman mengenai "Tuhan" yang saya tuliskan.. emoticon-shakehand
Diubah oleh dadudice
Quote:


Untuk mudahnya gini :

Apakah benda mati dapat berpikir?
Apakah hewan dapat berpikir?
Apakah anda dapat berpikir?

apakah pikiran anda = pikiran hewan?

saya harus memuji anda : pikiran anda lebih dari pikiran hewan.

Hewan tidak dapat memahami 'pikiran' anda, tapi jelas dia tahu anda bukan benda mati (meskipun dia mungkin akan menganggap anda selevel dengannya, tapi kenyataannya tidak).

Anda tidak dapat memahami 'pikiran' tuhan, tapi seharusnya jelas anda tahu tuhan bukan manusia, hewan atau benda mati.

Karena, anda tahu mengenai "lebih dari" dengan dasar "tidak terbatas" dan "terbatas" (posisi anda terbatas) (pikiran hewan mungkin tidak memahami hal ini).

Jika dibilang tuhan hanya mengikuti hukum alam..ya bukan mencipta namanya, tuhan yang mengikuti hukum alam adalah tuhan yang terbatas, menyebabkan yang lain hanya karena disebabkan yang lainnya.

Sehingga pembahasan terpaksa mundur ke : apakah anda menerima konsep primacausa atau tidak?

Jika tidak menerima, ya sudah..jangan bahas2 tuhan berkehendak/tidak, karena gak akan nyambung (pembahasan yang melompat).
Sejak adanya manusia beradab, akal manusia udah bisa menangkap adanya "Tuhan" mungkin yang terjadi adalah devolusi dalam otak ateis yang tidak bisa menerima sensor ketuhanan seperti yang manusia rasakan ribuan tahun ini.
Quote:


Hukum alam = Ketentuan alam,

beberapa ketentuan alam di definisikan melalui hipotesis dan ditegaskan melalui eksperimen ilmiah sehingga menjadi fundamental sains

seharusnya pertanyaannya adalah :
- apa ketentuan bisa terjadi dengan sendirinya..?



====================================================


Quote:

Lah pan udah dijawab..?? nih contohnya
Quote:


=====================

Quote:

(sabar mode on)
Dek.. dadudice ..

saya dan anda terpisah
-tangan saya dan tangan anda terpisah
-kaki saya dan kaki anda terpisah
-badan saya dan badan anda terpisah
-kepala saya dan kepala anda terpisah
-otak saya dan otak anda terpisah
-benak/pikiran saya dan benak/pikiran anda berlainan
-kehendak saya dan kehendak anda berlainan

karena SAYA BUKAN ANDA..gimana caranya saya harus menjelaskan latar belakang pemikiran Anda atas apa yg anda lakukan..??

karena SAYA BUKAN TUHAN.. gimana caranya saya harus menjelaskan latar belakang pemikiran Tuhan dalam menciptakan semesta..??

jadi dek.. dadudice, sebaiknya anda cuci kaki terus bobo ya...ga usah main2 internet lah... nanti mama marah loh..!!
(sabar mode off)
Quote:


Bisa.
Kalau anda belajar Fisika Kuantum, anda akan tau bahwa sesuatu bisa ada secara random. Bahkan termasuk hukum alam itu sendiri.
Quote:

Sebelum bumi hancur, paling kita semua udah modar duluan kok emoticon-Ngakak
Dan kehancuran bumi mungkin terkait kematian bintang dan kehancuran tata surya kita, tapi bisa dibilagn dampaknya pada galaksi kita amatlah minim, nyaris tak berarti, apalagi bagi alam semesta itu sendiri. Sudah banyak bintang atau galaksi yang hancur, kenapa kehancuran satu planet kecil primitif dianggap lebih signifikan?

Quote:

Kenapa hukum alam tak bisa ada sendiri?
Apa karena theis sudah terkondisi bahwa cuma Tuhan yang bisa ada dengan sendirinya, dan yang lain harus diciptakan Tuhan?
Quote:


wah mantab nih... bisa di perinci gan...??

Quote:


ga usah jauh2 ke Tuhan dulu deh... gimana logikanya : aturan main/ketentuan/hukum ada dengan sendirinya..??


edit: gw tambahin satu lagi deh ketetapan...(kira2 maksudnya gitulah)..!
Diubah oleh AlJHAD
Quote:


Nah, dengan pernyataan tersebut, apakah dapat disimpulkan bahwa jawabannya adalah yang dinamakan "Tuhan" itu memiliki Kehendak DAN Pikiran..?
Benda mati jelas tidak punya pikiran..
Hewan, menurut saya punya pikiran meskipun terbatas, dan itu biasanya disebut naluri/insting..
Manusia, punya pikiran lebih dari Hewan..
dan, Hewan tidak tau pikiran Manusia.. Tapi sayang hewan tidak bisa bertanya..
Manusia dapat mengukur tingkat pikirannya dengan yang dimiliki Hewan, tapi apakah Hewan bisa mengukur tingkat pikirannya dengan Manusia..?
Dan mungkin Hewan dengan instingnya juga tidak mengetahui apakah pikiran yang dimiliki Manusia itu "lebih dari" Hewan atau tidak..
Karena pikiran Hewan yang sangat terbatas, nanti takutnya Hewan itu juga bakal menilai bahwa Pikiran Manusia itu lebih dari Hewan sehingga Pikiran Manusia tidak berbatas..

Nah, pemahaman mengenai kata "Tuhan" saja ternyata sudah berbeda..
Yang disebut Prima Causa itu adalah awal dari segala yang ada kan..? dan itu yang dinamakakan sebagai "Tuhan" kan..?
Justru itu yang menjadi pertanyaan, apakah Prima Causa itu memiliki Kehendak DAN Pikiran..?

Prima Causa yang ikut berproses dalam Hukum Alam, jelas tidak memiliki Kehendak DAN Pikiran, maka dari itu yang ada sekarang berasal dari proses yang dinamakan 'penciptaan' juga tidak lepas dari Hukum Alam (bukan berdasarkan Kehendak DAN Pikiran)..

Menurut anda,
Prima Causa > ikut berproses dalam Hukum Alam > karena ada faktor Alam > Terbatas..
bagaimana dengan pertanyaan ini,
Prima Causa > berkehendak DAN berpikiran > karena ada faktor Pikiran yang pastinya terikat dengan suatu perasaan > Terbatas/Tidak..?

bandingkan dengan,
Prima Causa > ikut berproses dalam Hukum Alam > tidak bersifat > terbatas/tidak ?
Menurut pernyataan agan Bujoi, kesimpulan dari tidak bersifat adalah Tidak Terbatas..
bagaimana dengan pertanyaan ini,
Prima Causa > berkehendak DAN berpikiran > Bersifat/tidak ? > Terbatas/Tidak?

Maka dari itu, pemahaman Theist dan Non-Theist (yg saya tau) mengenai "Tuhan" ini berbeda..
Kalau hanya mengatakan Tuhan adalah Prima Causa saja, maka sudah selesai, dan tidak ada masalah antara Theist dan Non-Theist yang menerima dengan logis bahwa ada Prima Causa..
tapi karena dalam ajaran Theist, yang dikatakan Prima Causa itu seolah2 punya Kehendak DAN Pikiran karena ada utus-pengutusan serta cerita2 mengenai 'emosi'2 dari Prima Causa, maka perlu dipertanyakan mengenai adanya Pikiran yang dimiliki Prima Causa..
Heheee,,,
kenapa nama saya disebut2 bro?
Batuk lu tanggung ya...
Halaman 142 dari 502
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di