CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / Movies /
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013109367/thread-review-film-the-last-film-you-saw---good-bad-biasa-masuk

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 410 dari 616
Quote:


persuit of happyness nya will smith emoticon-Big Grin
Quote:


wah pursuit of happiness sih udah lama tau .. malah film inspiratif pertama yang sy tonton (selain children of heaven).. thanks anyway
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

inspired by true story, tentang perjuangan seorang ayah dalam menyembuhkan penyakit anaknya...

8/10 wajib ditonton
Quote:


baru nnton ini juga soal nya waktu itu ga sempat nnton di XXI emoticon-Big Grin

7/10 deh
Quote:


kalo hollywood udah terlalu biasa, harus nya coba yg dari asia gan (Separation, Billionaire / Tao Kae Noi, sama 3 Idiots).. film ngetop sih jd mgkn agan udah liat, tapi just info aja cz ane termasuk yg suka sama jalan cerita 3 film itu emoticon-Cendol (S)



film yang menceritakan tentang awal terbentuknya hubungan antara James Kirk dan Spock yang tergabung ke dalam kru USS Enterprise. dimana mereka pada akhirnya harus menyelamatkan bumi dari kehancuran yang ingin dilakukan oleh orang2 Romulan.

dari awal nonton ini gw sama sekali ga tau info apa-apa tentang series nya film Star Trek yang seri manapun, tapi hebatnya film ini bisa bikin paham ceritanya tanpa perlu mengerti terlebih dahulu cerita2 sebelumnya (meskipun di 1 jam pertama film ini gw agak2 bingung sih hehehe, tapi setelah itu jadi keren). apalagi isi didalamnya terkandung science fiction tentang astronomy, cosmology dan time travel. joke dan action nya juga pas kalo gw bilang emoticon-Big Grin

8/10 mudah2an ada lanjutannya
Resident Evil : Damnation


[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!


Leon Disini IMBA banget, kayanya kalo dikepung ama puluhan licker masih bisa survive emoticon-Stick Out Tongue

Filmnya sendiri overall bisa memberikan kengerian buat penontonnya, ada beberapa scene buat jantung saya bak naik rollercoaster emoticon-Bata (S)

cuma kurangnya ada beberapa plothole yang mengganjal, afterall its worth watch movie afterall compare to RE Live Action emoticon-Shutup


7/10
abis nonton DREDD di xxi :
Spoiler for hmm:


menurut ane action nya + sci fi nya bole
ga bikin mumet jg nonton nya
meski ada dikid yang bikin ane nanya ke cewe ane pas lagi ntn
emoticon-Ngakak

mirip2 the raid apa the raid mirip Dredd sama aja lah
cmn the raid kan agak konvensional,ini dah sci fi ya senjatanya canggih2
efeknya juga ada + yang dihancurin lebih banyak drpd the raid emoticon-Ngakak

rate nya 7,5/10
cewek nya cakep emoticon-Angkat Beer
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

boleh juga buat ditonton malem2 sambil santai ... Adrien Brody aktingnya sbg drug dealer bagus dan lucu, apalagi pas teler2 gitu emoticon-Ngakak (S)

Rate: 7/10
[URL="http://amiratthemovies.wordpress.com/2012/10/17/review-dredd-2012/"]Review: Dredd (2012)[/URL]

Dredd bukanlah film pertama yang mengadaptasi kisah dari salah satu karakter komik buatan Inggris yang paling popular semenjak mulai diperkenalkan pada tahun 1977 ini. Hollywood sebelumnya pernah merilis Judge Dredd pada tahun 1995 dengan Sylvester Stallone, Diane Lane dan Max von Sydow sebagai bintang utamanya – walau film tersebut kemudian banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia. Proses produksi versi terbaru dari Dredd sendiri – yang bukan merupakan versi remake dari film pertama – telah dimulai semenjak tahun 2006 ketika naskah ceritanya mulai ditulis oleh Alex Garland (Never Let Me Go, 2010). Namun, proses produksi sebenarnya dari Dredd sendiri baru dimulai pada tahun 2010 ketika Pete Travis (Vantage Point, 2008) diumumkan akan duduk di kursi penyutradaraan hingga akhirnya proses pengambilan gambar dimulai pada akhir tahun itu juga.

Jalan cerita Dredd sendiri berlatar belakang lokasi di Amerika Serikat pada masa yang akan datang. Amerika Serikat pada saat itu dikenal sebagai Cursed Earth yang disebabkan oleh kondisi kacaunya akibat efek radiasi yang begitu kuat. Di pesisir timur dari wilayah Amerika Utara terletak Mega-City One, sebuah kota metropolis dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 800 juta orang. Kondisi di Mega-City One sendiri tidak lebih baik dari kebanyakan wilayah di Amerika Serikat lainnya: sebanyak 17 ribu kejahatan dilaporkan setiap harinya dan obat-obatan terlarang dapat beredar dengan bebas – salah satu yang populer adalah “Slo-Mo” yang membuat persepsi penggunanya berjalan lebih lamban dari kondisi normal.

Harapan penegakan hukum satu-satunya berada pada petugas penegak hukum yang dikenal dengan sebutan Judge. Dalam setiap aksinya, setiap Judge dapat berlaku sebagai hakim, juri maupun pengeksekusi pelaku tindak kejahatan. Diantara para Judge lainnya, Judge Dredd (Karl Urban) adalah salah satu Judge yang paling dikenal akibat kemampuannya yang handal dalam menangani setiap masalah kejahatan. Namun, Judge Dredd akan segera menghadapi tantangan terberatnya. Ketika ditugaskan untuk mengawasi seorang calon Judge baru, Judge Anderson (Olivia Thirlby), Judge Dredd kemudian terjebak dalam gedung Peach Trees yang memiliki ketinggian 200 lantai. Di gedung tersebut, Dredd harus menghadapi seorang produsen dan pengedar obat-obatan terlarang, Madeline Madrigal atau Ma-Ma (Lena Headey), yang menguasai gedung tersebut. Merasa kehadiran Judge Dredd dan Judge Anderson sebagai sebuah ancaman, Ma-Ma lalu menutup gedung tersebut dan menugaskan kaki tangannya yang berada di setiap lantai untuk melenyapkan nyawa kedua Judge tersebut.

Tantangan terbesar dari mengarahkan sebuah jalan cerita yang pada dasarnya mengisahkan mengenai perjalanan dua karakter utamanya menembus pertahanan sebuah gembong kejahatan yang berada di sebuah gedung untuk menuju lantai paling atas dan menghadapi sang pemimpin utama jelas adalah untuk tidak membuat perjalanan kedua karakter terkesan sebagai deretan adegan yang terus berulang-ulang di setiap tingkatannya. Untungnya, naskah cerita arahan Alex Garland mampu memberikan kualitas tersebut. Daripada hanya berfokus pada perjalanan kedua karakter utamanya dalam menghadapi deretan penjahat yang siap untuk membunuh mereka, Garland kemudian mengembangkan begitu banyak intrik diantara perjalanan tersebut: dimulai dari tumbuh dan berkembangnya hubungan antara kedua karakter, perbedaan cara pandang hukum antara kedua karakter utama, pergolakan jiwa yang dialami oleh karakter Judge Anderson yang baru pertama kali berada di sebuah lokasi kejahatan dan harus menggunakan senjata, berbagai isu sosial dan politik yang coba diselipkan di dalam jalan cerita film hingga penggambaran mengenai bagaimana masa lalu dari karakter antagonis utama film ini, Ma-Ma.

Tidak hanya memiliki jalan penceritaan yang dipenuhi dengan intrik menarik, Garland juga berhasil mengembangkan deretan karakter yang mengisi jalan cerita Dredd dengan baik. Karakter-karakter tersebut tidak hanya terlihat sebagai deretan karakter yang berusaha untuk menyelamatkan nyawa maupun posisi mereka, namun Garland mampu mengembangkannya menjadi karakter yang memiliki begitu banyak sisi humanis yang menambah warna alur penceritaan Dredd. Jajaran pengisi departemen akting film ini juga berhasil menghidupkan karakter-karakter tersebut dengan sempurna. Karl Urban – walau menghabiskan seluruh durasi film dengan menyembunyikan wajahnya dibalik helm yang dikenakan oleh karakter Judge Dredd – tidak sama sekali membuat karakternya kekurangan kharisma. Urban mampu menjadikan karakter Judge Dredd tampil kuat serta tegas dalam bersikap.

Olivia Thirlby juga mampu menjadikan karakter Judge Anderson sebagai sidekick yang sempurna bagi Judge Dredd. Berbeda dengan Judge Dredd yang melihat segala sisi hukum dari warna hitam dan putih, Judge Anderson digambarkan sebagai sosok karakter yang mampu melihat sisi abu-abu dalam karakter dan pemikiran seseorang. Thirlby dengan begitu baik mampu menghidupkan karakterisasi tersebut. Sementara itu, Lena Headey mampu menghadirkan karakter Ma-Ma sebagai sosok wanita antagonis yang begitu mematikan. Namun, tidak hanya menjadikan karakter tersebut sebagai sosok karakter penjahat yang hanya peduli soal tahta dan kekuasaannya, Headey mampu menghadirkan sisi humanis dari karakter tersebut pada penonton dan membuat karakter Ma-Ma hadir lebih berisi dan hidup.

Tidak sekedar berisi dari penyajian cerita, karakter maupun penampilan kualitas departemen akting, Pete Travis mampu membungkus Dredd dengan penampilan kualitas tata produksi yang handal. Dari segi visual, Travis mampu menghadirkan imej kekerasan yang begitu kuat melalui tampilan visual film ini. Deretan adegan yang dihadirkan dalam gerakan slow motion juga semakin mempertegas nuansa kekerasan dan kekelaman jalan cerita Dredd. Tata musik elektronik arahan Paul Leonard-Morgan juga menjadi salah satu kualitas unik tersendiri dari Dredd. Iringan musik Leonard-Morgan mampu menambah kualitas kedalaman emosional pada banyak adegan dan membuatnya menjadi lebih menegangkan.

Jelas adalah sangat menyenangkan untuk menyaksikan sebuah film aksi yang tidak melulu menyajikan deretan adegan bela diri maupun kekerasan secara berlebihan dalam jalan ceritanya namun juga benar-benar mampu menghadirkan sebuah jalan cerita serta karakterisasi yang kuat bagi penontonnya. Walau beberapa momen di bagian pertengahan penceritaan Dredd terasa sedikit kehilangan fokusnya, namun secara keseluruhan duet sutradara Pete Travis dan penulis naskah Alex Garland mampu menghadirkan Dredd sebagai sebuah film aksi yang benar-benar jauh dari kesan dangkal namun tetap berhasil memberikan elemen hiburan yang kuat bagi penontonnya.

Rating: 3.5 / 5
MEMORIES OF MURDER (2003)

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

Genre : Crime, Mystery
Disutradarai : Joon-ho Bong
Dibintangi : Kang-ho Song, Sang-kyung Kim and Roe-ha Kim
Imdb rating : 8.1 (23.314 votes)

Comments :
Akhirnya nonton film ini juga. Sangat meragukan kalo sebagian besar cerita dalam film ini benar2 kisah nyata, terlalu banyak kejadian yg benar2 unik menimpa dalam satu waktu, tempat dan beberapa orang, komentar pertama. Komentar kedua : teringat akan film Zodiac.

Tidak terlalu suka, karena detektif2 kasus pembunuhan kok goblog begitu, karena komentar pertama tadi, dan yah harusnya dengan kota sekecil itu dan penduduk sekecil itu kok ya nggak ketangkep. metode2 yg di gunakan juga hopeless (tentunya jk di bandingkan dengan zodiac), mungkin juga karena keadaan politik korsel di tahun 80an tidak memungkinkan.

Walaupun demikian masih lumayan, enjoyable dan cukup menegangkan tapi cukup bikin geregetan

Spoiler for awaswas:


My rating : 78/100
Quote:


setuju, detektifnya konyol banget... cara interogasinya aneh dan hobi banget pake highkick emoticon-norose
Videodrome (1983)

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

Spoiler for skrinsut:


Max Renn (James Wood) seorang pimpinan sebuah perusahaan televisi yang selalu membuat acara televisi yang tidak biasa, dengan budget yang murah dan mayoritas dari acara filmnya mengandung unsur kekerasan dan adegan - adegan erotis. Suatu saat karyawan sekaligus sahabatnya Harlan (Peter Dvorsky) mengenalkan sebuah acara televisi bernama Videodrome kepada Max yang awalnya didapatkan melalui transmisi satelit kantornya. Hingga pada akhirnya Max pun terobsesi dengan Videodrome.

Suatu acara televisi yang menarik dan menghibur sudah tentu akan digemari banyak orang, tapi itu biasa. Bayangkan jika anda menonton sebuah acara televisi yang hanya menyuguhkan adegan kekerasan, penyiksaan tanpa percakapan dan plot cerita tidak jelas serta hanya berlokasi di tempat yang sama. Itulah Videodrome. Dalam film ini, diceritakan bahwa Videodrome sendiri bukan sebuah tayangan biasa, karena memiliki dampak buruk berupa seperti halusinasi dan bahkan memiliki dampak besar pada kehidupan nyata seseorang yang sudah menyaksikannya.

Satu hal tentang film ini adalah bahwa cukup banyak adegan yang kurang memiliki penjelasan berarti. Seperti pada saat pemeran utama (Max Renn) berada pada halusinasinya atau kehidupan nyatanya. Penonton tidak pernah yakin apa yang sebenarnya terjadi. Sang sutradara David Cronenberg pun tidak pernah benar-benar menjelaskan siapa yang berada di belakang Videodrome.

Tapi secara keseluruhan, imo filmnya bagus. Banget.

7,5/10
Film : The Bachelorette (Cameron diaz)
Jelek emoticon-Frown
kyknya mrk mo bikin kayak "Hangover" tapi versi cewe
tapi kacau n boring filmnya
menurut ane ya emoticon-Smilie

666

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

its really entertaining to watch the chase & the act of levit's in this movie. cerita yang ringan & joke yang pas membuat film ini cukup menarik. tapi yang bahaya dari film ini tu efek setelah nontonnya. bawaanya pengen ikutan balapan kalo dijalan emoticon-Nohope anyway, its a good popcorn movie afterall.
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!
Bercerita tentang seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang berusaha meraih mimpinya yang tidak biasa; menjadi penari Ballet. konfliknya berkisar pada hubungan keluarganya yang menentang mimpinya dan konflik batin yang dialami Billy sendiri.

Awalnya gw sama sekali ga tau ini film apaan, dikira ini film kaya semacem this is england lagi. tapi ternyata persamaannya hanya terletak pada aksen british yang sama sama kental. yah, akting tokoh utama disini sangat natural & sangat baik. ga heran Jamie Bell kepake di beberapa film.

gw mulai suka film ini pada pertengahan, dimana ketika permasalahan satu persatu mulai muncul dan mencapai klimaks disaat bersamaan, ada sebuah adegan yang menurut gw sangat emosional. adegan tanpa dialog yang memperlihatkan perjuangan seorang ayah untuk anaknya.

ok, so film ini sebuah alternatif bagi hunter film-film bertema disfungsional family or an awkward relationship between dad-son. this movie is Gooooood (with capital g).

[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

moral-story: kayanya kalo mo jadi jumper, mesti latian ballet dulu dari kecil emoticon-Belo
Quote:

rocky likes this emoticon-thumbsup:
Quote:

film ini bersetting tahun 1980an, jadi secara teknologi dan pendidikan mereka, masih rendah, untuk ukuran polisi daerah, CMIIW .. emoticon-Matahari

Quote:

iyaaahh, aku juga suka pilem ini emoticon-Matahari

levitt ganteng emoticon-Genit:
[Thread Review Film] The Last Film You Saw - Good/bad/Biasa? MASUK!!

awalnya menjanjikan tapi pertarungan trakhir terlalu berasap dan terbakar sampe bikin gak kentara


2.5/5
Quote:


ijin catet dulu yah...
Quote:


yg bodoh bukan cuma detektifnya tpi juga penduduk sekitar, lagi heboh ada pembunuhan dgn target cewe yg suka jaln sendirian , eh masih ada yg suka keluar sendirian malem2.emoticon-Cape d... (S)
Quote:


Quote:


Quote:



Itu semua emang bentuk "sindiran' dari si Bong Joon-ho, imho.. emoticon-Embarrassment

Di film Madeo.. Bong Joon-ho juga "nyindir" atau ngasih liat betapa polisi itu suka asal tangkap, seenaknya nyari kambing hitam , terkesan asal2an dan memang ga sepintar yg kita bayangkan.. sampe2 si madeo (mother) musti berjuang sendiri untuk mencari pelaku yg sesungguhnya.. emoticon-Embarrassment


Kadang di dunia nyata.. polisi, detektif, masyarakat atau siapa pun.. emang ngga se-"Pintar" yang kita bayangkan... emoticon-Smilie



Quote:


gw punya nih filmnya cuma blom ditonton2.. emoticon-Hammer
Halaman 410 dari 616
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di