CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016212524/clean-anda-bertanya-sufisalik-menjawab

[CLEAN] Anda bertanya Sufi\Salik menjawab

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 49 dari 506
iki thread opo maneh, gado gado ra jelas..
[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab






domba kumal hadir disini
mengasuh domba2 lucu emoticon-Smilie
lanjutan diskusi dari

http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2203
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2212
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2220
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2225


Quote:



Sama.. PENCIPTA adalah wajah satu sisi, Roh kudus adalah wajah sisi lain, Yesus adalah wajah sisi lain. Dan masih banyak sisi lain wajah PENCIPTA .
wajah=face= persepsi yang di miliki manusia atas "sesuatu", suatu pemahaman pendekatan terkait / meng identifikasi atas kepribadian / sifat / karakter / FORCE...
bermakna SATU/UTUH TITIK. (ESA) jangan di terapkan pemahaman / pengertian number / bilangan.


Quote:




Isi buku alkitab terdiri ayat2 yang kalau di kalsifikasikan sbb:
- info terkait time line sejarah manusia / kelompok manusia
- info terkait silsilah
- info terkait strategi perang
- info terkait 10 PERINTAH PENCIPTA
- info terkait hal2 yang di kehendaki PENCIPTA danyang tidak dikehendakiNYA
- info terkait rencana PENCIPTA sejak awal sd. endingnya
- info terkait kata2 penghiburan / penguatan
- info terkait kejahatan . kebaikan / kebenaran / kesucian /ke mesuman
- info terkait hari penghakiman / siapa hakimnya / kriteria penghakiman
- infoterkait surga / neraka / perbedaan kehidupan di surga/neraka dengan di bumi
- dll.

"semua ayat2 ini" di dokumentasikan oleh manusia yang berkompeten (legal maupun informal) pada jamannya.

Quote:



LCS sederhana nya adalah akal budi (konotasi nya adalah positip bukan negatip)

LogicalCommonSense adalah tool untuk membedah sesuatu.
dari hasil pembedahan itu diperoleh pengertian / pemahaman yang utuh / tidak bias (=generally accepted=aksioma=fakta=realita) / komplit (relatif) atas / terkait "sesuatu".

Dari hasil pembedahan "beberapa sesuatu" selanjutnya di lakukan komparasi / "comparative everything" ..... untuk melihat perbedaan / keaslian / kemasuk akalan atas "beberapa sesuatu "itu berdasarkan saringan akal budi (bukan hati).

tanpa perbandingan/ bench mark SANGAT SULIT melihat yang terbaik. apa lagi untuk perobahan / penyempurnaan.

beriman buta (konotasi negatip) = adalah beriman atas "sesuatu yang sangat umum" tanpa pemahaman LCS yang minimal sedikitpun.

di dalam Alkitab ada tertulis : terbuka peluang bagi manusia untuk melakukan pengujian / test apakah allah alkitab adalah allah yang palsu atau tidak......
ayatnya" UJILAH AKU dst,nya...

bagaimana menguji allah alkitab sementara kita tidak hidup saat point yang hendak di analisa terjadinya di masa lalu? ATAU kita tidak berada di TKP saat peristiwa terjadi?

time machine /mesin waktu belum ada.
ya gunakan akal budi mu bukan hati mu, karena hati adalah jahat (tend to worse- alamiah)..

pending
Quote:


maaf, apakah yang mas maksud dengan barang-barang mewah adalah harta benda ?.

Mengenai Harta benda dan tasawuf, silahkan baca Zuhud dan kekayaan

Semoga menjawab emoticon-Smilie

Quote:


Saya salik mas emoticon-Smilie

Quote:


Terima kasih sudah mampir mas emoticon-Smilie

Silahkan dibaca-baca dulu emoticon-Smilie
Quote:


Wajah = Sifat

Nah mari kita sama-sama belajar pemahaman Trinitas dari postingan masdheki

http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=4453

Quote:


Nah bedasarkan penjelasan di atas Konsep Trinitas adalah sebagai berikut:

Bapa = Kehendak Allah

Putera = Firman Allah = Pikiran Allah

Roh Kudus = Roh Allah / Daya Hidup Allah.

Nah mari lihat penjelasan Trinitas dari sudut pandang Tasawuf

Bapa = Kehendak Allah = Iradat

Putera = Firman Allah = Pikiran Allah = kata-kata Allah = Kalam

Roh Kudus = Roh Allah / Daya Hidup Allah = Kuasa Allah = Qudrat.

Inilah 20 sifat Allah dalam Islam :

1. Wujud = Ada
2. Qidam = Terdahulu
3. Baqa = Kekal
4. Mukhalafatuhu lilhawadis = Berbeda dengan makhluk-Nya
5. Qiyamuhu binafsih = Berdiri sendiri
6. Wahdaniyat = Esa (satu)
7. Qudrat = Kuasa
8. Iradat = Berkehendak (berkemauan)
9. Ilmu = Mengetahui
10. Hayat = Hidup
11. Sam'un = Mendengar
12. Basar = Melihat
13. Kalam = Berbicara
14. qaadiran = Yang Berkuasa
15. muriidan = Yang Berkehendak
16. 'aliman = Yang Mengetahui
17. hayyan = Yang Hidup
18. sami'an = Yang Mendengar
19. bashiiran = Yang Melihat
20. mutakalliman = Yang Berbicara

Mengenai Anak dalam Trinitas adalah Yesus yang menjadi pancaran pikiran Allah, dalam tasawuf, bukankah semua Nabi merupakan manusia yang menerima Wahyu dari Allah termasuk Rasulullah.

Para Nabi adalah "anak-anak" Allah secara hakekat bukan biologis, lebih jelasnya para Nabi adalah manusia-manusia yang menerima FirmanNya/KalamNya.

Jadi jika mas suci logika rasio menyatakan dengan teknik LSR bahwa kata jamak di Alkitab adalah inspired by God dan Roh kudus dan itu adalah bagian iman Kristen sehingga kata jamak itu bisa diterima.

Maka saya menyatakan dengan teknik LSR bahwa kata kami di Al-Qur'an adalah inspired by Allah dengan Qudrat dan IradatNya ( Kuasa dan Kehendaknya) dan itu adalah bagian iman Islam sehingga kata Kami itu bisa diterima emoticon-Smilie


Quote:



Quote:


Maaf mas, anda sebaiknya anda baca dulu Alkitab sebelum menyatakan gunakan akal budi bukan hati.

mari kita lihat apa kata Alkitab mengenai hati.

Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. (Amsal 20:5)

Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. (Amsal 21:4)

Perumpamaan benih

"Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.

Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat."* Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" (Lukas 8:5-8)

Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Lukas 8: 9-15)

Semoga menjawab emoticon-Smilie
bagaimana pandangan menurut pandangan sufisme tentang hal berikut ini :

murtad, haram, halal, baik, buruk, hubungan sosial sesama manusia, hubungan dengan alam, dan hubungan dengan sang maha kuasa dan pertanyaan yang paling penting yang ingin saya tanyakan dari sudut pandang sufi yakni hubungan hal itu semua dengan kebahagiaan yang hakiki....
Quote:


Dari sudut pandang Tasawuf:

Kebahagian yang hakiki = merasakan nikmat cintaNya.

murtad = keluar/tidak mengakui nikmat cintaNya

haram = perbuatan yang menjauhkan kita dari cintaNya

halal = perbuatan yang mendekatkan kita dengan cintaNya

baik = mendekatkan kita kepadaNya

buruk = menjauhkan kita dariNya

hubungan sosial sesama manusia dan hubungan dengan alam adalah bagian dari menuju cinta kepadaNya (hubungan dengan Sang Maha kuasa).

silahkan baca kisah dibawah ini

Cinta Kepada Allah dan Alam Semesta adalah Guru yang bijak

Semoga menjawab emoticon-Smilie
Quote:


Quote:


Quote:


FYI:
Pengenalam akan allah alkitab via alkitab memnberikan banyak sekali tampilan tentang sifat / kepribadian / pola pikir / karakter / kebiasaan dari allah alkitab.

beberapa diantaranya yang nungkin berguna untuk di perbandingkan dengan 20 sifat pada poin agan diatas, dapat saya sampaikan sbb:

1 . tidak tuli, tidak buta, tidak pernah tertidur (meng analogikan dengan kemampuan indera manusia, dengan tujuan supaya manusia mengerti)

2. firman allah = allah itu sendiri (memporak porandakan peng analogian manusia jika berbicara, yang menganggap firman itu adalah suara dari pembicara, di sini ketuhanan TUHAN di nyatakan, beda dengan persepsi penganalogian semula)

3. pembalasan adalah milik tuhan (bukan milik manusia, menggariskan bahwa pemerintahan atau peng organisasian kehidupan manusia bukan lah dengan sistem hukum / undang2 manusia tapi allah sendiri LANGSUNG jadi hakim dan eksekutor sebagai mana terjadi di PL, allah alkitab tidak membutuhkan media manusia sebagai eksekutornaya)

4. dll


Quote:


FYI:

Sayangnya, saya tidak menyatakan seperti yang di bold merah itu gan...
Mari kita lihat postingan saya. http://www.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=2212

yaitu:

1. Kristen tidak pernah mendeclare / membuat statement bahwa alkitab itu original dari allah alkitab...... beda dengan muslim dan quran kan?

2. Kristen mendeclare bahwa hanya substansi alkitab saja adalah original dari allah alkitab ...beda dengan muslimkan...

disini konsisten bahwa Kristen menggunakan LCS di dalam iman kristen.
bla..bla..bla...
maka hints dari saya berdasarkan LCS dan memang di terapkan umat kristen sedunia adalah memakai statement pengakuan/penerapan LCS sebagai berikut:bla..bla..bla..

ke 5 faktor ini
jelas mempengaruhi atas semua dokumentasi dan atau proses pendokumentasian "atas buku alkitab"
suatu aksioma dan LCS......
perlukah saya uraikan kalimat ini
atas KEBENARAN TIDAK TERBANTAHKAN ini?
kecuali anda ngeyel dan tidak LCS dan bahasa KARET quran ...
hal yg sama juga berlaku untuk seluruh dokumentasi apapun di dunia ini terutama yang terkait pada kitab agama...

maksud saya secara implisif sebenarnya adalah:

atas kata "KITA" pada alkitab saya anggap adalah kesalahan gramatikal saat pendokumentasian sejak dulu...gan...

maaf gan, seperti inilah maksud saya itu....


Quote:



Quote:


Hukum Utama Pertama adalah: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap akal budimu...

saya rasa poin LCS saya, menguji allah alkitab dan menguji alkitabnya pakai akal budi=LCS masih alkitabiah mas...

Postingan agan atas ayat2 diatas menyebut hati, menurut saya tidak ada korelasinya atas poin "pengujian / UJILAH AKU "

atau supaya kita berteman mas, boleh lah di tambah kan: dengan segenap hati dan akal budimu....

Sultan yang menjadi orang buangan

[CLEAN] Anda bertanya SufiSalik menjawab



Seorang Sultan Mesir konon mengumpulkan orang orang terpelajar, dan-seperti biasanya--timbullah pertengkaran. Pokok masalahnya adalah Mikraj Nabi Muhammad. Dikatakan, pada kesempatan tersebut Nabi diambil dari tempat tidurnya, dibawa ke langit. Selama waktu itu ia menyaksikan sorga neraka, berbicara dengan Tuhan sembilan puluh ribu kali,mengalami pelbagai kejadian lain--dan dikembalikan ke kamarnya sementara tempat tidurnya masih hangat. Kendi air yang terguling karena tersentuh Nabi waktu berangkat, airnya masih belum habis ketika Nabi turun kembali.

Beberapa orang berpendapat bahwa hal itu benar, sebab ukuran waktu disini dan di sana berbeda. Namun Sultan menganggapnya tidak masuk akal.

Para ulama cendikia itu semuanya mengatakan bahwa segala hal bisa saja terjadi karena kehendak Tuhan. Hal itu tidak memuaskan raja.

Berita perbedaan pendapat itu akhirnya didengar oleh Sufi Syeh Shahabuddin, yang segera saja menghadap raja. Sultan menunjukkan kerendahan hati terhadap sang guru yang berkata, "Saya bermaksud segera saja mengadakan pembuktian. Ketahuilah bahwa kedua tafsiran itu keliru, dan bahwa ada faktor-faktor yang bisa ditunjukkan, yang menjelaskan cerita itu tanpa harus mendasarkan pada perkiraan ngawur atau akal, yang dangkal dan terbatas."

Di ruang pertemuan itu terdapat empat jendela. Sang Syeh memerintahkan agar yang sebuah dibuka. Sultan melihat keluar melalui jendela itu. Di pegunungan nunjauh disana terlihat olehnya sejumlah besar perajurit menyerang, bagaikan semut banyaknya, menuju ke istana. Sang Sultan sangat ketakutan.

"Lupakan saja, tak ada apa-apa," kata Syeh itu.

Ia menutup jendela itu lalu membukanya kembali. Kali ini tak ada seorang perajurit pun yang tampak.

Ketika ia membuka jendela yang lain, kota yang di luar tampak terbakar. Sultan berteriak ketakutan.

"Jangan bingung, Sultan; tak ada apa-apa," kata Syeh itu. Ketika pintu itu ditutup lalu dibuka kembali, tak ada api sama sekali.

Ketika jendela ketiga dibuka, terlihat banjir besar mendekati istana. Kemudian ternyata lagi bahwa banjir itu tak ada.

Jendela keempat dibuka, dan yang tampak bukan padang pasir seperti biasanya, tetapi sebuah taman firdaus. Dan setelah jendela tertutup lagi, lalu dibuka, pemandangan itu tak ada.

Kemudian Syeh meminta seember air, dan meminta Sultan memasukkan kepalanya dalam air sesaat saja Segera setelah Sultan melakukan itu, ia merasa berada di sebuah pantai yang sepi, di tempat yang sama sekali tak dikenalnya, karena kekuatan gaib Syeh itu. Sultan marah sekali dan ingin membalas dendam.

Segera saja Sultan bertemu dengan beberapa orang penebang kayu yang menanyakan siapa dirinya. Karena sulit menjelaskan siapa dia sebenarnya, Sultan mengatakan bahwa ia terdampar di pantai itu karena kapalnya pecah. Mereka memberinya pakaian, dan iapun berjalan ke sebuah kota. Di kota itu ada seorang tukang besi yang melihatnya gelandangan, dan bertanya siapa dia sebenarnya. Sultan menjawab bahwa ia seorang pedagang yang terdampar, hidupnya tergantung pada kebaikan hati penebang kayu, dan tanpa mata pencarian.

Orang itu kemudian menjelaskan tentang kebiasaan kota tersebut. Semua pendatang baru boleh meminang wanita yang pertama ditemuinya, meninggalkan tempat mandi, dan dengan syarat si wanita itu harus menerimanya. Sultan itupun lalu pergi ke tempat mandi umum, dan di lihatnya seorang gadis cantik keluar dari tempat itu. Ia bertanya apa gadis itu sudah kimpoi: ternyata sudah. Jadi ia harus menanyakan yang berikutnya, yang wajahnya sangat buruk. Dan yang berikutnya lagi. Yang ke empat sungguh-sungguh molek. Katanya ia belum kimpoi, tetapi ditolaknya Sultan karena tubuh dan bajunya yang tak karuan.

Tiba-tiba ada seorang lelaki berdiri didepan Sultan katanya, "Aku disuruh ke mari menjemput seorang yang kusut di sini. Ayo, ikut aku."

Sultanpun mengikuti pelayan itu, dan dibawa kesebuah rumah yang sangat indah. Ia pun duduk di salah satu ruangannya yang megah berjam-jam lamanya. Akhirnya empat wanita cantik dan berpakaian indah-indah masuk, mengantarkan wanita kelima yang lebih cantik lagi. Sultan mengenal wanita itu sebagai wanita terakhir yang ditemuinya di rumah mandi umum tadi.

Wanita itu memberinya selamat datang dan mengatakan bahwa ia telah bergegas pulang untuk menyiapkan kedatangannya, dan bahwa penolakannya tadi itu sebenarnya sekedar merupakan basa-basi saja, yang dilakukan oleh setiap wanita apabila berada di jalan.

Kemudian menyusul makanan yang lezat. Jubah yang sangat indah disiapkan untuk Sultan, dan musik yang merdu pun diperdengarkan.

Sultan tinggal selama tujuh tahun bersama istrinya itu: sampai ia menghambur-hamburkan habis warisan istrinya. Kemudian wanita itu mengatakan bahwa kini Sultanlah yang harus menanggung hidup keduanya bersama ketujuh anaknya.

Ingat pada sahabatnya yang pertama di kota itu, Sultan pun kembali menemui tukang besi untuk meminta nasehat. Karena Sultan tidak memiliki kemampuan apapun untuk bekerja, ia disarankan pergi ke pasar menjadi kuli.

Dalam sehari, meskipun ia telah mengangkat beban yang sangat berat, ia hanya bisa mendapatkan sepersepuluh dari uang yang dibutuhkannya untuk menghidupi keluarganya.

Hari berikutnya Sultan pergi ke pantai, dan ia sampai di tempat pertama kali dulu ia muncul di sini, tujuh tahun yang lalu. Ia pun memutuskan untuk sembahyang, dan mengambil air wudhu: dan pada saat itu pula mendadak ia berada kembali di istananya, bersama-sama dengan Syeh itu dan segenap pegawai keratonnya.

"Tujuh tahun dalam pengasingan, hai orang jahat" teriak Sultan. "Tujuh tahun, menghidupi keluarga, dan harus menjadi kuli: Apakah kau tidak takut kepada Tuhan, Sang Maha Kuasa, hingga berani melakukan hal itu terhadapku?"

"Tetapi kejadian itu hanya sesaat," kata guru Sufi tersebut,"yakin waktu Baginda mencelupkan wajah ke air itu."

Para pegawai keraton membenarkan hal itu.

Sultan sama sekali tidak bisa mempercayai sepatah katapun. Ia segera saja memerintahkan memenggal kepala Syeh itu.Karena merasa bahwa hal itu akan terjadi? Syeh pun menunjukkan kemampuannya dalam Ilmu Gaib. Iapun segera lenyap dari istana tiba-tiba berada di Damaskus, yang jaraknya berhari-hari dari istana itu.

Dari kota itu ia menulis surat kepada Sultan:

"Tujuh tahun berlalu bagi tuan, seperti yang telah tuan rasakan sendiri; padahal hanya sesaat saja wajah tuan tercelup di air. Hal tersebut terjadi karena adanya kekuatan-kekuatan tertentu, yang hanya dimaksudkan untuk membuktikan apa yang bisa terjadi. Bukankah menurut kisah itu, tempat tidur Nabi masih hangat dan kendi air itu belum habis isinya?

Yang penting bukanlah terjadi atau tidaknya peristiwa itu. Segalanya mungkin terjadi. Namun, yang penting adalah makna kenyataan itu. Dalam hal tuan, tak ada makna sama sekali. Dalam hal Nabi, peristiwa itu mengandung makna."

Catatan

Dinyatakan, setiap ayat dalam Quran memiliki tujuh arti, masing-masing sesuai untuk keadaan pembaca atau pendengarnya.

Kisah ini, seperti macam lain yang banyak beredar dikalangan Sufi, menekankan nasehat Muhammad, "Berbicaralah kepada setiap orang sesuai dengan taraf pemahamannya."

Metode Sufi, menurut Ibrahim Khawas, adalah: "Tunjukkan hal yang tak diketahui sesuai dengan cara-cara yang 'diketahui' khalayak."
Quote:


Terima kasih mas emoticon-Smilie

Setelah saya membaca tulisan anda, saya memahami sudut pandang Anda dengan teknik LCS dan saya tidak ingin melanjutkan diskusi.

Saya merasakan niat tulus anda emoticon-Smilie

Saya ingin mengenal "Anda" lebih jauh.

Sudikah kiranya menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

1. Darimana asalku, dan hendak kemana aku menuju ?.
2. Untuk apakah aku diciptakanNya ?.
3. Siapa musuhku ?.
4. Apa senjataku ?.
5. Siapakah istriku/suamiku ?.
6. Siapakah anakku ?.
7. Apakah kompas hidupku ?.
8. Siapakah tokoh idolaku ?.
9. Berapa lama jatah yang diberikanNya padaku untuk tinggal di dunia ?.
10. Kemanakah aku akan pergi setelah itu ?.
11. Bagaimana keadaanku nanti di sana ? makin susah ataukah makin senang ?.

Terima kasih emoticon-Smilie
Quote:


waduh gan,,,orang yg ga tau sufi justru keliru membaca ini..
bisa2 dianggap pantheisme emoticon-Big Grin

Allah meliputi segalanya tapi bukan berarti Allah adalah bagian dr makhluq.. krn tak seorang pun yg dpt mengetahui dzat, Allah kecuali Allah sendiri..kata imam al-ghazali dan Abu yazid albishtami "apapun yg terlintas dibenakmu pasti bukan Allah.. Bodoh akan Dzat Allah adalah puncak makrifat yg tertinggi...

bahaya gan, ngomong ajaran tasawuf kpd org yg bodoh ttg tasawuf.. kwatir timbul fitnah emoticon-Smilie

ngomong2 ente ikut tarikat Syadziliah atau syatariyah?
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh

firman tuhan BUKAN Tuhan

Quote:


firman tuhan BUKAN Tuhan
kalau hewan kuda,itu akan berpikiran bahwa tuhan adalah juga kuda. Bodohnya manusia yg berpikir bahwa firman tuhan adalah tuhan. itu spt mengira sandal ibunya adalah juga ibunya. Jd tuh orang akan mencium sandal ibunya,krn sandal ibunya adalah ibunya juga. wk wk wk. emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Post ini telah dihapus oleh
Quote:


Terima kasih untuk nasehatnya mas emoticon-Smilie

Saya sedang belajar agar bisa berdiskusi dengan lebih baik emoticon-Smilie

Quote:


Saya ikut dua-duanya emoticon-Smilie

Quote:


Quote:


Quote:


Maaf mas, tolong santun dalam berdiskusi

"Katakanlah kepada hamba-hambaKu, hendaknya mereka mengatakan yang paling baik " (Q.S Al-Isra:53)

"Debatlah mereka dengan cara yang lebih baik" (Q.S Al-Nahl:125)

"Dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah)" (Q.S Ali Imran:20)

"Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. " (Q.S Qaf:45)

"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka." (Q.S Al-Ghaasyiyah:21-22)

Quote:


Mohon maaf atas kata-kata saudara muslim saya, dia sedang sedang dalam proses belajar. Sesungguhnya dia memiliki ilmu yang baik hanya saja belum bisa berdiskusi dengan baik emoticon-Smilie

Quote:


Quote:


jawabannya ada di cerita Zuhud dan kekayaan
nieh otaknya sdh error,kaki dan sandal ibumu itu apanya yg tdk santun? makin aneh sj kamu.
Quote:


Yang tidak santun, adalah kata-kata yang sengaja tidak saya quote, silahkan baca lagi postingan sebelumnya.
Post ini telah dihapus oleh
Halaman 49 dari 506
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di