CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Automotive / ... / Kendaraan Roda 2 /
[SHARE] Pengalaman Menggunakan Oli Motor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000010903483/share-pengalaman-menggunakan-oli-motor

[SHARE] Pengalaman Menggunakan Oli Motor

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 114
Quote:


oh ya? btw mau nanya nih sesepuh dimari emoticon-army
kekentelan - ke enceran oli dilihat dari : (contoh : 20w - 50) <--- ini ya?

Contoh :
[SHARE] Pengalaman Menggunakan Oli Motor

kalau 20w = kekentelan-ke enceran pas mesin mati?
kalau 50 = kekentelan-ke enceran pas mesin nyala?

bener tidak? hehe.. trus bagusan oli encer / kentel ya agan" dimari? emoticon-army
Quote:


wah kalo masalah itu kurang tau deh gan, setau ane kalo 20W-50 itu lebih kentel daripada 10W-40.. CMIIW
bagus tidaknya tergantung mesin motor kita gan..
kalo motor baru, alias masih kisaran usia di bawah 10 tahun gitu menurut ane masih aman dan disarankan pake yang encer, tapi kalo udah berumur lebih dari itu sih mending pake yang kentel aja, biar supaya penguapannya gak banyak gan, kalo oli encer kan lebih gampang nguap gan, apalagi kalo celah mesinnya udah gak rapet kayak motor baru, cmiiw
saya punya shogun sp 2006 pake oli encer terus gan, hehe..
di rumah ada sijuki tornado pake oli kentel soalnya udah 15 tahun.. emoticon-Malu (S)
kalo ane sih begitu, CMIIW ya..
semoga membantu.. emoticon-Smilie
Quote:


dnger" dr beberapa tmen ane nih gan..
klo pake oli encer / oli kentel itu.. jangka waktu nya beda ya?
tmen ane pake oli encer : patokan 2bulan / 1500km baru ganti oli
klo oli kentel daya tahan nya lebih lama ya? maaf nanya mulu.. nubitol nih hehe emoticon-Peace
Quote:


nah ane juga pernah denger gitu, cuman beberapa hal yang ane posting sebelumnya tadi jadi pertimbangan pertama ane memilih oli gan.. emoticon-Smilie
selebihnya sih dana dan selera aja yak, hehe.. emoticon-Big Grin
kalo kapan waktunya ganti sih idealnya emang segitu deh kayaknya, antara 2000-3000 KM atau 3 bulan lah..CMIIW
cuman liat juga kondisi olinya, kadang sebelum nyampe itu udah kotor duluan (karena pemakaian), atau malah motornya jarang dipake n cuma sering dipanasi aja, itu juga kualitas oli bisa berkurang.. emoticon-Smilie
termasuk jarak yang ditempuh dikit tapi kena macet mulu.. emoticon-Cape d... (S)
nah itu juga perlu ganti olinya secara berkala, hehe..
ane juga pernah denger kalo motor kopling manual harus lebih sering ganti oli biar kampas koplingnya awet, soalnya kan rata2 koplingnya model basah, kayak motor ane, jadi oli vital banget..
*cuma ane kadang kalo lagi bokek ya ditunda ganti olinya.. emoticon-Ngakak (S)
trus filter oli juga tiap 7500 KM sebaiknya diganti (jika filternya model kertas, biasanya di suzuki). ane juga kalo ganti merk oli biasanya ganti filternya juga.. emoticon-Blue Guy Peace
tapi gak semua motor gitu, CUMA YANG FILTER OLI MODEL KERTAS yak.. emoticon-Smilie
semoga membantu gan.. emoticon-Smilie
Quote:

MX dikasi premium terus ya lama2 boncos tuh mesin. Coba dikasi shell extra terus. tentu aman sentosa.
Quote:


wah makasih gan penjelasannya.. ternyata klo motor jarang dipake.. kualitas oli nya bsa menurun jga ya, ane pikir gak menurun kualitas oli nya hehe

iya, prnah dnger gw klo motor kopling manual, klo mau ganti oli gt, filter oli nya jga mesti diganti tiap 7500km juga.. trus klo misalnya motor temen ane nih..
(cbr 250 masih pake oli standart honda.. mau ganti ke shell ultra, itu diwajibin ganti filter oli langsung, soalnya filter oli lama uda terbiasa dgn oli standart honda, trus kena oli shell ultra, bisa nurunin performa motor gan)

emoticon-armyemoticon-army



Quote:


setuju dgn agan firman, sesekali pake shell super / super extra gpp.. bensin lebih bersih + ngerawat mesin bngt..
klo pake pertamina :
-premium : tarikan boyo , hemat tapi kotor
-pertamax : tarikan awal lumayan , boros
-pertamax plus : tarikan awal-akhir mantap , boros

motor gw supra x 125 (petugas pom bensin sendiri yg bilang, motor bebek jgn pake pertamax plus, sesekali sih gpp, cman sayang mesin nya (kerja lebih keras + mesin cepet panas) dan tangki motor bebek bisa rusak kalau terus" an minum pertamax plus)

semoga membantu emoticon-Peace emoticon-Peace
Quote:


ganti filter tentu lebih baik gan, tapi kalo ada dana yak, kurang tau deh part cbr harganya gimana.. emoticon-Big Grin
setuju banget, premium hemat tapi motor jadi ngeden, ngos2an, karbu cepet berkerak tapi kalo pake pertamax performa mantaff, nafas panjang, tapi lebih boros terutama kalo jarak deket2.. emoticon-Embarrassment
pernah bandingin fuel consumptionnya pas pake pertamax dapet 1:45, nah pas pake premium 1:50an
jauh juga..mahal lagi, haha..
Quote:


iya gan, wktu itu jajal isi full premium - pertamax - pertamax plus (ane bandingin satu")
pertamax plus : 1 minggu wajib isi 20-25k
pertamax : 1 minggu wajib isi 15-20k
premium : 2 minggu 20-25k

shell super : 1-2minggu 20-25k
shell super extra : belum coba tes, baru kmren isi 15k, jalan dr cengkareng - kota - cengkareng (turun 1 kotak 1/2)
minta review dong masbro, antara oli-oli dibawah gimana pengalamannya dipake di motor laki (bukan bebek/matic):
  • Shell Advance AX7
  • Castrol Power1 Racing 4T
  • Enduro Racing
  • Motul 5100
  • Repsol Synthetico

Semuanya yg viskositas 10w-40
ane terutama pengen tau ttg:
  • skala penguapan (pengurangan volume) saat ganti oli
  • jangka waktu pemakaian (km)
  • efek ke mesinnya (cepet panas atau tidak)
  • sering slip kopling atau tidak


trims
Quote:






setuju ma agan yg satu ini,,, emoticon-Toast emoticon-2 Jempol emoticon-Toast
Sejauh mana anda mengenal pelumas / oli yang sering anda pakai untuk ganti oli setiap 2-3 bulan atau bahkan tiap bulan pada kendaraan anda?
Kebanyakan dari kita memilih oli hanya berdasarkan parameter SAE yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan kita yang biasanya tertulis 5W50, 15W50, 15W40, dst. padahal ada hal lain yang tak kalah penting untuk mengetahui KUALITAS dari pelumas yang kita gunakan yaitu sertifikasi API (American Petroleum Institute), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d' Automobiles), ILSAC (Eropa), JASO (Japan Automotive Standard Organization) dan beberapa sertifikasi lain yang dikeluarkan khusus oleh perusahaan manufaktur/produsen untuk melegitimasi penggunaan pelumas tersebut atau yang berarti bahwa pelumas tersebut telah diuji dan dinyatakan disetujui atau approved oleh produsen untuk digunakan pada kendaraan produksi mereka.

FUNGSI OLI

Pada umumnya kita beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.
Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan, sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.
Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.
Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

MEMILIH OLI

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tentunya akan membuat kita sedikit bingung, karena semua produsen oli pasti mengatakan oli mereka yang paling bagus. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan acuan antara lain, kenali karakter kendaraan anda, spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).


PERHATIKAN PERUNTUKAN DAN KUALITAS PELUMAS

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya.
Kualitas dari oli sendiri pada umumnya ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. Contoh API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.
Ada dua kelompok kategori API service yaitu:
1. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan berbahan bakar bensin
2. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan bermesin diesel

API SERVICE PELUMAS MESIN SEPEDA MOTOR

Untuk API Service mesin sepeda motor hampir sama dengan API Service pada mobil yaitu menggunakan kode S, tapi sampai saat ini API Service tertinggi yang beredar baru sampai SJ.
Disamping API Service, pada umumnya oli sepeda motor juga memiliki sertifikasi JASO yang dikeluarkan oleh organisasi standar otomotif Jepang. Terdapat beberapa kategori:
Kode F: keluar sekitar awal tahun 90-an dimulai dengan kode FA lalu FB dan saat ini yang tertinggi FC. Peruntukkannya untuk oli samping. JASO FC terbuat dari bahan baku semi synthetic sehingga asapnya tipis (low
smoke) bahkan hampir tidak ada asap sama sekali (smokeless). Oli dengan JASO FC juga termasuk low emission karena debu gas buang sisa pembakaran lebih rendah dibanding JASO FB sehingga lebih ramah lingkungan. Kelebihan lain yaitu dapat meminimalisir tebentuknya kerak khususnya pada busi, puncak piston, kepala silinder hingga knalpot.
Kode M: merupakan sertifikasi baru dan saat ini baru ada kode MA.
Peruntukkannya untuk oli mesin (motor 4 tak). Oli yang memiliki sertifikasi JASO MA berarti oli tersebut sudah didukung kandungan aditif antislip kopling.

PILIH KEKENTALAN PELUMAS YANG TEPAT

Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut "Viscosity-Grade" adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu
Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

PETUNJUK SAE GRADE PELUMAS MOTOR

Grade Pelumas terbagi atas singlegrade / monograde seperti SAE 15 dan SAE 50 (digunakan pada temperatur ektrim) serta multigrade seperti SAE 5W-50 dan 15W-50 banyak digunakan (kecuali pada temperatur yang sangat panas atau sangat dingin) karena pelumas ini cukup encer untuk mengalir pada temperatur rendah dan cukup kental untuk bekerja secara memuaskan pada temperatur tinggi.
Lebih jelasnya kita gunakan ilustrasi berikut:
Ada 3 Oli, 1 multigrade, 2 monograde
Oli 1 SAE 15 (encer)
Oli 2 SAE 50 (kental)
Oli 3 SAE 15W50 (multigrade)

ketiga Oli tersebut dibawa tempat bersuhu dingin maka:
Oli 1 (SAE 15) akan lebih kental karena dingin
Oli 2 (SAE 50) dapat membeku karena asalnya sudah kental
Oli 3 (SAE15W50) kekentalannya akan sama dengan Oli 1 (SAE15)

Sekarang ketiga Oli tersebut dibawa ke tempat yang bersuhu panas, maka:
Oli 1 (SAE 15) menjadi sangat encer bahkan bisa menguap semua
Oli 2 (SAE 50) menjadi lebih encer
Oli 3 (SAE 15W50) kekentalannya sama dengan Oli 2 (SAE 50)

OLI MINERAL VS OLI SYNTHETIC

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.

Keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
- Lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile)
sehingga kadar penguapan rendah
- Mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
- Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
- Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi
gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
- Tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama
sehingga lebih ekonomis dan efisien
- Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan
mesin lebih dingin
- Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan
mesin dari kerak

Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthetic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin).

Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.

Oli fully synthetic harganya bisa 2X - 4X lebih mahal dari yang semi synthetic.
Oli semi synthetic harganya bisa 2x lebih mahal dari oli mineral.
Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

PERHATIKAN KEMASAN PELUMAS DAN HINDARI PELUMAS PALSU

Belilah pelumas yang dikemas dengan baik, masih tersegel dengan rapi, terdapat identitas perusahaan dan tujuan penggunaan. Hindari pembelian barang yang sudah cacat kemasannya. Belilah pelumas pada Agen resmi atau di tempat-tempat yang dapat dipercaya menurut anda atau rekomendasi dari rekan anda.

Sekarang anda tentu lebih paham dibanding sebelumnya mengenai kualitas oli. Jadi untuk saat ini oli yang beredar di Indonesia untuk mesin bensin API service SL ke bawah sedangkan untuk mesin diesel API Service CH4 ke bawah. Sebaiknya anda menggunakan oli yang memiliki sertifikasi API yang paling tinggi karena akan memberikan hasil lebih baik bagi kendaraan anda baik dari sisi performa maupun maintenance terhadap kendaraan dalam jangka panjang.
Oli synthetic memang lebih mahal dibanding oli mineral namun kita dapat memilih semi synthetic yang lebih bagus dari oli mineral dan lebih ekonomis dari oli synthetic.




semoga bermanfaat,,,mohon maap apa bila ada salah dan kurangnya,,,,


maklum lah gan,,ane juga manusia yg ga selalu sempurna,,,


emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
Quote:


wah enak ya di jakarta ada shell.. emoticon-Embarrassment
berarti kayaknya worth pake shell ya gan? emoticon-Big Grin

Quote:


wah gak pernah pake motor laki om, tapi motor saya bebek berkopling.. emoticon-Big Grin
kalo sekilas sih pegang shell, motul ama repsol deh.. emoticon-Smilie
castrol lumayan sih pernah pake, kalo enduro gak deh, hihi.. emoticon-Big Grin
Quote:


nice inpoh om, harusnya dimasukin pejwan nih.. emoticon-Smilie
Quote:


iya gan, dah lumayan banyak pom bensin shell + oli shell dimari hehe.. harga bersaing pula dgn pertamina + total emoticon-Peace emoticon-Peace
info : klo beli oli shell, di pom bensin jauh lebih mahal
contoh : shell advance ultra di pom bensin shell mencapai 190-200rb , beli di bengkel" bisa nembus hrga 150rb dan kualitas yg sama emoticon-Peace

Quote:

setuju sama agan deal, drpada ambil enduro, mending shell emoticon-army

klo motul - repsol - castrol (rata" buat motor balap gan) klo buat sehari" ane lebih milih shell advance ultra emoticon-army emoticon-army (pernah nanya ke om bengkel mantan pembalap hehe)

klo skala efek-penguapan - slip kopling atau tidak, masih ga ngerti ane hehe

klo jangka waktu-nya sih tau beberapa (semoga membantu)
1. Janga Waktu : 2-3bulan atau 1500-2000km (cepet"an yg mana deh hehe)
Quote:


wah kirain si ultra gak nyampe 100.. emoticon-Malu (S)
udah kayak harga oli mobil aja dah.. emoticon-Big Grin
castrol entah kenapa di mesin rasanya kurang empuk, agak kasar2 gitu, hihi.. emoticon-Big Grin
kapan2 pengen coba motul/repsol, tapi kalo motul berat di rupiah nih, haha.. emoticon-Embarrassment
kalo repsol belum ada pandangan.. emoticon-Big Grin
Quote:


wah klo ultra ga sampe 100rb, laris manis pasti haha.. apalagi buat cbr 250 recommend bngt emoticon-Malu (S)

klo uda coba motul/repsol, boleh nih bagi" pengalaman dimari.. biar ada pandangan hehe
Quote:


haha..
kalo buat SP ane sayang juga pake ultra.. emoticon-Ngakak (S)
sipp om, kapan2 tapi, haha.. emoticon-Malu (S)
cek CP juga yak.. emoticon-Smilie
maap cuman 1.. emoticon-Embarrassment
Quote:



wah, kalo ultra ga nyaman di kantong nya emoticon-Big Grin wkwkwk
paling buat harian make di AX7 sih
tp mungkin krn baru diganti olinya ane msh ngerasa suka slip kopling (naik turun gigi bs bablas 2 step - 1 ke 3 atau 4 ke 2)
Quote:

Utk motor kompresi rendah dibawah 1:9.5 jangan keseringan pake pertamax/+/shell/extra. malah ngacauin pembakaran. efeknya ya boros gan. MX ane pake shell extra terus noproblem maklum kompresi 1:10.9. Malah dapet 1:50 sama kayak supra X agan yg kata produsen nya irit emoticon-Big Grin. Padahal MX gw pake knalpot racing, tp yg bagus ya bukan abal2 dibawah 600rb an emoticon-Peace
Kalau pake premium suka mati sendiri mesin nya. emoticon-Nohope
Soal panas itu krn timing pembakaran gak pas. Jadi campuran bensin kelewat miskin.
Soal tangki bensin rusak kayaknya enggak deh. Aman aja udah 4 thn pake shell/extra.

Ini baru nyoba shell AX5 abis dapat gratisan temen 1L. Ntar mau coba kalo udah 1000km jelek gak ya. Soalnya pake yamalube gold cuma 1000km doank. Lebih dari itu motor kayak mesin tebu suaranya.
Cuma pas cek botol nya ternyata based oil nya masih mineral, cuma udah API SL JASO MA.. Bagusan AX7 udah semi sintetis. Tapi AX5 kenapa encer bgt ya gan ? Taunya pas angkat stik oli cepet banget netes kebawahnya.. Cuma suara mesin asli bisa diredam dibanding yamalube gold.
Quote:


ax5 enak2 aja sih gan, tapi sayang kalo udah berjam2 rasanya di kaki panas, beda sama ax7.. emoticon-Smilie
Halaman 6 dari 114


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di