Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

milan8786Avatar border
TS
milan8786
9 RA Kartini di Masa Kini (Boleh setuju boleh tidak)
Spoiler for :

Seperti R.A. Kartini yang telah berjuang membuka pikiran masyarakat Indonesia dengan tulisannya di "Habis Gelap Terbitlah Terang" maka 9 penulis wanita ini juga telah menyentuh hati dan pikiran banyak orang, mereka tidak takut untuk menyuarakan isi hati dan pendapat mereka mengenai kondisi sosial melalui tulisan dan karya lain mereka.

Semua ini adalah bukti bahwa perjuangan R.A. Kartini dulu membuahkan hasil yang baik pada generasi-generasi penerusnya.

Marianne Katoppo
Spoiler for :

Novel pertama Marianne adalah 'Raumanen' yang dirilis tahun 1977 mengenai kisah cinta antar suku di tahun 60an. Buku ini mendapat berbagai penghargaan, salah satunya sebagai wanita pertama yang dianugerahi South East Asian Writer Award pada tahun 1982.

Sejak itu, Marianne telah menelurkan novel lainnya seperti 'Dunia Tak Bermusim', 'Anggrek Tak Pernah Berdusta', 'Terbangnya Punai' dan 'Rumah di Atas Jembatan'.

Selain terkenal sebagai penulis, Marianne juga dikenal sebagai teolog feminis pertama di Asia, bukunya yang berjudul 'Compassionate and Free: An Asian Woman's Theology' kini dijadikan sebagai salah satu buku panduan untuk sekolah teologi di seluruh dunia.

Marianne Katoppo meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2007 di Bogor.


Ratna Megawangi
Spoiler for :

Dr. Ir. Ratna Megawangi, M.Sc adalah salah satu pelopor pendidikan holistik di Indonesia dan juga pengelola Yayasan Warisan Luhur Indonesia yang telah membangun 100 lebih sekolah di seluruh tanah air.

Selain sibuk menjadi dosen di Institut Pertanian Bogor, istri dari Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil ini juga telah menerbitkan buku yang cukup fenomenal yang berjudul 'Membiarkan Berbeda' pada tahun 1998 yang membahas mengenai relasi gender yang masih belum awam di Indonesia


Clara Ng
Spoiler for :

Novel pertamanya dirilis tahun 2002 dengan judul 'Tujuh Musim Setahun', namun namanya baru melejit saat meluncurkan novel pertama dari triologinya yang berjudul 'Indiana Chronicle - Blues' yang dilanjuti dengan 'Indiana Chronicle - Lipstick' dan 'Indiana Chronicle - Bridesmaid'.

Selain menjadi penulis fiksi dewasa, Clara juga telah menerbitkan buku anak-anak yang mendapatkan berbagai penghargaan, seperti buku 'Berbagi Cerita Berbagi Cinta' lalu seri 'Sejuta Warna Pelangi' dan seri terbarunya yang terdiri dari lima buku yang berjudul 'Bagai Bumi Berhanti Berputar'.

Novel lain karya Carla adalah 'Sayap Para Dewa' 'Dimsum Terakhi','Tiga Venus' dan 'Gerhana Kembar' yang terpilih untuk dijadikan cerita bersambung di koran harian Kompas yang dimulai pada akhir tahun 2007 sampai dengan awal tahun 2008. Selain itu dia juga telah menerbitkan buku kumpulan cerpen yang berjudul 'Malaikat Jatuh'.


Zara Zettira
Spoiler for :

Berawal sebagai model, Zara Zettira mungkin lebih terkenal sebagai nama lama dalam industri sinetron, dia telah menulis ratusan judul sinetron dan FTV yangg disiarkan hampir di seluruh stasiun swasta di Indonesia, judul-judul sinetron yang telah dia buat adalah 'Malin Kundang', 'Hikmah 1', 'Hikmah 2', 'Janjiku' dan lainnya.

Selain itu Zara juga sempat menjadi penerjemah beberapa novel bahasa Inggris ke bahasa Indonesia seperti serial novel remaja yang sempat terkenal di tahun 90an yaitu 'Sweet Valley High' dan 'Girl Talk'. Kini dia telah menerbitkan sekitar 10 novel antara lain adalah 'Jejak-Jejak Jejaka', 'Rasta & Bella' dan 'Mimi Elektrik', 'Prahara Asmara' dan 'Surat untuk Suami'.

Djenar Maesa Ayu
Spoiler for :

Selain terkenal sebagai penulis, putri dari almarhum sutradara legendaris Indonesia Syuman Djaya ini juga dikenal sebagai pembuat film. Kini sudah 6 film yang sudah dibuatnya, antara lain adalah 'Mereka Bilang, Saya Monyet!' yang diambil dari kumpulan cerpen pertama Djenar yang berjudul sama yang dirilis tahun 2003. Film ini memenangkan Piala Citra pada tahun 2009.

Tulisan Djenar terkenal akan keberaniannya untuk membahas hal-hal tabu seperti seks dan kisah cinta yang sedikitnya tidak mengikuti norma di Indonesia. Kumpulan cerpen lainnya adalah 'Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu)', 'Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek' dan untuk ulang tahun ke 38-nya tahun 2011 kemarin dia meluncurkan kumpulan cerpen dengan judul '1 Perempuan dan 14 Laki-laki' yang berisi kumpulan cerpen yang ditulis olehnya dan 14 penulis pria lainnya. Sedangkan untuk merayakan ulang tahunnya tahun ini, dia telah merilis kumpulan cerpen ke limanya yang berjudul 'T(w)itit!'.
.

Ayu Utami
Spoiler for :

Sebelum merilis buku pertamanya 'Saman' pada tahun 1998, Ayu Utami memulai karirnya sebagai jurnalis di berbagai tempat seperti Humor, Matra dan Forum Keadilan.

Selain sibuk menjadi penulis, Ayu Utami juga dikenal sebagai kurator di perkumpulan Teater Utan Kayu, Redaksi jurnal Kalam dan sebagai pendiri Aliansi Jurnalis Independen.

Tahun 2008, Ayu merilis 'Pengadilan Susila' yang diambil dari cerita teater yang dia buat bersama Agus Noor yang mengisahkan perjuangan melawan hak asasi wanita untuk menjawab ketidak setujuannya mengenai UU Anti Pornografi.

Selain 'Saman' beberapa novel lainnya adalah 'Larung', 'Bilangan Fu', 'Manjali dan Cakrabirawa' dan 'Cerita Cinta Erico' yang baru saja dia rilis tahun 2012 ini.


Dewi Lestari
Spoiler for :

Siapa yang tidak tahu Dewi Lestari? Sebelum terkenal sebagai penulis, Dewi Lestari lebih dikenal oleh masyarakat sebagai penyanyi dan sebagai salah satu anggota dari trio RSD.

Novel pertamanya 'Supernova' terjual sebanyak 12000 eksemplar dalam kurun waktu 35 hari.

Wanita kelahiran 20 Janurai 1976 ini telah menelurkan total 4 novel di bawah seri Supernova yaitu: 'Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh', 'Akar', 'Petir' dan yang yang terakhir baru saja dirilis bulan ini yaitu 'Partikel'. Selain novel dan beberapa album, Dee (nama penanya) juga telah mengeluarkan 3 buku cerita pendek yaitu 'Filosofi Kopi', 'Rectoverso' dan 'Madre'.


Fira Basuki
Spoiler for :

Novel Fira Basuki yang pertama diluncurkan tahun 2001 dengan judul 'Jendela-Jendela' yang dilanjutkan menjadi trilogi dengan munculnya 'Pintu' dan 'Atap' setelahnya. Sejak itu dia telah menelurkan novel dan kumpulan cerpen lainnya yang itu 'Brownies', 'Biru', 'Rojak', 'Alamak' dan juga seri 'Mrs B' ('Call Me B', 'Will U Marry Me', 'Becoming Mommy' dan lainnya)

Kebanyakan cerita dalam novel Fira berlatar belakang di negara-negara yang pernah ditinggalinya, yaitu Indonesia, Singapura dan Amerika.


Rachmania Arunita
Spoiler for :

Penulis muda ini terkenal melalui novelnya yang berjudul 'Eiffel I'm in Love' yang ditulisnya saat masih berumur belasan tahun. Selain laku dijual, novel 'Eiffel I'm In Love' diadaptasi menjadi film layar lebar yang juga laku keras mendatangkan penonton ke bangku bioskop.

Novel keduanya adalah 'Lost in Love' yang juga diadaptasinya sebagai film. Selain menulis, dia juga mulai sibuk menekuni bidang perfilman sejak keikutsertaannya sebagai penulis naskah di film 'Eiffel I'm in Love'.

SUMBER



Salama Newbieemoticon-Malu

Semoga tidakemoticon-Blue Repost

Tolong bantu emoticon-Sundul dan emoticon-Rate 5 Star yah
Disodorin emoticon-Blue Guy Cendol (L) juga boleh deh
tapi janganemoticon-Blue Guy Bata (L) yah

Mampir juga gan


Jika wanita kebelet pipis
wanita paling PeDe sedunia
Prediksi - prediksi di Dunia yang keliru
Berita gembira buat yang mancung kedalam
Terobosan baru--> ATM dengan sidik jari
Mama idola kitra semua
Kenapa DEVI dan WENDA "dikeluarkan"? (analisa)
Ternyata Gladiator wanita ada gan
Sejarah peracik KOPI
3 hal pengaruhi cita rasa kopi
\Jutaan Cita Rasa Kopi Ada di Nusantara
0
3.6K
15
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan