CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Outsourcing Tak Berkekuatan Hukum Mengikat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012602770/outsourcing-tak-berkekuatan-hukum-mengikat

Outsourcing Tak Berkekuatan Hukum Mengikat

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 31
iya gan, temen ane yang ikut outsourching juga banyak yang ngeluh, dari gaji yang dibayar telat, sampe ada beberapa tunjangan yang harusnya dapet malah gak dapet, emoticon-Turut Berduka
OUTSOURCING: cara ampuh bagi perusahaan untuk meraup laba yang besar dan tetap eksis ditengah ketatnya persaingan usaha, dengan menekan dan mengorbankan hak-hak pekerja.
praktek kerja rodi jaman modern nih. emoticon-Cape d... (S)
hapusin aja deh gan..., sistem itu sangat merugikan pihak pekerja/buruh; sumpah deh gak enak bgt.., mending direct kontrak kepada pemberi kerja dr pd melalui pihak ketiga sperti itu
Mending buka sendiri aja gan kalau gitu mah,..
emoticon-Big Grin
Dari sisi karyawan sistem outsourching jelas merugikan, karena tidak adanya kepastian masa depan pekerjaan mereka.
Namun dari sisi perusahaan ini menguntungkan, karena bisa mengurangi beban untuk pesangon karyawan, karena perusahaan tidak perlu membayar uang pensiun ataupun pesangon bila kontrak kerja habis.
Dengan sistem seperti ini diharapkan banyak investor asing yang mau menanamkan modalnya di Indonesia. CMIIW ....sotoy.com emoticon-Big Grin
wah pantesan, baru tau nih ane jadi karyawan outsourcing begitu emoticon-Big Grin
nice inpo ne gan....
buat nambah wawasan anne....emoticon-Cendol (S)emoticon-Cendol (S)
emang nasib outsourcing nga menentu tapi kan bayarannya gede gan..
outsourcing itu cocok untuk pemasukan jangka pendek sepertinya
ane setuju kalo outsourching dihapus ganemoticon-I Love Indonesia (S)
kl yang saya liat dari pantauan saya, pegawai outsourcing lebih banyak melakukan pekerjaan ygn merupakan main core business perusahaan tersebut, padahal seharusnya pegawai outsourcing itu hanya sebagai pekerja yang bekerja di luar main core business perusahaan tersebut, misal tenaga keamanan, office boy, cleaning service. itulah yg dimanfaatkan oleh perusahaan, kelemahan pengawasan.
supir di kantor gw juga outsource.

padahal jam kerja nya hampir mirip sm karyawan full time.. lembur pun itungan nya pernah lah

pas lg pergi pake jasa dy ke tmpt client dy curhat sedih krn ga dpt benefit spt karyawan full time spt ikutan outing company, ikut acara makan2 kantor ato dpt bonus tahunan.

kalo sakit pun, ga dpt tunjangan asuransi pula..
makanya ga usah daftar outsourcing, beres kan
GITU AJA KOK REPOTemoticon-Ngakak
wahh ga dapat pesangon yaa gan??
percuma dong ane lama2 di outsourcing
kasian sih gan,

praktik outsource kan awalnya bertujuan untuk menyaring tenaga kerja, karena banyak TK tidak berkualitas dan asal2 setelah jadi, seperti PNS lah
nah, karena perusahaan swasta modalnya ga sebanyak pemerintah, dan ga duit yang bisa dikorupsi. jadilah muncul praktik tersebut.

tujuan awalnya mulia gan, tapi mulai disimpangkan dari tujuan awal
pegawai yang kerjanya bagus ga juga diangkat sebagai pegawai tetap, itulah yang disayangkan gan
yahh beginilah nasipnya, sekarang outsourcing makin merebak, kesejahteraan pekerja tidak diperdulikan emoticon-Cape d... (S)
udah kaya barang gan,

selesai garansi BUANG.

ya begitulah Outshorce diciptakan.

makanya jgn milih partai merah, dia yg men sah kan.

KAMPRET...
hapusin tuh outsourching yg tidak berpihak kepada
kesejahteraan karyawan
outsourching emg kejam......kasihan nasib pegawai na.
emg harus ad hukum yg jelas
ngeri banget kasusnay ini gan ..
saya sebagai outsouerc sangat terpukul gan ...
Halaman 2 dari 31


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di