CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
all about farmasi (MASUK!!!) mahasiswa/i farmasi, ALUMNI, SAPAAJA
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000006929266/all-about-farmasi-masuk-mahasiswa-i-farmasi-alumni-sapaaja

all about farmasi (MASUK!!!) mahasiswa/i farmasi, ALUMNI, SAPAAJA

Tampilkan isi Thread
Halaman 39 dari 121
Quote:


ini juga sambil cari info disini sama diluar..
biasanya yg punya banyak info BABE tuh divisi RnD sama marketing..
Quote:


mafianya dari segala penjuru..
sekedar share: kadang klo tanya ke pos satpam nyari ibu x, klo kita bilang: "pak, ibu x nya ada?" klo tanpa duid, si satpam bisa jawab: "oh lagi keluar" emoticon-Cape deeehh

terus klo udh didalem ya kayak gitu lagi..harus sedia uang "receh" bwt ngasih orang minta-minta..
Quote:


hah? kuper gmn sih?? biasa aja gw mah malah jadi artis dikampus.. emoticon-Stick Out Tongue
tergantung personal masing2 aja sih..
lab n laporan mah iya..tp dari lab gw malah bisa cari duid emoticon-Stick Out Tongue
klo organisasi jangan lupa cobain masuk ISMAFARSI..biar temennya banyak sampe seluruh indonesia emoticon-Big Grin
Quote:

Sharing pengalaman boleh emoticon-Smilie

BABE memang betul....diperiksa di pihak ketiga dengan tarif di atas 200jt per kontrak produk.

Soal obat generik di luar negeri ...hehehe.. kalo yang ini gan jawabannya cuman satu :
Di luar negeri, pabrik obat sangat terbatas, bahkan kemungkinan yang membuat obat generik adalah pabrik inovator sendiri melalui program kesehatan (di luar negeri kan ada social security number emoticon-Smilie )
Bandingkan dengan di Indonesia, pabriknya bejibun emoticon-Stick Out Tongue otomatis pertempuran hrg mempengaruhi bahan baku dll.

Quote:

Quote:

Quote:

Untuk ketiga pendapat di atas, memang demikian adanya, ngga semua org bisa "dibeli" trus jadi "peliharaan"...tapi memang ada tendensi seakan-akan mencari2 kesalahan...karena sepanjang sejarah tidak ada yg langsung lulus tanpa data tambahan emoticon-Big Grin
Memang saya di packaging, tp disebelah saya anak2 registrasi yg sering mengeluh..banyak permintaan tambahan data yg kadang mengada-ada,bahkan beberapa diantara data yg diminta sebenarnya sudah diberikan...kalau saja POM memeriksa dengan teliti pasti ketemu (saya sering numpang baca, krn kadang packaging pun diricuki oleh POM dan tertera di surat tambahan data tersebut, padahal tidak esensial)
Ditambah lagi, BPOM kurang transparan dalam memberikan jadwal konsultasi registrasi tersebut (submit baru maupun follow-up tambahan data) karena itu tadi..kabarnya balapan kirim email atau gimana untuk dapet nomor antrian konsultasi, ada crita juga ngantri mulai dari jam 5 pagi emoticon-Stick Out Tongue
Menilik dari beban tugas POM, POM sebenarnya kewalahan, dan kalau kita ingat waktu PKL di Dinkes...banyak orang Dinkes yg merasa dilangkahi POM (jatahnya kecuil kali ya emoticon-Stick Out Tongue) dengan diambilnya otoritas pengawasan atas obat, makanan dan kosmetik dari tangan dinkes.
So...gimana nih POM, mereka bener2 kekurangan tenaga kerja meladeni ratusan perusahaan/pabrikan farmasi/alkes lokal emoticon-Big Grin
Quote:


Kalo soal enak ngga itu tergantung "panggilan hati" masing2 pribadi emoticon-Smilie sulit dikatakan enak..tapi memang ada keuntungan yang mengenakkan di sisi yang lain.
Bobot kuliah, untuk yg ga minat scientific pasti terasa berat krn muatan kuliahnya banyak ke scientific, bukan ke ilmu sosial...so jgn sampe nanti setelah kuliah nengok ke anak ekonomi yg bisa leha-leha trus ngiri..krn memang kuliah mereka suantai pollll...sedangkan farmasi berkutat di lab lebih banyak dan intens. Ini kenyataan emoticon-Big Grin sama juga dengan di kedokteran.
Kuper? sama, tgt pribadi masing2..mau terbuka berteman atau sibuk sendiri emoticon-Stick Out Tongue Saya pernah ikut di senat, lumayan kok, bisa ketemu senior dan junior untuk tanya, saling kenal dll.
Untuk UKM...hehe.saya rada anti untuk kegiatan seperti itu krn saya males ngikuti kegiatan kampus...mending cari proyek sampingan emoticon-Stick Out Tongue
Asal rajin aja, pasti ada waktu luang untuk mengembangkan potensi pribadi (spy ga kuper), kalo males...ya silahkan pake sabtu minggu untuk mengejar penyelesaian laporan dll. emoticon-Stick Out Tongue

Penutup, sebelum masuk ke fakultas manapun, buka wawasan lebar2 mengenai perundangan yg berlaku beserta perkembangannya, lapangan kerja, potensi kerja, harapan ke depan mau ngapain....kalo itu tidak dipertimbangkan dengan baik..bisa jadi berakhir menyesal. Saya sendiri "korban" dari kurang pertimbangan tersebut, sehingga kadang menyesal emoticon-Frown Tetapi krn dah sampe sini saya berjuang.... maka saya lanjutkan saja semaksimal mungkin.
emoticon-I Love Kaskus
Quote:


ehmmm saya ngga baca jawapos, tapi...kalo boleh nebak nih krn kadang ya problem klasik...krn yg menulis artikel tidak paham cara kerja apoteker.

Obat ngga bisa diganti, tetapi yg benar "merek dagang"nya yg disubstitusi/diganti dengan kandungan obat dan kekuatan dosis yang sama/setara (baca: sama dalam hal Nama Generik obat), bisa dikarenakan stok di apotek yg bersangkutan tidak punya merek tersebut tetapi ada merek lain dengan kandungan sejenis...itupun diinfokan kok oleh apotekernya (asumsi: apoteker standby selama apotek buka, sama spt temen2 saya)
Substitusi merek dagang tersebut juga bisa dikatakan sebagai suatu pendekatan, agar pasien dapat menebus obat dengan lengkap.
Mengapa saya mengatakan ini? Pasien memiliki kemampuan ekonomi yg beragam, sehingga itulah yang membatasi kemampuan mereka menebus obat. Obat resep dari para dokter umumnya ber-merek dagang tertentu (hasil pendekatan MR spy diresepkan), yang mana mungkin obat tersebut mahal sekali...dalam hal peresepan jarang yg menuliskan nama generik obat...kebanyakan tertera merek dagang tertentu.
Bila obat yg akan ditebus terlalu mahal diluar kemampuan pasien untuk menebus lengkap, mgkn pasien menebus 1/2, 1/4 bahkan mungkin untuk hari itu saja...kan kasian pasien...dia ga bisa patuh pada pengobatan hanya karena berusaha menebus merek dagang tertentu padahal ada merek dagang lain atau obat generik yang terjangkau...yang dapat mereka tebus lengkap sehingga pengobatannya maksimal. Ini yg saya maksud sebagai pendekatan dilakukannya substitusi merek dagang demi kesembuhan pasien.

Penggantian / "substitusi merek dagang" dengan kandungan dan dosis obat generik yang sama tidak membahayakan pasien.
Quote:


ane pengen ngomentarin yang ini dulu deh...

klo ada yang bilang kuliah di farmasi itu gak bisa organisasi, maka salah besar... ane bisa koq gak jadi ketua BEM dan SENAT, aktif di penelitian dan dapet 3 pubilkasi di jurnal nasional dan international (^-^bukan bermaksud sombong, tapi biar langsung tudupoin..) dan ane yakin, temen2 yang aktif di sini juga sangat aktif ketika pada masa kuliahnya dulu. monggo pada sharing...^_^
Quote:


setujuuuuu...... pinter-pinter kita management waktu ya gaan....
Quote:


Penyesalan???? hehehhee.. hal yang sama kadang ane rasain gan. tapi terkadang juga, semakin semangat untuk berkontribusi karena ternyata lahan garapan kita untuk lebih maju masih terbuka lebarrr....^_^
Quote:


ooo tyt ada yg ngerasakan hal sama dg saya emoticon-Stick Out Tongue
Iya bro,kdg itu timbul tenggelam perasaan itu,muncul dikala terasa stagnan plus inget dulu itu dipikiran ortu cuman apotek melulu.... trus setelah tau peraturan banyak berubah saat ini en apotek di kota besar tambah berat macem2nya jd bingung....sebel deh kalo inget itu...spt ga ada persiapan terhadap perubahan en pake data dah usang semua emoticon-Mad (S) Jengkel kalo inget itu.
Bener lahan terbuka lagi, sekarang agak terasa ada perubahan, krn itu ini mo cari pindah kerja sekalian untuk cari tantangan baru emoticon-Smilie
Quote:


peraturan perubahannya belum berimbang..tp namanya jg proses emoticon-Big Grin
ane nunggu ada peraturan gaji farmasis minimal 5 jt.. emoticon-Ngakak:
Makasih buat pencerahannya agan2 sekalian.. emoticon-I Love Kaskus
jd ud ga terlalu bimbang lagi.. emoticon-thumbsup
salam kenal semuanya emoticon-Angkat Beer

saya jg apoteker dr sanata dharma emoticon-Big Grin

farmasis ang 05 hehehe emoticon-Big Grin

salam kenal smwnya emoticon-Angkat Beer

mohon bergabung smwnya ya emoticon-Embarrassment
Quote:


mndg kerja di industri aja gan kl gtu emoticon-Big Grin

kl pgn 5jt lbh lo ya emoticon-Big Grin

bahkan bs lebih lo emoticon-Big Grin
gan ssepuh farmasi? permisi ane mau nanya bbrapa prtanyaan
ane anak kls 3 sma yg msh bingung nentuin jurusan emoticon-Embarrassment hhe
1.1.pas kuliah di farmasi kita belajar apa aja gan biasanya?fisika,bio,matematik?
2.trs pas kerja biasanya ngapain gan?apa cuma bisa jd apoteker doang?
3.kalau farmasi terdiri dari brp cabang gan?
4.gajinya cuma 1,6 jt yah :Hammer:
Quote:


emoticon-Ngakak kalo beneran ada UU yg min.5jt..saya ga bakal nyesel gan emoticon-Ngakak
semua proyek saya bisa ter-danai dengan lengkap emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


Industri mana tu? rasanya belum ada yg segitu kecuali dah manajer... or kerja di industri tapi channel marketing
Quote:


urun ngasi jawaban emoticon-Big Grin nanti temen2 pasti nambahin jwban emoticon-Smilie
1. berdasarkan prioritas : Kimia, Fisika, Biologi, matematik
2. Apoteker itu jabatan/title untuk yg selesai menem puh strata-1 farmasi plus pendidikan apoteker... kalo kerjaannya..hehehe terserah agan deh..mo di pabrik, apotek, rumah sakit, atau mo keluar jalur jadi bankir juga boleh kok..ga ada yg membatasi emoticon-Stick Out Tongue
3. cabang....ni jawaban bisa beragam... umum: farmasi industri, farmasi rumah sakit/klinis, farmasi komunitas
4. dulu segitu emoticon-Malu (S)..... sekarang 2 lebih
Quote:


wow dari sadar..
kakak angkatan si valentina hermita sama oktav yo..

Quote:


iyo klo bagian pemasaran bisa, tp ane di industri bukan pemasaran..
Quote:


tambahan: farmasi tanaman obat tradisional.. [ngikutin IAI dan HISFARINDTO nya emoticon-Stick Out Tongue]

masalah gaji tergantung daerah juga..
curhat: klo area semarang gaji ane belom tembus 2 jt, maklum lah industri kecil emoticon-Malu (S):
Halaman 39 dari 121


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di