KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Budaya /
[share] Renungan - RAHASIA FILSAFAT KEJAWEN
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000006120443/share-renungan---rahasia-filsafat-kejawen

[share] Renungan - RAHASIA FILSAFAT KEJAWEN

Tampilkan isi Thread
Halaman 8 dari 16
Quote:


soal ke "suwung"an..emoticon-Stick Out Tongue
juga yang ini :
Quote:
cuman mau share aja emoticon-Embarrassment ..... maap sama TS kalo saya salah alamat postingan lagi emoticon-Angkat Beer .... sebab jujur aja saya ga bisa membedakan mana yang filsahat hidup, mana yang filsafat umum, mana yg filsafat agama, mana yang filsafat kejawen emoticon-Malu .... abis saya ga mampu membendakan filsafat apa pun dengan filsafat kehidupan... emoticon-Frown

"suro sudiro jayaning kang rat, siuh brasto ulah cekaping darmastuti"

artinya :
nafsu yg menggelora seolah olah tidak ada yang bisa mengalahkan bahkan seperti akan bisa menggenggam/menguasai dunia, akan bisa dihilangkan dengan cara berbuat baik sedikit demi sedikit dalam waktu yang terus menerus

bisa juga diartikan sebagai berikut :
segala tidakan buruk dapat dapat dikurangi secara perlahan sampai sampai (mungkin hilang sama sekali) dengan cara mengikisnya dengan cara berbuat baik sedikit demi sedikit

..... emmmmmm opo to maksud te...... emoticon-Frown

kurang lebih maksudnya begini emoticon-Genit:

contoh 1 :
amatilah anak balita.... lihatlah sebenarnya kita berjalan diatas dua kaki itu merupakan proses belajar, mulai melihat orang lain berjalan, dilatih orang sekitar, menunggu struktur tulang kita kuat agar mampu berdiri..... cuman karena sudah dilakukan bertaun tahun kadang kita lupa bagai mana sakitnya ketika kita masih bayi belajar jalan..... bahkan kita pun sampai sampai malas berjalan lagi sebab bosen dan ga pingin capek, padahal kita sekarang malah bisa lari kesana kemari sambil lompat lompat.....emoticon-Malu

contoh 2 :
waktu dulu.... waktu masih kecil kan buta huruf tuh......... akhir belajar menghapal bentuk huruf, belajar menulis, belajar mengeja....... nah pada akhirnya kita sekarang kan lupa bagaimana dulu sulitnya belajar nulis dan membanca.... kenapa sebab perilaku tersebut diulang ulang dan di biasakan setiap hari

dan buanyak lagi contoh contoh yang lainnya ( males ngetik emoticon-Peace)

seperti itulah kehebatan dari rutinitas, bila dilakukan berulang ulang akan membentuk kita menjadi sesuatu yang berbeda dari sebelumnya....

maka dikatakan dalam pepatah jawa diatas, "ulah cekaping darmastuti", jadi yang di ulang ulang itu adalah sesuatu yang harus menuju ke arah kebaikan atau kemanfaatan...... bila tidak hehehehehehe ga tau deh jadinya apaan emoticon-Big Grin

jadi, sebenarnya kata kata "suro sudiro jayaning kang rat, siuh brasto ulah cekaping darmastuti" adalah sebuah kata kata yang berlaku umum, atau semua orang pasti mengalaminya... tapi ya itu, entah sadar atau tidak emoticon-Peace

........................... tapi saya juga heran kenapa kata kata mutiara jawa tersebut lebih populer disingkat dengan " suro diro jayang ning rat, lebur dening pangastuti" ----> yang artinya "segala tidakan angkara murka yg menguasai jagat pasti kalah dengan kebaikan"

padahal coba deh direnungkan baik baik, artinya sudah sauaaaaaaangat beda jauh dari arti sebelum di singkat..... maka ga heran jaman sekarang banyak yang tidak bisa menempatkan atau membedakan mana yang sabar dan mana yang goblok, mana musibah mana yang berkah dan lain sebaginya emoticon-Malu ................. oleh sebab itu ga salah juga, sekarang banyak orang bingung dan was was...... sebab ketidak tauan pasti menyebabkan kebingungan, kebingungan menyebabkan rasa kuatir, kuatir menyebabkan was was, was was menyebabkan kecurigaan yang berlebihan...... akhirnya kalo begitu terus, terus terusan atau jadi rutinitas, maka hilang lah rasa percaya, isine salah paham, berujung pertengkaran, trus gebuk gebukan, trus benjut... trus ... ters no dewe aku wegah hehehehehehehe emoticon-Big Grin

trus, jadi maksudnya apa ?
ga ada maksudnya, wong di awal sudah saya tulisi cuman share aja hihihihihihi ..... namaya juga share kan ga ada maksudnya.... kalo nyuruh baru ada yang dituju atau ada maksudnya ... ya kan ????? emoticon-Peace
Quote:


Postingan yang menarik..tapi nuwun sewu,mbah Molor.. kok ada kerancuannya,ya.
Membaca kedua Filsafat (1 nya yang sudah disingkat) diatas..dan membandingkan dengan filsafat di bawah ini (saya ambil dari "warungku")

..kok malah Filsafat yg paling atas, mempunyai makna yg sama dengan filsafat yang sudah disingkat?

“suro sudiro jayaning kang rat, siuh brasto ulah cekaping darmastuti” yang artinya kekuatan kejahatan akan musnah dengan sebuah perilaku kebaikan yang terus menerus….

Mohon pencerahannya...matur sembah nuwun
Quote:


walah.... malih isin akyu..... emoticon-Embarrassment wong saya ga kerja di PLN atau di perusahaan lampu kok kangmas e

persamaan kata kangmas e.....

pengetahuan yang salah mengakibatkan -----> cara berpikir yang salah ----
cara berpikir yang salah mengakibatkan ----> pemikiran / memori yang salah ----
pemikiran yang salah mengakibatkan ------> tidak bisa mengendalikan nafsu----
nafsu yang tak tekendalikan mengakibatkan -----> ego yang tidak memiliki batasan --------
ego yang super kelewatan mengakibatkan -----> pemaksaan kehendak ---
pemaksaan kehendak ke pada orang lain mengakibatkan -----> penjajahan -----
didalam penjajahan ----> terjadi penindasan-----
penindasan mengakibatkan -----------------> tindak kesewenang wenangan ---
nama lain kesewenang wenangan ------> adalah angkara murka atau kejahatan

............... hehehehe tapi saya tau koq kangmas e sudah tau tentang hal itu, jane sing ditakoke lak ...... "apa kejahatan pasti kalah dengan kebaikan ?" ya ga kang mas e ???

padahal njenengan dewe lak yo ngerti, kadang baik buruk itu sangat sulit untuk membedakan..... emoticon-Peace hehehehe

sekarang saya bukannya bisa menjawab dengan baik dan benar .... ini cuman penemu aja koq mbah e zeth....

kejahatan (kita) pasti bisa dikikis sedikit demi sediki oleh sebuah perilaku kebaikan (kita) walau pun itu sedikit demi sedikit (sing dimaksudkan dengan kata "cukup") sing penting terus meneruuuuuuuuus.......

jadi menurut pengertian saya saat ini..... ga ada nama nya walik grembyang jahat langsung kalah sama baik,..... emoticon-Wowcantik

semuanya tak ada yang langsung, bagaimana pun cepatnya tetap harus melewati proses..... tidak ada mak gubrak jadi, walaupun itu sulap sendiri, sepersekian detik harus lewat proses..... emoticon-Angkat Beer atau malah yg sering sudah persiapan sebelumnya emoticon-Wink heheheheheh

yang ada adalah, sebuah kerja keras untuk terus menerus membendung dan menggerus perilaku buruk dengan perilaku yang baik...... sehingga menjadi kebiasaan untuk mejadi lebih baik / lebih pantas (nek nyilih ucapan ne mario teguh emoticon-Peacehihihihihi) ... nek ga salah sih ngono hlo kangmas e..... namanya juga kalo ga salah emoticon-Embarrassment kalo salah ya mohon dipersori emoticon-Embarrassment
Quote:


Heheh..menanggapi postingan sampeyan,mbah..sebetulnya yang merusak manusia itu adalah PAMRIH.

Nah, pamrih itu seperti apa, tidak setiap orang mampu mengindentifikasi. Kadang orang dengan mudah mengartikan pamrih itu, tetapi secara tidak sadar terjebak oleh perspektif subyektif yang berangkat dari kepentingan dirinya sendiri untuk melakukan pembenaran atas segala tindakannya.
Untuk itu penting dikemukakan bentuk-bentuk pamrih yang dibagi dalam tiga bentuk nafsu dalam perspektif KEJAWEN :

Nafsu selalu ingin menjadi orang pertama, yakni; nafsu golek menange dhewe; selalu ingin menangnya sendiri.
Nafsu selalu menganggap dirinya selalu benar; nafsu golek benere dhewe.
Nafsu selalu mementingkan kebutuhannya sendiri; nafsu golek butuhe dhewe. Kelakuan buruk seperti ini disebut juga sebagai aji mumpung. Misalnya mumpung berkuasa, lantas melakukan korupsi, tanpa peduli dengan nasib orang lain yang tertindas.

Opo maneh Pamrih dalam kekancan..nyedhaki wong mung mergane duwe maksud tertentu.
Menjilat pejabat untuk mendapat jabatan yg enak, menjilat orang kaya biar kecipratan angpau lebih, dan masih banyak pamrih2 lainnya.

Semuanya itu mengikis ketulusan dalam hati kita, menutup rahsa. Karena mempelajari KEJAWEN, bukan semata belajar ritual2 Jawa tetapi lebih pada belajar mengenai filsafat hidup (falsafah) ala Jawa.
thanks gan atas pencerahannya ....emoticon-Shakehand2
ijin menyimak di sini......salam kenalemoticon-Shakehand2

semoga trit ini sebagai peringatan dan penggugah untuk kita semuanya....
dan untuk orang2 yang telah melupakan ajaran nenek moyangnya sendiri....

salut buat kang TS....emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Quote:


Salam kenal juga,gan

emoticon-Shakehand2
Quote:


ijin untuk menunggu pembabaran selanjutnya.....silahkan puh....emoticon-Kiss
gan tanya

kepercayaan kejawen itu sejarah nya sudah ada pra hindu atau agama hindu yang transformasi ke nilai islam atau gimana

masih emoticon-Bingung (S),mohon penjelasan nya emoticon-shakehand
Quote:


Kejawen itu sudah ada sejak pra-Hindu,gan. Dan flexible karena kamudian ada masa Kejawen Hindu, dan juga Kejawen Islam.
Quote:

emoticon-Shakehand2,jadi ga ada pegangan standar (kitab suci/tata cara ritual,dan mantra universal)nya y gan.artinya apakah
kejawen hindu doanya mirip weda,kejawen islam mirip quran
hindu ke sang hyang ,islam ke allah ???? emoticon-Bingung
klo gitu ibadah nya jadi ga bisa bergabmbung donk gan satu ma yg laen ??? ato gimana gan
[share] Renungan - RAHASIA FILSAFAT KEJAWEN
Quote:


Hehehe..kejawen itu universal,gan.
Pandangan hidup yang bukan merupakan suatu agama, tetapi suatu pandangan hidup dalam arti yang luas, yang meliputi pandangan terhadap Tuhan dan alam semesta ciptaanNYA beserta posisi dan peranan manusia di dalamnya. Ini meliputi pula pandangan terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk pula pandangan terhadap kebudayaan manusia beserta agama-agama yang ada.
Quote:

salah tangkep gan,g kira kejawen hindu n islam ga universal n dipisahin krena yang satu nginduk ke islam yang satu ke hindu,ternyata pandangan kejawen yang nyatuin paham kejawen islam n kejawen hindu,emoticon-Smilie

yang masih bingung knapa dibedain nama nya sih gan,jadi seolah2, 2 paham yang beda,apa bedanya kejawen hindu n islam ,klo ternyata isi nya sama ???,mohon dijelaskan
Quote:


Kejawen adalah ajaran hidup menuju kesempurnaan yang meliputi sopan santun, tata cara, adat istiadat..dan juga dalam segi spiritualitas. Untuk itu bisa dimasuki oleh semua unsur2 kepercayaan atau agama.
Falsafah kejawen memandang suatu makna terdalam dari sifat hakekat Tuhan yang Maha Adil, yang memiliki konsekuensi bahwa wahyu bukanlah hak atau monopoli suku, ras, golongan, atau bangsa tertentu.
Quote:

yoooooo wisssemoticon-thumbsup
mantaf mas, yo ngene kie sing kudune disinau ni karo cah2 nom penerus generasi bangsa....
Quote:



Injih maturnuwun, emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Indonesia
Quote:


Sami-sami..semoga tidak hanya dibaca, tetapi dihayati dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

emoticon-Shakehand2
mas aku kejawen tapi ga bisa bahasa jawa piye? emoticon-Stick Out Tongue
Halaman 8 dari 16


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di