KOMUNITAS
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Arsitektur /
TANTANGAN: Rumah Sangat Murah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000007176052/tantangan-rumah-sangat-murah

TANTANGAN: Rumah Sangat Murah

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 6
Quote:


emoticon-Bingung emang bisa rumah 5jt..? ane bangun pagar kecil aja pakai batu muka aja 6 jt...., rumah 5 jt..? kayak apa jadinya
Rumah 5 jt ibaratnya spt bikin rumah bedeng untuk proyek yang menampung pekerja2nya tidur disana sementara atau buat simpen bahan material untuk proyek. Konstruksinya sangat amat sederhana sekali, dari papan, kayu atau bambu dengan atap seng/asbes tanpa plafond. Lantai hanya floor beton/lantai kerja saja seadanya. Itupun tidak termasuk Sanitasi /MCK

Kalo dianggap layak (sebagai rumah), kok saya agak ragu. Soalnya untuk MCK dan sanitasi saja satu rumah standart tipe 27 atau 36 bisa bernilai lebih dari 5 jt (pemipaan yg baik, septitank dan peresapan, kamar mandi yg layak pakai)
Gampangannya kalo sanitasi jelek, pasti penghuninya nggak bakalan sehat 100% dan gampang dpt penyakit, kalau udah penyakitan, bahaya, mereka nggak bisa kerja cari uang dengan maksimal.. ujung2nya rumah dilingkungan itu malah jadi sangat2 kumuh dan potensi sarang penyakit.

Untuk rumah dengan harga 9-10 jt bisa saja terealisasi jika :
- harga tanah digratiskan
- hapus smua pajak material
- ongkos transport suplier gratis/ditanggung pemerintah
- tukang2nya atau SDM yg kerja bersifat sosial (tidak dibayar tidak masalah)

Seharusnya, program yg dikejar pemerintah seharusnya rumah layak huni dan sehat (mungkin spt harga RSS saat ini) dengan cara Kredit tanpa DP (nol persen) dengan cicilan jangka panjang.
Bank pun harus rela memangkas bunga dari kredit rumah ini, kalo perlu tanpa bunga

(emang banknya siapa mau kasih utang tanpa bunga?? Bank2 sekarang ini memang 'mata bunga-an', nurunin bunga kredit bagi warga normal aja susahnya minta ampun, pdhl bi rate udh turun banyak, baru kalo bi rate naik, mereka dengan cepat tidak ada 1 jam udah mengumunkan kenaikan bunga..)

sekali lagi CAPE DEHHHHHHHHHHHH...........
Quote:


setuju gan.. memang, yg bikin kumuh itu adalah penghuninya yang tidak mau peduli lingkungan..
harusnya ada yg memutus mata rantai generasi penerus bagi org2 yg tidak peduli lingkungan..
Hidup sederhana atau hampir dikatakan miskin sih bisa saja, tapi jangan jorok dan malas merawat lingkungan..
kalaupun memang bisa rumah yang begini terwujud, apa ada yang mau beli? sekarang kalau kita liat realisasi rusun yang udah ada embel" subsidi aja masih banyak banget yang belum laku, dan lagipula yang beli malah orang berduit untuk investasi..

masalah berikutnya, tanah, kalau pembangunan secara vertical, masih bisa dimaklumi, tapi kalau rencanya rumah" ini dibangun dan diatur secara horizontal bayangkan apa yang terjadi? bagaimana dengan daerah serapan? bagaimana pembuangan sampahnya? dan kalau dilihat dari harga serta ukuran, ini ditujukan untuk golongan kurang mampu, yang artinya pembangunannya akan dalam jumlah besar...

jadi menurut saya walaupun memang rumah itu bisa jadi, belum tentu "Rencanya" akan berjalan..
buset kok tolol bener dah ngomongnya,

harga pintu aj udah berapa sekarang

pasang listrik aj berapa emoticon-Cape d...
diluar tanah gan, trus konstruksinya bambu, pondasi pake pondasi umpak setempat, luasan bangunan 21 M2 aja, atap pake terpal+asbes, dinding setinggi 0,5 M dri tanah pke bata sisanya gedeg (bambu), lantai screed doang. jadi deh rumah seharga +- 10 jt
Kalo dalam konteks Rumah Murah tersebut adalah rumah yang dibeli oleh pemerintah, dengan skenario Pemerintah beli rumah ke developer dengan harga optimasi, dan menjualnya kembali dengan harga murah ke Masyarakat, maka hal tsb mungkin dilakukan.. Atau seperti skenario konsep Rusun bersubsidi.. Itu mungkin-mungkin saja kok Gan.. Tantangannya hanya dalam pengelolaan anggaran..

Tp itu semua kembali ke Komitmen pemerintahan SBY, beneran mau melakukan hal tsb?
Pesimis gw Gan.. emoticon-Toast
rata2 kok pada pesimis ya emoticon-Big Grin
menurut gw itu justru ide bagus
tanpa desakan seperti itu ide2 gila gak kan keluar

itu semacam pancingan dari sby, doi pen tau sejauh mana sih daya khayal rakyatnya

kalau dengan budget segitu mungkin bisa jika hanya rumahnya aja
cuma ada batasannya :

-rumah dapat diproduksi massal (mass production) sbg contoh : tabung gas (bom) 3kg
-impor material murah dr negara lain dlm jmlah besar
-design simple / tidak ribet

emang sih tingkat kenyamannya jauh dari ideal
cma itu lebih baik ketimbang harus tidur di kolong jembatan

jadi semacam rumah precast, tinggal dirakit di lokasi

kurang lebih gambarannya begini
Spoiler for contoh:
rumah dari kontainer aja harganya lebih dr segitu gan.. harga kontainer bekas untuk yg 20 feet berkisar 12 s/d 15 juta. yang ukuran 40 feet dikisaran 20 s/d 23 juta
ini yg biasa dipake direksi keet d proyek itu loh gan
kecuali mau dr bahan bambu, tp kalo bambunya udah diolah jdnya mahal juga krn teknologi dan bahan (misal pengawet, lem, pressing dll.) masih impor emoticon-Smilie
good luck deh
Harga 5-10 jt itu kalo ga salah hanya harga rumahnya saja yah?
Lalu bagaimana dengan harga tanahnya? Berapa yang harus dibayarkan oleh masyarakat "kurang/tidak mampu" ? Kalaupun bisa terwujud, apakah ujung-ujungnya yang beli malah masyarakat golongan mampu.

Pengalaman pribadi saya, saya ada banyak teman-teman yang dulunya tinggal di kolong jembatan. Lalu sekitar 4 tahun lalu, oleh pemerintah direlokasi ke beberapa rumah susun. Ada yang di angke, marunda, dan lain-lain. Begitu mereka pindah ke rumah susun, ada saja pihak yang membeli unit-unit rumah susun ini dari mereka dengan harga awal 2-4 juta tergantung lantai. Tapi sekarang, harga per unit rumah susunnya paling murah 35 juta. Dan yang tinggal sudah kebanyakan bukan masyarakat awal yang direlokasi tersebut. Sedang masyarakat awal itu kembali ke kolong jembatan. Semua pada menyesal dulu menjual dengan harga sangat murah. Hal ini wajar saja terjadi karena diiming-imingi uang 2-4 juta di depan mata.

Menurut saya, pembangunan rumah susun itu kurang mengenai sasaran. Karena saya ragu apakah bisa tertuju pada golongan masyarakat kurang/tidak mampu.

Sebenarnya tujuan dibangunnya rumah super murah itu untuk apa? Apakah hanya agar kolong jembatan "kosong" ? Andaikata rumah tersebut bisa dibangun, lantas apakah golongan masyarakat kurang/tidak mampu ini akan sanggup untuk membayar tagihan bulanannya? Apakah rumah seharga ini tidak rawan akan bencana seperti kebakaran ataupun penyakit ? Menurut saya hal ini hanya sensasi SBY saja.

Seharusnya pembangunan di Indonesia sekarang dipusatkan di daerah-daerah terutama pulau-pulau lain selain jawa dan bali. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mencoba cari peruntungan di kota besar seperti Jakarta. Hal ini tentunya dapat mengurangi kemacetan, kerawanan bencana dan kriminalitas.

Maaf jika agak menyimpang dari topik.
Rumah dengan harga 5 jt, "mungkin" bisa dibangun, tapi tanpa mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan. Apakah lebih baik daripada tinggal di kolong jembatan? Memang, sampai akan adanya tawaran yang "menggiurkan untuk mereka" atau mereka tidak sanggup membayar utilitas.
Daripada bikin pesta kimpoiyang mewah, mending uangnya disumbang untuk bangun rumah super murah Pak.
Quote:


hal ini pernah dibicarakan dalam forum IAI beberapa waktu lalu.
mungkin jawaban saya tetap sama. TIDAK MUNGKIN.

banyak pertimbangan dalam hal rumah sangat murah. diantaranya adalah biaya tanah, harga material, upah tukang, biaya instalasi listrik, air dll. yg dilihat pemerintah hanyalah sisi "general" saja. lebih baik pemerintah saat ini melakukan UU Arsitektural yang jalannya tersendat2 dikarenakan ulah para regulator yg selalu menjadi polemik tak berujung.
emoticon-Toast

rumah murah 5-10 juta ? Mimpi !
emoticon-Ngakak
wow serius tuh pak rumah harga 5-10 juta?
kira kira tipe berapa tuh rumahnya? berapa x berapa meter?
harus diperhitungkan lagi tuh. ane aja bikin kamar diatas rumah abis 10 juta.
Spoiler for Ir. Agus Muchsoni:


menilai daya khayal masyarakat bukanlah sesuatu yang bagus.
dan saya rasa tidak perlu juga dibuatkan SATGAS khusus untuk hal ini, cukup melibatkan arsitek dan teknik sipil dari kalangan akademisi dan praktisi.

biar orang2 yang berkompeten dalam dunianya yang bekerja. bukan cuma menilai daya khayal lalu melemparkannya begitu saja kepada masyarakat.

saya juga tidak melihat keterlibatan arsitek dan teknik sipil dalam bilangan 5 -10 juta. kalau ini memang ada surveynya harusnya saya bisa melihatnya dalam agenda IAI. sampai saat ini saya belum melihat hal itu. tapi untuk UU arsitektural yang berhenti di tengah jalan saya tau.

kalau saja ini seperti proyek bom 3 kg. pasti ada BEP dong ?
yg dipertanyakan apakah pemerintah menerapkan hitungan dalam BEP nya ? cara menghitungnya bagaimana ? siapa regulator yg terlibat ? bagaimana efesiensinya ? lalu bila terjadi kesalahan, siapa penganggung jawabnya ?
( terlepas dari si penganggung jawab bisa di meja hijaukan atau tidak jika terjadi masalah ).

jepang atau singapore mungkin bisa dijadikan contoh untuk studi kasus, namun sekali lagi HANYA orang yg berkompeten dalam hal ini yang melakukannya. bukan mengajak tetangga atau sanak saudara dalam pembelajarannya.

jangan sampai peristiwa di perancis terulang.
emoticon-Ngakak

note :
saya juga baru tau, rasanya Ir. Agus adalah 3D modeler. nice pic. maaf jika saya salah.
emoticon-Toast
Quote:


ane setubuh gan, tempat ane aja pasang listrik baru hampir 5 jutaan....
Quote:


iya tull itu belon Pam nya
hahaha ane optimis bisa gan, sok ke ane-in 5 jt, ane buatin.....gambarnya doaaaaang wekwkwkwk emoticon-Cape d... (S)
5 juta bisa gan buat sekedar bangun aja, bahan sederhana, trus renov dan permak sana sininya yg sesegera mungkin udah diitung blm nih gan ? Byr premannya brp jg nih... JADI BERAPAAA ???? emoticon-Cape d... (S)
sekarang gini aja gan, masalah mungkin apa ga mungkin, saya sering disuruh ngerjain bedeng pekerja, yang bener2 sederhana aja, udah abis 600 ribu/m² itu bahan2 dah pake bahan2 bekas proyek lah. yang penting pekerja bisa tidur ga keujanan ga kepanasan saat istirahat, itu dah termasuk sanitasi sederhana.

kalau hitungan rumah layak keluarga tipe 27 udah jelas 16 juta jatuhnya. pancingan sih pancingan, tapi kalau mancing ikan pake umpan ga enak sama aja ikannya ga mau, minimal kasih umpan nasi, jangan diumpanin rongsokan.
bisa mas bro, di wilayah ane rumah jowo 2nd dijual 3 juta plus rakit bangun 5 jutaan, tp ya lantai tanah yah, MCK kali belakang rumah, tanah ukuran 5x12mtr warisan..emoticon-Hammer
maav gan ane newbi>>
mungkin aj sih gan dengan budget sgitu namun jika menghilangkan sisi keindahan atau kenyamanan penghuni...
mungkin lebih tapat namanya adalah rumah darurat
Halaman 3 dari 6


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di