KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Tentang-tentang...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000000995050/tentang-tentang

Tentang-tentang...

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 10 dari 13
Quote:

mansut looeeeeeeee emoticon-Nohope

parah jumlehoy dikata setan emoticon-Nohope

gw ga ikut2an ahh emoticon-Ngacir

===============================================
lupa ngetik 249 emoticon-Hammer
eh ada tamu ternyata emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment

*bakar menyan ngusir kuntilanak* emoticon-Embarrassment


emoticon-Hammer

Tentang Masa Lalu

Tentang Masa Lalu

Rumah di ujung jalan…
terasa tak asing saat melihatnya
Pagar bunga jendela kayu tembok putih
Berbingkai hijau dedaunan dan wangi melati

Perlahan kuhampiri rumah tua itu
Pintu rapuh termakan rayap kayu
Terbuka celah kumelangkah masuk
Seiring sinar menyapa ruang penuh debu

Perabotan berteman sarang laba-laba
Selimut kelabu menutup indahnya hiasan dinding
Mataku nanar menatap sekeliling yang dingin
Oh..kemanakah aura pelangi itu pergi

Bangku tua menopang badan letihku
Membawaku pergi ke masa lalu
Saat kehangatan masih menyelimuti
Kala gurauan jadi makanan sehari-hari

Rumah itu adalah jiwaku
Yang telah kutinggalkan berpuluh tahun yang lalu
Dan kini kucoba datang lagi
Berharap masih ada sisa asa tuk kubangun kembali



Senin, 18 Mei 2009, 12.22 wsk - youleea emoticon-linux2

Tentang Dentang

numpang ngisi ya sis
kebetulan baru ketemu muse..emoticon-Big Grin

Tentang Dentang

Dentang itu bertambah satu kali
Daun rumput yang bergoyang menjawab sepi
Semua terserah bulan
Cerita yang mati oleh belenggu imaji buatan sendiri
Puyuh yang bernisan, berpeti

Dentang itu bertambah satu kali
Bulan itu masih menunggu hidung yang lebih panjang
dari kebingungan berekor di haluan kepalanya
dan aku?
hanya mempertanyakan adaku di bawah wajah puasnya

Dentang itu bertambah satu kali
Masa bodoh dengan waktu
Tanganku gemetar menggenggam piala hati dalam angan
Akankah sampai?
Gundah yang naik tahta, orang bodoh yang berbahasa
sebab sayab itu mati beku di punggungku
sebab enggan itu berjubah kepura-puraan dalamku
sebab ia mencium labirin di wajah piasku

Dentang itu bertambah satu kali
lagi,
dan aku tidak suka
andai semua adalah pendosa, aku bersumpah untuk jadi nerakanya

Sambil membentangkan makian pada rembulan
lalu bercanda
Ia pun memperkenalkan diri, atas nama cinta
Aku hanya termangu..

dan dentang itu masih tetap bertambah
satu kali
lagi
sori dobel post..emoticon-Peace
Quote:



Kesamaan ini membuatku tercengang,heran....
Kini akupun melangkah ke dalam rumah tua kakek moyang....
Merenovasi dan memperbaiki segala kerusakan,sisa-sisa kejayaan....
Merancang masa depan baru bagiku,karna inilah pemberian,tantangan tuk membuka lahan perniagaan.......
Terimakasih teman,kau bagi satu inspirasi lagi tuk naga yang sedang mencari solusi terbaik dalam merekondisi griya moyangku ini......
Kupandang jule penuh bisul bertaburan...
berkelap kelip seumpama lampu taman..
emoticon-Hammer









emoticon-Ngacir
Quote:



buset dah lu emoticon-Hammer emoticon-Hammer

lapak gue jadi penuh bisul emoticon-Hammer emoticon-Hammer
sumpah keren bgt sis..
ga boong gw nehh ngomong keren...
apa lagi yang tentang perubahan..
Quote:


ikut seneng deh kalo ada yang seneng emoticon-Big Grin

makasih yaaa.. emoticon-Malu
Quote:


wah nice poem... emoticon-Belo
kayaknya maknanya dalem banget yak...ttg kebimbangan..kejenuhan...kemarahan?

makasih udah di share disini emoticon-Smilie


Quote:


sama2 naga...mudah2an makin diberi kekuatan utk memperbaiki rumah yang rusak itu emoticon-Angkat Beer
Mam & mimi

Pernah melihat anak kecil????
Mungkin pertanyaan itu lebih berbau retorik….
Dari terlentang….telungkup….duduk…merangkak…berdiri…berjalan hingga berlari…..
Ada kata Umi dan Abi di setiap keinginannya…kemudian ia mulai bisa mengucapkan “MUM” ketika lapar, dan “MIMI” ketika haus…..
Mungkin kita lupa bahwa kita pernah seperti mereka….ada kebahagiaan ketika ia tertawa…ada kerinduan ketika ia jauh…
Karena mungkin masih ada setitik ruang di hati kita yang bisa merasakan kemurnian yang terpancar di senyuman mereka….ketulusan pada setiap langkah kaki mereka…kerinduan pada jerit tangis mereka….
Karena mungkin….kita kecil yang dulunya hanya bisa mengucapkan mam dan mimi kini telah tumbuh dengan sejuta kata yang terkadang kemurnian telah ternodai dengan kesombongan diri, tidak sedikit ketulusan menjadi angkara nafsu yang menghanyutkan kita ke lautan angan-angan…..kerinduan kita justru menimbulkan jerit tangis orang lain…………..
Diakui atau tidak, terlalu banyak kata yang terucap yang setiap huruf tersusun menjadi kata akan dipertanggungjawabkan kelak…..
Jujur mungkin……aku lebih banyak lupa tentang apa yang telah aku ucapkan………..lebih banyak terucap begitu saja……..lebih banyak dusta dan kebohongan….mungkin yang jelas….lebih banyak yang sia-sia daripada gunanya………….

Tentang Kemerdekaan Indonesia

Tentang Kemerdekaan Indonesia

ciptaan: Kazu, Eve, Youleea


Merdeka! Kita merdeka!
Elu-eluan yang berkumandang ketika itu
64 tahun yang lalu

Kepada yang terhormat para penjaga bangsa
Jagalah kata merdeka agar tetap berkumandang
Jangan biarkan jiwa pejuang mati terenggut rasa takut
Takut akan segelintir orang yang mengagungkan kekuasaan

Muntahkan magma semangat empat lima
Lepas paksa belenggu kuasa
Kami tidak takut lagi pada tirani
Bersatu dalam merah putih kami berani

Jiwa kami masih menggebu
Untuk memajukan bangsa indonesia
Lepas dari segala bentuk terorisme dan penjajahan
Indonesia bersatu! Indonesia merdeka!


Puisi ini dijadikan jingle KaskusRadio untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-64

Senin, 3 Agustus 2009, 10.00 wsk - youleea emoticon-linux2
hai rumah persinggahanku
lama ku tak rebahkan jiwa lelahku
dilantai kayu hangatmu
maafkan aku

hariku tenggelam diantara riuh kehidupan
memaksa tenaga keluar dari raga
mencoba memaknai waktu yang terbatas
keinginan pun impian kucoba tuk wujudkan

:maho
Quote:


akhirnya muncul lagi tred ini, kapan neh sist mau buatin aq puisi lg? hehehe
halo ext..long time no chat emoticon-Big Grin

puisi apa nih..mudah2an bukan puisi sedih lagi yak emoticon-Big Grin

Tentang Salju Pertama Tahun Ini

Tentang Salju Pertama Tahun Ini


Angin dingin menyapa ragaku
Kutepis pelan dan kuraih selimut hangatku
Kucoba cari segenggam hangat dibalik pelukan lembutnya
Mataku terpejam terbuai nikmat belaian kedamaian

Berdiri termangu aku didepan jendela kamar
Mencoba mencari setitik ketenangan pelipur lara
Titik-titik putih menghiasi lukisan didepan mata
Lukisan karya Tuhan yang tak ada bandingnya

Salju itu turun lagi di tahun ini
Membawa aroma musim dingin menyapa muka bumi
Hamparan kapas putih menutupi tanah pekat
Keindahan tak terbeli membuat hatiku tercekat




Rabu, 18 November 2009, 11.05 wsk - youleea emoticon-linux2
sebuah kisah lama
kini bangkit lagi ke dunia
salam kenal wahai tetangga
ijin belajar dari saya.. emoticon-Malu

tentang aku yang masih hijau
tentang aku yang baru mulai merangkak
tentang aku yang baru mengenal dunia
aku ucapkan salam perkenalan...

tentang engkau yang sudah biru
tentang engkau yang sudah lama melintang
tentang engkau yang sudah bertualang
aku mohonkan ajaran....

emoticon-shakehand
Quote:

sedih bangat sh emoticon-Turut Berduka
Halaman 10 dari 13
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di