CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / ... / Entrepreneur Corner /
[ INFO ] Belajar Berjiwa Wiraswasta
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000001215120/info--belajar-berjiwa-wiraswasta

[ INFO ] Belajar Berjiwa Wiraswasta

[ INFO ] Belajar Berjiwa Wiraswasta

Entah mengapa akhir-akhir ini saya punya pikiran merasa terkurung dalam sebuah doktrin berfikir yang tertanam selama bertahun-tahun, yaitu cara berfikir yang selalu employed-oriented alias bekerja (pada orang lain) entah itu kantoran, hotel dan sejenisnya. Tidak pernah berfikir tentang self-employed/membuat usaha sendiri misalnya jualan sayur, jualan bakso, jadi tukang cukur dan sejenisnya yang bisa dikategorikan usaha sendiri. Sejak masa sekolah selalu berfikir kerja dimana, jadi apa, posisi apa dll. Ketika sudah bekerja pada perushaan A dengan gaji tinggi, lalu berfikir lagi untuk kerja di perusahaan B yang menawarkan lebih. Doktrin itulah yang sangat berperan pada diri saya sehingga mental pekerja, bukan mental pengusaha tumbuh subur dalam pikiran saya.

"Saya jadi pekerja dan kaya, mengapa mesti wiraswasta lagi?" Saya tidak mengatakan bahwa menjadi pekerja adalah tidak OK, sama sekali tidak. Ada satu kepuasan tersendiri jika punya usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Tidak ada yang salah. Saya sendiri sampai saat ini adalah seorang pekerja. Harus diakui bahwa karena menjadi pekerjalah saya bisa seperti sekarang, belum kaya sih tapi cukup makan dan minum, dan cukup yg lainnya. Saya hanya merasa bahwa mungkin sudah saatnya saya mulai berfikir untuk move forward dan mulai belajar untuk berfikir mandiri dalam dunia kerja. Langkah nyatanya adalah pada 2007 dengan segala keterbatasan dan modal panas dan dengan jumlah hanya 70% dari seharusnya yang ada di business plan, saya merintis sebuah bengkel mobil di Denpasar. Hal itu benar-benar menjadi titik tolak dalam merubah sedikit demi sedikit cara saya berfikir untuk mulai belajar berwiraswasta.

Secara sepintas, modal dan kesempatan terlihat menjadi faktor yang menentukan tapi nyatanya tidak. Saya punya banyak kolega yang sudah menjadi pekerja bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, baik di dalam maupun luar negeri. Dari segi modal rasanya tidak menjadi masalah untuk memulai sebuah usaha sendiri skala kecil/menengah. Tapi karena mental babu yang masih begitu kuat dan tidak mau keluar dari comfort zone maka tidak ada pikiran sama sekali untuk memulainya. Yang ada hanyalah kesibukan yang terus menerus dan selalu dalam hunting mode untuk mencari di perusahaan/hotel mana bekerja. Alhasil, saya sangat sedikit mempunyai teman yang bisa diajak ngobrol dan berjiwa wiraswasta. Walaupun tidak bisa serta merta, paling tidak mempersiapkan diri setelah selesai bekerja di negeri orang. Mereka hanya sibuk mencari update berita hotel apa berdiri dimana, hotel apa ada lowongan dan service charge berapa dan sejenisnya.
[ INFO ] Belajar Berjiwa Wiraswasta
Walau tidak bisa sekarang, paling tidak pikiran sudah mulai terbuka ke arah sana. Jika terus termakan doktrin itu, lalu sampai kapan menjadi pekerja terus? Akankah sampai tua? Apa tidak bosan bekerja untuk orang lain terus? Ternyata belajar berjiwa wiraswasta tidak harus muluk-muluk dan tinggi-tinggi. Berikut beberapa tips untuk memulainya:

1. Stop mental "disuruh-suruh" itu.

Hal yang paling penting adalah pikiran kita. Kebanyakan dari kita sudah terbiasa selalu berfikir sesuai doktrin itu sehingga menutup mata untuk hal-hal menyangkut wiraswasta. Jika pikiran sudah terbuka maka selanjutnya akan lebih mudah.

2. Konsep modal.

Memang modal menjadi faktor utama dalam memulai sebuah usaha mandiri tapi tidak menjadi faktor penentu. Banyak cara untuk mensiasati faktor ini misalnya nabung sejak dini, pinjaman dll.

3. Jangan tinggi-tinggi.

Dalam memulai usaha sendiri, jgn langsung memikirkan hal-hal yang besar dan muluk-muluk, misalnya bagaimana menyaingi KFC, bagaimana menyaingi BCA dll. Mulailah dengan hal-hal kecil dan biarkan pikiran kita membentuk sebuah konsep dulu dengan fondasi yang kuat ke arah bisnis.

4. Hobi dan jeli melihat peluang.

Idealnya memulai sebuah usaha adalah sesuai dengan hobi sehingga dalam menjalaninyapun akan lebih enjoy. Jika senang makan, buatlah warung nasi yang punya ciri khas dan branding sendiri misalnya Warung Makan Bajak Laut. Jika senang fashion, buatlah usaha butik misalnya dengan sentuhan khas yg menbedakan dari usaha sejenis. Jika senang online, bikin warnet. Jika senang bakso, jadilah juragan bakso, buat beberapa gerobak lalu cari pekerja yang mau dimodalin untuk jualan bakso.

5. Tanyakan pada diri sendiri.

Akhirnya semua kembali berpulang pada diri sendiri. Tanyakan pada diri kita masing, apakah saya ini termasuk pekerja-oriented atau entrepreneur-oriented.




Halaman 1 dari 11
nice info bro
t .o .p
thanks send bro :maho
teori dan konsepnya seh gitu...

realitasnya di dunia nyata beda lho...emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


kadang harus nyadar juga kita hidup dimana.. ini indonesia men emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
bener yang dikatain shirko... realitasnya beda.. indonesia negara penuh jebakan, dari pemerintahnya aja selalu mempersulit wiraswasta , di tekan dari berbagai arah, padahal wiraswasta harus di hargain udah buka lapangan pekerjaan , bayar pajak ehh malah di tekan..
Quote:


setuju !!! emoticon-coffee
1. Stop mental "disuruh-suruh" itu.
ini alesan yang paling gw banget.. knp gw keluar kerja dan bikin usaha sendiri!!!
kalo ada niat usaha pasti sukses.. kuncinya berdoa dan berusaha aja!
1. Stop mental "disuruh-suruh" itu.
ini alesan yang paling gw banget.. knp gw keluar kerja dan bikin usaha sendiri!!!
kalo ada niat usaha pasti sukses.. kuncinya berdoa dan berusaha aja!
Quote:



bro, sebenernya disuruh2 itu wajar lah kalo kita emang karyawan yg punya atasan, tp kalo udah maen disuruh2 nya pake tekanan dan mental ngedrop karena gak logis/wajar, itu baru kelewatan, gw dukung utk jadi pengusaha di usaha kita sendiri biarpun kecil itu jauh lebih enak, drpada gawe disuruh2 gaji gede, makan ati huehehe....
Quote:


nahh...ini....iniiii.....
top markotop...ane setuju ma ente bro....
ora et labora...

uhuuiiiii...................... emoticon-Ngacir
Quote:


Ane jg setubuh ups se7 dah ame yg ini "berdoa & berusaha" hehehe...

Btw Nice thread broemoticon-Smilie
Mantab Brow. Klo gue sih ngapain kita sekolah tinggi2 n mahal2 n capek2, tapi yang dapet untung gede malah perusahaan yg menggaji kita. Mending ilmunya dipake untuk bikin perusahaan sendiri, sukur2 klo bisa menggaji org laen.
Tapi emang orang mikirnya beda2 sih. Ini cmn pendapat gw aja lho..


numpang promosi ya gan?
http://wiraswasta-karyawan.blogspot.com
gimana kalau kita joinan aja?
saya suka online dan utak-atik photoshop.

yang lain? sapa tau digabung2 jadinya mantep...
kayak voltus gt... digabung2 kan jadinya gede... hehehe

serius nih!


Regards!
NICE GAN!! budayakan jiwa wirausaha sejak kecil!!

hhhehe,,setubuh saya kmaren saya dapat kuliah umum oleh om Bob Sadino,,kita disuruh berhenti kuliah dan mulai jualan koran di pinggir jalan!!hahaha gokill tuhh

ada usaha

Quote:


btw kalo boleh tahu bro...lu ada usaha apa neh??hehehe
Ok Mulai sekarang kalau nanti kita sudah berkeluarga dan mempunyai anak jangan pernah ucapkan kata kata seperti di bawah ini :

" Sekolah yang benar nanti biar dapat kerja di tempat yang Layak "

Wajar toh kalau akhirnya bangsa ini lebih bangga jadi pegawai di banding jadi pedagang, sadar atau tidak sadar itu doktrin Imprealisme belanda kepada Bangsa kita, sekolah dan kerja.

Mulai sekarang kalau nanati kita Punya anak katakan seperti ini :

" Sekolah yang benar dan rajin biar nanti kamu jadi pengusaha yang sukses "

Sederhana memang kata kata itu tapi inilah nantinya cikal bakal pengusaha yang lahir di Indonesia.

Maaf yach kalau salah.
Satu lagi dari saya hilangkan perkataan ini kepada anakanak kita kelak ;

Ketika anak kita jatuh biasanya orang tua berkata seperti ini :


" Bangun nak.., sayang sayang pukul kodok nya , kodoknya nakal yach ?? "

Lihat dari kata diatas dari kecil anak kita sudah kita ajarkan menyalahkan benda lain atau orang lain ketika anak jatuh "

Baiknya katakan :

" Bangun nak kamu anak yang kuat dan Jangan menangis "



Maju terus Bangsaku.

Sebuah sukses berawal dari hal hal yang kecil dan akhirnya menjadi besar
wah bener bgt,dr kecil wa diblgin jg jgn mau jd karyawan, jdlah pengusaha. sampe skrg wa blom brani... tapi hati kecil wa pengen bisa kerja sendiri... thx buat semangatnya... emoticon-Angkat Beer

skalian promosi wa jualan stik lampu(alat pengganti lampu tanpa tangga),home industri punya ortu.thx
http://www.kaskus.co.id/showthread.p...1#post55068492
gw kepingin jd netpreneur...
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di