CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / ... / Entrepreneur Corner /
█│SHARE│█ Jangan Serakah, Bedakan antara Investasi dan Spekulasi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000000871251/96089474share94749608-jangan-serakah-bedakan-antara-investasi-dan-spekulasi

█│SHARE│█ Jangan Serakah, Bedakan antara Investasi dan Spekulasi

Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 121
Quote:


prospektus unitlink jg biasanya ditulis yg equity returnnya 17%
tp itukan bisa ampe, memang betul bisa tp utk th ini sangat sulit menurut saya pribadi.
yg penting bro tanyakan sama salesnya instrumen investasinya apa?
saham?saham apa?dimana? ato abligasi?emoticon-Smilie
Quote:


hihihi....
iya ni bung jadi inget dulu ikutan marketocracy, ga pernah dilihat, cuma dapat email notificatin aja tiap bulan...
Quote:


wehehehehe.... sama, gak ngurusin juga (tapi masih nomor 1 lhooooo :-D )
Quote:


maaf bung niken bukannya terbalik.... dia yakin anaknya di antara 96% itu, maaf OOT
sepertinya pembahasan mengenai energi kurang mengigit ya di thread ini ...

oya bagaimana dengan investasi di bidang property ?

bukankah ini juga merupakan salah 1 kendaraan investasi lumayan untuk menjadi sarana lindung nilai kekayaan setiap orang.

Kebetulan bidang pekerjaan saya ada berhubungan dgn yg satu ini.
emoticon-Smilie
Quote:


Yup, 3 bulan masih no 1 emoticon-Smilie

Quote:


Nggak cuma putrie doang kok emoticon-Smilie Yg lain banyak juga yg seperti itu...hahaha

Quote:


Over a 50-year period, about 4% of all managers will beat the market. If you think I'm going to tell you it's impossible for my son to be in that 4%, you don't know me very well.


Dalam periode 50 tahun, sekitar 4% dari seluruh manajer akan mengalahkan market. Jika kamu pikir saya akan berkata bahwa "mustahil anak saya bisa masuk kelompok 4% itu" berarti kamu tidak mengenal saya dengan baik.

Nggak terbalik kok bro emoticon-Smilie

Quote:


Sebenarnya mau diskusi soal investasi apa juga oke bro (selama beneran investasi emoticon-Big Grin)

Kemarin itu juga nggak ada rencana membahas energi emoticon-Smilie kemarin cuma obrolannya sedikit melenceng ke arah energi alternatif, karena saya sedang baca-baca soal Oil Peak Theory...

Mau ngomong property apa nih? Kerja bro di mana? Ray White?
numpang promosi blog ah... [url]www.streettrader.blogspot.com[/url]

banyak kok yg return besar di pasar saham, cuma mereka masih terselubung..
money management bagus, timing bagus, disiplin, information lengkap..

jangan cuma baru bisa mimpi.. mulailah kelola dana anda dari sekarang, dimulai dari kecil2.. klo ga sanggup biar orang yg profesional kelola dana anda.
wah saya kok ngerasanya kebalik ya emoticon-Malu .... kalau mau beli emas batangan or koinan selain diantam dimana ya . kalau ditempat penjual emas bener gak ya
Quote:

nyindir nie emoticon-Malu emoticon-Big Grin
ampe lupa ada proyek itu emoticon-angel
Quote:


hahaha ada yang merasa tersindir nih...
Wah, saya sakit dan nggak post sehari, threadnya juga nggak ada yg post sehari ...hahaha. Nggak bagus nih kalau begini emoticon-Smilie

Biar ada bahan omongan, saya nulis sedikit dulu deh sedikit tentang PEAK OIL THEORY yg saya udah baca... Topik ini menarik bagi saya mengingat harga minyak dalam beberapa tahun ke depan akan memainkan peranan yang sangat penting dalam ekonomi dunia, yang juga akan mempengaruhi investasi kita.

"Riset" saya di topik ini sendiri belum berjalan jauh karena beberapa hal (sakit, sibuk kotak katik blog, pekerjaan emoticon-Big Grin), sehingga boleh dibilang post ini baru bersifat data, dan saya belum mempunyai pendapat/pandangan apapun tentang teori ini...

Di sisi lain, mungkin ini ada baiknya karena jadinya masing-masing bisa mengembangkan pandangan sendiri tentang PEAK Oil theory ini..

-----oOo-----


PEAK OIL THEORY


Peak Oil Theory, dikenal juga sebagai Hubbert Peak Theory, adalah sebuah teori yang meramalkan terjadinya peak/puncak produksi minyak (baik secara regional maupun global), yang lalu diikuti dengan penurunan produksi, yang secara logisnya akan diikuti oleh naiknya harga (karena supply menurun).

Menurut M. King Hubbert, pencetus teori ini, grafik produksi minyak di dunia kira kira akan berbentuk seperti gunung, mula-mula menanjak lalu mencapai puncak, dan setelah itu akan menurun.

Teori ini kemudian mendapat banyak "pengikut" karena relatif berhasil meramalkan terjadinya peak/puncak produksi minyak di Amerika. Di bawah ini adalah grafik yang menggambarkan perbandingan antara "ramalan" dari Hubbert dan produksi aktual di USA.

█│SHARE│█ Jangan Serakah, Bedakan antara Investasi dan Spekulasi

Sebagai info, Lower-48 merupakan istilah untuk 48 negara bagian Amerika selain Alaska dan Hawaii (USA terdiri dari 50 negara bagian). Kita lihat bahwa "ramalan" Hubbert utk produksi minyak di Lower-48 tidak melenceng jauh dari kenyataannya. (Dalam grafik, ramalan hubert adalah segitiga kuning dan produksi aktual adalah kotak hijau)

Meskipun demikian, banyak juga yang mencemoohkan teori ini karena beberapa telah beberapa kali salah "meramalkan" akan terjadinya peak/puncak produksi Global.

Saya ada menemukan beberapa grafik tentang produksi CRUDE OIL global dari EIA (Energy Information Administration), yg bernaung di bawah DOE (Department of Energy) Amerika. Berhubung grafiknya di dalam file PDF, saya hanya bisa berikan linknya di sini (link)

Sebagai tambahan, meskipun tidak terlalu terkait dengan Peak Oil Theory (karena teori ini tentang produksi), tetapi di situs EIA itu juga ada grafik konsumsi Petroleum global, yang bisa dilihat di sini.

-----oOo-----


Jika kita perhatikan di grafik produksi CRUDE OIL, seperti yang diklaim oleh para "penentang" Peak Oil Theory, kita bisa lihat timbulnya PEAK "palsu" di sekitar tahun 1980, yang diikuti dengan produksi yang menurun, tetapi setelah itu grafik produksi naik kembali.

Meskipun demikian dalam menganalisa grafik ini, ada satu hal yang mengganggu pikiran saya. Istilah CRUDE OIL sendiri sebenarnya adalah suatu istilah yang sangat luas, dan produk yang kerap dikatakan sebagai CRUDE OIL sebenarnya sangat beragam (Likuid, Bitumen, Condensate, Oil Shale, dll, Extra Heavy Oil).

Dalam hal ini, dalam industri minyak ada pembagian antara "Conventional Oil" dan "Unconventional Oil". Conventional Oil sendiri kerap disebut juga sebagai "easy OIL", karena kemudahan dalam menambang dan memprosesnya dibandingkan dengan "Unconventional Oil".

Dalam grafik dari IEA yang saya berikan di atas, kita tidak bisa melihat berapa besar komponen produksi yang berasal dari conventional Oil dan berapa yang dari Unconventional Oil.

Informasi tentang persentase conventional dan unconventional oil ini menurut saya adalah suatu informasi yang penting. Jika ternyata persentase unconventional Oil dalam produksi global ternyata agak besar, tentunya agak harga minyak bumi akan sulit turun.

Dari beberapa artikel yang saya baca, utk sementara ini sepertinya ada "konsensus" bahwa cadangan "conventional oil" di dunia memang terus menurun, sehingga sepertinya di kemudian hari dunia akan bergantung kepada "unconventional oil" (konsekuensinya harga minyak tidak bisa turun ke ke tingkat seperti jaman dulu).

-----oOo-----


Mungkin ada baiknya juga saya sedikit berbicara tentang contoh Unconventional Oil.

Satu contoh dari unconventional oil adalah Tar Sands (Pasir Tar) yang ada di Canada. Untuk memproduksi minyak dari bahan ini, diperlukan proses yang agak kompleks dan memakan biaya, sehingga hanya feasible jika harga minyak berada pada tingkat yang tinggi. Tar Sands misalnya, oleh beberapa sumber dikatakan feasibel utk diproduksi jika harga minyak di atas $70.

Contoh unconventional oil yang lain adalah Extra Heavy Oil di Orinoco, Venezuela. Minyak ini disebut "extra heavy" karena sifatnya yang sangat kental dibandingkan dengan Conventional Oil yang bersifat "Light" (sehingga ada istilah "Light Crude"). Untuk memproses Extra-Heavy Oil ini pun tidak mudah, dan hanya sebagian kilang minyak di dunia bisa memproses minyak seperti ini.

-----oOo-----


Utk sementara ini, baru sekian dulu hasil riset saya. Maaf dulu karena masih sangat dangkal dan generik sekali datanya, karena saya belum sempat menggali lebih dalam lagi.


Read my blog about investing at
http://janganserakah.wordpress.com/
beli dinar menurut teman2 gimana?
@nozzboy
sepertinya sudah pernah dibahas dihalaman sebelumnya emoticon-Big Grin
Bro, mohon pendapatnya...

Jika saya invest ke RD saham, mana yang secara jangka waktu 2 tahun, lebih menguntungkan nih antara pilihan ini :
Misalnya sama2 perlu modal 24 juta (untuk 24 bulan)

1. Saya berhutang dengan tingkat bunga flat 10% p.a., kemudian 1 Juli 2008 saya beli RD saham, tidak perduli berapapun NAV nya. Unit itu saya biarkan selama 2 tahun, sedangkan cicilan bulanan untuk hutang saya bayar dari pendapatan bulanan saya (kok mirip spekulasi ya)
CMIIW: Dengan begini saya akan ber"spekulasi" NAV nya. Dan saya juga harus return di atas 20% (2 tahun) agar ga rugi. Tapi ada keuntungan time value of money-nya (betul??)

atau

2. Invest ke RD saham dengan top up rutin bulanan. CMIIW : Ga ngutang, ga bayar bunga, tapi kehilangan "time value of money"

atau

3. Ngutang 24 Juta, tapi di spekulasikan (masih di RD saham), dimana (misalnya) beli 1 Juli 2008 di NAV Rp 2000, dan baru dijual sejumlah cicilan hutang di saat minimal harganya 2400. Bila selama Juli 2008 tidak ada NAV segitu (NAV kan bisa dipantau daily), ya udah yang juli bayar cicilan hutang pake gaji... Bila misalnya nanti tengah Agustus ada NAV seharga 2400, baru dijual seharga 2x cicilan. Dari sini profitnya bukan rupiah tapi profit jumlah unit RD.

Hmmm, bingung nih.. Mohon pendapatnya
Quote:


Yang lo lakuin itu sangat spekulatif. Praktek kaya gitu biasanya dilakuin oleh MI nya hedge fund. Kalo pasa bener untungnya memang gede banget. Tapi kalo lagi apes, wah berat bro.

Seandainya pengen terus, gw saranin bentuk portfolio dengan volatilitas sekecil mungkin untuk menghindari ketidakpastian. Volatilitas paling kecil biasanya dimiliki oleh RD pasar uang tetapi gw gak yakin returnnya cukup untuk bayar bunga pinjaman. Solusinya, lo harus bentuk portfolio dg risk rendah namun returnnya cukup untuk membayar bunga.

Paling gampang ya pinjemin duit itu ke org lain dg bunga yg lebih tinggi emoticon-Stick Out Tongue . Tapi malah jadi rente entar lu kekeke.
Quote:


hallo bro pamz.

Dari 3 alternatif yang bro sebut itu, 2 di antaranya memakai hutang (no 1 dan 3). Jika bro berinvestasi di Reksadana dengan hutang, boleh dibilang tiada bedanya dengan bro membeli saham secara margin (membeli saham dengan berhutang kepada broker). Dalam hal ini, berarti bro bukan berinvestasi melainkan berspekulasi.

Saya menyarankan agar bro membuang jauh jauh pikiran untuk melakukan alternatif no. 1 dan 3 tersebut. Ingat kembali bahwa meskipun spekulasi bisa menawarkan return yang tinggi dengan modal yg kecil, tetapi juga bisa menimbulkan kerugian yang besar (justru ini yang lebih sering terjadi).

Meskipun di benak bro terbayang enaknya jika bisa menikmati untung dari RD saham tanpa modal sendiri (memakai hutang), bayangkan juga "parahnya" jika RD saham bro rugi dan bro masih harus membayar bunga juga.

Alternatif no. 2 yang bro tuliskan di atas, merupakan alternatif terbaik. Jalankan strategi itu dengan invest rutin dalam RD yang sama, dengan jumlah uang yang sama juga (tidak berubah-ubah). Strategi seperti ini (Dollar Cost Averaging) membuat kita tidak terjebak kesalahan mis-timing the market (masuk pasar pada saat yang salah).

Satu hal penting yang saya ingin tambahkan juga, untuk jangka waktu 2 tahun, RD saham bukanlah media investasi yang sesuai.

Jika ingin tetap di RD saham, bro harus "mengganti" jangka waktunya ke Long Term (10th ke atas). Jika ingin tetap 2 tahun, bisa memilih RD Pendapatan Tetap ataupun juga RD Pasar Uang.

Mengingat kondisi makro saat ini, dimana BI rate sepertinya akan bergerak naik terus, saya pribadi lebih menyarankan RD Pasar Uang, ataupun mengkombinasikan investasi di RD Pasar Uang dan RD Pendapatan Tetap.

Pilihan lainnya yang mungkin bisa dijalankan (tanpa melalui Reksadana) : Bagi dana menjadi 2, lalu investasikan ke dalam ORI dan deposito berjangka. Atau bisa juga ORI + Money Market Deposit Account/MMDA (beberapa bank ada menawarkan produk ini)


Happy Investing!
Bagi pembaca thread yang lama, mungkin masih ingat ketika beberapa bulan lalu saya memperkirakan bahwa dalam tempo 6 bulan, BI sepertinya akan menaikkan suku bunga. Perkiraan itu saya buat setelah mengintip hasil pelelangan SUN waktu itu dan juga mengintip operasi buy-back yang dilakukan pemerintah.

Ternyata perkiraaan yang saya buat itu benar terjadi, belum sampai 6 bulan, BI sudah terpaksa menaikkan tingkat suku bunga. (Leganya ternyata perkiraan saya nggak salah, sehingga nggak malu-maluin).

Pada saat ini, isu "apakah BI rate akan naik atau tidak" sepertinya tidak perlu dipertanyakan lagi. Pertanyaan yang lebih relevan di saat ini adalah "BI rate akan naik sampai tingkat berapa?"

Dalam post ini, saya kembali ingin mengajak teman-teman utk melirik hasil pelelangan SUN tersebut utk mencoba mendapatkan gambaran yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Untuk mengerti post ini, pemahaman tentang obligasi mutlak diperlukan. (bagi yang belum memahami obligasi, bisa baca dulu artikel ttg obligasi yg ada di thread ini (linknya ada di hal. 1)

Bagi sudah mengerti obligasi, tetapi tetap bingung ketika baca post ini, saya akan usahakan utk secepatnya merestore kembali artikel lama yg merupakan "pendahuluan" dari artikel ini, agar lebih mudah utk mengerti post ini.

-----oOo-----


Sebelum kita masuk ke analisa tentang hasil pelelangan SUN, ada baiknya saya mengulang sedikit apa sebenarnya pelelangan SUN ini (terutama utk para pembaca thread yang baru)

Dalam pelelangan SUN seperti ini, pemerintah ibaratnya adalah orang yang ingin meminjam uang untuk belanja dapurnya (APBN negara kita). Tetapi berbeda dengan kita, pemerintah tidak perlu bersusah payah mencari orang yang bisa meminjamkan uangnya.

Setiap bulan, pemerintah mengadakan lelang. Tujuannya yaitu mengumpulkan orang-orang yang bersedia meminjamkan uang kepada pemerintah. Bagaimana mekanisme pinjam-meminjamnya? Pemerintah menerbitkan obligasi yang lalu dijual kepada para peserta pelelangan itu.

Tentu saja sebagai peminjam, pemerintah ingin mencari bunga yang semurah-murahnya. Karena itu, dalam pelelangan SUN, para peserta pelelangan saling "berebut" menawarkan bunga yang semurah mungkin.

-----oOo-----


Sekarang mari kita lihat hasil pelelangan SUN 10 Juni kemarin.

Pada pelelangan kemarin ini, pemerintah menawarkan 3 seri obligasi kepada para peserta pelelangan, yaitu seri FR0047 (Maturity 20 thn lagi), FR0048 (maturity 10 tahun lagi), dan FR0049 (Maturity 5 thn lagi).

Hasil pelelangan Seri FR0047 (Maturity 20 thn) yaitu sebagai berikut
:
Penawaran Pembeli yang masuk : Rp 4,107 Triliun
Penawaran yang diterima oleh pemerintah : Rp 2 Triliun
Tingkat bunga tertimbang yang diminta oleh pembeli obligasi : 13,59%

Hasil pelelangan Seri FR0048 (Maturity 10 thn) yaitu :
Penawaran Pembeli yang masuk : Rp 2,101 Triliun
Penawaran yang diterima oleh pemerintah : Rp 1 Triliun
Tingkat bunga tertimbang yang diminta oleh pembeli obligasi : 13,41%

Hasil pelelangan seri FR0049 (Maturity 5 thn) yaitu :
Penawaran Pembeli yang masuk : Rp 1,577 Triliun
Pemerintah memutuskan untuk tidak menerima tawaran ini, karena pemerintah merasa bunga yang diminta oleh para pembeli obligasi ini terlalu tinggi (antara 13,25%-14,37%)

Berbagai tingkat bunga yang kita lihat di atas merupakan tingkat bunga yang diminta oleh pasar kepada pemerintah. Jika memakai bahasa sehari hari, ibaratnya pasar berkata kepada pemerintah seperti ini : " Nih, saya kasih pinjam uang, tapi bunganya segini X% ya?! Kalau nggak segitu, ogah minjamin kamu..."

Pergerakan dari tingkat suku bunga di atas sendiri, bisa memberikan gambaran kasar bagaimana suku bunga akan bergerak.

Untuk ketiga seri obligasi ini, tingkat suku bunga yang diminta oleh pasar ini meningkat dari pelelangan sebelumnya:

  • FR0047 pada pelelangan Oktober 2007, bunga yang diminta oleh pasar hanya sebesar 10,15%, berarti telah naik 3,44%.
  • FR0048 pada pelelangan Maret 2008, bunga yang diminta oleh pasar hanya sebesar 10,37%, berarti telah naik 3,04%
  • FR0049 pada pelelangan Mei 2008, bunga yang diminta oleh pasar hanya berkisar dari 12,125%-13,75%. Bandingkan dengan pelelangan bulan Juni dimana pasar meminta 13,25%-14,375%.


Dari pergerakan "sentimen" pasar ini, kita bisa melihat bahwa suku bunga untuk saat ini akan terus bergerak naik.

-----oOo-----


Kembali ke pertanyaan di awal post ini, kira kira hingga ke tingkat berapa %?

Di sini kita perlu berpkir, jika untuk meminjamkan kepada pemerintah saja pasar meminta bunga sebesar di atas, maka logikanya pasar akan meminta bunga yang lebih tinggi jika saya yang ingin meminjam uang. Ini tentunya wajar mengingat meminjamkan uang kepada pemerintah resikonya lebih kecil dibandingkan meminjamkan uang kepada kita.

Dalam hal ini, jika kita berpatokan kepada nilai di atas mungkin kurang terlalu tepat, karena bunga yang dikenakan di atas adalah untuk jangka waktu panjang hingga menengah. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, kita perlu melihat hasil pelelangan obligasi jangka pendek.

Pada bulan Mei 2008, pemerintah melelang obligasi jangka pendek 1 thn (SPN). Dalam pelelangan, bunga rata-rata tertimbang yang diminta oleh pasar adalah sekitar 10,45%. Sebagai perbandingan, pada bulan May 2007, untuk instrumen sejenis pada pelelangan bulan Mei tahun 2007, bunga yang diminta oleh pasar adalah hanya sekitar 8,45%. Dengan demikian suku bunga yang diminta pasar telah bergeser naik 2%.

Besarnya BI Rate sendiri pada bulan Mei 2007 berada pada tingkat 8,75%. Jika kita pakai matematika sederhana, maka seharusnya BI rate akan bergerak naik kurang lebih 2% juga, sehingga sampai ke tingkat 10,75%.

Tentunya dalam prakteknya, tidak sesederhana penjumlahan di atas. Meskipun demikian, penghitungan di atas bisa memberikan sebuah gambaran kasar tentang kondisi suku bunga dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan perkiraan saya, BI rate hingga 10% boleh dibilang hampir pasti terjadi. Kemungkinan besar yang terjadi adalah malah di atas itu. Ini karena berdasarkan pengamatan saya terhadap pelelangan SUN selama ini, bunga yang diminta oleh pasar terus menerus naik, dan sepertinya masih akan naik, mengingat kondisi inflasi negara kita. Terlebih lagi dalam paruh kedua tahun ini, kita akan melalui Lebaran dan Natal, dimana tingkat inflasi biasanya agak tinggi.

Jika perkiraan saya ini benar, maka tentunya juga akan berpengaruh ke investasi kita. Mudah-mudahan teman-teman sudah mempersiapkan portofolio investasinya untuk menghadapi kemungkinan ini.


Happy Investing!!


Read my blog about investing at
http://janganserakah.wordpress.com/
hmmm, thx infonya
saya cenderung akan pilih alternatif kedua aja (tipe pemain aman sih...)

Thx
sekarang2 ini investasi agak sulit diprediksi yah..
faktor globalnya terlalu banyakemoticon-Malu
1.Untuk dipasar uang:mudah2an harga minyak naik terus jadi inflasi tinggi dan BI rate juga ikut2an naik,bisa untung kite,hehe...tapi klo di amerika tiba2 stabil,minyak diperketat seperti disarankan george soros bisa turun marginnyaemoticon-Ngaciremoticon-Kagets
2. Untuk disaham : moga2 aja minyak cpet turunya,kondisinya sama dengan proprty amerika taun 2002an naik trus tiba2 meledak tahun lalu (bubbling ekonomi).klo kondisi minyak ngikutin hal tersebut kan sektor real bisa berkembang lagi jadi lebih enak disahamemoticon-army:
Just waiting n see jangan terlalu spekulatifemoticon-medicine
salah jalan bisa makan obat pusing tiap hariemoticon-Kagetsemoticon-medicineemoticon-medicineemoticon-medicine
emoticon-Wowcantikemoticon-Wowcantik
Ada info menarik yang sepertinya perlu 'share' di sini...
Kemarin saya ditawarin sejenis "investasi" (menurut yang nawarin)..
Mereka menawarkan jenis "investasi" yaitu di bursa Hangseng...
1. Mereka "main' di Hangseng indeks (nilai rata-rata kapitalisasi pasar dari 43 saham utama di Hongkong Stock Exchange..
2. Sistem "trading" seperti di forex (pasar uang), contoh buy pada posisi 22881 kemudian indeks naik menjadi 22940, maka bisa sell di 22940 yang berarti untung (=22940-22881), atau sebaliknya...
3. deposit awal $10000 (=10 lot)..yang di "tradingkan" 1-3 lot..
4. Fee untuk 1 kali operasi $25
5. Menurut mereka operasi short term 1-2 hari, long term 1-2 minggu (????)
6. Kesimpulan saya "yang dipakai indeks saham tetapi sistem operasi forex"

Mohon pencerahan dari suhu-suhu :
1. Apa benar ada sistem seperti ini??
2. Termasuk investasi?? atau spekulasi ??

Thanks.
Halaman 11 dari 121


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di