\n\nWah..itu kayaknya hanya bumbu2 legenda aja,mas mandevu. Dijaman Gajah Mada dan Majapahit, Nyi Roro Kidul belum disebut sebutkan.
\n\nKalau bro badman membaca ttg History of java, karangan Thomas Stanfford Raffles..disitu dijabarkan, mengenai orang Arab, Cina pendatang, dll\n:D\nWah..bom atom, nggak perlu pakai rudal lagi,bro..hehehe apalagi sampai 75 biji.\nLha, pesawat terbang yg menjatuhkan bom Atom a...
SP..Imam Mahdi..Ratu Adil..saya kira hanya impian dari masyarakat yang merasa tertindas dan mendambakan kesejahteraan didalam negaranya.\nAda yang bilang masih harus datang..ada yang bilang sudah ada.\nYang pasti istilah2 diatas..sudah puluhan tahun bahkan mungkin ratusan tahun di salah g...
\n\nIya, karena saya pernah lihat foto2 jaman belanda ttg penggalian Borobudur disini,mas Ninoy.\nSoal pusaka (bentuk keris) memang diketemukan disana, tetapi tidak ada hubungannya dengan candi tersebut.\n:shakehand
\n\nJaman Walisongo itu kapan, bro badman. \nOrang tahunya kalau itu candi, kan waktu jaman belanda. Sebelumnya kan tertutup tanah, dan berupa bukit.
Prasasti Kudadu (1294 M)\n\nMengenai pengalaman Raden Wijaya sebelum menjadi Raja Majapahit yang telah ditolong oleh Rama Kudadu dari kejaran balatentara Yayakatwang setelah Raden Wijaya menjadi raja dan bergelar Krtajaya Jayawardhana Anantawikramottunggadewa, penduduk desa Kudadu dan Kep...
\n \noo..mekaten,bli.\ndi dalam kitab Negara Kertagama juga disebutkan tentang Mpu Bharada yg membagi kerajaan dengan air dari kendi.\nDan didalam buku Calon Arang juga nama Mpu Bharada disebut sebut.
\n\nIntisari terjemahan bebas prasasti Wurare (1211 saka)\nPrasasti yang berbentuk sajak sebanyak 19 baik ini isi pokoknya dapat dirinci menjadi 5 hal, yaitu :\n\nPada suatu saat ada seorang pendeta yang benama Arrya Bharad bertugas membagi Jawa menjadi 2 bagian, yang kemudian...
Akhirnya langkah kaki sampai di Mentoro. Tempat kelahiran Emha Ainun Nadjib ini memang patut dicurigai menjadi lokasi penting dalam melacak jalan menuju kota Majapahit pada abad ke-14. Desa Mentoro di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ini terletak di sebelah barat laut situs beka...
\n\nKadang factor x juga mempengaruhi jalan hidup seseorang,mas.\nContohnya keberuntungan, saat yg tepat dan juga wahyu.\n\nDan jalan hidup manusia tidak bisa di sama rata kan.\n:shakehand
\n\nLainnya; sumpah semacam Palapa (nganyep = tawar), makan dengan lauk pauk yg tanpa bumbu.\nKalau mutih hanya makan nasi putih (ada yg 1,3,5 kepal) dan air putih saja.\n\n:shakehand
\nBukan,kok..mas yudie. Palapa itu bumbu..jadi sumpah Palapa itu sumpah yg tidak makan makanan berbumbu (nganyep) sebelum tujuannya tercapai