Pada dasarnya proses penyatuan (meditasi) itu dimaksudkan sebagai usaha memperpendek jarak antara Manusia dengan Tuhan, antara Sira dengan Ingsun, atau antara Brahman dengan Atman, yang dalam istilah Jawa disebut ngudi chineseet ing Widhi, artinya berusaha agar semakin dekat dengan Tuhan (caket=d...
Karena pada diri kita ada Atman, yang tak lain adalah cahaya atau pancaran energi Tuhan, maka hakekat Atman adalah juga kekosongan yang padat energi itu. Dengan demikian apabila dalam diri kita hanya ada Atman, tanpa ada muatan yang lain, misalnya nafsu dan keinginan, maka energi Atman it...
Yg satu minta dibabarkan, yang satu minta yg singkat. Nah, secara singkatnya itu ternyata anda sudah tau,kok..tuh yg saya bold Monggo diteruskan saja
Pada hakekatnya filsafat Jawa adalah Hinduisme, yang monotheisme pantheistis. Karena itu pengertian Brahman Atman Aikyam, atau Tuhan dan Atman Tunggal, juga dinyatakan dengan kata-kata Gusti lan kawula iku tunggal. Di sini pengertian Gusti adalah Tuhan yang juga disebut Ingsun, sedang Kawula ...
Kang gumelar ana ngarepmu Iku rupa kitab Rupa crita bab jagad \t bab kowe lan aku \t bab kawula lan Gusti Nyawanga Banyu mili angin milir geni murub Nyawanga Abure pesi kelike wulung Kepake ayam kluruke suwung Kedepe kartika abure mega Kabeh podo crita nganggo ukarane dewe-...
Wah..jeru iku,mas. Saya coba,ya; Tuhan adalah Sangkan Paraning Dumadi. Ia adalah sang Sangkan sekaligus sang Paran, karena itu juga disebut Sang Hyang Sangkan Paran. Ia hanya satu, tanpa kembaran, dalam bahasa Jawa dikatakan Pangeran iku mung sajuga, tan kinembari . Orang Jawa biasa menyebut...
Ternyata, saya yg salah. :hammer Karena Sultan Agung merumuskan Serat Kekiyasanning Pangracutan bukan Satrojendro. Sedangkan Sastrojendro Ajaran ini bersumber dari istilah Sastra Harjendra Yuning Rat yang bersumber dari kisah Arjoena-Sasra Baoe karya pujangga R.Ng.Sindoesastra. Ungkapan serupa :...
Betul sekali,mas. ajaran kesempurnaan atau kasepuhan dalam hal ini termasuk Manunggaling kawula Gusti telah dihayati oleh bangsa jawa sejak dahulu kala, bahkan pada masa sebelum pra Hindu. Kemudian diterapkan pada aliran2 dan ajaran2 keagamaan dengan nama yang berbeda dan mengalami perubahan2 ko...
Bukannya kasta Satria itu dari keturunan/tali darah,mas? Oleh karena itu, Sasto Jendro itu kan hanya diajarkan di kalangan kraton dan para Ningrat saja.
\n\nBukannya bayonet jepang,bro? atau yg sering disebut Arisaka\nkalau Lee Enfield..masih agak panjangan lagi.
\n\nThank's bro Prawiratama,\nMemang bayonetnya masih baru semua. Masih dalam kemasan jaman dulu..kertas minyak tebal coklat.\nSaya dapat di marktplaats.nl atau ebay.com..selain itu juga di pasar2 antik, pasar hobby,dll\nCuman sekarang lagi stop hunting,nih..gak ada waktu...
\n\nWah..mantab :thumbup:\nTerima kasih atas masukan yg sangat berharga ini, bro baretta98\n\n:shakehand