Kebetulan ane ada link dengan UGM..secara ane di kontrak buat guiding and translating dosen2 eropa selama beberapa waktu dan tadi siang (senin, 18-04) sudah menghubungi nama2 dibawah ini. Prof.Dr.Damardjati Soepadjar - Guru besar Filsafat UGM Dr.Heddy Shri Ahimsa Putra - Guru besar Antropologi UG...
itu berita terlalu di blow up, faktanya bukan seperti itu. Itu jalan memang aslinya miring, karena ilusi optic dr lingkungan di situ, itu jalan dikira datar lurus bukan miring. Jadi sering orang di situ terkecoh ketika parkir ngga aktifin handbreak... koq saya bisa tau? Lah saya biasa lewat sit...
Insya Allah..ane tanya2 info untuk tempat debatnya. Bukan di pendopo "pemda" yang isinya orang2 buta sejarah..tapi di tempat para sejarawan dan budayawan kumpul.
Te kate dipanah dipanah ngisor gelagah ana manuk ondhe ondhe Mbok sir bombok bok sir kate Mbok sir bombok mbok sir kate Petooooookkkkk...kok..kok..kok..petoooookkkkkk
Dukungan ini,mbah..sungguh membesarkan hati kami. Poro sederek forsup dan forbud..silahkan menyiapkan dan mengumpulkan makalah untuk bahan diskusi (ehemm..kalau TurSet berani tentunya)
Itulah kalau masih mentah dalam hal spiritual,gan..walaupun mereka mengakunya telah mendalaminya. Istilahe mung "unthul" thok..ngikut sana-sini yang akhirnya bakal dikorbankan untuk kepentingan sang atasan. Leluhur ane justru mengajarkan tentang; "eling lan waspodo" dalam me...
Mereka mah beraninya koar2 di kandang sendiri..gak berani disini. Lucunya banyak dari kita yg berani masuk dan ngasih sanggahan..tapi di tendang..hahahaha. Apapun omong besar mereka (dikandang mereka) tetap aja saya nilai "kaum Nerds"..beraninya hanya di kelompoknya sendiri. Berani gak...
Sekalian ke ahli bedah otak..suruh ganti tuh otaknya..tiap kepala diganti dengan telor ceplok 3 biji..pasti bakal normal lagi cara mikirnya.
kyknya ngga mengenal susunan hanacaraka deh... kalo yg ini variannya -> Sindhi-devnagari: yg ini bentuk tuanya devnagari: silakan yg di atas tadi buat patokan buat baca tulisan di manuskrip ini: gunakan nalar dan logika serta rasa, selain data dan fakta yg sinkron.. :o :o Bro..saya berani ...
Heheh..bahkan sering di ketemukan padi2 jenis kuno didalam "pripih" yang kemudian di kembangkan lagi dan dikimpoi silangkan dengan padi2 modern. Konon lebih tahan hama.
Hoi TurSet..nihh..baca tuh..cukilan sejarah nya kapan tulisan jawa mulai dipakai. Bisa baca,nggak? Kalau gak bisa baca ..kelihatan jelas kalau emang kalian keturunannya Leluhur yang levelnya rendah. :ngakak
Hahahaha..mereka gak tau sejak kapan kata2 Ha-Na-Ca-Ra-Ka itu dipakai...huaahaahhah, jadi kelihatan bego nya.
Hoi..TurSet..ane tau kalian pada ngawasin trit ini. Sekalian ane kasih tau,ya..kalau ngebual jangan sampai kelihatan begonya,dong. Masa tulisan cakar ayam karangan kalian kayak gitu kalian aku Pallawa atau Devanagari...ketahuan kalau kalian gak punya fantasy,tau...gebleg di piara..mana tukang bua...
ntar aku coba posting huruf2 yg otentik dr india sampe nusantara.. ada yg mirip sama karangan mereka ngga? :p Hahahahah.....tulisan cakar ayam kek gitu dibilang huruf Pallawa??? Mana nulisnya pakai bolpoint pula..kelihatan banget HOAX nya.
Sambil nunggu agan Xeno komen..saya mau kasih bahan renungan; 1. Rahadyan itu ahli sejarah? 2. Rahadyan itu punya titel yg ada hubungannya ama Arkeologi? 3. Rahadyan itu tahu tentang budhisme? 4. Bisakah Rahadyan itu membabarkan cerita2 dalam relief di candi Borobudur (juga prambanan)? 5. Tahuka...