Kasihan..sebuah pemikiran yang ketinggalan jaman. Jangan2 juga masih menganggap kutang BH itu yang pake tali sepatu kayak di jaman neneknya dulu.. :ngakak
Jadi inget waktu jaman KKL di Poltabes, ada preman yg seluruh punggungnya di tattoo rajah untuk kekebalan. Tapi mati juga ketembak, gara2 yang mentattoo salah nulis. :ngakak
Nggak juga,gan. Tintanya tidak beracun kok..selama badan/kulit tidak mempunyai alergi,dll. Dan setelah Tattoonya sembuh (setelah beberapa hari di tattoo), warna tersebut akan menyerap atau menyatu kedalam lapisan kulit kedua (Jangat) setelah kulit ari. Jadi zat warna tattoo itu tidak bisa disama...
Ayu Reditya Kerajaan Pertama adalah kerajaan Keling di gn Pawinihan,Kraton Keling ada pada jaman besar Kali Swara, dijaman Kala Kukila, pada Mangsa Kala Pakreti, dgn urutan Raja: 1. Mahaprabu Radite 2. Mahaprabu Soma 3. Mahaprabu Anggara 4. Mahaprabu Budha 5. Mahaprabu Wrespati 6. Mahaprabu Sukra...
Walah..jadi ingat teman saya..lengan atasnya ada 5 nama cewek berurutan kebawah..dan semuanya di silang. :hammer
Kebetulan adalah saya yg di jadikan masalah..dan sudah kami selesaikan. Sekali lagi, seperti yang njenengan sendiri tulis "yang bersangkutan" sudah menyelesaikannya. so, please..gak perlu dibahas lagi.
Wah..sebetulnya ada di buku "serat centhini". Hanya sayang buku2 saya dibawa orang tidak dikembalikan.
Mungkin yang menghilangkan juga punya alasan sendiri..yang mungkin dianggap jadi pemicu pembahasan yang tidak perlu (diperpanjang)
Setuju,gan..membuat tattoo harus dipikirkan sungguh2 apa konsepnya. Karena jalan hidup kita selalu berubah (tidak selalu lempeng2 sesuai dengan yang di rencanakan) Ane ada temen yang selalu menyesal setelah bikin tattoo..wakakakak!!
Wah,iya..jelas,gan. Manual lebih sakit karena tidak terkontrol dalamnya (masuknya jarum ke lapisan kulit). Heheh..jadi ingat jaman SMU, pakai alat rakitan (dari bekas pena yg dimasukin jarum dan dynamo mainan anak2)