heheh..kejawen itu luas,mas. mulai dari adat istiadat, ceremony2,filsafat dan juga klenik. Kalau ane sih sukanya ke filsafat dan nguri uri budaya (adat istiadat) nya aja,mas
wah, kejawen mah sudah biasa di kambing hitamkan,mas. Kemarin Aceh gempa lagi, masa kita bilang; " disana banyak yang Islam,sih" :ngakak Wah..asli Kinahrejo ya,mas? Kamis minggu lalu saya dari sana...hmm, bisa dibayangkan dahsyatnya kekuatan alam.
Hahahah...suwun (masih ditunggu) THR nya. Gak apa2,gan...memang budaya jawa sudah kurang diminati, tapi bukan berarti itu punah. Hanya menunggu kita2 ini yang membangkitkannya kembali :shakehand
hihihih..ada kata2 jawa yang mengatakan; "Ojo gumunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman, Ojo Dumeh, Eling lan Waspodo" Saya tambahi dengan "Ojo Kampungan" :ngakak Selain udah ndak matching dengan usia..bagaimana bisa mengaku raja Majapahit. Kriteria kerajaan itu kan punya wilayah, rak...
hihihi..raja Majapahit ke VIII..lha, dari VI-VII nya itu siapa? dan kalau dilihat dari jarak nya sampai ke Brawijaya VIII, dia itu umurnya sudah berapa ratus tahun?? :ngakak satu lagi, menurut sahabat2 kolektor keris, pusaka2 Majapahit baru itu di supply oleh kolekdol dari jateng dan jatim,mas (...
Menurut sejarah mitologi sih memang Kebo Kenongo itu murid dari syeh siti jenar,mas..yang katanya bisa mencabut nyawanya sendiri dan moksa. Entah lah,mas..makanya saya kurang tertarik dengan sejarah dan asal mula mataram, karena sumbernya dari Babad yang sudah berbumbu mitos. Bahkan yang orang ...
Memang kalau dilihat dari cerita sejarah jawa yang bercampur dengan mitologi, tertulis bahwa Pangeran Handayaningrat adalah Kebo Kenongo putra Brawijaya V entah dari selir yang mana. Tapi nama Brawijaya itupun tidak pernah ada dalam prasasti2 peninggalan Majapahit,mas. "Brawijaya V" ha...
Ndak punya literatur ttg filsafat Gentho,mas...kalau bahasa semarangan sih Gentho itu afalah kepala kelompok/gerombolan (dan biasanya negatif)
Pintu gerbang gentho....(bener ga tulisannya ya) Bentuk filosofi jawa...yang mungkin sekarang sudah jarang ada. Bahkan saat sudah meninggal, bagi orang jawa ingin selalu dengan keluarganya. Mungkin mbah zeth mau membahas lebih dalam tentang gentho. Weleh...monggo di babar,gan.
Yang kecil lah..bukan yg suka diarak dan segede gaban itu..hahaha. Btw, Warak itu kok mirip Kirin,ya? Apa emang ada unsur oriental nya?
Memang orang2 tua di jaman dulu itu kuat sekali prihatinnya,mas. Wah, saya tidak pernah ke Bukit utara Parang Tritis,mas
Nice thread gan. Masa kecil ane di Semarang....jadi kangen ama warak ngendhog, yang bisa dibelinya hanya pada waktu dugder an.