https://drive.google.com/file/d/1D2pMpXc_cEN2nQX56TqMcHtYNynFOPVX/view?usp=drivesdk main hakim sendiri dan militansi islam populis di Indonesia. studi kasus Front Pembela Islam Prof. Ian Wilson itu buku ringan hanya 78 hal. dr hal 27 kalian akan tau bagaimana ini berproses
aceh belasan tahun jadi DOM bisa kita perlakukan lemah lembut dan kembali, hal sama juga bisa dilakukan di papua, saudara saudara papua butuh damai untuk majukan kehidupan.
semua dasar hukumnyg mereka bilang benar, namun harus merujuk pada aturan yg lebih rinci. misal, boleh berekspresi boleh memasang baliho dan merujuk pada perda bagaimana tatalaksana pemasangan baliho, bagaimana cara ekspresi yg melibatkan massa besar. tidak dilarang tp berpegang pada aturan yg lbi
kok gak brani klaim H. Misbach yg jelas jelas ulama.. atau cb ungkit sejarahnya Sarekat Islam, ngambil contoh kok asal sepaham dan menguntungkan
semenjak hp touchscreen candybar muncul hingga saat ini blum ada hal yg luar biasa. hanya variasi. yg luarbiasa itu saat awal munculnya hp, revolusi zaman symbian,tizen dll, revolusi android, ios pertama. nah android + ios hingga saat ini ya gitu2 aja. blum ada perubahan spektakuler, ya siapa tau...
ribuan tahun lalu ada bangsa yg maju dimesir, dan tentunya kaya, klo prosesnya rumit pesti mahal biayanya bikin mumi, blum kuburannya
broker.budak menurut KH. Romly (rejoso, peterongan,JBG) ada 4 jenis ulama yg pertama ulama samudera, cirinya adalah keilmuannya tinggi, santrinya banyak, cobaan hidupnya juga banyak, namun tetap sabar, syukur dan ikhlas. yg kedua ulama sumur, cirinya adalah ilmunya banyak tapi santrinya sedikit, h
yaelah... masak iya masalah perang urat saraf gitu sampek parakomando diaktifkan. ane dulu pernah diajarkan sama almarhum kawan ane, "kalo kamu pengen besar, cari musuh yg besar, level mu ada di lawan mu"