eFVZee kucingnyapakrt mungkin yang sampai parah, pneumonia, paru-paru basah (berair?). Kalau yang mild, ga sampai ada penurunan fungsi paru-paru. Jadi lebih baik cepat diobati, masalahnya tes Rp 700.000 harus bayar sendiri kalau negatif.
kalau sudah lockdown, baru kurangi jadwal mrt. Lha ini kurangi jadwal duluan, padahal masih banyak yang berangkat ke tempat lain.
kalau dulu sebelum microscope ditemukan, orang ga tau virus dan bakteri penyebab Black Death di Eropa, akhirnya mengkambinghitamkan penyihir. Juga menganggap ini kutukan dari Tuhan. Sekarang orang sudah tau virus dan bakteri, tetap saja gereja dan masjid penuh. Tapi di Eropa orang sudah mulai bany
mestinya begitu ada kejadian tertular banyak di rumah tuhan, akan banyak yang murtad. Tapi ga bisa karena sudah masuk ke subconscious mind karena diajarkan sejak masih balita.
primalaprima double.jump baru kemarin Risma menyatakan gratis. Tapi ini bisa berbahaya, banyak orang yang datang ke Surabaya, lalu orang Surabaya sendiri yang ga kebagian atau malah ketularan. Harus gratis di semua kota supaya tidak menumpuk.
Tangkap dan penjarakan orang ini. Karena banyak orang yang jadi merasa ga mungkin kena virus, jadi meremehkan.
dogslike akibat omongan tentara allah jadinya banyak yang meremehkan dan merasa ga mungkin kena karena sudah pakai kerudung dan wudhu. Padahal harus pakai air+SABUN, juga masker yang berlapis karena virus partikel sangat kecil. Juga di Malaysia sudah kena banyak: A religious gathering at a mosque
Italia juga tampaknya gagal ya, terus naik dan kemarin 15/mar/2020 yang paling tinggi kematian 350 lebih dan 3500 kasus baru. Seandainya Soeharto masih jadi presiden.
soalnya ada pernyataan dari UAS kalau virus itu tentara Tuhan yang ga mungkin menyerang Indonesia, apakah di berbagai masjid juga ada yang menyatakan demikian? Akibatnya merasa ga mungkin kena, karena wudhu dan kerudung bisa mencegah? Sementara itu di Malaysia: malaysia-reports-190-new-coronavirus
Sementara itu di Malaysia kemarin 15/mar/2020: malaysia-reports-190-new-coronavirus-cases-most-linked-to-mosque-event malaysia-virus-cases-spike-after-outbreak-at-16-000-strong-event Dan ada 1500 orang dari luar negeri, mungkin termasuk dari Indonesia. Ayo ngaku yang baru dari sana tunjuk jarinya.
Mungkin sekarang masker naik kelas jadi sembilan bahan pokok, sementara ada satu bahan pokok yang terjungkal dari sembako.
letda.joko 1500 orang asing, bisa jadi termasuk dari Indonesia. Yang merasa baru datang dari Malaysia harap tunjukkan jari.
Sementara itu di Malaysia hari ini 15-mar-2020: Malaysia reports 190 new coronavirus cases, most linked to mosque event. Sumber: https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/malaysia-reports-190-new-coronavirus-cases-most-linked-to-mosque-event https://www.bloomberg.com/news/articles/2020-03-15/mala...
mengapa ga menuduh angka di Indonesia ditutup2i juga. Sebenarnya yang sudah terjangkit lebih dari itu, cuma tidak terdeteksi karena ada yang tidak melapor karena mild. Ada juga yang sangat parah sudah meninggal duluan dan tidak sempat periksa lab.
Benar. Dan pada waktu itu juga banyak yang merasa tanda akhir jaman. Itu cuma cocokmologi saja. Supaya semakin percaya, padahal tidak berhubungan. Black Death, wabah pes, orang Eropa juga masih exist. Flu Spanyol, buktinya Spanyol masih exist. HIV/AIDS, buktinya ada obat ARV. Penyerbuan Spanyol ke
magelys Ignasius Jonan juga: 37th Ministry for Transportation of Indonesia 20 October 2014 – 27 July 2016 17th Minister for Energy & Mineral Resources of Indonesia 14 October 2016 – 20 October 2019 Ga sampai 3 bulan diangkat jadi menteri lagi, sementara Anies langsung ngambek. Mungkin kalau g...
kalau lockdown, semua tempat hiburan juga harus tutup termasuk yang di luar area lockdown, supaya ga sempat liburan. Media televisi seperti tV1 metro kompastv inews perlu dibriefing untuk menampilkan video yang membangkitkan semangat, seperti televisi di China. Jangan yang membuat takut dan panik...
Dalam hal Jokowi lambat memutuskan, memang benar. Dalam hal Anies hanya berharap tepuk tangan, juga benar. Pernyataan Anies selalu ada nada mengejek kebijakan pemerintah pusat.